{"id":2185,"date":"2015-02-21T15:24:06","date_gmt":"2015-02-21T08:24:06","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2185"},"modified":"2015-03-07T14:00:25","modified_gmt":"2015-03-07T07:00:25","slug":"kesalahan-kesalahan-darwin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2015\/02\/kesalahan-kesalahan-darwin\/","title":{"rendered":"Kesalahan-Kesalahan Darwin"},"content":{"rendered":"<p>oleh David Cloud, diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw<\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"font-size: x-large;\"><b>P<\/b><\/span>ada akhir abad 19, doktrin evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin dianggap sudah membuktikan Alkitab salah. Ini adalah suatu titik balik yang besar dalam sejarah, dan setiap seperempat abad setelah itu, telah dapat disaksikan bertambahnya sikap skeptis dan kebencian terbuka terhadap Allah dan FirmanNya. Hari ini, banyak orang berasumsi bahwa Alkitab penuh dengan mitos dan kesalahan-kesalahan sains, sementara Darwin dibenarkan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kenyataannya justru sebaliknya! Riset ilmiah sejak masa Darwin telah membenarkan Alkitab dan mendiskreditkan Darwin. Realitanya, tulisan Darwin-lah yang penuh dengan mitos dan <i>blunder<\/i> ilmiah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dapat diargumentasikan bahwa Darwin tidak mungkin bisa mengetahui fakta-fakta ilmiah yang belum ditemukan pada zamannya, dan bahwa dia tidak bisa dipersalahkan atas kesalahan-kesalahan yang muncul dalam tulisannya, tetapi bukan itu poin utamanya. Poinnya adalah bahwa tulisan Darwin penuh dengan kesalahan ilmiah, sementara Alkitab, <i>yang ditulis ribuan tahun lebih dahulu<\/i>, tidak memiliki kesalahan seperti itu. Ini adalah bukti yang jelas akan pengilhaman ilahi atas Alkitab.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Perhatikan beberapa dari kesalahan Darwin berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42956\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42955\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>ABIOGENESIS<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42967\"><\/a><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Charles Darwin dan Thomas Huxley percaya pada abiogenesis atau <i>spontaneous generation<\/i>, yaitu ide bahwa kehidupan bisa muncul dengan sendirinya dari zat-zat tidak hidup.<\/span><\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ide ini dipercayai secara luas sampai dengan paruh kedua abad 19, ketika akhirnya dibuktikan salah oleh eksperimen-eksperimen Louis Pasteur. Dia menemukan bahwa anggur dan susu tidak mengalami fermentasi ketika ditutup rapat dari udara, dan dia berkesimpulan bahwa fermentasi disebabkan oleh mikroorganisme. Dia mengembangkan apa yang dia sebut \u201cthe germ theory of fermentation\u201d (teori fermentasi dari kuman) dan mengusulkan bahwa penyakit disebabkan oleh organisme kecil (mikroba) (<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Alan Gillen and Douglas Oliver, &#8220;Creation and the Germ Theory,&#8221; <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Answers in Genesis<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">29 <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jul<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">i<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"> 2009). <\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dia menyebut proses pengasaman jus anggur oleh mikroba-mikroba sebagai \u201cpenyakit anggur.\u201d Sampai dengan tahun 1870, Pasteur telah mengidentifikasi mikroba yang menyebabkan penyakit silkworm. Dia menciptakan proses pasteurisasi untuk membunuh kuman di dalam susu dan cairan-cairan lain dengan cara pemanasan. Pemahamannya akan kuman akhirnya menghasilkan vaksin-vaksin yang dapat menyelamatkan hidup, dan akhirnya, antibiotika. Seluruh bidang kedokteran modern hari ini didasarkan atas konsep kuman yang dipionir oleh Pasteur.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Membangun di atas penemuan-penemuan Pasteur, Joseph Lister, seorang dokter dengan kepercayaan Quaker, melakukan riset lebih lanjut tentang kuman yang menyebabkan penyakit. Risetnya tentang susu yang menjadi basi akhirnya menuntun dia kepada kesimpulan yang sama dengan Pasteur. Dia menganggap pembasian susu sebagai semacam penyakit menular. Menyimpulkan bahwa mikroba menyebabkan infeksi pada pasien-pasiennya dengan cara masuk melalui luka, Lister mempionir penggunaan antiseptik. Cara dia menggunakan kasa dan semprotan asam karbolik, sterilisasi instrumen, dan asepsis (mencuci tangan dengan teliti dan mempertahankan lingkungan yang bersih), secara signifikan menurunkan kejadian gangren. Sebelumnya, 50% dari pasien yang harus diamputasi mati karena infeksi. Sampai dengan akhir hidupnya, 97% dari pasien amputasi bisa selamat. Karya pionir Lister akhirnya menyebabkan diterapkannya praktek-praktek ini secara luas sejak awal 1870an. Lister dianggap sebagai sesama penemu teori tentang kuman, bersama dengan Pasteur. Keduanya adalah orang yang percaya penciptaan, yang juga percaya pada Allah dalam Alkitab dan menolak Darwinisme.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Charles Darwin salah tentang abiogenesis.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Namun, walaupun abiogenesis telah dibuktikan salah selama 140 tahun, dan eksperimen-eksperimen baru semakin kuat meneguhkan penemuan Pasteur dan Lister, para Darwinis masih mempercayainya. Ketika ditanya bagaimana kehidupan dapat mulai, mereka berkata bahwa ia mulai dari zat mati. Mereka berpegang pada suatu teori yang sudah terbukti salah karena mereka perlu melakukan itu demi teori mereka tentang kehidupan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42977\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42976\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>SEL YANG SEDERHANA<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42995\"><\/a><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin mengira bahwa sel makhluk hidup adalah sesuatu yang sangat sederhana dan tidak dibutuhkan suatu peristiwa yang hebat agar sel itu berevolusi dari suatu \u201clobang air yang hangat.\u201d Muridnya di Jerman, Ernst Haeckel, menyebut sel \u201csuatu gumpalan kombinasi karbon yang sederhana dan kecil, yang mengandung albumin\u201d (John Farley, Th<i>e Spontaneous Generation Controversy from Descartes to Oparin<\/i>, 1977, hal. 73).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Tentu saja, Darwin salah besar. Sel makhluk hidup adalah sesuatu yang sangat luar biasa kompleks, lebih kompleks dari suatu kota modern. Ia bagaikan suatu tubuh kecil yang hidup, yang organ-organnya disebut organella. Ia memiliki organella untuk cetak biru, decoder, pengecek kesalahan, quality control, pembangkit tenaga (mitokondria), unit penyimpan energi, pabrik manufaktur (sitoplasma, retikulum endoplasmik, apparatus Golgi), pabrik kimia, jalur assembly, unit pembuangan sampah (proteasom), pemadat sampah, sistem komunikasi yang kompleks, pabrik detoksifikasi (peroksisom), pusat recycling (lisosom), jalur-jalur transportasi bersama rel-rel dan terowongan-terowongannya, kendaraan tranportasi (dynein dan protein kargo yang bergerak sepanjang jalur-jalur tubular), dinding yang hidup dengan berbagai tipe gerbang portal satu arah maupun dua arah yang dijaga terhadap dunia luar, suatu matriks eksternal yang intelijen untuk berhuubngan dengan sel-sel lain, dan banyak hal lain lagi. <\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43145\"><\/a><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Rumitnya sel makhluk hidup telah meyakinkan banyak ilmuwan bahwa kehidupan tidak dapat terjadi dari proses alami yang buta saja. Perhatikan beberapa contoh pernyataan berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43148\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42981\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42980\"><\/a> \u201c <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Saya percaya pada seorang Pencipta karena saya smelihat desain sang Pencipta di alam semesta di mana-mana, dan bukti adanya intelijensi dalam DNA setiap sel\u201d (John Kramer, Ph.D. in biochemistry, <i>In Six Days<\/i>, diedit oleh John Ashton, hal. 54).