{"id":2640,"date":"2016-07-30T09:16:46","date_gmt":"2016-07-30T02:16:46","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2640"},"modified":"2016-07-30T09:16:46","modified_gmt":"2016-07-30T02:16:46","slug":"mujizat-air-susu-ibu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2016\/07\/mujizat-air-susu-ibu\/","title":{"rendered":"Mujizat Air Susu Ibu"},"content":{"rendered":"<p><strong><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">30<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">Ju<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">l<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">i<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">201<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">6<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">, sumber: <\/span><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Penelitian baru terus menerus mengungkapkan kehebatan dari air susu ibu untuk memberikan gizi dan melindungi bayi. Setiap tipe air susu pada mamalia memiliki zat-zat yang berbeda-beda, sesuai dengan \u201capa yang diperlukan setiap spesies,\u201d dan \u201cair susu manusia adalah hal yang luar biasa,\u201d persis seperti yang dapat kita harakan dari suatu produk penciptaan ilahi (\u201cBreast-feeding the Microbiome,\u201d <em>The New Yorker<\/em>, 22 Juli 2016). Sebagai contoh, susu manusia mengandung banyak sekali \u201cmolekul gula kompleks yang disebut oligosakarida (H.M.O.), yaitu zat ketiga terbanyak di dalam susu manusia, di belakang laktosa dan lemak.\u201d Bayi tidak dapat mencerna molekul H.M.O. ini. Jadi, zat ini akan melewati usus kecil dan tiba di usus besar, dan di sana zat-zat ini dimakan oleh bakteria khusus yang lalu akan membantu perkembangan sel-sel pencernaan bayi. Mikroba yang dimaksud ini, yaitu <em>Bifidobacerium longum infantis<\/em> (pendeknya <em>B. infantis<\/em>) memiliki sekelompok gen, sekitar 30 gen, yang didesain spesial untuk mencerna molekul H.M.O. dari susu ibu. Ada bakteri <i>Bif<\/i> lainnya di perut manusia, tetapi hanya <i>B. infantis<\/i> yang memiliki kumpulan gen ini. Sambil bakteri ini mencerna zat H.M.O., \u201cia menghasilkan asam lemak rantai pendek, yang menjadi makanan bagi sel-sel saluran pencernaan bayi\u201d dan \u201cmemicu sel-sel pencernaan untuk membuat protein pelekat yang akan melekatkan lobang-lobang antar sel, sehingga mikroba tidak masuk ke aliran darah, dan juga menghasilkan molekul-molekul anti-peradangan yang mengkalibrasi sistem imun bayi\u201d (Ibid.). <i>B. infantis<\/i> melakukan pekerjaan yang banyak menolong bayi ini hanya jika ia disuguhi zat H.M.O. dari susu ibu. Jika ia diberi laktosa, maka \u201cbakteri itu hidup tetapi tidak berinteraksi dengan sel-sel bayi.\u201d Air susu manusia \u201cmemiliki lima kali lebih banyak tipe H.M.O. dari susu sapi, dan secara kuantitas beberapa ratus kali lebih banyak. Bahkan susu simpanse sekalipun miskin dibandingkan dengan susu kita.\u201d Dan para ilmuwan baru saja mulai memahami apa yang dilakukan berbagai tipe H.M.O. dalam susu manusia bagi seorang bayi.<\/p>\n<p>Laporan ini menyimpulkan pembahasan tentang proses yang begitu kompleks, terkalibasi tepat, dan tersusun sempurna ini dengan berspekulasi bagaimana ini semua muncul dari evolusi. Daripada berkutat di dongeng-dongeng tanpa bukti, lebih baik ilmuwan mundur selangkah dan mengagumi serta merendahkan diri di hadapan Pencipta mahakuasa, dan mencari Dia lewat Injil Yesus Kristus sementara masih ada kesempatan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 30 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org) Penelitian baru terus menerus mengungkapkan kehebatan dari air susu ibu untuk memberikan gizi dan melindungi bayi. Setiap tipe air susu pada mamalia memiliki zat-zat yang berbeda-beda, sesuai dengan \u201capa yang diperlukan setiap &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2016\/07\/mujizat-air-susu-ibu\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2640","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-science_n_bible"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2640","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2640"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2640\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2641,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2640\/revisions\/2641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2640"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}