{"id":2229,"date":"2015-05-02T10:21:56","date_gmt":"2015-05-02T03:21:56","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2229"},"modified":"2015-05-02T11:10:18","modified_gmt":"2015-05-02T04:10:18","slug":"2229","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2015\/05\/2229\/","title":{"rendered":"Gempa Bumi! Bayangan Kesusahan Besar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><span lang=\"en-US\">2<\/span> <span lang=\"en-US\">Mei <\/span><span lang=\"en-US\">2015, sumber: <\/span><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.<\/a><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">wayoflife.org<\/a><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Beberapa hari yang lalu, suatu gempa bumi berskala 7,8 menghantam Nepal dengan efek yang sungguh dahsyat. Secara resmi angka kematian telah mencapai 5000, tetapi bisa jadi angka sebenarnya tiga kali lipat. Puluhan ribu rumah dihancurkan. Banyak dari kuil-kuil kuno Nepal hancur menjadi timbunan batu bata dan kayu api. Biaya untuk membangun ulang diperkirakan akan mencapai $5 milyar dollar, atau seperlima dari GDP total Nepal. Media massa Nepal menyebut ini sebagai Gempa Bumi Besar, tetapi walaupun sungguh mengerikan, sesungguhnya ini masih kecil jika dibandingkan dengan apa yang Alkitab nubuatkan untuk masa depan. Daniel menyebutnya \u201cmasa kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu\u201d (Dan. 12:1), dan Yesus menyebutnya \u201csiksaan yang dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi\u201d (Mat. 24:21). Setiap nubuat dalam Alkitab telah tergenapi secara persis sebagaimana dinubuatkan, termasuk nubuat-nubuat luar biasa tentang setiap aspek kehidupan Yesus, termasuk nama tempat lahirNya, dan kata-kata yang akan Ia ucapkan di atas salib. Tidak ada yang lebih pasti lagi dalam hidup ini selain nubuat Alkitab.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Yesus mengatakan bahwa Kesusahan yang akan datang ini akan lebih besar dari setiap kesusahan yang pernah dialami dunia yang kacau ini. Lebih besar dari gempa bumi yang paling dahsyat. Lebih besar dari amukan diktator paling kejam. Lebih besar dari perang-perang modern atau pembunuhan oleh Stalin dan Mao. Lebih besar dari setiap musibah dan kelaparan. Gempa bumi di Nepal sebagai contoh, hanyalah bayangan dari Kesusahan yang akan datang.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Perhatikan manusia yang kehilangan nyawa<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Yesus memperingatkan bahwa jumlah kematian di dalam Kesusahan akan begitu hebat sehingga \u201csekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat\u201d (Mat. 24:22). <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Perhatikan harta benda yang rusak<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Dalam Kesusahan, akan ada kehancuran karena perang-perang besar dan hal-hal lain yang digambarkan dalam kitab Wahyu, tetapi <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\">coba perhatikan kehancuran yang akan terjadi dari satu saja penghakiman pada waktu itu. \u201c<\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span lang=\"en-US\">Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d (Wah. 16:21).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Perhatikan goncangannya<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Seburuk-buruknya, goncangan dalam gempa Nepal yang baru-baru ini adalah bagaikan goyangan pelan tempat tidur bayi jika dibandingkan dengan <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">yang berikut: \u201c<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu . . . Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Wah. 16:18, 20). <\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kira-kira gempa yang dinubuatkan ini akan mencapai berapa skala Richter?<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Perhatikan kehancuran berhala-berhala<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. Media massa sedang menyayangkan kehancuran \u201cwarisan kuno Nepal,\u201d mengacu kepada kuil-kuil Hindu yang sudah sangat tua. Tetapi Allah mengutuk penyembahan berhala dengan bahasa yang sekuat-kuatnya. Perintah pertama dan kedua dalam Sepuluh Hukum adalah, \u201cJangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi\u201d (Kel. 20:3-4). Dalam Masa Kesusahan yang akan datang, setiap kuil berhala dan sistem agama yang palsu yang bertentangan dengan Firman Allah akan dihancurkan. \u201c<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. <\/span><\/span><\/span><sup><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">18<\/span><\/span><\/span><\/sup><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\"> Sedang berhala-berhala akan hilang sama sekali<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d (Yes. 2:17-18).<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>Perhatikan perendahan manusia.<\/i><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Ketika suatu gempa bumi terjadi, ia menjadi peristiwa yang merendahkan hati. Manusia sama sekali tidak berdaya di hadapan hal-hal seperti ini. Untuk waktu yang singkat, kesombongan dan rasa cukup-dirinya berhenti. Namun biasanya hal-hal ini hanya sesaat saja, dan segera orang-orang yang tersisa kembali ke normal, yaitu mengejar keinginan daging, keingingan mata, dan keangkuhan hidup (1 Yoh. 2:16). Dalam masa Kesusahan, orang-orang yang sombong, menolak Allah, akan direndahkan dan tidak akan ada lagi masa \u201ckembali ke normal.\u201d Masa Kesusahan disebut \u201chari Tuhan,\u201d karena pada hari itu Pencipta yang mulia akan ditinggikan kepada posisiNya yang sejati sebagai Tuhan atas bumi. \u201c<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">Masuklah di sela gunung batu dan bersembunyilah di dalam liang tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya! <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u201d (Yes. 2:10-12).<\/span><\/span><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Alkitab mengatakan bahwa penghakiman Allah adalah \u201cperbuatan ganjil,\u201d karena yang paling Ia sukai adalah keselamatan. Ia telah melakukan semua yang dapat Ia lakukan untuk menyediakan keselamatan bagi manusia dengan mengutus AnakNya yang tunggal untuk menderita dan mati di atas kayu salib untuk mendamaikan dosa manusia. Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati setelah tiga hari, dan selama 2000 tahun Injil keselamatan telah dikabarkan di seluruh bumi. Alkitab telah diterjemahkan ke dalam semua bahasa mayor (dan ke dalam kebanyakan bahasa minor) dan Injil tersedia dalam segala bentuk media yang dikenal manusia, mulai dari cetak hingga internet. Tidak ada alasan bahwa kebanyakan manusia di bumi ini telah mengabaikan tawaran Allah yang penuh kasih karunia akan keselamatan dan bahwa mereka terus dalam hidup mereka tanpa pertobatan dan iman. Sobat, waktunya sudah dekat. Semakin banyak gempa bumi berarti semakin dekat kita kepada masa Kesusahan yang dinubuatkan dalam Alkitab. Apakah engkau siap bertemu dengan Penciptamu?<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 2 Mei 2015, sumber: www.wayoflife.org) Beberapa hari yang lalu, suatu gempa bumi berskala 7,8 menghantam Nepal dengan efek yang sungguh dahsyat. Secara resmi angka kematian telah mencapai 5000, tetapi bisa jadi angka sebenarnya tiga kali lipat. Puluhan &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2015\/05\/2229\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-2229","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akhir-zaman-nubuatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2229"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2229\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2233,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2229\/revisions\/2233"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}