{"id":2873,"date":"2017-07-01T11:51:50","date_gmt":"2017-07-01T04:51:50","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=2873"},"modified":"2017-09-21T12:30:42","modified_gmt":"2017-09-21T05:30:42","slug":"metode-pembaptisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2017\/07\/metode-pembaptisan\/","title":{"rendered":"Metode Pembaptisan"},"content":{"rendered":"<p align=\"center\">\n<p align=\"center\"><span style=\"font-family: Georgia,serif;\"><span style=\"font-size: x-large;\"><b>Bolehkah Pemercikan, Penuangan, atau Cara-Cara Lain, Menggantikan Pembaptisan?<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"center\">oleh Dr. Steven E. Liauw<\/p>\n<p>Topik pembaptisan memang adalah topik yang banyak menjadi bahan diskusi, bahkan perdebatan, dalam kekristenan. Ada banyak aspek dari baptisan yang diperdebatkan, misalnya, makna baptisan (apakah perlu untuk keselamatan, untuk apa dibaptis), siapa yang boleh dibaptis (subjek baptisan), metode pembaptisan (selam, tuang, percik, kibar bendera?), atau siapa yang berhak membaptis. Pada artikel ini, pembahasan akan difokuskan pada Metode\/Mode Pembaptisan, sedangkan aspek-aspek lain tidak akan dibahas, atau hanya akan disinggung sekilas saja.<\/p>\n<p>Mengenai bagaimana cara membaptis (metode\/mode baptisan), ada beberapa posisi, antara lain:<\/p>\n<p>A. Posisi bahwa membaptis berarti menyelamkan\/membenamkan, sesuai dengan arti kata <i>baptizo<\/i>, sehingga jika seseorang tidak dimasukkan ke dalam (air), maka orang itu belum dibaptis (air). Artikel ini memegang posisi pertama ini, dan akan memperlihatkan alasan dan argumen alkitabiahnya.<\/p>\n<p>B. Posisi bahwa memang kata <i>baptizo<\/i> berarti menyelamkan, tetapi bahwa hal ini tidak terlalu penting untuk dipertahankan, karena yang penting adalah \u201cmakna\u201d baptisan, bukan caranya.<\/p>\n<p>C. Posisi bahwa kata <i>baptizo<\/i> bukan hanya berarti menyelamkan, tetapi bisa berarti hal-hal lain, seperti mencuci, atau bahkan memercik dan menuang. Oleh karena itu, baptisan bisa dengan cara menyelamkan, mencurahkan, atau memercik.<\/p>\n<p>D. Posisi bahwa baptisan yang benar (atau lebih benar) adalah melalui pemercikan\/pencurahan, dan bahwa praktek penyelaman justru adalah salah, atau minimal kurang disetujui. Posisi ini sering mengetengahkan bahwa Tuhan Yesus dan orang-orang Kristen abad pertama dipercik atau dituang.<\/p>\n<p>Posisi A dan D saling bertolak belakang secara fundamental, sedangkan posisi B dan C memperbolehkan baik penyelaman maupun cara-cara lain seperti pemercikan dan pencurahan. Tentunya keempat posisi ini tidak mungkin semuanya benar. Banyak orang yang menentukan posisinya berdasarkan tradisi gerejanya, tetapi kebenaran hanya dapat ditentukan berdasarkan fakta-fakta, dan terutama fakta-fakta dalam Alkitab. Tuhan Yesus memerintahkan agar orang-orang yang percaya padaNya menjadikan segala bangsa muridNya dan <i>menyelamkan<\/i> mereka dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Berikut adalah dasarnya:<\/p>\n<p><b>I. Alkitab menggunakan kata <i>baptizo<\/i><\/b><\/p>\n<p>Tidak diperdebatkan bahwa Tuhan memerintahkan agar orang Kristen membaptis. Jadi, langkah yang paling mendasar dan pertama adalah untuk memahami apa arti dari kata \u201cbaptis.\u201d Untuk memahami arti suatu kata, diperlukan kamus, atau penyelidikan langsung tentang bagaimana suatu kata dipakai.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Perlu dipahami bahwa Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, dan kata \u201cbaptis\u201d berasal dari kata Yunani <i>baptizo<\/i>. Dulu orang pernah berpikir bahwa Alkitab ditulis dengan suatu bahasa Yunani yang spesial, yang ilahi, yang tidak dikenal oleh orang pada umumnya. Tetapi ini adalah asumsi yang salah, dan dengan berkembangnya ilmu Arkeologi, dan ditemukannya berbagai papirus dan dokumen-dokumen Yunani dari sekitar abad pertama, ditemukan bahwa bahasa Yunani dalam Perjanjian Baru sama dengan bahasa Yunani yang umum dipakai pada waktu itu, sehingga disebut Yunani Koine (Koine artinya umum atau biasa). Demikian juga, kata <i>baptizo<\/i> bukanlah suatu kata yang spesial, melainkan kata yang umum dipakai dan memiliki arti yang umum diketahui orang.<\/p>\n<p>Penting untuk diingat bahwa yang harus dicari adalah makna kata <i>baptizo<\/i> dalam bahasa Yunani dalam pemakaiannya pada abad pertama, atau pada masa sekitar penulisan Alkitab. Jika seseorang mencari arti kata \u201cbaptis\u201d berdasarkan kamus modern, maka ia akan sampai pada kesimpulan yang salah, karena kamus modern mempertimbangkan pemakaian kata \u201cbaptis\u201d di dunia kekristenan selama 2000 tahun terakhir, yang bisa jadi memasukkan arti-arti yang tidak ada pada <i>baptizo<\/i> di abad pertama. Sebagai contoh, dalam kamus Merriam-Webster online (<a href=\"http:\/\/www.merriam-webster.com\/\">www.merriam-webster.com<\/a>, Juni 2017), definisi dari \u201cbaptize\u201d sebagai kata kerja transitif adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><em>1<\/em> <em>religion<\/em> : to administer baptism (see <a href=\"https:\/\/www.merriam-webster.com\/dictionary\/baptism\">baptism <\/a>1) to <em>baptize a child in the Episcopal Church<\/em> <em>was baptized a Catholic as an infant<\/em><\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><em>2a<\/em> : to purify or cleanse spiritually especially