{"id":1388,"date":"2012-09-29T17:33:34","date_gmt":"2012-09-29T10:33:34","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1388"},"modified":"2012-10-01T09:43:01","modified_gmt":"2012-10-01T02:43:01","slug":"penebusan-yesus-tidak-terbatas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2012\/09\/penebusan-yesus-tidak-terbatas\/","title":{"rendered":"Penebusan Yesus Tidak Terbatas"},"content":{"rendered":"<p align=\"JUSTIFY\">Salah satu hal yang menjadi perbedaan utama antara Kalvinis dan non-Kalvinis adalah masalah penebusan Yesus Kristus. Ketika Yesus tergantung di atas kayu salib, untuk siapakah Dia mati? Ketika darahNya tercurah, siapakah yang hendak Ia tebus?<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">Kalvinis memegang doktrin yang disebut Limited Atonement, atau Penebusan yang Terbatas. Mereka percaya bahwa Yesus Kristus menebus hanya sebagian manusia saja, yaitu orang-orang pilihan. Orang-orang pilihan menurut definisi Kalvinis, adalah orang-orang yang sejak kekekalan sudah ditentukan untuk masuk Surga, ditentukan tanpa syarat (Unconditional Election), tanpa melihat apapun dari diri orang tersebut. Tentu sebaliknya juga benar, yaitu orang-orang yang tersisa ditentukan untuk masuk neraka, juga tanpa melihat apapun dalam diri orang-orang tersebut (Unconditional Reprobation). Kebanyakan Kalvinis tidak suka untuk banyak berbicara mengenai Unconditional Reprobation, mereka lebih suka melupakan itu dan berfokus kepada Unconditional Election. Namun Unconditional Reprobation adalah konsekuensi logis dari Unconditional Reprobation,<a name=\"sdfootnote1anc\" href=\"#sdfootnote1sym\"><\/a><sup>1<\/sup> karena tidak ada pilihan ketiga bagi manusia: kalau bukan masuk Surga, pasti masuk neraka.<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">Dengan pemahaman Unconditional Election dan Unconditional Reprobation, maka konsep Limited Atonement (Penebusan Terbatas) secara logis mengikuti. Kalau memang sebagian orang ditentukan masuk Surga tanpa syarat, dan sebagian ditentukan masuk neraka tanpa syarat, maka tidak ada gunanya Yesus mati bagi semua manusia. Kematian Yesus di atas kayu salib pastilah hanya ditujukan kepada orang-orang yang dipilih masuk Surga tersebut. Inilah yang menjadi dasar utama doktrin Limited Atonement. Doktrin Limited Atonement tidak memiliki dasar Alkitab sama sekali (tidak ada ayat Alkitab yang mengatakan Yesus mati HANYA bagi sebagian orang), tetapi merupakan konsekuensi logis dari Unconditional Election.<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">Orang-orang non-Kalvinis melihat bahwa Alkitab berkata sebaliknya. Dengan tegas, banyak ayat-ayat Firman Tuhan yang mengatakan bahwa Yesus mati untuk semua manusia, dan bahwa karya penebusanNya adalah untuk seluruh dunia. Berikut ini adalah beberapa contoh ayat-ayat yang menyatakannya. Ini bukan semua ayat, tetapi sebagian kecil saja:<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><!--more--> \u201cPada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8216;<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Lihatlah Anak domba Allah, yang <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>menghapus dosa dunia<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>&#8216;<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d (Yoh. 1:29).<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> \u201cKami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>Juruselamat dunia<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d (Yoh. 4:42).<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> \u201cSebab Allah <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(2 Kor. 5:19).<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> \u201cyang telah menyerahkan diri-Nya sebagai <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>tebusan bagi semua manusia<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(1 Tim. 2:6).<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> \u201c&#8230;Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>Ia mengalami maut bagi semua manusia<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Ibr. 2:9).