{"id":1824,"date":"2013-10-26T08:45:29","date_gmt":"2013-10-26T01:45:29","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1824"},"modified":"2013-10-26T08:45:29","modified_gmt":"2013-10-26T01:45:29","slug":"darah-ditemukan-dalam-fosil-nyamuk-merusak-asumsi-evolusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2013\/10\/darah-ditemukan-dalam-fosil-nyamuk-merusak-asumsi-evolusi\/","title":{"rendered":"Darah Ditemukan dalam Fosil Nyamuk \u2013 Merusak Asumsi Evolusi"},"content":{"rendered":"<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">26<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">Oktober<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">201<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">3<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">, sumber: <\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">www.christiannews.net<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\">)<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b> <\/b>Baru-baru ini ditemukan seekor nyamuk yang terfosilisasi, yang membuat sebagian ilmuwan mempertanyakan ulang umur fosil dan lapisan batu yang selama ini diasumsikan. National Academy of Sciences baru-baru ini mempublikasikan sebuah artikel jurnal yang ditulis oleh lima ilmuwan Amerika dan Eropa. Paper 5 halaman itu mendetilkan penemuan seekor nyamuk yang terpelihara baik dalam bentuk fosil di Formasi Kishenehn di Montana. Yang luar biasanya, fosil tersebut mengandung jejak-jejak darah yang terpelihara \u2013 suatu fitur yang digambarkan oleh para penemunya sebagai \u201cjarang\u201d dan \u201cunik.\u201d<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Artikel jurnal itu menjelaskan bahwa \u201cpreservasi fosil nyamuk betina itu. . . adalah suatu kejadian yang cukup tidak mungkin.\u201d \u201cSerangga itu harus minum darah tidak lama sebelumnya, lalu terlempar ke atas permukaan air, lalu tenggelam ke dasar dari danau atau struktur serupa lainnya, dan dengan cepat terbenam dalam sedimen anaerobik yang halus, semuanya itu tanpa merusak perutnya yang rapuh dan gendut karena penuh darah.\u201d<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Nyamuk yang penuh darah itu ditemukan di lapisan sedimen batu shale, yang diklaim oleh para geologis berusia 46 juta tahun. Jadi, menurut para penemu fosil, spesimen nyamuk ini terfosilisasi 46 juta tahun yang lalu, lengkap dengan darahnya. Tetapi banyak ilmuwan yang terkejut bahwa darah bisa bertahan selama periode waktu yang begitu panjang. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Jadi, kesimpulan yang benar adalah bahwa fomasi batu shale di Montana itu sebenarnya jauh lebih muda dari yang diperkirakan. Brian Thomas, penulis ilmu pengetahuan di Institute for Creation Research (ICR), mengatakan bahwa darah nyamuk tidak mungkin bisa bertahan selama 50 juta tahun. Dia berkata bahwa para ilmuwan memperkirakan umur spesimen itu dengan mengkorelasikan fosil kepada data yang terdaftar di tabel geologi standar. Sedangkan umur batu diperkirakan dari fosil yang bisa ditemukan di dalamnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> \u201cLaporan baru-baru ini tentang [darah] asli . . . di dalam fosil nyamuk yang ditemukan di Forrmasi Kishenehn, mendapatkan usia mereka melalui pemikiran berputar (circular reasoning),\u201d jelas Thomas. \u201c[Tim penemu] menegaskan bahwa fosil itu berusia 46 juta tahun karena Formasi Kishenehn ditenggarai setua itu (walaupun referensi yang mereka kutip ada dua umur \u2013 43 dan 46 juta tahun, dan masing-masing di luar dari batas kesalahan yang lainnya). Dan bagaimanakah mereka tahu Formasi itu setua itu? Mereka menyocokkannya dengan fosil yang ada di tabel geologi untuk mengindikasikan usia.\u201d<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Thomas memberitahu bahwa \u201ctidak ada bukti ilmiah bahwa grup hemoglobin dapat bertahan, dalam preservasi yang bagaimana pun juga, untuk bahkan satu juta tahun, jangankan banyak juta tahun.\u201d Thomas juga menyinggung bahwa bebatuan shale yang mengandung fosil nyamuk itu kaya akan minyak. \u201cSeperti darah, minyak juga bersifat organik. Seperti darah, minyak organik \u201cseharusnya sudah terdegradasi sejak lama, terutama mempertimbangkan betapa agresifnya bakteri pemakan minyak,\u201d dia berkata.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> \u201cPada akhirnya,\u201d Thomas menyimpulkan, \u201cdogma &#8216;jutaan tahun&#8217; tidak didukung oleh substansi ilmiah sejati, tetapi menjadi otoritas akhir bagi para geolog yang tidak mau kehilangan pekerjaan mereka di bidang ilmu yang telah tersekularisasi.\u201d<\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 26Oktober2013, sumber: www.christiannews.net) Baru-baru ini ditemukan seekor nyamuk yang terfosilisasi, yang membuat sebagian ilmuwan mempertanyakan ulang umur fosil dan lapisan batu yang selama ini diasumsikan. National Academy of Sciences baru-baru ini mempublikasikan sebuah artikel jurnal yang ditulis &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2013\/10\/darah-ditemukan-dalam-fosil-nyamuk-merusak-asumsi-evolusi\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1824","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-science_n_bible"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1824"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1825,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1824\/revisions\/1825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}