by a purging (see <a href=\"https:\/\/www.merriam-webster.com\/dictionary\/purge#h1\"><sup>1<\/sup><\/a><a href=\"https:\/\/www.merriam-webster.com\/dictionary\/purge#h1\">purge <\/a>1) experience or ordeal <em>\u2026 baptized with pain and rapture, tears and fire \u2026 \u2014 Sidney Lanier<\/em><\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><em>b<\/em> : <a href=\"https:\/\/www.merriam-webster.com\/dictionary\/initiate\">initiate<\/a> <em>Both developments were baptized under last season&#8217;s conditions of scanty snow \u2026 \u2014 New York Times<\/em><\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><em>3<\/em> : to give a name to (as at baptism) :\u00a0 <a href=\"https:\/\/www.merriam-webster.com\/dictionary\/christen\">christen<\/a> <em>They baptized their son &#8220;John&#8221; after the baby&#8217;s grandfather.<\/em><\/p>\n<p>Arti pertama yang diberikan oleh Merriam-Webster tidak banyak membantu, karena menggunakan ulang kata \u201cbaptisan\u201d dalam definisi apa itu \u201cmembaptis.\u201d Selanjutnya, dapat juga terlihat, bahwa kata \u201cmembaptis\u201d modern ini bisa berarti memberi nama kepada seorang bayi (arti ketiga), atau memurnikan, membersihkan secara rohani terutama melalui suatu pengalaman yang mengikis, atau bahkan memulai sesuatu (arti kedua). Jelas akan terlihat nanti, bahwa kedua arti ini sama sekali tidak ada dalam kata <i>baptizo<\/i> pada waktu penulisan Alkitab, melainkan adalah perkembangan arti \u201cmembaptis\u201d setelah dipraktekkan oleh berbagai denominasi gereja.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah definisi dari <i>baptizo<\/i> berdasarkan beberapa lexicon\/kamus Yunani yang berfokus ke abad pertama:<\/p>\n<p>1. Lexicon Liddell-Scott. Lexicon Liddell-Scott ini sangat berguna, karena ini lexicon Yunani umum, jadi bukan lexicon Alkitab saja. Ada banyak Lexicon Yunani yang hanya berfokus pada Alkitab (yaitu hanya mendefinisikan kata-kata yang ada dalam Alkitab), tetapi Liddell-Scott mencakup semua tulisan Yunani kuno. Liddell-Scott mendefinisikan <i>baptizo <\/i>sebagai berikut: \u201c<span lang=\"en-US\"><i>to dip in or under water<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">,<\/span>\u201d dengan kata lain \u201cmencelupkan ke dalam atau ke bawah air.\u201d Liddell-Scott juga memberikan pemakaian metaforik, seperti terbaptis (terbenam) dalam hutang, atau dalam anggur.<a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote1sym\" name=\"sdfootnote1anc\"><sup>1<\/sup><\/a><\/p>\n<p>2. Lexicon Thayer.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\"><b>1. <\/b><\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\">properly, <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\"><i>to dip repeatedly, to immerge, submerge <\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\">(of vessels sunk, Polybius 1, 51, 6; 8, 8, 4; of animals, Diodorus 1, 36). <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\"><b>2. <\/b><\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\"><i>to cleanse by dipping or submerging, to wash, to make clean with water<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\">; in the middle and the 1 aorist passive <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\"><i>to wash oneself, bathe<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\">; so Mark 7:4 (where WH text <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: SBL Greek,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"el-GR\">???????????<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\">); Luke 11:38 (2 Kings 5:14 <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: SBL Greek,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"el-GR\">?????????? ?? ?? ???????<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\">, for <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Lucida Sans;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"hi-IN\"><span style=\"font-family: SBL Hebrew;\"><span style=\"font-size: large;\"><span lang=\"he-IL\">?????<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\">; Sir. 31:30 (Sir. 34:30; Judith 12:7). <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\"><b>3. <\/b><\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\">metaphorically, <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\"><i>to overwhelm,<\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>Dalam definisi pertama, Thayer memberikan arti yang <i>proper<\/i>, yang mendasar dan fundamental, dari kata <i>baptizo<\/i>, yaitu untuk mencelupkan, membenamkan, menyelamkan. Thayer menambahkan bahwa kata <i>baptizo<\/i> juga bisa berarti \u201cmencuci\u201d atau \u201cmembasuh\u201d dengan cara mencelupkan atau membenamkan. Juga ada arti metaforis, yaitu <i>overwhelm<\/i> (terlingkupi oleh sesuatu). Terlihat bahwa dalam semua arti ini, arti dasar yaitu \u201cmembenam\u201d ke dalam sesuatu, tidaklah hilang.<\/p>\n<p>3. Definisi Strong.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\">1) to dip repeatedly, to immerse, to submerge (of vessels sunk) 2) to <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"en-US\">cleanse by dipping or submerging, to wash, to make clean with water, to wash one&#8217;s self, bathe 3) to overwhelm <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>Definisi yang diberikan oleh Strong tidak jauh berbeda dari Thayer. Arti dasar dari <i>baptizo<\/i> adalah mencelupkan atau menyelamkan, dan dapat juga berarti membersihkan dengan cara membenamkan.