{"id":1662,"date":"2013-06-08T07:30:00","date_gmt":"2013-06-08T00:30:00","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1662"},"modified":"2013-06-08T07:30:00","modified_gmt":"2013-06-08T00:30:00","slug":"aturan-dhimmi-di-syria","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2013\/06\/aturan-dhimmi-di-syria\/","title":{"rendered":"Aturan Dhimmi di Syria"},"content":{"rendered":"<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #333233;\">(Berita Mingguan GITS <\/span><span style=\"color: #333233;\">8<\/span><span style=\"color: #333233;\">Juni<\/span><span style=\"color: #333233;\">201<\/span><span style=\"color: #333233;\">3<\/span><span style=\"color: #333233;\">, sumber: <\/span><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\"><span style=\"color: #262626;\">www.wayoflife.org<\/span><\/a><span style=\"color: #333233;\">)<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Berikut ini disadur dari \u201cA Conversation with Christian Syrian Refugees,\u201d <i>Religious Freedom Coalition<\/i>, 1 Juni 2013. Semakin jelas bahwa orang-orang yang sedang berperang dengan pemerintah Syria saat ini, menghendaki suatu negara Islam dan ingin menjalankan hukum Sharia. Bagi orang-orang Yahudi dan Kristen, hal ini lebih buruk daripada pemerintahan sekarang yang memang sudah korup. \u201cLaporan berikut ini adalah dari Martin Janssen di Amman, Yordania (aslinya dalam bahasa Belanda). &#8230;Janssen memiliki kesempatan bertemu dengan para pengungsi Syria Kristen, yang memberitahu dia bagaimana mereka bisa menjadi pengungsi, lari dari rumah dan desa mereka.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Desa mereka diduduki oleh pasukan pemberontak, yang lalu mengumumkan bahwa mereka kini berada di bawah emirat Islam, dan harus tunduk kepada hukum Sharia. Para penduduk Kristen ditawarkan empat pilihan: (1) menyangkali \u201cpenyembahan berhala\u201d mereka, yaitu kekristenan, dan masuk Islam; (2) membayar upeti yang berat kepada orang-orang Muslim karena dibiarkan tetap hidup dan tetap Kristen (upeti ini disebut <i>jizya<\/i>); (3) dibunuh: (4) lari menyelamatkan hidup mereka, meninggalkan semua milik mereka. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Sebagian orang Kristen dibunuh, sebagian lari, sebagian mencoba untuk membayar <i>jizya<\/i> dan menemukan bahwa beban tersebut terlalu berat setelah para pemberontak terus menaikkan jumlah yang harus dibayar, dan sebagian tidak bisa membayar atau lari, sehingga mereka masuk Islam untuk menyelamatkan diri mereka. Skenario yang dilaporkan oleh para pengungsi Syria ini bagaikan mengulangi lagi nasib historis yang menimpa orang-orang Kristen dulu di Timur Tengah.\u201d [Editor: Dhimmi adalah istilah kuno bagi seorang non-Islam yang hidup di suatu negara\/kerajaan Islam].<\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 8Juni2013, sumber: www.wayoflife.org) Berikut ini disadur dari \u201cA Conversation with Christian Syrian Refugees,\u201d Religious Freedom Coalition, 1 Juni 2013. Semakin jelas bahwa orang-orang yang sedang berperang dengan pemerintah Syria saat ini, menghendaki suatu negara Islam dan ingin &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2013\/06\/aturan-dhimmi-di-syria\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[47,43],"tags":[],"class_list":["post-1662","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-islam","category-penganiayaan-persecution"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1662"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1663,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1662\/revisions\/1663"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}