{"id":2362,"date":"2015-10-10T15:53:30","date_gmt":"2015-10-10T08:53:30","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2362"},"modified":"2015-10-10T15:53:30","modified_gmt":"2015-10-10T08:53:30","slug":"gaya-musik-kontemporer-akan-selalu-memangsa-musik-gereja-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2015\/10\/gaya-musik-kontemporer-akan-selalu-memangsa-musik-gereja-tradisional\/","title":{"rendered":"Gaya Musik Kontemporer Akan Selalu Memangsa Musik Gereja \u201cTradisional\u201d"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">10<\/span><\/span><\/span><\/strong> <strong><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">Oktober<\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\"> 2015, sumber: <\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\"><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">www.wayoflife.org<\/span><\/span><\/a><\/strong><strong><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Berikut ini adalah kutipan dari buku Why I <\/span><\/span><em><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Left the Contemporary Christian Music Movement<\/span><\/span><\/em> <span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\">oleh <\/span><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Dan Lucarini, 2002. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Berbicara mengenai seseorang yang pernah berada di dalam gerakan tersebut, sang penulis [Dan Lucarini] mengatakan bahwa dulu dia mempertahankan CCM (Contemporary Christian Music) terutama karena dia mencintai musik rock. Dalam bab 17, Lucarini menggambarkan p<\/span><\/span><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">erannya dalam menggerakkan dua gereja dari posisi musik \u201ctradisional\u201d ke kontemporer. Hal ini dilakukan setahap demi setahap, mulai dengan soft-rock. \u201cOrang-orang tradisional pada awalnya diyakinkan oleh kelompok Kontemporer bahwa dua gaya musik ini bisa berjalan berdampingan secara damai. Pada kenyataannya, apa yang terjadi seiring dengan waktu adalah gereja akan terus meluncur turun pada lereng yang licin, beralih dari semua musik tradisional, ke gaya kontemporer yang paling baru dan paling <\/span><\/span><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">&#8216;menantang&#8217;\u201d (<\/span><\/span><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Lucarini, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 119). \u201c<\/span><\/span><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dengan menggunakan kebaktian campuran [mencampur dua gaya musik], kami menciptakan dua set musisi dengan keahlian yang berbeda. Kini dimulai kompetisi untuk memenangkan hati jemaat: pertarungan antar band, kira-kira begitulah. \u2026 Kaum kontemporer selalu menang melawan kaum tradisional, karena musik mereka mengobarkan keinginan dosa daging kita. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ditambah lagi jika para pemimpin gereja menyanjung musik kontemporer (CCM), dan banyak orang percaya yang akan dengan senang menukarkan musik yang lama dengan yang baru. \u2026 kebaktian gabungan musik ini bukanlah solusi jangka panjang \u2026 Sebaliknya, ini hanya suatu fase transisi untuk secara gradual memindahkan suatu kebaktian gereja dari memakai semua lagu tradisional ke memakai semua lagu kontemporer. \u2026 <\/span><\/span><span style=\"font-family: Liberation Serif,serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">bahkan memisahkan menjadi dua kebaktian berbeda [bagi gereja-gereja yang mencoba untuk membuat dua kebaktian, satu dengan musik tradisional, satu dengan musik kontemporer] tidak akan bertahan lama. Segera perbedaan akan mengabur, dan pengaburan ini selalu condong ke arah kontemporer\u201d (Lucarini, hal. 122, 123). <\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 10 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org) Berikut ini adalah kutipan dari buku Why I Left the Contemporary Christian Music Movement oleh Dan Lucarini, 2002. Berbicara mengenai seseorang yang pernah berada di dalam gerakan tersebut, sang penulis [Dan Lucarini] &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2015\/10\/gaya-musik-kontemporer-akan-selalu-memangsa-musik-gereja-tradisional\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[187],"tags":[],"class_list":["post-2362","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-musik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2362"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2362\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2363,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2362\/revisions\/2363"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}