<\/p>\n<p>4. Kumpulan lexicon lain. Berikut adalah ringkasan dari sejumlah lexicon tentang arti <i>baptizo<\/i>.<a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote2sym\" name=\"sdfootnote2anc\"><sup>2<\/sup><\/a><\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">1. Bagster\u2019s Lexicon, baptizo: to dip, immerse.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">2. Bass\u2019 Lexicon, baptizo: to dip, immerse, or plunge in water.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">3. Bloomfield\u2019s Lexicon, baptizo: to immerse, or sink anything in water, or other liquid.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">4. Bretschneider\u2019s Lexicon, baptizo: to immerse into water, to submerge.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">5. Bullinger\u2019s Lexicon, baptizo: to immerse for a religious purpose.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">6. Constantine\u2019s Lexicon, baptizo: immerse, plunge, dip.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">7. Cremer\u2019s Lexicon, baptizo: immerse, submerge.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">8. Dawson\u2019s Lexicon, baptizo: to dip or immerse in water.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">9. Dunbar\u2019s Lexicon, baptizo: to dip, immerse, submerge, plunge, sink, overwhelm.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">10. Green\u2019s Lexicon, baptizo: to dip, immerse, to cleanse or purify by washing.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">11. Greenfield\u2019s Lexicon, baptizo: to immerse, immerge, submerge, sink.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">12. Grimm\u2019s Lexicon, baptizo: to cleanse by dipping or submerging, to wash, to make clean with water.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">13. Groves\u2019 Lexicon, baptizo: to dip, immerse, immerge, plunge, to wash.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">14. Hedericus\u2019 Lexicon, baptizo: plunge, immerse, cover with water.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">15. Jones\u2019 Lexicon, baptizo: I plunge-plunge in water, dip.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">16. Leigh\u2019s Lexicon, baptizo: the native and proper signification of it is to dip into water, or to plunge under water.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">17. Liddell and Scott\u2019s Lexicon, baptizo: to dip in or under water.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">18. Maltby\u2019s Lexicon, baptizo: immergo, to plunge, to immerse.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">19. Parkhust\u2019s Lexicon, baptizo: to dip, immerge, or plunge in water.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">20. Pickering\u2019s Lexicon, baptizo: to dip, to dip under, to plunge, to steep, dye, or color.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">21. Robinson\u2019s Lexicon, baptizo: to immerse, to sink.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">22. Robson\u2019s Lexicon, baptizo: to dip in, immerse, to tinge, dye.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">23. Scapula\u2019s Lexicon, baptizo: to dip, to immerse.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">24. Schleusner\u2019s Lexicon, baptizo: properly, to immerse, to dip in, to dip into water.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">25. Schrevelius\u2019 Lexicon, baptizo: to baptize, dip, immerse, wash, cleanse.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">26. Sophocles\u2019 Lexicon, baptizo: to dip, to immerse, to sink.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">27. Stephanus\u2019 Lexicon, baptizo: plunge, immerse, likewise dip which is done by plunging.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">28. Stockius\u2019 Lexicon, baptizo: generally and by force of the word it has the notion of dipping in and of immersing.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">29. Thayer\u2019s Lexicon, baptizo: to dip repeatedly, to immerge, submerge.\u00a0 To cleanse by dipping or submerging, to wash, to make clean with water.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">30. Wright\u2019s Lexicon, baptizo: dip, immerse, plunge, saturate, baptize, humble, overwhelm.<\/p>\n<p>5. Kesaksian para pemercik<\/p>\n<p>Ada orang-orang yang mempraktekkan pemercikan (karena tradisi), tetapi cukup jujur untuk mengakui bahwa <i>baptizo<\/i> memiliki arti menyelamkan. Contoh yang terkenal adalah tokoh-tokoh Reformasi. Kalvin, Luther, dan Beza, adalah tokoh-tokoh reformasi, dan kesaksian mereka signifikan karena pada zaman itu orang-orang terpelajar memang fasih dengan bahasa Yunani karena bahasa Yunani adalah salah satu bahasa akademia yang wajib dipelajari. Jadi, orang-orang ini sangat familiar dengan kata-kata Yunani, termasuk <i>baptizo<\/i>. Tambahan lagi, mereka ini adalah orang-orang yang memercik, sehingga tidak memiliki kepentingan theologis untuk mendukung posisi kaum Baptis, tetapi ketulusan akademia mereka membuat mereka mengakui arti kata <i>baptizo<\/i> yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Kalvin berkata:<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">\u201cThe word baptize, signifies to immerse; and the rite of immersion was observed by the ancient church.