{"id":2496,"date":"2016-02-13T09:30:12","date_gmt":"2016-02-13T02:30:12","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2496"},"modified":"2016-02-13T09:30:12","modified_gmt":"2016-02-13T02:30:12","slug":"permintaan-maaf-paus-yang-sesungguhnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2016\/02\/permintaan-maaf-paus-yang-sesungguhnya\/","title":{"rendered":"Permintaan Maaf Paus yang Sesungguhnya"},"content":{"rendered":"<p><strong><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">13<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">Februari<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">201<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">6<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">, sumber: <\/span><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Sejak Yohanes Paulus II, telah ada serangkaian \u201cpermintaan maaf\u201d atas masa lalu Roma, yang ketika dicermati, ternyata kosong. Yang paling terakhir adalah permintaan maaf Paus Fransiskus tanggal 25 Januari yang lalu (2016). Permintaan maaf itu dideskripsikan oleh <em>U.S. News &amp; World Report<\/em> dan banyak lagi pihak lain sebagai \u201cpermintaan maaf yang luas tentang kesalahan Katolik terhadap orang-orang Kristen lainnya,\u201d tetapi sebenarnya sama sekali bukan. Ini yang dikatakan oleh Fransiskus di St. Peter&#8217;s Cathedral: \u201cSebagai uskup Roma dan gembala atas Gereja Katolik, saya ingin menyerukan belas kasihan dan pengampunan atas tindakan tidak injili orang-orang Katolik terhadap orang-orang Kristen dari gereja-gereja lain\u201d (\u201cPope Francis &#8230; makes sweeping apology,\u201d <em>U.S. News &amp; World Report<\/em>, 25 Jan. 2016). Itu yang disebut-sebut sebagai permintaan maaf yang luas! \u201cTindakan tidak injili\u201d adalah cara yang sangat ajaib untuk menggambarkan pemenjaraan, perampokan, penyiksaan, pembakaran, dan pemerangan terhadap jutaan \u201corang-orang Kristen dari gereja-gereja lain\u201d! Ini bukanlah suatu permintaan maaf. Ini adalah arogansi; ini adalah kesombongan; ini adalah dusta; ini adalah penghinaan lebih lanjut. \u201cPermintaan maaf\u201d yang dilakukan oleh Yohanes Paulus II juga sama jenisnya. Perhatikan \u201cMemory and Reconciliation: The Church and the Faults of the Past,\u201d yang diterbitkan bulan Desember 1999. Dokumen ini ditulis oleh Kardinal Joseph Ratzinger, yang belakangan akan menjadi Paus Benediktus XVI, dan disetujui oleh Paus Yohanes Paulus II. Yohanes Paulus II menyatakan bahwa \u201cpermintaan maaf\u201d yang terkandung dalam dokumen ini akan mengantar kepada suatu \u201cmusim semi baru bagi kekristenan.\u201d Laporan ini menyatakan bahwa \u201cberbagai cara yang diragukan telah dipakai untuk mengejar tujuan yang baik\u201d dan menyinggung tentang \u201cintoleransi dan bahkan penggunaan kekerasan untuk melayani kebenaran.\u201d Ya, hanya begitu saja. Itulah \u201cpermintaan maaf\u201dnya.<\/p>\n<p>Sebenarnya, permintaan maaf yang sejati dan alkitabiah dari seorang Paus kira-kira akan berbunyi seperti ini: \u201cSaya adalah kepala dari suatu gereja yang sesat yang didirikan dalam pemberontakan terhadap Firman Allah 1600 tahun yang lalu, dan sebenarnya lebih menyerupai pelacur dalam Wahyu 17. Saya melepaskan klaim saya yang palsu dan menghujat bahwa saya mewakili Kristus di bumi untuk menjadi kepala dari semua gereja. Saya melepaskan kesesatan doktrin keimamatan saya, keselamatan melalui sakramen, baptisan bayi, penyembahan Maria, purgatori, santo-santa, relik-relik, monastikisme, dan semua hal lain yang bertentangan dengan Firman Allah yang kudus dan doktrin serta praktek jemaat-jemaat awal yang didirikan Kristus. Saya menerima Kitab Suci sebagai satu-satunya otoritas bagi iman dan praktek sesuai dengan pengajaran Rasul Paulus dalam 2 Timotius 3:16-17, dan saya melepaskan setiap tradisi Katolik yang berlawanan dengan Kitab Suci. Saya menolak semua klaim supremasi. Saya mengutuki semua hal-hal mengerikan yang dilakukan oleh Gereja Roma Katolik terhadap orang-orang selama sejarah. Saya melepaskan semua kotoran moral yang telah dilakukan oleh para paus, kardinal, uskup, imam, biarawan dan biarawati dengan dalih dan topeng kekristenan. Saya bertobat dari hal-hal ini dengan berpakaikan karung dan abu di hadapan seluruh dunia. Saya melepaskan doktrin kelahiran kembali melalui baptisan dan menyerahkan diri saya seluruhnya kepada darah Yesus Kristus untuk keselamatan saya. Kiranya Allah mengasihani jiwa saya karena partisipasi saya dalam kesesatan Roma.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 13 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org) Sejak Yohanes Paulus II, telah ada serangkaian \u201cpermintaan maaf\u201d atas masa lalu Roma, yang ketika dicermati, ternyata kosong. Yang paling terakhir adalah permintaan maaf Paus Fransiskus tanggal 25 Januari yang lalu (2016). &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2016\/02\/permintaan-maaf-paus-yang-sesungguhnya\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[68],"tags":[],"class_list":["post-2496","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-katolik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2496"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2496\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2497,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2496\/revisions\/2497"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}