{"id":2050,"date":"2014-07-26T06:37:40","date_gmt":"2014-07-25T23:37:40","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2050"},"modified":"2014-07-26T06:37:40","modified_gmt":"2014-07-25T23:37:40","slug":"mantan-uskup-agung-canterbury-mempraktekkan-meditasi-buddhakatolik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2014\/07\/mantan-uskup-agung-canterbury-mempraktekkan-meditasi-buddhakatolik\/","title":{"rendered":"Mantan Uskup Agung Canterbury Mempraktekkan Meditasi Buddha\/Katolik"},"content":{"rendered":"<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><span lang=\"en-US\">26<\/span><span lang=\"en-US\">Ju<\/span><span lang=\"en-US\">l<\/span><span lang=\"en-US\">i<\/span><span lang=\"en-US\"> 2014, sumber: <\/span><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.<\/a><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">wayoflife.org<\/a><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/p>\n<p align=\"left\">Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Rowan Williams, mantan Uskup Agung Canterbury, mengaakan bahwa ia mempraktekkan suatu kombinasi meditasi cara Buddha\/Katolik\/Ortodoks. Setiap pagi dia mengulangi doa yang sama sambil melakukan latihan pernapasan. Disebut \u201cDoa Yesus,\u201d doa ini terdiri dari repetisi kosong dari kata-kata \u201cTuhan Yesus Kristus, Anak Allah, kasihanilah aku, seorang berdosa.\u201d Dia mengatakan bahwa \u201cketerpaparan dan interaksi dengan dunia Buddha, khususnya, telah membuat saya sadar akan praktek-praktek yang tidak jauh berbeda dari &#8216;Doa Yesus&#8217; dan memperkenalkan saya kepada disiplin-disiplin yang semakin memperkuat keheningan dan fokus fisik yang diperlukan dalam doa itu\u201d (<span style=\"color: #222322;\">\u201cRowan Williams: How Buddhism Helps Me Pray,\u201d <\/span><span style=\"color: #222322;\"><em>The Telegraph<\/em><\/span><span style=\"color: #222322;\">, London, <\/span><span style=\"color: #222322;\">2 <\/span><span style=\"color: #222322;\">Jul<\/span><span style=\"color: #222322;\">i<\/span><span style=\"color: #222322;\"> 2014). <\/span><span style=\"color: #222322;\">Dia mengatakan bahwa praktek tersebut membantu dia melepaskan dirinya sendiri dari \u201cgambar-gambar dan pikiran-pikiran yang menganggu dan melayang-layang.\u201d Mempraktekkan teknik imajinasi mental, dia membayangkan tubuh manusia seperti suatu goa yang dilewati oleh nafas. Dia mengatakan bahwa para pengikut teknik-teknik ini dalam mencapai \u201ctingkatan atas\u201d dan menjadi sadar akan suatu \u201cterang internal yang tidak terputus.\u201d<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #222322;\"> Praktek-praktek perenungan yang tidak alkitabiah, seperti Doa Yesus, doa visualisasi, doa nafas, dan doa pemusat, sangatlah berbahaya. Banyak orang yang mempraktekkan hal-hal ini pada akhirnya menjadi percaya akan konsep kafir tentang Allah, seperti Pantheisme (Allah adalah segala sesuatu) dan panentheism (Allah ada dalam segala sesuatu). Melalui praktek-praktek ini, orang biasanya menjadi semakin ekumenis dalam pemikiran. Doa kontemplatif adalah salah satu <\/span><span style=\"color: #222322;\">balok penting pembangung gereja-esa-sedunia akhir zaman.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 26Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org) Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Rowan Williams, mantan Uskup Agung Canterbury, mengaakan bahwa ia mempraktekkan suatu kombinasi meditasi cara Buddha\/Katolik\/Ortodoks. Setiap pagi dia mengulangi doa yang sama sambil melakukan latihan pernapasan. Disebut \u201cDoa &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2014\/07\/mantan-uskup-agung-canterbury-mempraktekkan-meditasi-buddhakatolik\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[62,30],"tags":[],"class_list":["post-2050","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekumenisme","category-kesesatan-umum-dan-new-age"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2050"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2050\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2051,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2050\/revisions\/2051"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}