\u201d (Institutes of Christian Religion, book iv, ch. 15). Terjemahan: \u201cKata membaptis berarti menyelamkan; dan ritus penyelaman dilakukan oleh gereja mula-mula.\u201d<\/p>\n<p>Luther memberi pernyataan berikut:<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">\u201cThe term baptism, is a Greek word. It may be rendered a dipping, when we dip something in water, that it may be entirely covered with water. And though the custom be quite abolished among the generality (for neither do they entirely dip children, but only sprinkle them with a little water,) nevertheless they ought to be wholly immersed, and presently to be drawn out again; for the etymology of the word seems to require it\u201d (dalam karyanya De Sacramento Baptismi dikutip dari karya Dr. Du Veil tentang Kis. 8:38). Terjemahan: \u201cIstilah baptisan, adalah kata Yunani. Ia dapat diterjemahkan suatu pencelupan, [seperti] ketika kita mencelupkan sesuatu ke dalam air, sehingga seluruhnya tertutup oleh air. Dan walaupun kebiasaan ini sudah hampir hilang pada umumnya (karena mereka tidak mencelupkan anak-anak sepenuhnya, tetapi hanya memercik mereka dengan sedikit air,) namun mereka seharusnya sepenuhnya diselamkan, dan segera ditarik keluar lagi; karena etimologi kata ini kelihatannya mengharuskan demikian.\u201d<\/p>\n<p>Beza:<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">\u201cChrist commanded us to be baptized; by which word it is certain immersion is signified . . . . Nor does baptizein signify to wash, except by consequence: for it properly signifies to immerse . . . To be baptized in water, signifies no other than to be immersed in water, which is the external ceremony of baptism\u201d (Epistola II. ad Thom. Tilium, [apud Spanhem. Dub. Evang. Pars iii. Dub. 24] Annotat. in Marc. vii. 4. Acts xix. 3; Matt. Iii. 11., dikutip dalam Abraham Booth, Paedobaptism Examined, vol 1. hal. 42). Terjemahan: \u201cKristus memerintahkan kita untuk dibaptis; dengan kata ini sudah pasti penyelaman yang dimaksudkan . . . . Dan baptizein tidak berarti mencuci, kecuali sebagai konsekuensi [dari penyelaman]: karena tepatnya dia berarti menyelamkan . . . Dibaptis dalam air berarti tidak lain dari diselamkan di dalam air, yang adalah seremoni eksternal baptisan.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>6. Pemeriksaan Data Literatur<\/p>\n<p>Karena kaum pemercik sering terus mempermasalahkan arti dari <i>baptizo<\/i>, seorang Kristen yang sekaligus adalah ahli bahasa Yunani, Thomas Jefferson Conant, memutuskan untuk melakukan studi yang menyeluruh (<i>exhaustive<\/i>) terhadap makna dari kata <i>baptizo<\/i>. Dia berkonsultasi dengan semua tulisan-tulisan Yunani kuno yang tersedia, dan mencari penggunaan kata <i>baptizo<\/i> dalam semua literatur Yunani kuno yang tersedia. Dengan demikian, dia mendaftarkan semua penggunaan <i>baptizo<\/i> dalam literatur waktu itu, dan menyelidiki artinya dalam konteks masing-masing.<\/p>\n<p>Dia menarik kesimpulan berikut setelah menyelesaikan penelitiannya yang menyeluruh, yang melibatkan ratusan kutipan dari buku-buku Yunani kuno: (T.J. Conant, <i>The Meaning and Use of Baptizein<\/i>, Wakeman Great Reprints, 2002, hal. 105-106).<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">1. From the preceding examples it appears, that the ground-idea expressed by this word is, <i>to put into or under water<\/i> (or other penetrable substance), so as entirely <i>to immerse <\/i>or <i>submerge<\/i>; that this act is always expressed in the literal application of the word, and is the basis of its metaphorical uses. This ground-idea is expressed in English, in the various connections where the word occurs, by the terms (synonymous in this ground-element) <i>to immerse, immerge, submerge, to dip, to plunge, to inbathe, to whelm<\/i>.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">2. These examples are drawn from writers in almost every department of literature and science; from poets, rhetoricians, philosophers, critics, historians, geographers; from writers on husbandry, on medicine, on natural history, on grammar, on theology; from almost every form and style of composition, romances, epistles, orations, fables, odes, epigrams, sermons, narratives; from writers of various nations and religions, Pagan, Jew, and Christian, belonging to many different countries, and through a long succession of ages.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">3. In all, the word has retained its ground meaning, without change.From the earliest age of Greek literature down to its close (a period of about two thousand years), not an example has been found, in which the word has any other meaning. There is no instance, in which it signifies to make a partial application of water by <i>affusion<\/i> or <i>sprinkling<\/i>, or <i>to cleanse, to purify,<\/i> apart from the literal act of immersion as the <i>means of <\/i>cleansing or purifying.