<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Kalvinis berusaha mengelak dari ayat-ayat ini dengan mengatakan bahwa kata \u201cdunia\u201d tidak harus berarti setiap orang dalam dunia. Demikian juga mereka berkilah bahwa kata \u201csemua manusia,\u201d tidak harus mengacu kepada literal semua manusia. Dalam kasus ayat-ayat ini, Kalvinis mengartikan bahwa Yesus mati bagi seluruh \u201cdunia <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>orang pilihan<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">,\u201d atau \u201csemua manusia <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>yang dipilih<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebagai contoh, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Gill, seorang Kalvinis tulen, mengatakan tentang Yohanes 1:29: \u201cyang dimaksud dengan &#8216;dosa dunia,&#8217; bukanlah dosa atau dosa-dosa setiap individu orang di dunia ini&#8230;.hanya berkenaan dengan orang pilihan; jadi merekalah orang-orang yang dimaksud dengan dunia\u201d (Komentari <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">John <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Gill atas Yohanes 1:29).<a name=\"sdfootnote2anc\" href=\"#sdfootnote2sym\"><\/a><sup>2<\/sup><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Mengenai 1 Timotius 2:6, Gill berkomentar lagi, bahwa \u201ctebus<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">an<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> ini diberikan untuk &#8216;semua;&#8217; bukan setiap individu umat manusia&#8230;Tetapi artinya adalah bahwa entah Ia memberikan diriNya sebagai tebusan untuk banyak orang&#8230;atau maksudnya adalah bahwa Kristus memberikan diriNya tebusan bagi <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>semua jenis manusia<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, orang-orang dari setiap tingkat dan kualitas, dari setiap keadaan dan kondisi, dari setiap umur dan jenis kelamin, untuk semua jenis orang berdosa, dan untuk <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>sebagian <\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dari setiap suku, bahasa, umat, dan bangsa, dan baik untuk Yahudi maupun non-Yahudi\u201d (Komentari John Gill atas 1 Timotius 2:16).<a name=\"sdfootnote3anc\" href=\"#sdfootnote3sym\"><\/a><sup>3<\/sup><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Perhatikan bagaimana Gill, seorang Kalvinis, untuk mempertahankan doktrinnya, mengubah \u201csemua manusia\u201d (1 Tim. 2:6) menjadi \u201cbanyak orang,\u201d atau \u201csemua <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>jenis<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> manusia\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">atau \u201c<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>sebagian<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dari setiap suku.\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ini adalah suatu contoh <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>eisegesis<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> murni.<a name=\"sdfootnote4anc\" href=\"#sdfootnote4sym\"><\/a><sup>4<\/sup> Jikalau Roh Kudus memaksudkan \u201csemua JENIS manusia,\u201d Ia sangat mampu untuk menulis demikian. Demikian juga, kalau Roh Kudus memaksudkan \u201cbanyak manusia,\u201d Ia tidak akan menulis \u201csemua manusia.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Memang benar, bahwa kata \u201cdunia\u201d tidak harus berarti semua individu di seluruh dunia. Dan kata \u201csemua\u201d juga harus didefinisikan sesuai konteks. Tetapi Kalvinis tidak bisa memperlihatkan bahwa konteks ayat-ayat tersebut membenarkan penafsiran \u201csemua\u201d menjadi \u201cbanyak.\u201d Yang menjadi alasan mereka adalah doktrin awal <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>unconditional election<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> mereka dan juga suatu konsep bahwa kalau Yesus mati bagi semua orang, maka semua orang akan masuk Surga <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(konsep ini akan dibahas di bawah ini)<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Berbekal dengan konsep ini, bukan pada konteks perikop, mereka mengubah teks Alkitab agar serasi dengan posisi mereka.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Namun demikian, ada beberapa ayat yang tidak bisa <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">diputarbalikkan<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> secara demikian oleh Kalvinis. Ayat-ayat ini memiliki konteks yang jelas sekali mengajarkan Unlimited Atonement, yaitu penebusan Yesus bagi semua manusia (semua secara literal, bukan \u201csemua\u201d versi Kalvinis). <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Artikel ini akan membahas beberapa ayat berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>A. 1 Yohanes 2:2 <\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> \u201cAnak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.\u201d (1 Yohanes 2:1-3)<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Dalam 1 Yohanes 2:2, sang Rasul menyebut dua pihak yang menjadi tujuan pendamaian Yesus Kristus, yaitu \u201ckita,\u201d dan \u201cseluruh dunia.