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42994\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42993\"><\/a> \u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Walaupun saya pernah menerima paradigma evolusi, ketidakmampuan evolusi untuk menjelaskan asal usul kehidupan, ditambah lagi dengan rumit dan kompleksnya sistem kimia sel makhluk hidup, meyakinkan saya sebagai seorang mahasiswa doktoral biokimia bahwa harus ada seorang Pencipta\u201d (Fazale Rana, Ph.D., <i>The Cell&#8217;s Design<\/i>, hal. 17).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42983\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42982\"><\/a> \u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kompleksitas sel saat ini terlalu besar sehingga tidak bisa seenaknya memakai evolusi biokimia untuk menjelaskannya, kecuali jika kamu menutup pikiranmu dan dengan buta berani berjalan terus. Saat ini sungguh telah menjadi suatu hal yang sulit untuk berpikir bahwa sel-sel berasal dari evolusi biokimia. Dan jika sel tidak dapat mulai secara alamiah, maka yang lain juga tidak bisa\u201d (Henry Zuill, Ph.D. in biology, <i>In Six Days<\/i>, hal. 68).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43150\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43149\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Bahkan banyak ilmuwan yang tidak percaya kisah Alkitab mengenai penciptaan dan percaya bahwa makhluk hidup berevolusi, telah menjadi yakin bahwa mulainya kehidupan dari zat mati adalah tidak mungkin tanpa campur tangan intelijensi. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Fr<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">ancis Crick, yang menerima hadiah Nobel sebagai salah satu penemu dari struktur double helix dalam DNA, menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang skeptik dan agnostik dengan \u201ckecenderungan kuat kepada atheisme\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">(&#8220;General Nature of the Genetic Code for Proteins,&#8221; <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Nature<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">, De<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">s<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 1961). <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Namun dia pun mengakui bahwa kompleksitas dari sel makhluk hidup menunjuk kepada sesuatu yang \u201cajaib.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Seseorang yang jujur, yang memiliki semua pengetahuan yang tersedia bagi kita saat ini, hanya dapat mengatakan dalam pengertian tertentu, bahwa asal usul kehidupan pada waktu pertama itu hampir dapat dikatakan adalah suatu mujizat, karena begitu banyaknya kondisi yang harus terjadi dan dipenuhi agar dapat berlangsung\u201d (<i>Life Itself: Its Origin and Nature<\/i>, 1981, hal. 88).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43152\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43151\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Francis Collins, ketua dari Human Genome Project, percaya bahwa kompleksitas dari sel makhluk hidup dan kehidupan itu sendiri, menunjuk kepada seorang Pencipta. Dia mengembangkan tema ini dalam bukunya <i>The Language of God<\/i>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42986\"><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Michael Denton, Ph.D. dalam biokimia, juga berargumen bahwa alam menunjukkan bukti-bukti desain dalam buku <i>Evolution: A Theory in Crisis<\/i> (1986) dan <i>Nature&#8217;s Destiny: How the Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe<\/i> (2002). Denton bukan seorang kreasionis; dia percaya terjadinya zaman-zaman geologis yang panjang dan adanya perubaha evolusionis, dan kemungkinan adalah seorang agnostik. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Michael Behe, Ph.D. dalam biologi, telah menerbitkan buku-buku (<i>Darwin&#8217;s Black Box<\/i> dan <i>Signature of the Cell<\/i>) untuk menyampaikan argumen bahwa kehidupan itu \u201ckompleks tanpa dapat disederhanakan lagi\u201d (irreducibly complex), dan menunjuk kepada \u201cdesain yang intelijen.\u201d Behe menggali ke dalam misteri-misteri DNA yang ajaib dan berbagai mesin biologis lainnya yang dimiliki sel makhluk hidup, dan bagaimana berbagai penjelasan naturalistik tidak bisa menerangkan asal usul kehidupan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin salah mengenai sel makhluk hidup.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42987\"><\/a><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>GEMMULE<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin mencoba untuk menjelaskan perubahan evolusi, yaitu bagaimana makhluk hidup bisa mengakumulasi karakteristik-karakteristik yang baru, dengan menciptakan sesuatu yang dia sebut \u201cgemmule\u201d (juga disebut <i>granules, plastitudes, <\/i>dan <i>pangenes<\/i>). Ide ini muncul dalam bukunya tahun 1868, <i>The Variation of Animals and Plants under Domestication,<\/i> dalam bab \u201c&#8221;Provisional Hypothesis of Pangensis.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42992\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42991\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Menurut Darwin, <i>gemmule<\/i> adalah unit informasi yang baru, partikel-partikel pewarisan, yang terbentuk ketika suatu makhluk terpengaruhi oleh lingkungannya. Zat <i>gemmule<\/i> ini lalu dibawa ke dalam aliran darah kepada organ-organ reproduksi, berakumulasi dalam sel-sel induk, dan kemudian diturunkan kepada anak-anak, dan dengan demikian, terjadilah evolusi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin berkata:<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42988\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42998\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42997\"><\/a> \u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Diakui secara universal bahwa sel-sel atau unit-unit tubuh berkembang biak melalui pembelahan diri, atau proliferasi, mempertahankan sifat-sifat yang sama, dan bahwa akhirnya mereka menjadi berbagai jaringan dan bahan dalam tubuh. Tetapi selain cara perkembangan seperti ini saya berasumsi bahwa unit-unit ini juga melepaskan sejumlah kecil granula-granula, yang disebarkan ke seluruh sistem; bahwa zat-zat ini, ketika mendapatkan nutrisi yang cocok, bertambah banyak melalui pembelahan diri, dan pada akhirnya berkembang menjadi unit-unit seperti tempat asalnya mereka. Granula-granula ini bisa disebut sebagai <i>gemmules<\/i>. Mereka dikumpulkan dari segala bagian sistem untuk menjadi bagian seksual, dan perkembangan mereka pada generasi selanjutnya akan membentuk makhluk yang baru; tetapi mereka juga dapat disalurkan dalam kondisi dorman ke generasi selanjutnya dan lalu dikembangkan setelah itu\u201d (<i>The Variation of Plants and Animals<\/i>, 1868).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dr. Duane Gish berkomentar:<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Hari ini kita tahu bahwa pewarisan dikendalikan oleh gen yang hanya ditemukan dalam sel-sel induk (sel-sel telur, ova, dan spermatozoa). Hanya perubahan pada gen-gen di dalam sel-sel induk yang akan diwariskan. Sama sekali tidk ada \u201cgemmule\u201d yang terbentuk, dan sifat-sifat yang didapat setelah dewasa tidak akan diwariskan.<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ratusan ribu gen berada dalam nukleus dari setiap sel makhluk hidup tingkat tinggi. Setiap gen terdiri dari satu untai panjang yang berisikan beberapa ratus hingga beberapa ribu subunit, yang tersambung bersama seperti mata rantai. Tipe kimia kompleks yang membentuk gen ini disebut deoxyribonucleic acid, atau DNA. &#8230;<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42990\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42989\"><\/a> \u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Setiap ciri dipengaruhi oleh setidaknya dua gen. Gen-gen dari pasangan gen ini disebut alel. Satu gen seperti ini didapatkan dari masing-masing belah orang tua. Jadi, telur dan sperma masing-masing memiliki satu set tunggal gen. Ketika terjadi pembuahan, kedua set gen ini berkombinasi. Pemisahan dan rekombinasi dari gen-gen yang terjadi ketika sel-sel induk menghasilkan sperma dan telur menyebabkan terjadinya begitu banyak kombinasi gen yang berbeda-beda. Sehingga ada variabilitas yang begitu tinggi dalam masing-masing spesies.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43000\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_42999\"><\/a> \u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Gen biasanya sangatlah mapan. Suatu gen tertentu (dalam bentuk keturunannya) dapat eksis banyak ribu tahun tanpa perubahan struktur. Tetapi, jarang-jarang bisa terjadi, struktur kimia suatu gen mengalami perubahan. Perubahan seperti itu disebut mutasi. Mutasi bisa disebabkan oleh zat kimia, X-ray, sinar ultraviolet, sinar-sinar kosmik, dan kausa-kausa lain. Sebagian terjadi ketika sel sedang berkembang biak karena kesalahan pengkopian.