{"id":1895,"date":"2014-01-18T07:40:15","date_gmt":"2014-01-18T00:40:15","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1895"},"modified":"2014-01-18T07:40:15","modified_gmt":"2014-01-18T00:40:15","slug":"bukti-tambahan-lagi-tentang-komunikasi-tanaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2014\/01\/bukti-tambahan-lagi-tentang-komunikasi-tanaman\/","title":{"rendered":"Bukti Tambahan Lagi tentang Komunikasi Tanaman"},"content":{"rendered":"<p align=\"LEFT\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #000000;\">(Berita Mingguan GITS <\/span><span style=\"color: #000000;\">1<\/span><span style=\"color: #000000;\">8<\/span><span style=\"color: #000000;\">Januari<\/span><span style=\"color: #000000;\">201<\/span><span style=\"color: #000000;\">4<\/span><span style=\"color: #000000;\">, sumber: <\/span><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\"><span style=\"color: #000000;\">www.<\/span><\/a><span style=\"color: #000000;\">wayoflife.org<\/span><span style=\"color: #000000;\">)<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #222322;\"> Bukti-bukti bahwa tanaman melakukan komunikasi yang kompleks semakin bertambah. Penelitian-penelitian ilmiah pertama mengenai hal ini diterbitkan pada tahun 1983, mendemonstrasikan bahwa pohon willow, poplar, dan sugar maple saling memperingati satu sama lain tentang serangan serangga melalui sinyal-sinyal kimiawi, dan pohon-pohon sekitar yang belum rusak akan mulai \u201cmengeluarkan kimia penangkal serangga untuk menangkis serangan itu\u201d (<\/span><span style=\"color: #222322;\">\u201cHow Plants Secretly Talk to Each Other,\u201d <\/span><em><span style=\"color: #222322;\">Wired<\/span><\/em><span style=\"color: #222322;\">, <\/span><span style=\"color: #222322;\">20 <\/span><span style=\"color: #222322;\">De<\/span><span style=\"color: #222322;\">s<\/span><span style=\"color: #222322;\">. 2013). <\/span><span style=\"color: #222322;\">Penelitian-penelitian ini segera \u201cdijatuhkan dengan alasan salah secara statistik atau terlalu dangkal,\u201d dan riset berhenti hingga beberapa tahun lalu. Tetapi penelitian-penelitian baru menunjukkan bahwa ketika serangga mengunyah daun, tanaman akan mengeluarkan sinyal kimia ke udara, dan 40 penelitian berbeda kini mengkonfirmasi bahwa tanaman lain mendeteksi sinyal di udara ini dan meningkatkan produksi mekanisme pertahanan mereka sebagai respons (Ibid.) Richard Karban, seorang profesor dari University of California, mengatakan bahwa perdebatannya sekarang bukan lagi tentang apakah tanaman dapat menginderai sinyal biokimia satu sama lain, tetapi mengenai mengapa dan bagaimana cara mereka melakukannya. Ted Farmer, dari University of Lausanne, baru-baru ini menemukan bahwa tanaman-tanaman mengeluarkan informasi \u201cdengan denyut listrik dan suatu sistem sinyal yang berbasis voltase yang mirip sekali dengan sistem saraf binatang.\u201d Tanaman meresponi serangan serangga dengan cara memproduksi bahan kimia beracun, dengan menurunkan kualitas nutrisi daun-daunnya, dengan menarik serangga-serangga pemangsa yang membunuh serangga herbivora, dan dengan cara-cara kompleks lainnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"LEFT\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman', serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #222322;\"> Karena para ilmuwan yang melakukan eksperimen ini adalah evolusionis yang percaya dalam \u201cseleksi alam\u201d yang buta sebagai produk kompetisi ganas dalam alam, mereka bingung dengan penemuan mereka ini. \u201cMengapakah suatu tanaman menghabiskan energi untuk memberi petunjuk kepada para pesaingnya tentang adanya bahaya?\u201d mereka bertanya. Jawaban yang sederhana adalah bahwa fakta-fakta sains tidak cock dengan \u201cteori\u201d evolusi. Pertanyaan pertama yang mereka harusnya tanyakan adalah bagaimanakah semua intelijensi dan simbiosis yang luar biasa ini antara tanaman \u201cbodoh\u201d dan serangga dapat berevolusi dari kehampaan melalui kemungkinan belaka? Jawaban logisnya, bagi mereka yang tidak terkurung dalam penjara Darwin, adalah bahwa ini semua produk dari maha-Intelijensi. Tidak ada cukup terang dalam alam ciptaan untuk menyelamatkan seseorang, tetapi cukup ada terang sehingga ia tidak bisa berdalih tidak mempercayai adanya Allah. \u201c<\/span><span style=\"color: #222322;\">Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah <\/span><span style=\"color: #222322;\">menyatakannya kepada mereka. <\/span><span style=\"color: #222322;\"><sup>20<\/sup><\/span><span style=\"color: #222322;\"> Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. (Rom 1:19 ITB)<\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 18Januari2014, sumber: www.wayoflife.org) Bukti-bukti bahwa tanaman melakukan komunikasi yang kompleks semakin bertambah. Penelitian-penelitian ilmiah pertama mengenai hal ini diterbitkan pada tahun 1983, mendemonstrasikan bahwa pohon willow, poplar, dan sugar maple saling memperingati satu sama lain tentang serangan &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2014\/01\/bukti-tambahan-lagi-tentang-komunikasi-tanaman\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1895","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-science_n_bible"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1895"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1896,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1895\/revisions\/1896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}