\u201d Siapakah yang dimaksud dengan \u201ckita\u201d? Konteks memberitahu bahwa \u201ckita\u201d adalah orang-orang percaya. Ini jelas di ayat pertama: \u201ckita mempunya seorang pengantara pada Bapa.\u201d Siapakah yang mempunyai pengantara pada Bapa? Semua orang percaya, bukan sebagian orang percaya. Juga di ayat tiga dalam pasal yang sama, dikatakan bahwa \u201ckita mengenal Allah,\u201d sekali lagi mempertegas bahwa Yohanes memakai \u201ckita\u201d untuk mengacu kepada semua orang percaya. <\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Nah, karena kata \u201ckita\u201d mengacu kepada \u201csemua orang percaya,\u201d maka kata \u201cseluruh dunia\u201d haruslah lebih luas daripada itu. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kata \u201cseluruh dunia\u201d tidak bisa ditafsirkan sebagai \u201cseluruh dunia orang pilihan,\u201d karena itu berarti sama saja dengan \u201ckita\u201d yang mengacu kepada semua orang percaya (pilihan). Oleh karena itu, ayat ini memberikan masalah yang sangat besar bagi doktrin Limited Atonement.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Ada Kalvinis yang berusaha untuk mempertahankan diri dengan cara menafsirkan kata \u201ckita\u201d untuk mengacu kepada orang-orang yang dikenal oleh Rasul Yohanes saja, atau orang Yahudi saja. Jadi, dalam pembelaan ini, Yesus adalah pendamaian bagi \u201ckita,\u201d yaitu orang-orang yang dikenal Rasul Yohanes, dan juga bagi \u201cseluruh dunia,\u201d yang sekali lagi ditafsirkan sebatas dunia orang pilihan. Tetapi ini adalah penafsiran yang sangat dipaksakan. Konteks sangat bertentangan dengan penafsiran ini. Saya rasa Kalvinis manapun mau mengklaim 1 Yohanes 1:9 bagi dirinya: \u201cJika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.\u201d Kata \u201ckita\u201d di 1 Yoh. 1:9 secara universal diakui mengacu kepada semua orang percaya. Demikian juga kata \u201ckita\u201d di ayat sepuluh, dan juga di pasal 2 ayat 1. Jadi, mengapakah tiba-tiba kata \u201ckita\u201d berubah makna di 1 Yoh. 2:2? Ini hal yang tidak mungkin, dan hanyalah alat untuk membenarkan doktrin tertentu saja. <\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Selain itu, penafsiran Kalvinis juga menjumpai benturan lainnya, yaitu penafsiran mereka bahwa \u201cseluruh dunia\u201d mengacu kepada \u201cdunia orang pilihan.\u201d Hal ini sekali lagi sama sekali tidak didukung konteks, bahkan sebaliknya bertentangan dengan konteks surat 1 Yohanes. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kata \u201cdunia\u201d adalah <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>kosmos<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan muncul 23 kali dalam surat ini.<a name=\"sdfootnote5anc\" href=\"#sdfootnote5sym\"><\/a><sup>5<\/sup> <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Tidak satu kalipun \u201cdunia\u201d mengacu kepada dunia orang pilihan. Bahkan, pemakaian <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>kosmos <\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dalam 1 Yohanes terutama mengacu kepada dunia yang melawan Tuhan, yang berdosa, dan yang dikuasai oleh Iblis. Setelah pasal dua ayat dua, kata <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>kosmos<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> muncul lagi di ayat 15, \u201cJanganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.\u201d Ini adalah tipikal pemakaian <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>kosmos <\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dalam 1 Yohanes: dunia yang membenci Allah.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Lebih jauh lagi, frase spesifik \u201cseluruh dunia,\u201d muncul dua kali dalam 1 Yohanes. Pertama di 1 Yohanes 2:2, dan yang satu lagi adalah: \u201cKita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat\u201d (1 Yoh. 5:19). <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Seluruh dunia dalam 1 Yoh. 5:19 tidak mungkin mengacu kepada \u201cdunia orang pilihan,\u201d karena berada di bawah kuasa Iblis. Kalau diperhatikan dengan seksama, struktur 1 Yoh. 5:19 sangat mirip dengan 1 Yoh. 2:2, yaitu adanya perbandingan antara \u201ckita\u201d dengan \u201cseluruh dunia.