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sering kali mutasi bersifat fatal, dan hampir selalu bersifat merugikan. &#8230;Diragukan bahwa dari semua mutasi yang kita lihat terjadi, ada satu yang secara definit bisa dikatakan meningkatkan kemampuan hidup dari tumbuhan atau binatang yang terkena.\u201d (Gish, <i>The Fossil Record Still Says No<\/i>, hal. 36, 37).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Bukan hanya Darwin salah besar mengenai adanya zat \u201cgemmule,\u201d tetapi kenyataan dari gen menghancurkan doktrin evolusinya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Genetika modern telah mengajarkan kepada kita hal-hal berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pertama, ada potensi yang besar terjadinya variasi dan adaptibilitas dalam setiap jenis makhluk hidup, tetapi juga ada batasan-batasan yang tidak dapat dilewati antara jenis makhluk hidup yang berbeda. Kawin campur telah menghasilkan berbagai variasi anjing, tetapi tidak pernah melewati batasan itu sehingga menghasilkan sesuatu yang bukan anjing, atau bahkan setengah anjing dan setengah yang lain lagi. Berbagai jenis mawar telah dibudidayakan, tetapi mawar tidak pernah berubah menjadi jagung.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kedua, mutasi genetik, bukannya bisa membawa kepada perubahan evolusi dari satu jenis ke jenis lainnya, justru adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi, dan mayoritas besar bersifat merugikan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43007\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43006\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Untuk membuktikan doktrinnya, Darwin memerlukan zat \u201cgemmule,\u201d tetapi apa yang ditemukan oleh keturunan rohani Darwin justru adalah sebaliknya. Genetika modern menghancurkan bukan hanya ide tentang gemmule, tetapi juga doktrin evolusi itu sendiri.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>JARI KAKI EMBRIO<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dalam buku <i>The Descent of Man<\/i>, Darwin membuat pernyataan berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43015\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43014\"><\/a> \u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jari kaki ibu, sebagaimana komentar Prof. Owen, &#8216;yang menjadi titik penopang ketika berdiri atau berjalan, barangkali adalah <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">ciri khas yang paling menonjol dalam struktur manusia;&#8217; tetapi dalam sebuah embrio, yang baru berukuran sekitar satu inci, Prof. Wyman menemukan bahwa &#8216;jari kaki ibu lebih pendek dari yang lainnya, dan bukannya paralel dengan jari kaki lain, justru mencuat dengan sudut tertentu dari samping kaki, jadi <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">cocok dengan kondisi permanen dari quadrumana (Editor: nama divisi kera yang tidak dipakai lagi)&#8217;\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin sedang mencoba untuk membuktikan bahwa manusia melewati tahapan-tahapan evolusi di dalam kandungan, tetapi dia salah total.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Shem Dharampaul, M.D., FRCPC, menelanjangi mitos ini:<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43018\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43017\"><\/a> \u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Embrio yang berukuran satu inci barulah berusia sekitar 9 minggu. Pada titik ini dalam perkembangannya, jari tangan dan jari kaki secara praktis sudah terpisah sempurna satu sama lain, dan mereka muncul dalam bentuk sama seperti di anak yang baru lahir. Dalam minggu-minggu sebelumnya, suatu tunas tungkai yang agak bundar mulai memanjang dan berubah menjadi paha, kaki, dan telapak kaki dari tungkai yang sudah berkembang penuh. Diskus bundar dan pipih yang adalah telapak kaki, mengalami beberapa perubahan morfologi yang dapat terlihat, sebagai hasil dari berbagai proses yang tidak kelihatan. Pada waktu sekitar minggu keenam, suatu proses yang belum dipahami penuh, yang disebut apoptosis (kematian sel yang diprogram), terjadi di jaringan yang terletak di antara jari-jari, sehingga jari-jari yang berkembang itu muncul. Pada awalnya, celah antara satu jari dengan lainnya pendek saja, dan jari-jari berbentuk kipas dengan lima kisi-kisi, dengan jari ketiga yang paling panjang karena berada di tengah dari lempengan kaki. Pernyataan bahwa ibu jari lebih pendek dari yang lainnya tidaklah benar. Bagaimanapun juga, panjang dari jari-jari ini tidak penting, karena ada variasi dalam panjang jari di antara kelompok-kelompok manusia yang berbeda. Tambahan lagi, review terhadap berbagai gambar fetus berusia 9 minggu, memperlihatkan bahwa ibu jari kaki tidak mencuat ke samping kaki secara signifikan. &#8230;\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Mengusulkan bahwa kaki manusia melalui suatu tahap perkembangan yang mencerminkan tahapan dewasa dari suatu quadrumana (suatu divisi kera dengan empat tangan yang tidak dipakai lagi), sama sekali tidak akurat\u2026.\u201d(e-mail dari Dr. Dharapaul kepada David Cloud, 20 Desember 2010). <\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43021\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43020\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43019\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebuah gambar kaki embrio manusia pada usia 9 minggu, dibandingkan dengan kaki kera, membuktikan bahwa Darwin salah. Kaki kera selalu unik dengan bentuk keranya, yaitu ibu jari kaki yang mencuat ke samping, sementara kaki manusia selalu khas manusia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Gambar-gambar dari buku teks kedokteran <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Before We Are Born<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"> (Keith L. Moore, 1989, hal. 235), memperlihatkan perkembangan tangan dan kaki manusia dalam rahim. Sangat jelas bahwa kaki manusia tidak mirip dengan kaki kera pada tahap manapun.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin salah tentang jari kaki embrio manusia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43024\"><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>REKAPITULASI<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin percaya pada doktrin rekapitulasi, yang mengklaim bahwa sejarah evolusi terputar kembali dalam perkembangan embrio. Dia menyebut hal ini dalam bukunya <i>On the Origin of Species<\/i>, seperti berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43026\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43025\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jadi, embrio akhirnya menjadi semacam gambar, yang dipertahankan oleh alam, akan kondisi kuno yang belum banyak berubah dari setiap binatang.<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Embriologi berkembang pesat dalam hal ketertarikan, ketika kita melihat embrio sebagai suatu gambar, yang sedikit banyak agak kabur, tentang nenek moyang bersama dari setiap kelompok besar binatang.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43027\"><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Rekapitulasi dikembangkan secara sepenuh-penuhnya oleh murid Darwin dari Jerman, Ernst Haeckel. Menurut teori rekapitulasi, setiap binatang mengulangi atau merekapitulasi keseluruhan sejarah evolusinya. Jadi, embrio manusia akan melewati berbagai tahapan, mulai dari satu sel tunggal, lalu menjadi ikan, lalu amfibi, lalu reptil, lalu mamalia, lalu kera, lalu manusia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Haeckel merangkum \u201chukum\u201d ini dengan semboyan \u201contogeni merekapitulasi filogeni.\u201d Ontogeni mengacu kepada pertumbuhan embrio, sementara filogeni mengacu kepada sejarah evolusi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Haeckel \u201cmembuktikan\u201d doktrin ini melalui suatu rangkaian embrio binatang yang ditaruh berjejer di samping embrio manusia dalam berbagai tahap perkembangannya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pengaruh dari gambar-gambar embrio tersebut sangat besar. Gambar ini telah muncul dalam tak terhitung banyaknya buku-buku teks dan museum-museum di seluruh dunia selama lebih dari satu abad. Carl Werner, M.D., bersaksi bahwa dia diperhadapkan dengan gambar embrio Haeckel di kelas pertamanya waktu dia masuk kedokteran tahun 1977, dan ini meyakinkan dia bahwa evolusi itu benar.