{"id":2456,"date":"2016-01-02T10:36:55","date_gmt":"2016-01-02T03:36:55","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2456"},"modified":"2016-02-13T00:34:26","modified_gmt":"2016-02-12T17:34:26","slug":"ibu-teresa-akan-diangkat-menjadi-santa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2016\/01\/ibu-teresa-akan-diangkat-menjadi-santa\/","title":{"rendered":"Ibu Teresa Akan Diangkat Menjadi Santa"},"content":{"rendered":"<p><strong><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">2<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">Januari <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">201<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">6<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">, sumber: <\/span><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Dengan pengumuman bahwa mujizat kedua telah terjadi, Paus Fransiskus telah memberikan lampu hijau bagi Ibu Teresa untuk dikanonisasi (diangkat menjadi santa atau orang kudus) pada September berikut, pada peringatan 19 tahun kematiannya. Untuk menjadi seorang santo atau santa, diperlukan dokumentasi dua mujizat yang pernah dilakukan oleh orang yang telah meninggal bersangkutan. Pertama, pada tahun 1988, adalah disembuhkannya seorang wanita India dari tumor perut. Walaupun sang uskup mendeklarasikan bahwa mujizat ini dilakukan oleh biarawati yang telah meninggal tersebut, suami dari wanita itu mengatakan bahwa dia percaya obat-obatan-lah yang telah menyembuhkan istrinya. Kasus kedua, pada tahun 2008, adalah pemulihan yang \u201ctak dapat dijelaskan\u201d seorang lelaki Brazil yang bangun dari koma setelah istrinya berdoa kepada biarawati (Teresa) yang telah meninggal tersebut. Dari pengakuannya sendiri, Ibu Teresa hanya menemukan kegelapan dalam kehidupan dan praktek rohaninya. Ini terdokumentasikan dalam buku yang mengejutkan <i>Mother Teresa: Come Be My Light, the Private Writings of the Saint of Calcutta <\/i>(2007), yang berisikan pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh sang biarawati kepada para imam dan superiornya saat pengakuan dosa, selama lebih dari 65 tahun. Pada bulan Maret 1953, dia menulis kepada imam pengakuan dosanya: \u201c&#8230; ADA KEGELAPAN YANG BEGITU MENGERIKAN DALAM DIRI SAYA, seolah-olah semuanya mati. Perasaan ini kurang lebih sudah begini sejak saya memulai &#8216;pekerjaan itu.&#8217;\u201d Pada tahun 1979 dia menulis: \u201cKESUNYIAN DAN KEHAMPAAN YANG SEDEMIKIAN BESAR \u2013 sehingga saya menatap dan tidak melihat apa-apa, memperhatikan tetapi tidak mendengar apa-apa.\u201d<\/p>\n<p>Pernyataan-pernyataan pribadinya tentang kegelapan rohani yang dia alami dalam doa perenungan terus berlanjut hingga kematiannya, dan hal-hal ini adalah peringatan yang sekeras mungkin mengenai bahaya mistikisme perenungan (kontemplatif) Katolik yang sekarang ini sedang melanda kaum injili. Praktek-praktek perenungan kontemplatif, seperti Doa Yesus, doa nafas, doa visualisasi, doa <i>centering<\/i>, dan <i>lectio divina<\/i> adalah sangat berbahaya. Mereka adalah alat untuk membawa para praktisi mereka untuk berhubungan dengan roh-roh jahat. Banyak orang yang mempraktekkan hal-hal ini ujung-ujungnya menjadi percaya konsep Allah yang kafir misalnya pantheisme (segala sesuatu adalah Allah) dan panentheisme (Allah ada dalam segala sesuatu). Melalui praktek-praktek ini, biasanya orang menjadi semakin ekumenis dan lintas-agama dalam pemikiran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 2 Januari 2016, sumber: www.wayoflife.org) Dengan pengumuman bahwa mujizat kedua telah terjadi, Paus Fransiskus telah memberikan lampu hijau bagi Ibu Teresa untuk dikanonisasi (diangkat menjadi santa atau orang kudus) pada September berikut, pada peringatan 19 tahun kematiannya. &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2016\/01\/ibu-teresa-akan-diangkat-menjadi-santa\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[68],"tags":[],"class_list":["post-2456","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-katolik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2456","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2456"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2456\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2491,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2456\/revisions\/2491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}