{"id":1356,"date":"2012-09-01T11:00:39","date_gmt":"2012-09-01T04:00:39","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1356"},"modified":"2012-09-01T11:00:39","modified_gmt":"2012-09-01T04:00:39","slug":"high-dengan-musik-penyembahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2012\/09\/high-dengan-musik-penyembahan\/","title":{"rendered":"&#8220;High&#8221; dengan Musik &#8220;Penyembahan&#8221;"},"content":{"rendered":"<p align=\"JUSTIFY\">(Berita Mingguan GITS 1 September 2012, sumber: <a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a>)<\/p>\n<p>Sebuah penelitian pada tahun 2012 yang dilakukan oleh Universitas Washington, menyimpulkan bahwa gereja-gereja raksasa (megachurch) \u201cmenyediakan perasaan &#8216;high&#8217; dan eforia biologis yang sama yang dihasilkan oleh acara-acara olahraga dan konser-konser\u201d (Ecumenical News International, 21 Agus. 2012). Penelitian tersebut, yang berjudul \u201cGod Is Like a Drug: Explaining Interaction Ritual Chains in American Megachurches,\u201d dilakukan oleh Katie Corcoran dan James Wellman. Mereka menemukan bahwa perasaan &#8216;high&#8217; saat &#8216;penyembahan&#8217; terjadi karena \u201cmusik upbeat yang modern, kamera-kamera yang menyapu audiens dan menayangkan para penyembah yang tersenyum, berdansa, bernyanyi, atau menangis di layar besar, dan seorang pemimpin yang sangat berkharisma memiliki khotbah-khotbah yang menyentuh individu-individu pada tingkat emosional.\u201d Mereka percaya bahwa hal-hal ini \u201cmemicu zat-zat kimi di otak untuk memberikan individu yang bersangkutan suatu &#8216;high&#8217; emosional dan perasaan transenden sekaligus perasaan perlu untuk kembali lagi untuk mendapatkan dosis berikutnya.\u201d Saya sudah sejak lama mengatakan bahwa para &#8216;penyembah&#8217; kontemporer sebenarnya hanyalah &#8216;high&#8217; dengan musik yang disuguhkan. Hal ini terlihat jelas dalam sebuah kunjungi riset ke City Harvest Church, gereja terbesar di Singapura, pada tanggal 8 Februari 2003. Musiknya adalah rock &amp; roll yang sepenuh-penuhnya, dengan dua pemain drum, gitar-gitar elektrik, sebuah keyboard, dan bagian brass yang kuat. Beberapa pemimpin &#8216;penyembahan&#8217; (worship leader), baik lelaki maupun wanita, bergoyang dan berjoget di depan panggung. Hampir semua orang bergabung secara antusias pada waktu penyembahan, bernyanyi, bertepuk tangan, melompat-lompat, bergoyang mengikuti musik yang kuat. Majalah gereja tersebut, edisi Juli-Desember 2002, memuat bagian tanya\/jawab, dan salah satu pertanyaan yang diajukan sangatlah instruktif. Seorang anggota baru di gereja itu berkata bahwa dia (perempuan) \u201cmerasa tertarik ke dalam hadirat Allah, TERUTAMA PADA SAAT-SAAT PRAISE AND WORSHIP (pujian dan penyembahan).\u201d Tetapi ketika dia mencoba untuk bertemu Allah dengan cara yang sama pada waktu renungan pribadinya, untuk &#8216;MERASAKAN HADIRAT YANG SAMA,&#8217; dia selalu gagal. Dia tidak dapat memahami apa yang terjadi, tetapi sebenarnya sederhana saja. Musik yang sensual itulah yang menghasilkan perasaaan suatu \u201chadirat,\u201d tetapi penyembahan yang sejati sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal-hal ini. Hal-hal seperti ini mudah dipalsukan oleh daging dan Iblis. Penyembahan sejati adalah mengucap syukur kepada Allah dan melayani Dia dengan taat MELALUI IMAN TIDAK PEDULI APA PERASAAN SAYA SAAT INI ATAU KONDISI SITUASI. Apakah menurutmu Abraham merasakan perasaan hangat yang menggelitik saat dia berjalan ke Gn. Moria dengan Ishak, atau apakah Ayub mendapatkan perasaan hangat menggetarkan saat dia duduk di atas abu, menggaruk-garuk bisulnya dengan pecahan tembikar sambil memikirkan anak-anaknya yang meninggal, hartanya yang habis, dan serangan-serangan istrinya? Tidak, tetapi kedua tokoh itu melakukan tindakan penyembahan yang paling murni yang dicatat dalam Alkitab, dan mereka sama sekali tidak tergantung kepada musik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 1 September 2012, sumber: www.wayoflife.org) Sebuah penelitian pada tahun 2012 yang dilakukan oleh Universitas Washington, menyimpulkan bahwa gereja-gereja raksasa (megachurch) \u201cmenyediakan perasaan &#8216;high&#8217; dan eforia biologis yang sama yang dihasilkan oleh acara-acara olahraga dan konser-konser\u201d (Ecumenical News &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2012\/09\/high-dengan-musik-penyembahan\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[187],"tags":[],"class_list":["post-1356","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-musik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1356"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1357,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1356\/revisions\/1357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}