\u201d Di 1 Yohanes 5:19, semua penafsir setuju bahwa \u201ckita\u201d mengacu kepada semua orang percaya, sedangkan \u201cdunia\u201d mengacu kepada <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">kelompok <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">di luar dari orang percaya. Inilah konteks penggunaan <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>kosmos<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, bahkan <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>holos kosmos<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> (seluruh dunia) dalam surat 1 Yohanes. Dengan melakukan eksegesis, bukan eisegesis, penafsir yang jujur mau tidak mau sampai kepada kesimpulan bahwa Yesus mengadakan pendamaian bagi seluruh dunia, termasuk orang-orang non-pilihan. <\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>B. 1 Timotius 4:10<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> \u201cItulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(1 Tim. 4:10)<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ayat yang ditulis oleh Rasul Paulus ini bertentangan dengan doktrin Penebusan Terbatas, bahwa Yesus hanya mati untuk menyelamatkan orang-orang percaya (pilihan). Paulus menyebut Yesus (<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">atau <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Allah) sebagai Juruselamat <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>semua manusia<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, terutama mereka yang percaya. Jelas dari kalimat ini bahwa kategori \u201csemua manusia\u201d lebih luas daripada orang-orang pilihan saja. Jadi, pelarian diri standar yang dilakukan Kalvinis, bahwa \u201csemua manusia\u201d berarti \u201csemua manusia pilihan,\u201d atau \u201csemua jenis manusia (yang percaya),\u201d tidak bisa diterapkan di sini (sebenarnya juga tidak bisa diterapkan di ayat-ayat lain). Penafsir yang jujur mau tidak mau harus mengakui bahwa Yesus mati untuk menyelamatkan SEMUA MANUSIA, tanpa pembelokan arti. Kalau Yesus tidak mati bagi semua manusia, bagaimanakah bisa dikatakan Ia Juruselamat semua manusia? <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Lebih jauh lagi, bagaimanakah Allah dapat disebut sebagai Juruselamat semua manusia jika Ia sudah menentukan sebagian besar manusia untuk binasa sejak kekekalan secara tanpa syarat? Tentu tidak bisa.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Ayat ini berkata bahwa Yesus (Allah) adalah Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. Sesuai dengan ayat-ayat Alkitab lainnya, Yesus mati untuk menebus semua manusia, tetapi penebusan itu hanyalah diaplikasikan kepada orang yang percaya. Artinya, aplikasi dari penebusan Yesus bersifat bersyarat, yaitu syarat iman. Oleh sebab itu dikatakan: Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. Keselamatan disediakan bagi semua manusia, tanpa perkecualian, tetapi hanya akan berguna bagi yang percaya. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kematian Yesus adalah bagi semua manusia, tetapi efektif bagi yang percaya.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Bagaimanakah Kalvinis berupaya untuk membelokkan pengertian ayat ini? Sekali lagi, Gill sebagai perwakilan Kalvinis memberikan komentar berikut: \u201c<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Juruselamat semua manusia; dengan cara penyertaanNya, memberikan mereka keberadaan dan nafas, menopang keberadaan mereka, memelihara hidup mereka, dan memberikan kepada mereka berkat-berkat dan belas kasihan dalam kehidupan; karena bahwa Dia adalah Juruselamat semua manusia berkenaan dengan keselamatan rohani dan kekal, tidaklah benar\u201d (Komentari Gill atas 1 Timotius 4:10).<a name=\"sdfootnote6anc\" href=\"#sdfootnote6sym\"><\/a><sup>6<\/sup> Jadi kita lihat, Gill tidak mengubah makna \u201csemua manusia\u201d (karena dia tidak bisa di ayat ini), tetapi mengubah makna \u201cJuruselamat.\u201d Dia mendefinisikan \u201cJuruselamat semua manusia\u201d sebagai tindakan Allah memberikan nafas kepada semua manusia! Sungguh tidak dapat dibenarkan! Itu adalah fungsi Allah sebagai Pencipta dan Penopang, tetapi bukan tindakan Allah menyelamatkan! Kata \u201cJuruselamat\u201d berasal dari kata <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>soter<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, muncul 24 kali dalam Perjanjian Baru, dan selalu mengacu kepada tindakan penyelamatan Allah terhadap manusia dari dosa. Lebih lanjut lagi, kata \u201cJuruselamat\u201d muncul 3 kali dalam 1 Timotius. \u201cDari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita\u201d (1 Tim. 1:1) dan \u201cItulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran\u201d (1 Tim. 2:3-4). Di dalam pasal 2 ayat 3 dan 4 terlihat jelas, bahwa Paulus memakai istilah \u201cJuruselamat\u201d berkaitan dengan aspek rohani, yaitu \u201cmemperoleh pengetahuan akan kebenaran.