{"id":1541,"date":"2013-03-02T06:27:08","date_gmt":"2013-03-01T23:27:08","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1541"},"modified":"2013-03-02T06:27:08","modified_gmt":"2013-03-01T23:27:08","slug":"alpha-course-sedang-membangun-gereja-esa-sedunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2013\/03\/alpha-course-sedang-membangun-gereja-esa-sedunia\/","title":{"rendered":"Alpha Course Sedang Membangun Gereja Esa-Sedunia"},"content":{"rendered":"<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #262626;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">2<\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">Maret<\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">201<\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">3<\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">, sumber: <\/span><\/span><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">www.wayoflife.org<\/span><\/a><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">)<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>Alpha Course, sebuah program penginjilan interdenominasi, telah berkembang secara fenomenal sejak permulaannya di awal 1990an. Lebih dari 18 juta orang telah berpartisipasi dalam program ini di 169 negara, dan materi-materinya telah diterjemahkan ke dalam 112 bahasa. Program ini dilahirkan oleh gereja Anglikan Holy Trinity Brompton yang kharismatik di London, Inggris, dan pengembangnya, Nicky Gumbel, mengatakan bahwa ia mengalami \u201caliran listrik yang besar melalui\u201d tubuhnya pada tahun 1994 ketika fenomena \u201claughing revival\u201d (kebangkitan rohani tertawa) terjadi di gerejanya. Satu orang terlempar ke seberang ruangan dan terbaring di lantai sambil berteriak-teriak dan tertawa, yang lain lagi terbaring di lantai dengan kakinya di udara, tertawa seperti hyena, sementara yang lainnya \u201cmabuk.\u201d Alpha Course memasukkan acara \u201cHari Roh Kudus\u201d dengan tujuan menggiring para peserta kepada suatu pengalaman kharismatik, termasuk \u201cbahasa lidah.\u201d Gumble berkata bahwa bahasa lidah bermula dengan kosa kata yang terbatas dan akan \u201cberkembang\u201d (<i>Questions of Life<\/i>, hal. 147), tetapi tentu saja kita tidak menemukan hal seperti ini dalam Kitab Suci. Para Rasul tidak perlu mengikuti kelas berbahasa lidah untuk mempersiapkan diri menjelang hari Pentakosta! Alpha Course adalah suatu program yang ekumenis radikal yang sedang membantu membangun \u201cgereja\u201d esa-sedunia akhir zaman. Gumble mengatakan: \u201cKita perlu bersatu \u2026 gerakan Roh selalu menyatukan gereja-gereja. Dia sedang melakukan itu antar denominasi dan tradisi-tradisi \u2026 Orang-orang tidak lagi \u201cmelabel\u201d diri sendiri atau orang-orang lain\u201d (<i>Renewal<\/i>, Mei 1995, hal. 16). Tahun lalu, Gumble membuat pernyataan berikut: \u201cAlpha bergerak di setiap cabang Gereja. Kami bertumbuh paling cepat di gereja Katolik. &#8230;program ini berjalan persis sama tidak peduli denominasinya. &#8230;Apa yang menyatukan kita jauh lebih besar daripada yang memisahkan kita. Kami berfokus pada apa yang menyatukan kita. Kami menyampaikan suatu front yang bersatu kepada dunia. Dalam setiap bagian tubuh Kristus yang berbeda \u2013 Presbyterian, Baptis, Lutheran, non-denominasi, Katolik, Pantekosta, Ortodoks Bulgarian, Ortodoks Koptik \u2013 Alpha menjembatani semua perbedaan\u201d (\u201cThe Alpha Course: An International Phenomenon,\u201d WillowCreek.org, Maret 2012). Program Alpha telah mencapai penerimaan ekumenis yang sedemikian luas karena ia lemah secara doktrinal. Program ini menyinggung tentang keselamatan, salib, kematian Kristus, dll., tetapi dengan cara yang tidak jelas sehingga doktrin sesat tidak terbongkar. Misalnya, program ini mengatakan bahwa keselamatan adalah \u201cmelalui kasih karunia,\u201d tetapi tidak mengatakan bahwa keselamatan adalah melalui HANYA kasih karunia oleh iman saja, melalui darah Kristus SAJA tanpa pekerjaan baik atau sakramen. Tentu saja juga, tidak ada sedikitpun deklarasi tentang kesesatan-kesesatan dan penghujatan-penghujatan Roma. Ketika Gumble ditanya mengeai apakah Alpha Course kadang-kadang \u201cmencuri orang-orang Katolik,\u201d ia menjawab, \u201cTidak! Ketika mereka datang ke Alpha saya mengatakan kepada mereka: jangan datang ke Holy Trinity Brompton, tetapi kembalilah ke gereja Katolikmu. Katolik adalah bagian dari Gereja dan saya mengasihi seluruh Gereja\u201d (\u201cAlpha Male,\u201d <i>The Spectator<\/i>, 12 Des. 2012). Alpha juga adalah kekuatan besar dalam bidang Musik Penyembahan Kontemporer. EDITOR: Salah satu kesalahan yang bersumbangsih kepada kekacauan ini adalah doktrin gereja yang salah. Secara populer banyak yang berpegang kepada konsep gereja universal, bahwa \u201cgereja\u201d adalah seluruh orang percaya di dunia. Padahal arti kata <i>ekklesia<\/i> adalah suatu kumpulan orang, yang berarti haruslah lokal. Dalam skema gereja universal, denominasi-denominasi menjadi bagian-bagian \u201ctubuh\u201d yang berbeda. Mungkin Baptis adalah tangan, Presbyterian kaki, Anglikan mulut, dan lain sebagainya. Ini adalah konsep yang sangat salah. Paulus menjelaskan tentang jemaat yang adalah tubuh dalam 1 Korintus 12, dan mengacu kepada jemaat adalah. Adalah individu-individu dalam sebuah jemaat lokal yang diibaratkan bagian-bagian tubuh yang berbeda oleh Rasul Paulus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 2Maret2013, sumber: www.wayoflife.org) Alpha Course, sebuah program penginjilan interdenominasi, telah berkembang secara fenomenal sejak permulaannya di awal 1990an. Lebih dari 18 juta orang telah berpartisipasi dalam program ini di 169 negara, dan materi-materinya telah diterjemahkan ke dalam &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2013\/03\/alpha-course-sedang-membangun-gereja-esa-sedunia\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[62],"tags":[],"class_list":["post-1541","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekumenisme"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1541","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1541"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1541\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1542,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1541\/revisions\/1542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}