{"id":2804,"date":"2017-03-11T12:07:27","date_gmt":"2017-03-11T05:07:27","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2804"},"modified":"2017-03-11T12:07:27","modified_gmt":"2017-03-11T05:07:27","slug":"sekolah-theologi-mendorong-para-profesor-mereka-untuk-menggunakan-bahasa-yang-netral-gender-ketika-mengacu-pada-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2017\/03\/sekolah-theologi-mendorong-para-profesor-mereka-untuk-menggunakan-bahasa-yang-netral-gender-ketika-mengacu-pada-allah\/","title":{"rendered":"Sekolah Theologi Mendorong Para Profesor Mereka untuk Menggunakan Bahasa yang Netral-Gender Ketika Mengacu pada Allah"},"content":{"rendered":"<p><strong><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">11<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">Maret<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">201<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">7<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">, sumber: <\/span><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Berikut ini disadur dari \u201cVanderbilt, Duke Divinity Schools,\u201d TruthRevolt.org, 17 Jan. 2017: \u201cDua sekolah theologi terkenal di negara ini [Amerika Serikat], kini menganjurkan para profesor mereka untuk menghilangkan kata ganti maskulin ketika mengacu kepada Allah dan mencoba untuk mengadakan \u2018eksplorasi bahasa baru untuk Allah.\u2019 HeatStreet menemukan bahwa dalam katalog Vanderbilt tahun 2015-2016, sekolah theologi tersebut telah memutuskan untuk \u2018secara terus menerus dan eksplisit\u2019 memakai \u2018bahasa inklusif, terutama dalam hubungannya dengan pribadi Ilahi, sebagai cara untuk mengurangsi sexisme.\u2019 Ini bukanlah konsep yang baru, karena garis-garis panduan ini telah muncul pada tahun 1999, menurut Dekan Theologi, Melissa Snarr. Dokumen yang lama menekankan bahwa setiap nama Allah tidaklah selalu ber-gender dan menyatakan bahwa \u2018gelar, kata ganti, dan gambaran Allah yang maskulin telah menjadi batu penjuru bagi patriarki.\u2019 Telah dilaporkan bahwa Vanderbilt tidak memaksakan perubahan ini sebagai sesuatu yang diharuskan, dan Snarr berkata, \u2018Ini tergantung pada penafsiran setiap individu profesor bagi kelas mereka dan ini hanyalah usulan bukan keharusan.\u2019 Sekolah Theologi Duke juga memiliki garis panduan yang serupa, menyerukan \u2018pengembangan bahasa yang lebih inklusif bagi Allah\u2019 dan menghindari kata ganti maskulin. \u2018Allah\u2019 atau \u2018Allah sendiri\u2019 sudah cukup. Daripada mengatakan \u2018Allah Bapa\u2019 (God the father), seorang profesor di Duke didorong untuk mengatakan \u2018Allah orang tua\u2019 (God the parent). Contoh lain: \u2018Allah adalah ayah yang menyambut putranya, tetapi Dia juga wanita yang mencari koin yang hilang.\u2019\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 11 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org) Berikut ini disadur dari \u201cVanderbilt, Duke Divinity Schools,\u201d TruthRevolt.org, 17 Jan. 2017: \u201cDua sekolah theologi terkenal di negara ini [Amerika Serikat], kini menganjurkan para profesor mereka untuk menghilangkan kata ganti maskulin ketika &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2017\/03\/sekolah-theologi-mendorong-para-profesor-mereka-untuk-menggunakan-bahasa-yang-netral-gender-ketika-mengacu-pada-allah\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-2804","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kesesatan-umum-dan-new-age"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2804"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2804\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2805,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2804\/revisions\/2805"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}