\u201d Tidak ada pembenaran untuk mengubah makna \u201cJuruselamat\u201d di 1 Timotius 4:10 menjadi keselamatan jasmani. Bahkan untuk keselamatan jasmani-pun ternyata tidak benar, karena banyak sekali orang yang Tuhan izinkan mati fisik, bayi-bayi yang mati muda, dan lain sebagainya. <\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Jelas bahwa 1 Timotius 4:10 dengan tegas mengajarkan bahwa keselamatan yang Yesus karyakan di atas kayu salib adalah bagi semua manusia. Namun demikian keselamatan itu hanya akan berguna bagi yang mau mengikuti syarat yang Tuhan berikan, yaitu bertobat dan percaya.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><strong><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">C. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">2 Petrus 2:1<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> \u201cSebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka\u201d (2 Petrus 2:1)<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Ayat ini sangatlah fatal bagi doktrin Limited Atonement milik Kalvinis. Ayat ini berbicara mengenai nabi-nabi palsu dan juga guru-guru palsu, yang jelas adalah orang-orang yang tidak percaya, dan bukan orang pilihan. Tetapi, dikatakan bahwa mereka menyangkal \u201cPenguasa yang telah menebus mereka.\u201d Penguasa di sini pastinya mengacu kepada Tuhan. Tuhan dikatakan telah menebus mereka, orang-orang yang tidak percaya. Ini adalah bukti kuat bahwa penebusan Yesus ditujukan kepada semua manusia, tanpa terkecuali, walaupun hanya efektif bagi mereka yang percaya.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kata \u201cmenebus\u201d berasal dari kata <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>agorazo<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, yang memiliki arti dasar \u201cmembeli.\u201d Hal ini cocok dengan arti dasar dari penebusan, yaitu adanya harga yang harus dibayar. Kata yang sama dipakai untuk orang-orang percaya oleh Rasul Paulus: \u201c<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d (1 Korintus 6:20). Jadi, jelas bahwa Yesus Kristus membayar harga baik untuk orang yang percaya, maupun untuk orang yang tidak percaya.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><strong>D. Keberatan Kalvinis<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Bagaimanakah Kalvinis mencoba untuk membenarkan doktrin Penebusan Terbatas mereka? Karena kita telah mengutip John Gill sebagai contoh <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">seorang Kalvinis, kita akan memberikan pembelaan dia mengapa dia mengubah arti \u201csemua\u201d di 1 Timotius 2:6 menjadi \u201cbanyak.\u201d Gill berkata bahwa Yesus tidak mati bagi \u201csetiap individu manusia, karena jika demikian maka semuanya akan terlepaskan, terbebaskan, dan terselamatkan, sementara tidak semuanya demikian; atau harga penebusan yang dibayar menjadi sia-sia, atau Allah tidak adil karena menerima harga penebusan yang cukup dari Kristus, tetapi tidak membebaskan tahanan, melainkan menghukum orang padahal Ia telah menerima uang pemuasan; dan hal-hal ini tidak bisa dikatakan [tentang Allah]\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Komentari John Gill atas 1 Timotius 2:16).<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><a name=\"sdfootnote7anc\" href=\"#sdfootnote7sym\"><\/a><sup>7<\/sup><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jadi terlihat bahwa <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">argumen <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">utama <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">yang sering dipakai Kalvinis untuk menentang ayat-ayat yang dengan jelas mengajarkan Unlimited Atonement adalah <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">konsep mereka bahwa jika Yesus mati bagi semua manusia, maka semua manusia akan diselamatkan. Atau dengan kata lain, jika Yesus menebus semua manusia, membayar harga pembebasan mereka, maka semuanya akan masuk Surga, atau dikenal dengan istilah universalisme. Karena Kalvinis tahu bahwa kebanyakan orang Kristen tidak percaya universalisme, maka mereka memakai argumen ini untuk membenarkan Limited Atonement.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebenarnya, Kalvinis telah melakukan suatu kesalahan hermeneutik yang luar biasa. Mereka telah membiarkan suatu konsep filosofis \u2013 bahwa penebusan Yesus atas semua manusia harus berarti keselamatan semua manusia \u2013 untuk mewarnai semua penafsiran mereka atas ayat-ayat Alkitab yang relevan, sehingga kata-kata jelas dalam Alkitab diubah menjadi sesuatu yang bertentangan. Semua menjadi sebagian, seluruh menjadi tidak seluruh, dan dunia menjadi \u201cdunia orang pilihan.