{"id":1519,"date":"2013-02-09T08:03:31","date_gmt":"2013-02-09T01:03:31","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1519"},"modified":"2013-02-09T08:03:31","modified_gmt":"2013-02-09T01:03:31","slug":"bangau-biru-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2013\/02\/bangau-biru-besar\/","title":{"rendered":"Bangau Biru Besar"},"content":{"rendered":"<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #262626;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">9<\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">Februari<\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">201<\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">3<\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">, sumber: <\/span><\/span><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">www.wayoflife.org<\/span><\/a><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">)<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #262626;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Bangau Biru Besar adalah burung besar yang agung, yang hidup dekat pantai-pantai danau atau tanah basah, baik air tawar maupun asin, terutama di bagian-bagian Amerika Utara, Tengah, dan daerah Caribbea. Kebanyakan bulunya berwarna sejenis abu-abu biru; kepalanya putih dengan sekumpulan bulu yang membentuk garis hitam di atas matanya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #262626;\">Paruh dan kakinya kuning. Dia disebut \u201cbesar\u201d karena ukurannya. Burung ini kalau berdiri akan setinggi kira-kira 1,3 meter atau lebih, rentang sayap hingga 2 meter, dan berat badan 2,5 hingga 4 kg. Ketika berburu makanan, burung ini berdiri diam menunggu mangsa untuk datang ke dalam jangkauannya, atau ia berjalan dengan langkah yang sangat perlahan dan diperhitungkan, <\/span><span style=\"color: #262626;\">membunuh atau membuat pingsan mangsanya melalui tusukan lehernya yang panjang. Tulang leher yang spesial memungkinkan burung ini menekuk lehernya menjadi bentuk \u201cS\u201d dan meluruskannya dengan super cepat. Bangau Biru Besar juga makan tikus, serangga, dan binatang-binatang kecil lainnya, menelan mangsanya utuh-utuh.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #262626;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Bangau Biru Besar berburu sendirian, tetapi bersarang dalam koloni-koloni, mulai dari lima pasang hingga 100 pasang per koloni. Jantan dan betinanya bekerja sama untuk membangun sarang, menginkubasi, melindungi, dan memberi makan anak-anak. Sang jantan membawa bahan-bahan sarang dan betinanya akan membangun sarang. Sang betina menduduki telur-telur pada waktu malam, sementara sang jantan mengeraminya pada waktu siang. Bangau Biru Besar hampir diburu hingga punah pada awal abad 20 karena bulunya yang indah sangat diminati sebagai aksesori topi wanita.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 9Februari2013, sumber: www.wayoflife.org) Bangau Biru Besar adalah burung besar yang agung, yang hidup dekat pantai-pantai danau atau tanah basah, baik air tawar maupun asin, terutama di bagian-bagian Amerika Utara, Tengah, dan daerah Caribbea. Kebanyakan bulunya berwarna sejenis &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2013\/02\/bangau-biru-besar\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1519","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-science_n_bible"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1519"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1519\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1520,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1519\/revisions\/1520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}