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">i. Dari contoh-contoh sebelumnya terlihat bahwa ide dasar yang diekspresikan oleh kata ini adalah, <i>memasukkan ke dalam atau ke bawah air <\/i>(atau zat lainnya yang dapat ditembusi), sehingga secara keseluruhan <i>membenamkan <\/i>atau <i>menyelamkan<\/i>; bahwa aksi ini selalu diekspresikan dalam aplikasi literal dari kata ini, dan adalah dasar dari pemakaian metaforikanya. Ide dasar ini diekspresikan dalam bahasa Inggris, dengan berbagai hubungan dalam munculnya kata ini, dengan istilah-istilah (yang sinonim dengan elemen dasar ini) <i>to immerse, immerge, submerge, to dip, to plunge, to inbathe, to whelm<\/i>.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">ii. Contoh-contoh ini diambil dari penulis-penulis dari hampir semua departemen literatur dan sains; dari pujangga-pujangga, pembicara-pembicara, filsuf-filsuf, kritikus-kritikus, sejarahwan-sejarahwan, ahli-ahli geografi; dari orang-orang yang menulis tentang peternakan, tentang obat-obatan, tentang sejarah alam, tentang grammar, tentang theologi; dari hampir semua bentuk dan gaya komposisi, romansa, surat-surat, orasi, fabel, lagu-lagu, epigram, khotbah-khotbah, narasi-narasi; dari penulis-penulis dari berbagai negara dan agama, Kafir, Yahudi, dan Kristen, yang ada di berbagai negara berbeda, dan melalui zaman-zaman yang panjang.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">iii. Dalam semuanya itu, kata ini telah mempertahankan arti dasarnya, tanpa perubahan. Dari zaman literatur Yunani yang paling awal hingga selesainya (suatu periode hampir dua ribu tahun), tidak ada satu contoh pun ditemukan, yang di dalamnya kata ini memiliki pengertian yang berbeda. Tidak ada contoh, yang di dalamnya kata ini berarti memakai air secara parsial melalui <i>pencurahan <\/i>atau <i>pemercikan<\/i>, atau untuk <i>membersihkan, memurnikan<\/i>, tanpa ada tindakan literal memasukkan ke dalam air, sebagai <i>cara <\/i>pembersihan atau pemurnian.<\/p>\n<p>Penelitian yang dilakukan oleh Conant ini sudah dipublikasikan sejak tahun 1860an, dan terbuka untuk dikritik ataupun dibantah oleh siapapun. Pada kenyataannya, tidak ada yang sanggup membantahnya hingga hari ini.<\/p>\n<p>Dari data-data di atas, sudah muncul kesimpulan bahwa arti dari <i>baptizo<\/i> adalah menyelamkan, mencelupkan, atau membenamkan. Medium pencelupan tidak diatur oleh kata <i>baptizo<\/i> itu dengan sendirinya, tetapi untuk tujuan upacara Kristen, jelas mediumnya adalah air (lihat misal Kis. 10:47; Yoh. 3:23). Dengan demikian, dari empat posisi yang disebut pada awal artikel, posisi D jelas salah.<\/p>\n<p>Namun demikian, orang-orang yang mendukung pemercikan atau pencurahan, terkadang belum bisa menerima fakta ini, dan masih mempermasalahkan definisi dari <i>baptizo<\/i>. Jadi, berikut ini akan dijawab beberapa sanggahan mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>7. Menjawab sanggahan terhadap definisi <i>baptizo<\/i><\/p>\n<p>a. Markus 7:4 \u201c<span lang=\"en-US\">dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga <\/span><span lang=\"en-US\">[dan meja-meja]\u201d<\/span> <span lang=\"en-US\">(Mar. 7:4 <\/span><span lang=\"en-US\">dengan tambahan dari TR di akhir). <\/span><\/p>\n<p><span lang=\"en-US\"> Kata \u201cmembersihkan\u201d berasal dari kata <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> dan<\/span><span lang=\"en-US\"> kata \u201chal mencuci\u201d berasal dari kata <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptismos<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">. <\/span><span lang=\"en-US\">Para pemercik sering menggunakan ayat ini untuk berkata bahwa <\/span><span lang=\"en-US\">ini bukti <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> bisa berarti mencuci, atau mencurah, atau memercik. Tetapi, sebenarnya ayat ini tidak mendukung pola pikir seperti itu. Dalam Lexicon dan kamus-kamus Yunani kuno, memang <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> bisa diartikan mencuci atau membasuh, tetapi dalam konteks mencuci atau membasuh dengan cara mencelupkan atau membenamkan. Dan tidak ada lexicon yang mengatakan bahwa <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> bisa berarti memercik atau meneteskan atau menuangkan air. <\/span><\/p>\n<p><span lang=\"en-US\"> Jadi, apakah Markus 7:4 menimbulkan permasalahan bagi definisi yang tertera di lexicon-lexicon? Sama sekali tidak. Markus 7:4 pertama memberitahu bahwa orang Yahudi, setelah pulang dari pasar, memiliki kebiasaan <\/span><span lang=\"en-US\"><i>membaptis <\/i><\/span><span lang=\"en-US\">diri. Oleh KJV kata ini diterjemahkan \u201cwash,\u201d dan oleh ITB diterjemahkan \u201cmembersihkan.\u201d Sesuai dengan informasi linguistik dari lexicon dan ahli bahasa, mencuci atau membersihkan diri di sini dalam konteks membenamkan diri. Apakah hal ini tidak bisa terjadi, sehingga harus dicari arti lain bagi <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">? Tidak sama sekali. Manusia sejak zaman dulu hingga hari ini banyak yang mandi atau membersihkan diri dengan cara membenamkan diri, baik itu di kolam, di <\/span><span lang=\"en-US\"><i>bathtub<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">, atau di sungai, atau di banyak tempat lain. Jadi, tidak ada masalah logis ataupun historis untuk memahami bahwa orang Yahudi sering membersihkan diri dengan cara membenamkan diri. <\/span><span lang=\"en-US\">Apalagi jika, bersama dengan banyak komentator Alkitab (misal John Gill), membersihkan diri di sini dipahami sebagai membersihkan <\/span><span lang=\"en-US\"><i>tangan<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">, yaitu mencelupkan tangan ke dalam bejana pembersihan. Ini cocok dengan apa yang tertulis dalam Lukas 11:38, \u201c<\/span><span lang=\"en-US\">Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci <\/span><span lang=\"en-US\">[secara literal \u201cmencelupkan,\u201d dari <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">] <\/span><span lang=\"en-US\">tangan-Nya sebelum makan<\/span><span lang=\"en-US\">.