\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Untuk mempertahankan suatu konsep, kata-kata jelas dan terang dalam Alkitab diubah. Ini bukanlah caranya seseorang bisa sampai kepada kebenaran. Jika Alkitab mengajarkan tentang Unlimited Atonement, maka seharusnya fakta itu membuat kita mengubah konsep kita tentang bagaimana cara kerja penebusan Yesus.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebenarnya penjelasannya sederhana saja. Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa Yesus mati bagi semua manusia, dan penebusanNya adalah bagi seluruh dunia. Kita terima itu apa adanya. Lalu, mengapakah tidak semua orang diselamatkan? Rupanya, karya penebusan Yesus itu tidak secara otomatis berlaku bagi seseorang. Sebenarnya Kalvinis juga <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">secara tidak langsung <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">mengakui hal ini. Yesus mati di kayu salib sekitar 2000 tahun yang lalu. Tentu karya penebusan itu tidak langsung diaplikasikan kepada semua orang pilihan pada saat itu juga, karena kalau memang langsung diaplikasikan, maka semua orang pilihan yang lahir setelah Yesus akan lahir sebagai orang benar. Tetapi kita tahu bahwa semua orang lahir sebagai orang berdosa, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">bukan orang benar<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Kalvinis pun percaya ini)<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Barulah di suatu titik dalam hidupnya ia mendapatkan penebusan Yesus itu. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jadi, p<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">enebusan itu sendiri sudah <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dibayar Yesus<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> 2000 tahun silam, tetapi baru diterapkan <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">atau diaplikasikan <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">kepada <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">seseorang <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">pada suatu titik dalam hidup orang tersebut. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jadi, penebusan yang Yesus lakukan tidaklah langsung dapat diterapkan kepada seseorang pada saat pembayaran selesai (di atas salib). Kapankah baru penebusan itu diaplikasikan kepada seseorang<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">? <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Yaitu pada saat ia bertobat dan percaya. <\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jadi, tidak benar bahwa kalau Yesus mati bagi semua orang, maka semua orang akan masuk Surga. Penebusan yang dibayar oleh Yesus 2000 tahun silam tidak otomatis berlaku bagi manusia. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Alkitab mengajarkan bahwa penebusan Yesus dan keselamatan diperoleh seseorang pada saat ia menjadi percaya. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Artinya, ada syarat agar seseorang merasakan manfaat penebusan Yesus bagi dirinya, yaitu iman percaya. Kalau ia tidak percaya, maka apa yang Yesus lakukan bagi dirinya akan menjadi sia-sia. Tetapi benarkah kasih karunia Tuhan bisa menjadi sia-sia? Memang benar demikian, karena Paulus menghimbau, \u201cSebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima\u201d (1 Kor. 6:1). <\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Lalu, bagaimana dengan tuduhan bahwa kalau Yesus sudah mati bagi semua manusia, maka Allah menuntut bayar dua kali ketika ada orang yang binasa? Argumen ini disebut juga argumen <em>double payment<\/em>. Tetapi argumen ini bukanlah argumen dari Kitab Suci, melainkan sekali lagi dari filosofi manusia mengenai bagaimana mekanisme Allah menghitung karya penebusan Yesus. Tidak ada penulis Alkitab yang memakai argumen <em>double payment <\/em>ini, atau menulis sesuatu dengan indikasi untuk mendukungnya. Sebaliknya, penelitian Alkitab sekali lagi menunjukkan bahwa argumen <em>double payment <\/em>ini tidak berlaku dalam realita. Sebagai contoh, Paulus menulis kepada orang-orang percaya di Efesus, bahwa sebelum dia (dan orang-orang Efesus, dan juga semua orang percaya sepanjang zaman) mengenal Yesus, mereka \u201cadalah orang-orang yang harus dimurkai\u201d (Ef. 2:3). Pernyataan ini tidak mungkin jika <em>double payment<\/em> itu benar. Bukankah dosa seorang percaya sudah ditanggung di atas kayu salib? Jadi, tidak mungkin orang percaya itu adalah orang yang harus dimurkai. Fakta bahwa sebelum percaya Yesus, seorang pilihan sekalipun disebut \u201corang yang harus dimurkai\u201d dan \u201cmati dalam dosa\u201d berarti bahwa karya Yesus belum diaplikasikan kepadanya. Dan memang penebusan Yesus tidak akan diaplikasikan kepadanya jika ia tidak percaya.