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43035\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43037\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43036\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43038\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Gambar-gambar ini sungguh meyakinkan bagi saya, terutama &#8216;fakta&#8217; bahwa manusia pernah memiliki insang dan ekor. Setelah ceramah itu, saya menemukan diri saya dengan cepat menerima evolusi&#8221; (<i>Evolution: The Grand Experiment<\/i>, Vol. 2, hal. 2).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43039\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43041\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43040\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Masalahnya adalah bahwa teori rekapitulasi adalah penipuan sains.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Haeckel memalsukan gambar-gambar embrionya. Dia memberikan label yang salah kepada embrio-embrio; dia mengubah ukuran dari embrio-embrio; dia menghilangkan bagian-bagian tertentu dari embrio tertentu; dia menambahkan bagian tertentu; dia mengubah bagian tertentu. Haeckel juga tanpa takut-takut mengabaikan semua poin embriologi yang membuktikan pandangannya salah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Penipuan embrio Haeckel sudah disingkapkan dari awal oleh Wilhelm His, Sr., profesor anatomi di Universitas Leipzig. Ludwig Rutimeyer, seorang profesor dari Universitas Basel, juga mengangkat masalah penipuan ini kepada perhatian universitas di Jena, tempat Haeckel bekerja. Rutimeyer menyebut gambar-gambar itu \u201csuatu dosa terhadap kebenaran saintifik.\u201d Walaupun disingkapkan seperti itu, Haeckel terus menjadi profesor di Jena selama 30 tahun dan terus mempromosikan penipuan evolusinya sebanyak yang dia bisa. Gambar-gambar embrio yang menipu itu terus dipublikasikan di buku-bukunya yang populer. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pada tahun 1915, penipuan Haeckel dipublikasikan dalam buku <i>Haeckel&#8217;s Frauds and Forgeries<\/i> oleh Joseph Assmuth dan Ernest Hull, yang mengutip 19 otoritas, tetapi karya yang telah didokumentasikan dengan baik ini secara umum diabaikan oleh para ilmuwan dan pendidik Darwinis karena begitu semangatnya mereka mau membuktikan evolusi dan mempersalahkan Alkitab.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pada akhir tahun 1990an, sebuah tim yang dipimpin oleh Michael Richardson, ahli embriologi di St. George&#8217;s Hospital Medical School, London, melakukan riset ekstensif atas embrio untuk menguji gambar-gambar Haeckel. Richardson mengumpulkan sebuah tim ilmuwan internasional yang memeriksa dan mengambil foto embrio-embrio dari 39 spesies yang berbeda pada tahap-tahap mereka yang berpadanan dengan yang terlukiskan pada gambar-gambar Haeckel. Richardson menyimpulkan bahwa Haeckel adalah \u201cpembohong embrionik.\u201d Dalam sebuah wawancara tahun 1997 dengan Nigel Hawkes, Richardson berkata,<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43055\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43054\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8216;<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">INI ADALAH SALAH SATU KASUS PENIPUAN SAINS YANG PALING PARAH. Sungguh mengejutkan bahwa seseorang yang dianggap sebagai ilmuwan hebat ternyata secara sengaja menipu. Ini membuat saya marah \u2026 Apa yang dia [Haeckel] lakukan adalah mengambil embrio manusia dan menyalinnya, sambil berpura-pura bahwa salamander dan babi dan semua binatang yang lain kelihatan sama pada tahap perkembangan yang sama. Sebenarnya sama sekali tidak \u2026 Ini semua adalah palsu<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8221; (Nigel Hawkes interview with Richardson, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>The Times<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">11 <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ag<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">us<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 1997, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 14).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43371\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43370\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Charles Darwin salah tentang rekapitulasi embrionik.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>SELEKSI ALAM<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43058\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43057\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dalam buku <i>On the Origin of Species<\/i>, Darwin mengklaim bahwa seleksi alam adalah mekanisme utama evolusi. Dia mendefinisikan seleksi alam sebagai bertahan hidupnya yang paling kuat, jadi ditenggarai alam akan memelihara yang paling kuat dari suatu spesies, \u201cmenyeleksi\u201d karakteristik-karakteristik yang paling cocok dan melenyapkan karakteristik-karakteristik yang tidak cocok, meneruskan karakteristik yang terpilih ini ke generasi-generasi selanjutnya. Dengan akumulasi sifat-sifat yang perlahan ini, misalnya paruh burung yang lebih keras yang lebih efektif untuk memecahkan buah, atau warna yang lebih cocok untuk memberikan samaran, Darwin berpikir bahwa seleksi alam dapat menciptakan makhluk-makhluk yang baru, sehingga seekor beruang bisa menjadi seekor paus (ini adalah \u201cteori\u201d evolusi paus milik Darwin) dan seekor dinosaurus reptil menjadi seekor burung (\u201cteori\u201d Thomas Huxley).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin memberikan kualitas yang mirip ilahi kepada seleksi alam:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Dapat dikatakan bahwa seleksi alam memperhatikan secara seksama setiap hari dan setiap jam, di seluruh dunia, setiap variasi, bahkan yang paling sedikit sekalipun; menolak yang buruk, mempertahankan dan menambahi yang baik: dengan sunyi dan tak terasakan bekerja, di manapun dan kapanpun ada kesempatan, untuk memperbaiki setiap makhluk organik dalam hubungannya dengan kondisi kehidupan yang organik dan inorganik&#8221; (Darwin, dikutip dari Phillip Johnson, <i>Darwin on Trial<\/i>, hal. 59, footnote 4). Dalam edisi-edisi belakangan, Darwin menambahkan kata \u201csecara metafora.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Tetapi telah menjadi jelas bagi sains bahwa seleksi alam tidak dapat menghasilkan tungkai, organ, ataupun makhluk yang baru, karena ilmu genetika modern telah membuktikan bahwa cetak biru untuk semua hal ini adalah DNA. Seleksi alam hanya dapat menyebabkan ciri-ciri genetika tertentu hilang atau terkocok; ia tidak dapat menciptakan apa-apa yang baru. Ia tidak dapat menghasilkan informasi yang baru pada level genetika. Sementara seleksi alam terkadang dapat menjelaskan \u201cbertahan hidupnya\u201d makhluk yang paling kuat, tetapi ia tidak dapat menjelaskan \u201casal usul\u201d dari makhluk yang terkuat tadi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pada kenyataannya, Darwin sendiri akhirnya meragukan kemampuan seleksi alam, sebagaimana digambarkan oleh penulis biografi Darwin, Jacques Barzun:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dapat dikatakan bahwa Darwin sendiri segera mulai meragukan kemampuan universal dari seleksi alam. \u2026 Edisi-edisi <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Origin of Species<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"> yang selanjutnya mencoba untuk mengkoordinasikan keragu-raguan dan perubahan opini ini. \u2026 Dan dalam edisi revisi terakhir dari <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Descent of Man<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">, ia harus mengekspresikan lagi keraguannya tentang faktor-faktor yang mengakibatkan evolusi. Ini adalah masalah melihat \u2013 sebagaimana Darwin akhirnya melihat \u2013 bahwa seleksi terjadi setelah ada perubahan yang baik: jadi seleksi alam tidak dapat menyebabkan apa-apa selain menghilangkan yang tidak fit, tetapi tidak bisa menghasilkan yang fit<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8221; (<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Darwin, Marx, Wagner<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 60, 61, 62).