{"id":2749,"date":"2016-12-24T10:37:30","date_gmt":"2016-12-24T03:37:30","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2749"},"modified":"2016-12-24T10:37:30","modified_gmt":"2016-12-24T03:37:30","slug":"ayo-cepat-sel-darah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2016\/12\/ayo-cepat-sel-darah\/","title":{"rendered":"Ayo Cepat, Sel Darah!"},"content":{"rendered":"<p><strong><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">24<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">Desember<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">201<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">6<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">, sumber: <\/span><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Berikut ini dari CreationMoments.com, 21 November 2016: \u201cSelama bertahun-tahun, Creation Moments telah menyajikan banyak fakta menarik tentang darah, tetapi sebuah studi baru dari University of Rochester Medical Center bisa jadi adalah yang paling menakjubkan. Sebagaimana dilaporkan dalam <i>ScienceNews<\/i>, para peneliti kini telah menemukan ketika otak kekurangan oksigen, \u2018sel-sel darah merah dapat merasakan defisit yang terjadi dan menerjangkan diri mereka sendiri menerobos kapiler-kapiler untuk menyampaikan muatan kargo mereka\u2019 (Laura Sanders, \u2018Red blood cells sense low oxygen in the brain,\u2019 <em>ScienceNews<\/em>, 4 Agus. 2016). Jurnal ilmiah tersebut juga memberi catatan bahwa riset terhadap tikus ini memberi kesan bahwa sel-sel \u2018dapat mendeteksi dan menolong kondisi rendah oksigen.\u2019 Jadi bagaimana persisnya sel darah merah menolong defisit oksigen di otak? Menurut Jiandi Wan dari Rochester Institute of Technology di New York, ketika level oksigen turun, \u2018sel-sel darah mereka bertambah cepat dengan cara menjadi lebih fleksibel.\u2019 Sifat \u2018mudah dibengkokkan\u2019 ini memungkinkan sel untuk \u201cmenyelip melalui kapiler-kapiler yang sempit secara lebih cepat.\u201d Barulah ketika para peneliti menggunakan zat kimia untuk membuat sel darah merah itu menjadi kaku, sel darah itu melambat. Maiken Nedergaard, co-author dari penelitian tersebut, dari University of Rochester Medical Center, mengatakan bahwa penemuan ini pada akhirnya bisa jadi diaplikasikan untuk mengobati penyakit kerusakan hubungan aktivitas saraf dengan aliran darah, termasuk misalnya Alzheimer. Ini adalah berita yang menggembirakan, tetapi bukan berita baik untuk kaum evolusionis. Bagaimanakah mereka dapat menjelaskan sifat sel darah merah yang luar biasa ini? Mereka tidak bisa. Namun para kreasionis tidak ada kesulitan untuk menjelaskannya. Tetapi bahkan <i>kita<\/i> pun tidak habis pikir ketika kita mengingat bahwa Yesus rela mencurahkan darahNya untuk menyelamatkan yang terhilang.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 24 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org) Berikut ini dari CreationMoments.com, 21 November 2016: \u201cSelama bertahun-tahun, Creation Moments telah menyajikan banyak fakta menarik tentang darah, tetapi sebuah studi baru dari University of Rochester Medical Center bisa jadi adalah yang &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2016\/12\/ayo-cepat-sel-darah\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[949,3],"tags":[],"class_list":["post-2749","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kesehatan-medical","category-science_n_bible"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2749","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2749"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2749\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2750,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2749\/revisions\/2750"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}