\u201d Jadi, tidak ada apa-apa yang tidak sesuai <\/span><span lang=\"en-US\">dengan arti <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo <\/i><\/span><span lang=\"en-US\">dalam informasi pertama ayat ini<\/span><span lang=\"en-US\">, dan oleh karena itu tidak meruntuhkan arti dasar <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo <\/i><\/span><span lang=\"en-US\">yaitu mencelupkan. <\/span><\/p>\n<p><span lang=\"en-US\"> Lalu, Markus 7:4 juga memberitahu kita bahwa orang Yahudi memiliki warisan tradisi berupa <\/span><span lang=\"en-US\"><i>pembaptisan<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> cawan, kendi, perkakas tembaga, dan meja (kata meja ada di Textus Receptus, walaupun tidak ada di Critical Text ataupun ITB). Kata ini diterjemahkan \u201cwashing\u201d oleh KJV, dan \u201chal mencuci\u201d oleh ITB. Sekali lagi, menurut lexicon, mencuci di sini dalam konteks mencelupkan ke dalam air. Apakah hal ini tidak mungkin, sehingga harus dicari arti lain bagi <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">? Sama sekali tidak! Sampai hari ini pun ada banyak orang yang mencuci piring, kendi, bejana, dan barang-barang lain, dengan <\/span><span lang=\"en-US\">cara mencelupkannya ke dalam air. Orang Indonesia pasti sering melihat ini dilakukan oleh para penjual makanan kaki lima, seperti tukang siomai, tukang sate, dan lain sebagainya. Jadi, tidak ada masalah sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"en-US\"> Tetapi, bagaimana dengan meja? <\/span><span lang=\"en-US\">Kata meja ini berasal dari kata <\/span><span lang=\"en-US\"><i>kline<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> dalam bahasa asli Yunaninya. Banyak pembaca yang membayang meja modern dalam ayat ini, meja dengan ketinggian lebih dari satu meter, tetapi tidaklah demikian. Kata <\/span><span lang=\"en-US\"><i>kline<\/i><\/span> <span lang=\"en-US\">(dasar kata \u201crecline\u201d dalam Inggris) lebih seperti tempat pembaringan, <\/span><span lang=\"en-US\">dan <\/span><span lang=\"en-US\">di <\/span><span lang=\"en-US\">ayat-ayat lain<\/span><span lang=\"en-US\"> diterjemahkan tempat tidur <\/span><span lang=\"en-US\">(9 kali diterjemahkan \u201cbed\u201d oleh KJV, 1 kali sebagai \u201ctable\u201d)<\/span><span lang=\"en-US\">. <\/span><span lang=\"en-US\">T<\/span><span lang=\"en-US\">empat tidur <\/span><span lang=\"en-US\">yang dimaksud juga bukan seperti springbed hari ini.<\/span><span lang=\"en-US\"> Ini adalah tempat tidur <\/span><span lang=\"en-US\">yang dapat ditenteng (<\/span><span lang=\"en-US\"><i>portable<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">)<\/span><span lang=\"en-US\">, yang bisa dibawa-bawa oleh satu orang. \u201cMaka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya (<\/span><span lang=\"en-US\"><i>kline<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">)\u201d (Mat. 9:2). \u201cBangunlah, angkatlah tempat tidurmu (<\/span><span lang=\"en-US\"><i>kline<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">) dan pulanglah ke rumahmu!\u201d (Mat. 9:6). \u201cLalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur (<\/span><span lang=\"en-US\"><i>kline<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">)\u201d (Luk. 5:18). Kata ini memang bisa juga diterjemahkan meja, karena cara makan orang Yahudi pada waktu itu adalah dengan berbaring pada sisi mereka. Jadi, adat istiadat <\/span><span lang=\"en-US\">mereka <\/span><span lang=\"en-US\">sangat berbeda <\/span><span lang=\"en-US\">dari kebiasaan hari ini<\/span><span lang=\"en-US\">. Meja atau tempat tidur ini mirip suatu \u201cusungan\u201d karenanya rupanya mudah dibawa ke mana-mana. <\/span><span lang=\"en-US\">Dan sangatlah mungkin untuk mencelupkan tempat tidur atau meja <\/span><span lang=\"en-US\"><i>portable<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> ini dalam proses pencuciannya. Bahkan dalam Perjanjian Lama, jika sesuatu menjadi najis, tidak peduli apapun itu, benda itu harus masuk ke dalam air. <\/span><\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><span lang=\"en-US\">Dan segala sesuatu menjadi najis, kalau seekor yang mati dari binatang-binatang itu jatuh ke atasnya: perkakas kayu apa saja atau pakaian atau kulit atau karung, setiap barang yang dipergunakan untuk sesuatu apapun, <\/span><span lang=\"en-US\"><b>haruslah dimasukkan ke dalam air<\/b><\/span><span lang=\"en-US\"> dan menjadi najis sampai matahari terbenam, kemudian menjadi tahir pula.<\/span> <span lang=\"en-US\">(<\/span><span lang=\"en-US\">Imamat<\/span><span lang=\"en-US\"> 11:32).<\/span><\/p>\n<p>Jadi, tidaklah terlalu aneh bagi orang Yahudi untuk mencelupkan <i>kline<\/i> mereka ini. Tidak ada keharusan untuk mencari arti lain bagi <i>baptizo<\/i>.<\/p>\n<p>Mengenai ayat Markus 7:4 ini, komentator John Gill, yang fasih dengan adat istiadat Yahudi, memberikan informasi.