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Fakta bahwa Darwin salah tentang kemampuan seleksi alam menjadi jelas dari fakta bahwa para pengikutnya harus memodifikasi doktrinnya pada paruh pertama abad 20, dengan menambahkan mutasi genetika sebagai mekanisme yang dapat dipakai oleh seleksi alam. Tetapi sama sekali tidak ada bukti bahwa mutasi dapat menciptakan spesies yang baru. Mutasi menghilangkan informasi genetika dan mengocoknya dan merusakkannya; tetapi mutasi tidak menambahkan level-level kompleksitas yang baru, indah, dan terintegrasi baik.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin salah tentang kemampuan dari seleksi alam.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43066\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43063\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43065\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43064\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>EKSPERIMEN DARWIN MEMBIAKKAN BURUNG MERPATI<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43062\"><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin adalah seorang peternak ahli burung merpati, yang telah membiakkan variasi burung yang luar biasa banyaknya, dan dia menggunakan eksperimen pembiakkannya itu untuk membuktikan evolusi. Dia percaya bahwa perubahan-perubahan yang terjadi melalui seleksi manusia dapat terjadi juga di alam, melalui \u201cseleksi alam\u201d dan memberikan mekanisme untuk \u201casal usul spesies.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Faktanya, eksperimen-eksperimen pembiakkan itu justru membuktikan doktrin Darwin salah. Apa yang dibuktikan oleh eksperimen-eksperimen itu adalah bahwa berbagai jenis tumbuhan dan binatang bersifat stabil dan bahwa ada batas yang absolut sampai sejauh mana perubahan bisa terjadi, bahkan ketika perubahan itu dilakukan oleh eksperimen yang intelijen. Darwin membiakkan banyak tipe merpati, tetapi pada akhirnya, semua yang ia dapatkan adalah merpati. Dia bahkan tidak bisa menghasilkan spesies burung yang berbeda, jangankan jenis binatang yang berbeda.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43074\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43076\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43075\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dia sendiri sebenarnya mengakui hal ini, ketika berkata,<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43077\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43079\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43078\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43080\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Tidak ada juru biak yang meragukan bahwa tendensi yang ada adalah tendensi pewarisan: yang sejenis akan menghasilkan yang sejenis, itu adalah kepercayaan dasarnya&#8221; (<i>On the Origin of Species,<\/i> hal. 457).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43081\"><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepercayaan yang mendasar ini didasarkan pada observasi sains.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Eksperimen atas lalat buah, yang dimulai pada awal abad 20, telah menghasilkan berbagai jenis lalat buat termutasi dan cacat, tetapi selama waktu ini yang ekivalen dengan jutaan tahun mutasi, lalat buah tetap saja lalat buah, dan tidak ada bukti bahwa mutasi genetika dapat menghasilkan makhluk yang baru.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43091\"><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Doktrin Charles Darwin bahwa evolusi terbukti melalui eksperimen kawin campur yang selektif, adalah kesalahan yang parah dan suatu blunder saintifik.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>LAMARKISME<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43086\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43087\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Charles Darwin percaya pada doktrin tentang karakteristik yang didapatkan sebagaimana diajarkan oleh ilmuwan Perancis Jean-Baptiste Lamark. Menurut \u201cteori\u201d ini, jika suatu makhluk hidup mendapatkan suatu ciri atau karakteristik, maka ciri atau karakteristik yang didapatkan itu akan diteruskan kepada keturunannya. Contoh klasik yang diberikan untuk teori ini adalah jerapah. Lamark percaya bahwa jerapah mengembangkan lehernya yang panjang dengan cara merentangkannya untuk menjangkau cabang-cabang pohon yang semakin tinggi, dan menurunkan ciri ini kepada anak-anaknya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43366\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43367\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin setuju, <\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43092\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43093\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Saya rasa tidak diragukan <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">lagi<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"> bahwa penggunaan binatang-binatang peliharaan kita dengan cara tertentu akan memperkuat dan memperbesar daerah tertentu, dan kalau tidak dipakai akan mengecilkan daerah-daerah itu; dan bahwa modifikasi seperti ini diturunkan\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">(<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>On the Origin of Species<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">).\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43364\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43365\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin mengira bahwa otot-otot yang menjadi besar karena latihan, seperti oleh pekerjaan tukang besi misalnya, akan diturunkan kepada generasi selanjutnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Teori\u201d tentang karakteristik yang didapatkan ini juga disebut sebagai hukum pakai dan tidak pakai. Darwin mengira bahwa jika beruang berenang di air kebanyakan waktunya, dan tidak memakai kaki belakang mereka untuk berjalan, maka kaki itu lambat laun akan hilang, yang adalah langkah yang diperlukan dalam proses beruang berevolusi menjadi paus.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin tidak pernah melepaskan dukungannya terhadap Lamarkisme. Enam belas tahun setelah menerbitkan buku <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>On the Origin of Species<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">, Darwin <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">menyatakan hal berikut ini dalam suratnya kepada sepupunya Francis Galton (pencetus eugenics):<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43096\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43097\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Jika hal ini mengimplikasikan bahwa banyak bagian tidak termodifikasi melalui penggunaan maupun penelantaran selama hidup suatu individu, saya sangat berbeda pendapat denganmu, karena setiap tahun saya semakin bergantung kepada cara kerja yang demikian.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Teori Darwin tentang karakteristik yang didapatkan telah terbukti salah melalui eksperimen-eksperimen Frederick Mendel dan August Weisman. Carl Werner, M.D., berkata:<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43098\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43099\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kita kini mengetahui bahwa perubahan-perubahan yang terjadi dalam sel-sel tubuh binatang yang multiseluler, seperti kuda, tidak dapat diteruskan kepada generasi selanjutnya. Ini karena sel-sel tubuh (sel kulit atau sel otot misalnya) tidak memiliki pengaruh terhadap DNA yang ada di dalam sel-sel reproduksi (telur dan sperma). Hanya gen yang ada dalam sel-sel reproduksi yang diteruskan ke generasi selanjutnya. &#8230;\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p>\u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Hukum penelantaran sudah dipatahkan pada tahun 1889, melalui eksperimen ilmuwan August Weisman memotong ekor. &#8230;Dia berpikir bahwa jika dia memotong ekor tikus selama 20 generasi berturut-turut, tikus-tikus itu pada akhirnya akan terlahir tanpa ekor. Tetapi tidak peduli berapa banyak pun ekor yang dia potong, bayi-bayi tikus selalu lahir dengan ekor. Melalui eksperimennya ini, Weisman membuktikan konsep penelantaran (yang diturunkan) adalah salah\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">(<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Evolution: The Grand Experiment<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">, Vol. 1, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 24, 30).