{"id":1565,"date":"2013-03-23T15:51:43","date_gmt":"2013-03-23T08:51:43","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1565"},"modified":"2013-03-23T15:51:43","modified_gmt":"2013-03-23T08:51:43","slug":"paus-baru-dicintai-para-injili","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2013\/03\/paus-baru-dicintai-para-injili\/","title":{"rendered":"Paus Baru Dicintai Para Injili"},"content":{"rendered":"<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">23<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Maret<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">201<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">3<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, sumber: <\/span><\/span><\/span><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\"><span style=\"color: #262626;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">www.wayoflife.org<\/span><\/span><\/span><\/a><span style=\"color: #333233;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">)<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Sepertinya Paus yang baru akan bersikap informal, mirip dengan Yohanes Paulus II. Setelah pemilihannya, ia menerima penghormatan dari teman-teman uskupnya sambil berdiri, bukan sambil duduk di takhta kepausan. Ia juga berkendaraan di minibus yang sama yang ia pakai untuk datang, bersama dengan para kardinal lainnya, bukan dengan mobil kepausan yang telah disediakan baginya. Ia berhenti di hotel tempat ia menginap dan membayar bonnya dan membawa kopernya sendiri (\u201cNew Pope Francis Visits St. Mary Major,\u201d Vatican Information Service, 14 Maret 2013). Sepertinya ia juga memiliki rasa humor, karena ia menyapa para kardinal pada saat makan malam dengan kata-kata \u201cKiranya Allah mengampuni kalian [atas apa yang telah kalian lakukan].\u201d<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Paus Franciscus berkomitmen terhadap aktivisme keadilan sosial, dan mengritik \u201ctidak adilnya distribusi barang-barang,\u201d dan berbicara mengenai dosa sosial lebih daripada dosa pribadi. Semua hal ini akan sangat membantu gerakan ekumene, terutama di kalangan Protestan, Injili, dan emergent yang sedang membangun kerajaan masing-masing. Rick Warren telah menerima sang Paus dengan hangat, sebagaimana dilaporkan oleh <i>Christian News Network<\/i>, 13 Maret 2013: \u201cSetelah Bergoglio ditunjuk sebagai penerus hari ini, Warren menulis di Twitter kepada lebih dari 900.000 pengikutnya, &#8216;Selamat datang Paus Franciscus, Kardinal Jorge Mario Bergoglio. Anda kami doakan.&#8217; Ia memasukkan juga hashtag &#8216;habemus papum,&#8217; yang berarti &#8216;kita memiliki seorang paus!&#8217;\u201dLuis Palau memuji paus baru tersebut, dengan mengatakan bahwa \u201cia mengenal Yesus Kristus\u201d dan \u201csangat rohani\u201d dan \u201cberpusat pada Alkitab\u201d dan \u201cberpusat pada Injil\u201d (\u201cWhy It Matters that Pope Francis Drinks Mate with Evangelicals,\u201d <i>Christianity Today<\/i>, 14 maret 2013). Tentu saja ini semua sangatlah konyol. Leith Anderson, presiden dari National Association of Evangelicals, mengatakan bahwa paus baru \u201cdapat membawa kita kembali kepada perhatian yang alkitabiah dan Kristiani terhadap orang-orang miskin\u201d (\u201cWhy Pope Francis Excites (Most) Evangelical Leaders,\u201d <i>Christianity Today<\/i>, 14 Maret 2013).<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Fakta bahwa seorang pemimpin Injili besar mengatakan bahwa paus Roma Katolik dapat membawa dia kembali kepada Alkitab dalam pengertian apapun, memperlihatkan betapa sesatnya kondisi kekristenan, dan betapa jauhnya kita telah bergerak menuju suatu \u201cgereja\u201d esa-sedunia. Ben Stiller, dari World Evangelical Alliance, mengatakan bahwa \u201cdalam 500 tahun, belum pernah dua sisi ini [Injili dan Katolik] lebih dekat satu sama lain seperti sekarang\u201d (\u201cA Pope for All Christians,\u201d <i>Christian Today<\/i>, 13 Maret 2013). Gary Bauer, presiden dari American Values, mendorong para Injili untuk bersukacita akan pemilihan Paus baru, dan percaya bahwa paus baru ini akan melanjutkan program yang dimulai oleh Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI mengenai \u201csuatu era Injili bagi Gereja Katolik\u201d (\u201cWhy Evangelicals Should Care about the New Pope\u201d <i>USA Todayi, 17 Maret 2013<\/i>). Orang-orang yang populer dan berpengaruh ini adalah orang-orang buta yang menuntut orang-orang buta lainnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 23Maret2013, sumber: www.wayoflife.org) Sepertinya Paus yang baru akan bersikap informal, mirip dengan Yohanes Paulus II. Setelah pemilihannya, ia menerima penghormatan dari teman-teman uskupnya sambil berdiri, bukan sambil duduk di takhta kepausan. Ia juga berkendaraan di minibus yang &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2013\/03\/paus-baru-dicintai-para-injili\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[68,182],"tags":[],"class_list":["post-1565","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-katolik","category-new-evangelical-injili"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1565"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1565\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1567,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1565\/revisions\/1567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1565"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}