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">So that the evangelist uses the words <span lang=\"el-GR\">???????<\/span> and <span lang=\"el-GR\">?????????<\/span>, most properly, without departing from their primary and literal sense; nor could he have used words more appropriate and fit. Various rules, concerning these things, may be seen in the treatises &#8220;Celim&#8221; and &#8220;Mikvaot&#8221;. Hence it appears, with what little show of reason, and to what a vain purpose this passage is so often appealed to, to lessen the sense of the word <span lang=\"el-GR\">???????<\/span>, &#8220;baptizo&#8221;; as if it did not signify to dip, but a sort of washing, short of dipping; though what that washing is, is not easy to say, since vessels and clothes are in common washed by putting them into water, and covering them with it: this passage therefore is of no service to those who plead for sprinkling, or pouring water in baptism, in opposition to immersion; nor of any disservice, but of real use to those who practise immersion, and must confirm them in it.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\">Jadi sang penginjil menggunakan kata-kata <span lang=\"el-GR\">???????<\/span> and <span lang=\"el-GR\">?????????<\/span>,<b> <\/b>secara sangat benar, tanpa beranjak dari arti mereka yang primer dan literal; dan dia juga tidak bisa memakai kata-kata itu secara lebih cocok dan pantas lagi. Berbagai aturan, mengenai hal-hal ini, dapat dilihat dari tulisan \u201cCelim\u201d dan \u201cMikvaot\u201d. Jadi terlihat, betapa sedikitnya logika, dan betapa sia-sianya perikop ini begitu sering disebut-sebut, untuk mengurangi arti dari kata <span lang=\"el-GR\">???????<\/span>, &#8220;baptizo&#8221;; seolah-olah kata ini tidak berarti mencelupkan, tetapi semacam pencucian, yang tidak mencakup pencelupan; walaupun apa yang dimaksud dengan pencucian itu tidaklah begitu jelas, karena bejana-bejana dan pakaian biasanya dicuci dengan memasukkan mereka ke dalam air, dan menutupi mereka dengannya (air): jadi perikop ini tidak membantu bagi mereka yang mengusahakan pemercikan, atau pencurahan air dalam baptisan, berlawanan dengan penyelaman; dan juga [perikop ini] tidak membebani, tetapi malah berguna bagi mereka yang mempraktekkan penyelaman, dan mengukuhkan mereka dalam hal ini.<\/p>\n<p><b>II. Alkitab Memberitahu Bahwa Baptisan Melibatkan Air yang Banyak dan Melibatkan Turun ke dalam Air<\/b><\/p>\n<p>Setelah dibuktikan bahwa kata <i>baptizo<\/i> berarti mencelupkan atau membenamkan ke dalam suatu medium, gambaran baptisan Kristen dalam Alkitab mengukuhkan hal yang sama melalui deskripsinya. Pertama, Alkitab memberitahu bahwa upacara pembaptisan memerlukan sejumlah air yang cukup, yang tidak sedikit. Ini terlihat dari ayat-ayat berikut:<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><span lang=\"en-US\">Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis<\/span> <span lang=\"en-US\">(<\/span><span lang=\"en-US\">Y<\/span><span lang=\"en-US\">oh<\/span><span lang=\"en-US\">anes<\/span><span lang=\"en-US\"> 3:23)<\/span><\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><span lang=\"en-US\">Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: &#8220;Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?&#8221; (<\/span><span lang=\"en-US\">Kisah Para Rasul<\/span><span lang=\"en-US\"> 8:3<\/span><span lang=\"en-US\">7<\/span><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/p>\n<p>Fakta Alkitab ini mengukuhkan bahwa Yohanes Pembaptis menyelamkan orang-orang yang bertobat oleh khotbahnya. Tidak terbantahkan bahwa hanya metode penyelaman yang membutuhkan banyak air. Pemercikan dan pencurahan tidak memerlukan banyak air. Pemercikan hanya membutuhkan sebaskom air, dan itu cukup untuk ratusan bahkan ribuan orang. Seorang pendukung pemercikan pernah berkata bahwa banyaknya air tidak masalah, dan \u201clebih banyak iman lebih sedikit air, lebih sedikit iman lebih banyak air .\u201d<a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote3sym\" name=\"sdfootnote3anc\"><sup>3<\/sup><\/a> Tetapi, ini pendapat pribadi yang ditimbulkan oleh tradisi, sedangkan Yohanes Pembaptis sengaja mencari tempat yang banyak air, yang rupanya diperlukan untuk pembaptisan. Sebenarnya jumlah air tidaklah mengindikasikan apapun tentang iman seseorang, yang mengindikasikan iman seseorang adalah apakah ia taat kepada Firman Tuhan atau tidak.<\/p>\n<p>Dalam kisah tentang sida-sida dari Etiopia ternyata juga ada prinsip yang sama mengenai air. Setelah percaya pada Yesus Kristus melalui pemberitaan Filipus, sida-sida itu melihat suatu tempat yang ada air, dan meminta dibaptis. Hal ini signifikan, karena jika yang mereka lakukan adalah pemercikan, mereka tidak perlu menunggu sampai bertemu tempat yang berair. Sida-sida tersebut pastinya memiliki persediaan air minum yang cukup banyak, mengingat perjalanan mereka yang cukup jauh, dan tidaklah sulit untuk mengeluarkan segelas untuk tujuan pemercikan atau pencurahan.<\/p>\n<p>Ada sebagian orang yang berdalih dengan berkata bahwa daerah Gaza di sana tidak memiliki sungai, dan air yang dimaksud hanyalah genangan kecil yang diambil airnya untuk pemercikan. Pendapat ini tentu tidak berdasar, karena mereka yang berkata bahwa tidak ada sungai di sana tidak pernah mengecek daerah itu pada zaman Filipus. Sekitar 2000 tahun sudah berlalu, dan banyak sungai yang bisa hilang dan timbul dalam waktu itu, sehingga argumen ini tidak berdasar. Bukan hanya tidak berdasar, pendapat ini juga secara terang bertentangan dengan deskripsi Alkitab, yang berkata bahwa \u201c<span lang=\"en-US\">keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia\u201d<\/span> <span lang=\"en-US\">(<\/span><span lang=\"en-US\">Kis.