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43103\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin salah tentang doktrin karakteristik yang didapatkan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43104\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43105\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43106\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43107\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>EKOR BURUNG MERAK ADALAH HASIL SELEKSI SEKSUAL<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43110\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dalam usaha untuk menjelaskan bulu ekor burung merak yang luar biasa, Darwin dan para pengikutnya berpaling kepada mitos tentang seleksi seksual, dan ini telah menjadi semacam icon. Sebagai contoh, <i>Biology: The Dynamics of Life, <\/i>sebuah buku teks yang diterbitkan oleh Merrill, 1991, menyatakan,<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43111\"><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Burung merak memiliki adaptasi perilaku yang sangat jelas untuk menarik pasangan\u201d(hal. 210).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43116\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43115\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Tetapi, ada banyak masalah yang berat bagi doktrin ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43114\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43112\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43113\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pertama, hal ini dari awalnya adalah asumsi yang tidak memiliki sedikit pun bukti ilmiah untuk mendukungnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43358\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43359\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kedua, doktrin ini tidak dapat menjelaskan bagaimana fitur yang sedemikian indah dan kompleks ini bisa muncul pertama kalinya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43117\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43118\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43122\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Penjelasan yang umumnya diberikan adalah &#8216;seleksi seksual&#8217;, yaitu gen-gen untuk suatu struktur diturunkan secara preferensial karena lawan jenis menyukai struktur tersebut ketika memilih pasangan. Namun, hal ini tidak menjelaskan asal usul mutasi yang terkoordinir sedemikian tepat yang harus terjadi untuk dapat membentuk ekor itu, belum lagi masalah mengapa burung betina akan menyukai keindahan dan bagaimana mereka bisa menyeleksi hal tersebut. Jadi, sangatlah dapat dipahami bahwa bahkan sebagian evolusionis kini berbicara mengenai akumulasi berbagai &#8216;masalah fatal&#8217; bagi teori seleksi seksual, mengacu kepada berbagai studi kasus yang memperlihatkannya &#8216;selalu salah&#8217; dan oleh karena itu &#8216;perlu diganti&#8217; (Roughgarden, J., Oishi, M. and Akcay, E. &#8220;Reproductive social behavior: cooperative games to replace sexual selection,&#8221; <i>Science<\/i> 311 (5763):965-969, 2006, and Catchpoole, D., &#8220;Peacock poppycock?&#8221; <i>Creation<\/i> 29 (2): 56, 2007; creationtheweb.com\/poppycock).\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43121\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43119\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43120\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ketiga, riset telah menemukan bahwa burung merak betina tidak memiliki ketertarikan yang signifikan terhadap bulu ekor merak jantan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43123\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43124\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43125\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Sungguh, riset baru telah secara empiris menjatuhkan teori ini, dengan menunjukkan bahwa burung merak betina tidak terpukau oleh pertunjukan merak jantan, dan mereka lebih peduli kepada suara panggilan kawinnya. Para peneliti merangkum studi mereka selama tujuh tahun:<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43126\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43127\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8216;Kami tiak menemukan bukti bahwa merak betina menunjukkan preferensi apapun terhadap merak jantan dengan ekor yang lebih indah (yaitu ekor yang memiliki lebih banyak ocelli, yang polanya lebih simetris atau yang lebih panjang), mirip dengan studi-studi lain atas galliform menunjukkan bahwa yang betina tidak mempedulikan bulu yang jantan. Dikombinasikan dengan hasil kami yang pertama, penemuan ini mengindikasikan bahwa ekor merak jantan (1) bukanlah target universal dari pilihan betinanya, (2) memperlihatkan variasi yang sedikit saja di antara populasi jantan dan (3) berdasarkan pemahaman fisiologis kita sekarang, tidak secara mantap merefleksikan kondisi jantannya&#8221; (Takahashi, M. et al. &#8220;Peahens do not prefer peacocks with more elaborate trains,&#8221; <i>Animal Behavior<\/i> 2007, dio-10, 1016\/j.anbehav.2007.10.004).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Laporan lain lagi tentang riset ini mencatat:<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43132\"><\/a> \u201c<span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Bulu ekor pada merak jantan adalah salah satu atribut fisik yang paling menakjubkan dan indah dalam alam, tetapi ia gagal untuk menarik perhatian, apalagi membuat tergila-gila, merak betina, demikian kata riset terbaru. Penemuan ini mengacaukan kepercayaan yang telah lama berkembang bahwa bulu merak jantan berevolusi sebagai respons dari pemilihan pasangan betinanya. Hal ini juga dapat mengindikasikan bahwa fitur-fitur kompleks lainnya dalam kelompok galliform, yaitu kelompok binatang yang meliputi kalkun, ayam, belibis, puyuh, dan burung pegar, bersama dengan merak, bisa jadi tidak berhubungan dengan kebugaran dan kesuksesan kawin&#8221; (Viegas, J., &#8220;Female Peacocks Not Impressed by Male Feathers,&#8221; <i>Discovery News<\/i>, March 26, 2008; discovery.com\/news\/2008\/03\/26\/peacock-feathers-females.html).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Para peniliti ini bukan sengaja mau menentang apa yang Darwin katakan. Sebaliknya, mereka awalnya berharap dapat mengkonfirmasikannya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jadi, \u201cteori\u201d Charles Darwin tentang seleksi seksual adalah salah dan gagal untuk menjelaskan hal yang ingin dia jelaskan melalui teori ini (Jonathan Sarfati, <i>By Design<\/i>, hal. 60, 61).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Setiap mekanisme yang Darwin ajukan sebagai kuasa kreatif untuk menimbulkan evolusi (misal seleksi alam, seleksi seksual, Lamarkisme, gemmule), semuanya telah terbantahkan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>MANUSIA-MANUSIA GUA FUEGIAN<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin mengunjungi orang Indian Fuegian di Tierra del Fuego, di ujung selatan dari Amerika Selatan, dan merasa bahwa mereka sangat \u201cprimitif.\u201d Dia percaya bahwa bahasa mereka hanya terdiri dari 100 bunyi yang berbeda (Michael Pitman, <i>Adam and Evolution<\/i>, hal. 240). Orang-orang ini dianggap sisa-sisa \u201cmanusia gua\u201d pre-historik oleh Darwin dan para pengikutnya. Bagi Darwin, kaum Fuegian ini lebih dekat dalam sifatnya kepada binatang daripada manusia:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Saya tidak bisa percaya betapa lebar perbedaan antara orang-orang biadab ini dengan manusia yang berbudaya; lebih besar bedanya daripada antara binatang liar dan binatang peliharaan, karena dalam manusia ada kemungkinan untuk perbaikan yang lebih besar \u2026 Perbedaan antara seorang Tierra del Fuegian dan seorang Eropa lebih besar daripada antara seorang Tierra del Fuegian dan seekor binatang<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8221; (Darwin, cited from V. Barclay, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Darwin Is Not for Children<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">, 1950). <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Hal ini dibuktikan salah oleh misionari Inggris, Thomas Bridges, yang tinggal di antara mereka.