{"id":2535,"date":"2016-04-02T11:40:54","date_gmt":"2016-04-02T04:40:54","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2535"},"modified":"2016-04-02T11:40:54","modified_gmt":"2016-04-02T04:40:54","slug":"doa-kontemplatif-memimpin-kepada-penyembahan-dewi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2016\/04\/doa-kontemplatif-memimpin-kepada-penyembahan-dewi\/","title":{"rendered":"Doa Kontemplatif Memimpin Kepada Penyembahan Dewi"},"content":{"rendered":"<p><strong><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">2<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">April<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">201<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">6<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">, sumber: <\/span><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Doa kontemplatif, yang diimpor dari kegelapan monatiskisme Roma, telah menyapu dunia \u201cinjili\u201d dalam 20 tahun terakhir, seperti yang telah kami dokumentasikan dalam eBook gratis <em><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/free_ebooks\/evangelicals_and_mysticism.php\"><span style=\"color: #000000;\">Evangelicals and<\/span><\/a><\/em> <em><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/free_ebooks\/evangelicals_and_mysticism.php\"><span style=\"color: #000000;\">Contemplative Prayer<\/span><\/a><\/em>. Praktek-praktek kontemplatif yang populer antara lain adalah doa nafas, doa centering, doa Yesus, memasuki keheningan, dan <i>lectio divina<\/i>. Ini adalah suatu bidang yang teramat berbahaya yang sudah sering memimpin orang kepada kesesatan, kemurtadan, dan bahkan konsep Allah yang pantheistik. Sebagai contoh, penulis populer, Sue Monk Kidd, yang pernah menjadi guru sekolah minggu di Southern Baptist, menemukan penyembahan dewi melalui jalur doa kontemplatif. Sambil dia mulai mendalami penyembahan dewi-dewi kuno, dia pergi ke Kreta dan menyembah di sebuah gua Dewi Skoteini. Sue Kidd mengatakan, \u201csesuatu di dalam diri saya sedang memanggil Dewi Kegelapan, walaupun saya tidak tahu namanya\u201d (<em>The Dance of the Dissident Daughter<\/em>, hal. 93). Tidak lama sesudah itu, Sue Kidd berdoa kepada Allah dengan sebutan Ibu, yaitu \u201ckehadiran ilahi yang feminim.\u201d Akhirnya, dia melihat dirinya sendiri sebagai Dewi dan mulai menyembah dirinya sendiri. \u201cMenyambut sang Dewi sebenarnya adalah menemukan yang Ilahi di dalam dirimu sendiri dna mulai menyembah diri sendiri\u201d (<em>Dance of the Dissident Daughter<\/em>, hal. 141). Dia membuat sebuah mezbah dengan cermin supaya dia bisa menyembah dirinya sendiri. Dia bahkan percaya bahwa dunia bisa diselamatkan oleh sang ibu ilahi. \u201cSaya tidak tahu ada hal lain yang lebih dibutuhkan dunia saat ini daripada suatu gambaran Ilahi yang hadir yang mengukuhkan pentingnya hubungan itu \u2013 suatu Ibu Ilahi, mungkin, yang menarik seluruh umat manusia ke pangkuannya dan membuat kita menjadi satu keluarga global\u201d (<em>Dance<\/em>, hal. 155). <em>Buku Sue Monk Kidd diakhiri dengan kata-kata, \u201cDia ada di dalam kita.\u201d<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 2 April 2016, sumber: www.wayoflife.org) Doa kontemplatif, yang diimpor dari kegelapan monatiskisme Roma, telah menyapu dunia \u201cinjili\u201d dalam 20 tahun terakhir, seperti yang telah kami dokumentasikan dalam eBook gratis Evangelicals and Contemplative Prayer. Praktek-praktek kontemplatif yang populer &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2016\/04\/doa-kontemplatif-memimpin-kepada-penyembahan-dewi\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-2535","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kesesatan-umum-dan-new-age"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2535"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2536,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2535\/revisions\/2536"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}