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Jadi, Alkitab sama sekali tidak mendukung argumen <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><em>double payment<\/em><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Alkitab menggambarkan bahwa Penebusan Yesus membayar harga yang cukup sehingga semua orang dapat diselamatkan. Lalu, Tuhan memberikan syarat bagi orang yang ingin diselamatkan, yaitu bertobat dan percaya. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebagai kesimpulan<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, Yesus mati untuk mendapatkan keselamatan bagi semua manusia. Tetapi Yesus menuntut suatu syarat agar penebusanNya bermanfaat bagi individu tertentu. Syarat itu adalah iman percaya. Posisi ini membuat theologi kita selaras dengan semua <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times New Roman,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">ayat Alkitab. <\/span><\/span><\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\">\n<p><a name=\"sdfootnote1sym\" href=\"#sdfootnote1anc\"><\/a>1Ada juga Kalvinis yang mengusung Unconditional Election, tetapi Conditional Reprobation. Tetapi ini adalah hal yang tidak mungkin. Jika orang-orang yang terpilih menjadi terpilih tanpa syarat, maka orang-orang yang tidak terpilih pastilah tidak terpilih tanpa syarat juga.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote2\">\n<p><a name=\"sdfootnote2sym\" href=\"#sdfootnote2anc\"><\/a>2Dalam bahasa Inggrisnya: by the &#8220;sin of the world&#8221;, is not meant the sin, or sins of every individual person in the world&#8230;only with respect the elect; wherefore they are the persons intended by the world.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote3\">\n<p><a name=\"sdfootnote3sym\" href=\"#sdfootnote3anc\"><\/a>3Dalam bahasa Inggrisnya: and this ransom was given for &#8220;all&#8221;; not for every individual of mankind&#8230;But the meaning is, either that he gave himself a ransom for many&#8230; or rather it intends that Christ gave himself a ransom for all sorts of men, for men of every rank and quality, of every state and condition, of every age and sex, and for all sorts of sinners, and for some out of every kindred, tongue, people, and nation, for both Jews and Gentiles.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote4\">\n<p><a name=\"sdfootnote4sym\" href=\"#sdfootnote4anc\"><\/a>4Eisegesis adalah tindakan memasukkan konsep atau pemikiran pribadi ke dalam ayat-ayat Alkitab. Eisegesis adalah lawan dari eksegesis, yaitu menarik keluar kesimpulan dari ayat-ayat Alkitab untuk membentuk pemikiran pribadi.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote5\">\n<p><a name=\"sdfootnote5sym\" href=\"#sdfootnote5anc\"><\/a>51 Yoh. 2:2, 15-17; 3:1, 13, 17; 4:1, 3-5, 9, 14, 17; 5:4-5, 19.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote6\">\n<p><a name=\"sdfootnote6sym\" href=\"#sdfootnote6anc\"><\/a>6Dalam bahasa Inggisnya: \u201cWho is the Saviour of all men; in a providential way, giving them being and breath, upholding them in their beings, preserving their lives, and indulging them with the blessings and mercies of life; for that he is the Saviour of all men, with a spiritual and everlasting salvation, is not true in fact.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote7\">\n<p><a name=\"sdfootnote7sym\" href=\"#sdfootnote7anc\"><\/a>7Dalam bahasa Inggrisnya: not for every individual of mankind, for then all would be delivered, freed, and saved, whereas they are not; or else the ransom price is paid in vain, or God is unjust to receive a sufficient ransom price from Christ, and yet not free the captive, but punish the person for whom he has received satisfaction; neither of which can be said.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu hal yang menjadi perbedaan utama antara Kalvinis dan non-Kalvinis adalah masalah penebusan Yesus Kristus. Ketika Yesus tergantung di atas kayu salib, untuk siapakah Dia mati? Ketika darahNya tercurah, siapakah yang hendak Ia tebus? Kalvinis memegang doktrin yang disebut &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2012\/09\/penebusan-yesus-tidak-terbatas\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-1388","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kalvinisme"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1388"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1390,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1388\/revisions\/1390"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}