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Dia menemukan bahwa orang-orang asli di sana bersifat moral, baik hati, dan sangat sosial. Mereka menghormati kehidupan keluarga dan bukanlah kanibal. Mr. Bridges menguasai bahasa suku tersebut. Dia membuat suatu kamus yang tidak menyeluruh, tetapi memuat 32.000 kata dan bunyi. Kosa kata mereka kaya dan berbagai konstruksi grammar muncul&#8221; (Pitman, hal. 241).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin salah tentang kaum Fuegian.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>UNIFORMITARIANISME<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin termakan habis oleh doktrin uniformitarian geologi yang dikembangkan oleh Charles Lyell. Menurut doktrin ini, lapisan-lapisan geologis yang berturut-turut, mewakili jutaan tahun penumpukan yang perlahan-lahan. Lyell mengatakan \u201cMasa kini adalah kunci untuk masa lalu,\u201d maksudnya bahwa fitur-fitur di dunia semuanya dapat dijelaskan berdasarkan proses-proses yang dapat diobservasi sekarang ini (penumpukan perlahan-lahan) dan tidak memberi ruang adanya bencara masa lalu yang berperan vital dalam membentuk permukaan bum. Darwin dengan antusias menerima prinsip Lyell, dan mengatakan bahwa Lyell telah \u201cmenghasilkan suatu revolusi dalam ilmu alam.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sampai dengan pertengahan abad 20, uniformitarianisme sudah mulai ditinggalkan. Pada tahun 1988, Davis Young menulis,<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Komunitas geologi telah meninggalkan uniformitarianisme substantif sejak lama<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8221; (<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Christianity and the Age of the Earth<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 142).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Uniformitarinisme semakin mendapat serangan hari ini dari bukti-bukti yang semakin bertambah bahwa fitur-fitur yang tadinya dianggap memerlukan ribuan atau bahkan jutaan tahun untuk terjadi, ternyata dapat terjadi dengan cepat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Sedimentasi<\/i><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Guy Berthault melakukan eksperimen laboratorium yang ekstensif untuk mendemonstrasikan bahwa sedimen-sedimen secara alami dan cepat akan membentuk lapisan-lapisan ketika berada dalam air yang bergerak cepat dan bahwa sedimen ini akan tersortir dengan cara yang sama yang ditemukan di \u201ckolum geologis.\u201d Hasil dari riset ini diterbitkan pada akhir 1980an dan diajukan kepada National Congress of Sedimentologists di Brest tahun 1991 (Richard Milton, <i>Shattering the Myths of Darwinism<\/i>, hal. 77).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pekerjaan laboratorium ini disuplementasi oleh observasi lapangan dari Gunung St. Helens dan tempat-tempat lain, memberikan bukti bahwa fenomena-fenomena seperti pembentukan ngarai, yang dulunya dipikir membutuhkan ribuan bahkan jutaan tahun, dapat terjadi dalam hitungan hari, bahkan jam.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Stalagmit<\/i><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dulu dipikir bahwa stalagmit terbentuk secara sangat lambat, dan bahwa in imembuktikan usia tua dari berbagai gua. Bahkan, stalagmit dipakai sebagai icon evolusi selama puluhan tahun. Sekarang sudah diketahui bahwa stalagmit dapat terbentuk dengan sangat cepat. &#8220;Di Gua-Gua Sequioa, stalaktit yang dilindungi terpisah dari turis, bertumbuh 10 inci atau 1 inci \/ tahun dari 1977-1987. Dengan laju seperti ini, mereka bisa mencapati 100 meter hanya dalam 3600 tahun&#8221; (http:\/\/creationwiki.org\/Stalactites_and_Stalagmites).\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Pohon-Pohon yang Membatu<\/i><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Juga telah dipahami bahwa kayu bisa menjadi batu secara cepat dan formasi-formasi seperti yang di Petrified Forest National Park di Arizona tidak harus terbentuk melalui waktu yang panjang sekali, sebagaimana diperkirakan dulu (Andrew Snelling, <i>Earth&#8217;s Catastrophic Past<\/i>, Vol. 2, hal. 958).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Batubara<\/i><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kaum evolusionis telah sejak lama menggunakan cadangan batu bara yang banyak tersebar di seluruh bumi sebagai bukti dari usia bumi yang tua, karena dipercaya bahwa jutaan tahun diperlukan untuk membentuk batu baru. Namun, kini telah didemonstrasikan secara ilmiah bahwa asumsi ini salah (Snelling, <i>Earth&#8217;s Catastrophic Past<\/i>, Vol. 2, hal. 584-586).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Ngarai dan Stratifikasi<\/i><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ledakan Gn. St. Helens di tahun 1980 dan transformasi daerah di sekitarnya yang sangat dramatis setelah itu, telah menyediakan suatu laboratorium alami untuk mempelajari pembentukan ngarai dan stratifikasi. Sebuah ngarai dengan kedalaman 700 kaki (sekitar 240 meter), dan panjang beberapa mil, terukir (di beberapa tempat bahkan ke dalam dasar batu) oleh aliran lumpur yang keras. Ada satu seri ngarai yang berukuran seperempatpuluh Grand Canyon di Arizona, dengan masing-masing ngarainya berkedalaman hingga 140 kaki (hampir 50 meter), dengan tebing yang curam yang naik ke atas hingga hampir 100 kaki (30an meter) (<i>Earth&#8217;s Catastrophic Past<\/i>, Vol. 2, hal. 718). Ledakan itu juga menimbulkan terbentuknya hingga 600 kaki (200 meter) strata, yang terjadi karena longsor, air mengalir dari Danau Spirit, aliran pyroclastic, aliran lumpur, angin, dan semburan air.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sangat jelas bahwa ngarai-ngarai besar dan stratifikasi-stratifikasi besar dapat terjadi dengan sangat cepat dan tidak diperlukan jutaan tahun untuk pembentukan hal-hal ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43354\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43355\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Model uniformitarianisme juga telah dilemahkan oleh teori-teori evolusi yang baru bahw dunia telah menyaksikan rangkaian bencana global, misalnya bencana yang katanya memunahkan dinosaurus. Bagian fosil dari Field Museum di Chicago, diatur dan dipresentasikan dalam rangkaian enam \u201ckepunahan massal\u201d yang katanya menghilangkan hampir semua bentuk kehidupan. Katanya peristiwa-peristiwa ini disebabkan oleh hal-hal seperti, benua yang bergeser, aktivitas gunung berapi, meteor, dan \u201cpemanasan global.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43352\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43353\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jika kepunahan massal disebabkan oleh peristiwa-peristiwa global yang dramatis, maka jelaslah bahwa pandangan uniformitarianisme yang awal itu salah secara mendasar, tetapi justru inilah doktrin yang menyebabkan para ilmuwan menolak Alkitab pada awalnya! Fakta bahwa mereka tidak mau mengakui suatu kesalahan besar telah dilakukan dan bahwa Alkitab perlu dipertimbangkan ulang, adalah bukti bahwa kita bukan berhadapan dengan ilmu pengetahuan yang rasional dan empiris, tetapi dengan agama yang dibungkus sebagai ilmu pengetahuan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin salah mengenai uniformitarianisme.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43351\"><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>CATATAN FOSIL<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43349\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43350\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin tahu bahwa catatan fosil, yang tersedia pada zamannya, tidak mendukung doktrinnya tentang \u201cmodifikasi keturunan,\u201d karena dia tahu bahwa seharusnya ada tak terhitung banyaknya fosil-fosil bentuk intermediat antara satu spesies ke spesies lain.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43347\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43348\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Beberapa kesulitan yang dibahas di sini, yaitu bahwa kita tidak menemukan dalam formasi-formasi yang berurutan, sejumlah besar mata rantai transisional antara berbagai spesies, yang kini ada atau yang pernah ada; lalu bagaimana kelompok-kelompok spesies muncul secara tiba-tiba dalam formasi-formasi Eropa kita ini; hampir tidak adanya, sejauh kita tahu sekarang, formasi fosil di bawah strata Silurian, semuanya adalah kesulitan yang sangat memberatkan. Kita melihat ini dengan sangat jelas dari fakta bahwa semua paleontologis yang terkenal, yaitu Cuvier, Owen, Agissiz, Barrande, Falconer, E. Forbes, dll, dan semua geologis besar kita, seperti Lyell, Murchison, Sedgwick, dll., telah secara serentak, terkadang dengan gigih, mempertahankan immutabilitas spesies&#8221; (<i>On the Origin of Species<\/i>, hal. 646, 647).