{"id":232,"date":"2010-02-06T11:51:55","date_gmt":"2010-02-06T04:51:55","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=232"},"modified":"2010-02-13T10:29:40","modified_gmt":"2010-02-13T03:29:40","slug":"almarhum-paus-mencambuk-dirinya-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2010\/02\/almarhum-paus-mencambuk-dirinya-sendiri\/","title":{"rendered":"Almarhum Paus Mencambuk Dirinya Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><!-- \t\t@page { margin: 1in } \t\tP { margin-bottom: 0.08in } \t\tA:link { so-language: zxx } --><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"font-size: small;\">(Berita Mingguan GITS 06 Februari 2010, diterjemahkan dari <a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a>)<br \/>\nDalam usaha yang sungguh menyedihkan untuk mendekat kepada Allah dan menyempurnakan keselamatannya dengan cara meniru penderitaan Kristus, almarhum Paus Yohanes Paulus II mencambuk dirinya sendiri. Ini adalah salah satu peninggalan \u201ckerohanian biara\u201d milik Roma. Para \u201csanto-santa\u201dnya telah menciptakan banyak sekali praktek-praktek kontemplatif sebagai jalan kepada keselamatan dan kerohanian. Hal-hal ini dibangkitkan lagi orang gerakan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"font-size: small;\"><em>emerging church<\/em><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"font-size: small;\"> hari ini. Pencambukan sang paus (atau yang disebut juga proses <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"font-size: small;\"><em>mortification<\/em><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman;\"><span style=\"font-size: small;\">) disingkapkan oleh sebuah buku baru yang berjudul \u201cWhy a Saint?\u201d oleh Monsignor Slawomir Oder, kardinal yang bertanggung jawab atas proses kanonisasi sang paus. Paus mencambuk dirinya sendiri sejak ia tinggal di Polandia sebelum ia pindah ke Vatikan, tetapi sama sekali tidak ada dasar untuk tindakan pencambukan diri ini dalam Alkitab. Hal ini adalah bagian dari pencarian Roma yang tak berpengharapan akan kerohanian di luar dari keselamatan yang pasti dan kerja Roh Kudus sebagaimana dalam Firman Tuhan. Almarhumah ibu Teresa juga mengejar jalur asketikisme mirip dengan yang dilakukan oleh Yohanes Paulus II, dan ia menyebut dirinya sendiri \u201csanta kegelapan\u201d karena hidup kerohaniannya begitu kosong. Puji Tuhan, satu-satunya pencambukan yang perlu dipahami oleh orang percaya hari ini adalah yang terjadi di Yerusalem 2000 tahun yang lalu.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Almarhum Paulus Yohanes II mencambuk dirinya sendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah, suatu usaha yang sia-sia dan bertentangan dengan Alkitab. <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2010\/02\/almarhum-paus-mencambuk-dirinya-sendiri\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[68],"tags":[180,179,178,962,176,142,181,71,177],"class_list":["post-232","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-katolik","tag-asketikisme","tag-cambuk","tag-flagelasi","tag-katolik","tag-paus","tag-roma","tag-santa","tag-santo","tag-yohanes-paulus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=232"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":253,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232\/revisions\/253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}