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43345\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43346\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin yakin bahwa jawaban terhadap dilema ini adalah karena catatan fosil pada zaman dia belum lengkap.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43343\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43344\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Tetapi, kalau menurut teori ini begitu banyak bentuk transisi seharusnya eksis, mengapa kita tidak menemukan mereka tertanam dalam jumlah yang tak terhitung di permukaan bumi? \u2026 Saya percaya jawabannya terutama adalah karena catatan kita masih jauh dari kondisi ideal yang biasanya dikira&#8221; (<i>On the Origin of Species<\/i>, hal. 560)<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43341\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43342\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin percaya bahwa riset-riset selanjutnya akan mendukung doktrinnya, tetapi faktanya berlawanan, sebagaimana diakui oleh banyak evolusionis. <\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43339\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43340\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43338\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dalam buku <i>The Myths of Human Evolution<\/i>, Niles Eldredge dan Ian Tattersall dari American Museum of Natural History, membuat pengakuan berikut ini:<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43337\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43335\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43336\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Harapan standar kita tentang evolusi \u2013 kemajuan yang perlahan, bertahap, dan berubah seiring waktu yang panjang \u2013 sungguh adalah suatu mitos \u2026 JIKA PERNAH ADA YANG NAMANYA MITOS, INI ADALAH MITOS, YAITU BAHWA EVOLUSI BERARTI PROSES PERUBAHAN KONSTAN. DATA, ATAU OBSERVASI MENDASAR, ATAU BIOLOGI EVOLUSIONARIS PENUH DENGAN PESAN KESTABILAN. Perubahan sulit terjadi dan jarang terjadi, bukan sesuatu yang pasti dan terjadi terus menerus. Begitu berevolusi, spesies dengan adapatasi, perilaku dan sistem genetika mereka sendiri, sangatlah konservatif, dan sering tidak berubah lagi selama jutaan tahun&#8221; (<i>The Myths of Human Evolution<\/i>, hal. 2, 3).<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43334\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43332\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43333\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8220;Darwin, terusik oleh catatan fosil yang keras kepala karena tidak mau memberikan banyak-banyak contoh perubahan gradual, mengkhususkan dua bab (bukunya) tentang catatan fosil. Untuk mempertahankan argumennya, dia terpaksa menyatakan bahwa catatan fosil terlalu tidak lengkap, terlalu penuh lobang, untuk memberikan pola perubahan yang dia harapkan. Dia bernubuat bahwa generasi paleontologis masa depan akan mengisi lobang-lobang ini melalui pencarian yang teliti dan kemudian thesis besar dia \u2013 bahwa perubahan evolusi terjadi secara gradual dan progresif \u2013 akan terbukti benar. Setelah melalui seratus dua puluh tahun riset paleontologis setelah itu, kini menjadi sangat jelas bahwa catatan fosil tidak akan pernah mengkonfirmasi prediksi Darwin yang satu ini. DAN MASALAHNYA BUKANLAH CATATAN FOSIL YANG MISKIN. CATATAN FOSIL HANYA MENYATAKAN BAHWA PREDIKSI INI SALAH. Pengamatan bahwa spesies adalah entitas yang sangat konservatif dan statis selama periode waktu yang lama, mirip dengan baju kaisar yang baru: semua orang mengetahuinya tetapi mengabaikannya. Para paleontologis, diperhadapkan dengan catatan yang tidak bersahabat, dengan keras kepala tidak mau melepaskan pola yang diprediksi oleh Darwin, sebaliknya memalingkan muka. &#8230;Barulah belakangan ini sejumlah paleontologis yang substansial meniup peluit mereka dan mulai melihat apa implikasi evolusi dari pola ketidakberubahan \u2013 stabilitas \u2013 di dalam spesies, yang mendominasi catatan fosil tentang kehidupan. &#8230;PREDIKSI DARWIN TENTANG PERUBAHAN YANG TERLIHAT DI MANA-MANA, WALAUPUN PERLAHAN, YANG MEMPENGARUHI SEMUA GARIS KETURUNAN SUDAH TERBANTAH. Catatan fosilnya tersedia, dan catatan itu berbicara mengenai konservatisme anatomis yang sangat kuat. &#8230;SPESIES BERSIFAT STABIL DAN TERPISAH SATU SAMA LAIN, BAIKM DALAM WAKTU MAUPUN DALAM RUANG&#8221; (hal. 46, 48).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Eldredge dan Tattersall, yang bekerja di salah satu museum alam terbesar di dunia, museum yang penuh dengan fosil, mengakui bahwa Darwin telah dibantah oleh catatan fosil. Mereka berbicara mengenai perlunya \u201cmeniup peluit\u201d atas orang-orang yang berkata sebaliknya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43199\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43198\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Walaupun berkata-kata demikian, orang-orang ini dan teman-teman mereka yang membuat pengakuan serupa (seperti almarhum Stephen Jay Gould) tetaplah pada posisi Darwinis. Website pribadi Niles Eldredge, memperlihatkan dia sedang beridir di depan foto besar Charles Darwin di bagian Ekshibisi Darwin di museum it. Walaupun mengakui bahwa spesies \u201cmuncul secara tiba-tiba\u201d dan misterius, dan berlanjut tanpa perubahan signifikan selama \u201cjutaan\u201d tahun, dan mengakui bahwa mekanisme Darwin tidak dapat menjelaskan kehidupan, orang-orang ini tetap menjadi musuh sengit dari bentuk creationisme atau \u201cintelligent design\u201d manapun. <\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43200\"><\/a><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43196\"><\/a><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43197\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Mereka mengklaim diri ilmuwan yang berdedikasi \u201chanya kepada fakta-fakta,\u201d tetapi mereka ternyata tidak bisa tetap pada \u201cilmu\u201d empiris yang riil. Mereka terus menerus masuk ke metafisika dan dengan demikian memaparkan bahwa \u201cilmu\u201d mereka juga adalah agama mereka.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a name=\"yui_3_16_0_1_1422411785192_43331\"><\/a> <span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin juga mengklaim bahwa catatan fosil tidak mempreservasi detil-detil dari binatang purba. Dalam <i>On the Origin of Species<\/i> dia mengatakan, \u201cTidak ada organisme yang sepenuhnya lunak yang bisa tersimpan.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pada kenyataannya, catatan fosil mengandung sejumlah besar makhluk dan struktur \u201cbertubuh lunak\u201d, termasuk fosil ubur-ubur, telur ikan, sisik, kulit dan fiber otot, engsel rapuh dari moluska bivalvia, bahkan fosil bakteria yang mikroskopik. Dalam kasus-kasus tertentu, insang ikan terpelihara sedemikian rupa sehingga pembuluh darah arteri dan venanya masih utuh. Di lapisan-lapisan lignite di Geiseltal, Jerman, jamur telah teridentifikasi di daun-daun dan klorofil yang terpelihara. Mata majemuk milik trilobite telah terfosilisasi sedemikian mendetilnya sehingga para ilmuwan dapat mempelajarinya secara mikroskopik untuk menentukan bahwa sebagian makhluk-makhluk ini memiliki 15.000 lensa pada satu mata. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia;\"><span style=\"font-size: medium;\">Darwin sangat salah mengenai catatan fosil dan sejumlah hal lainnya.<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>oleh David Cloud, diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw Pada akhir abad 19, doktrin evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin dianggap sudah membuktikan Alkitab salah. Ini adalah suatu titik balik yang besar dalam sejarah, dan setiap seperempat abad setelah itu, &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2015\/02\/kesalahan-kesalahan-darwin\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2185","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-science_n_bible"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2185"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2191,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2185\/revisions\/2191"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}