<\/span><span lang=\"en-US\"> 8:38). <\/span><span lang=\"en-US\">Tentu tidak mungkin dua orang dewasa turun ke air yang hanya genangan kecil saja. Dan juga tidak ada keperluannya untuk turun ke air dan keluar dari air, jika memang hanya perlu mengambil air sedikit untuk pemercikan. Sekali lagi, deskripsi Alkitab mendukung arti kata <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">, yaitu menyelamkan.<\/span><\/p>\n<p>Melanjutkan pemikiran yang baru saja diangkat adalah fakta kedua, yaitu bahwa dalam Alkitab, gambaran pembaptisan dalam Alkitab sering disertai dengan deskripsi orang-orang bersangkutan turun ke air, dan setelah itu keluar dari air.<\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><span lang=\"en-US\">Sesudah dibaptis, <\/span><span lang=\"en-US\"><b>Yesus segera keluar dari air<\/b><\/span><span lang=\"en-US\"> dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya<\/span> <span lang=\"en-US\">(Mat. 3:16)<\/span><\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><span lang=\"en-US\">Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia <\/span><span lang=\"en-US\"><b>dibaptis di sungai Yordan<\/b><\/span><span lang=\"en-US\"> oleh Yohanes. Pada saat <\/span><span lang=\"en-US\"><b>Ia keluar dari air<\/b><\/span><span lang=\"en-US\">, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.<\/span> <span lang=\"en-US\">(Mar. 1:9<\/span><span lang=\"en-US\">-10<\/span><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><span lang=\"en-US\">Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya <\/span><span lang=\"en-US\"><b>turun ke dalam air<\/b><\/span><span lang=\"en-US\">, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka <\/span><span lang=\"en-US\"><b>keluar dari air<\/b><\/span><span lang=\"en-US\">, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.<\/span> <span lang=\"en-US\">(<\/span><span lang=\"en-US\">Kis.<\/span><span lang=\"en-US\"> 8:38<\/span><span lang=\"en-US\">-39<\/span><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/p>\n<p>Baik dalam pembaptisan terhadap Tuhan Yesus, maupun pembaptisan terhadap sida-sida dari Etiopia, keduanya masuk ke dalam air, lalu keluar dari air setelah pembaptisan itu selesai. Kaum pemercik sering berargumen bahwa tindakan masuk dan keluar dari air bukanlah tindakan pembaptisan itu sendiri. Mereka berkata bahwa \u201cmasuk ke dalam air\u201d adalah sebelum pembaptisan, dan \u201ckeluar dari air\u201d adalah setelah pembaptisan. Jadi, bagi mereka pembaptisan itu sendiri bisa saja pemercikan atau penuangan.<\/p>\n<p>Tetapi, bukan saja pemahaman demikian menyalahi arti dari kata <i>baptizo<\/i>, yang tidak pernah diartikan mencurah atau memercik dalam kamus Yunani, tetapi juga menyalahi akal sehat mengenai \u201cmasuk\u201d dan \u201ckeluar\u201d dari air ini. Gambaran yang sering diberikan oleh para pemercik adalah bahwa Tuhan Yesus dan sida-sida, dan orang-orang Kristen mula-mula lainnya, masuk ke sungai yang tingginya semata kaki, atau sepaha, lalu melakukan pemercikan di sana. Tetapi ini sungguh tidak masuk akal. Untuk apa, untuk melakukan suatu pemercikan, seseorang masuk ke dalam sungai? Bukankah jauh lebih praktis jika air itu dicedok sedikit dari sungai, lalu pemercikan dilakukan di tepi sungai, atau di tempat lainnya yang kering? Buktinya, gereja-gereja pemercik dan pencurah hari ini tidak mencari sungai atau laut, atau air yang banyak, untuk melakukan praktek mereka! Dan gereja-gereja pemercik dan penuang hari ini tidak masuk ke dalam air, dan tidak keluar dari air! Jika masuk ke dalam air dan keluar dari air tidak penting untuk pembaptisan, mengapa Yohanes Pembaptis, sida-sida dari Etiopia, dan orang-orang Kristen abad pertama melakukannya? Apakah orang zaman dulu senang main basah-basahan? Tentu tidak, itu konyol sekali. Tetapi orang yang paham arti kata <i>baptizo<\/i> tidak bingung sama sekali. Alasan orang yang dibaptis masuk ke dalam air, dan setelah itu keluar dari air, adalah karena <i>baptizo<\/i> berarti mencelupkan, dan untuk mencelupkan seseorang ke dalam air, ia perlu masuk dan keluar dari air. Ini akal sehat yang sangat cocok dengan bukti Alkitab.<\/p>\n<p>Lebih lanjut lagi, dalam Markus 1:9-10, dikatakan bahwa Yesus, \u201cIa dibaptis <i><b>di<\/b><\/i> sungai Yordan.\u201d Kata depan \u201cdi\u201d dalam frase ini berasal dari preposisi Yunani <i>eis<\/i>. Biasanya, kata <i>baptizo<\/i> dipadankan dengan preposisi <i>en<\/i>, yang paling sering berarti \u201cdi,\u201d tetapi terkadang diterjemahkan \u201cdengan.\u201d Oleh sebab itu ayat yang berbunyi \u201c<span lang=\"en-US\">Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia . . . akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api\u201d<\/span> <span lang=\"en-US\">(Mat. 3:11), <\/span><span lang=\"en-US\">lebih cocok diterjemahkan \u201cAku membaptis kamu <\/span><span lang=\"en-US\"><i><b>dalam<\/b><\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> air\u2026. Ia akan membaptis kamu <\/span><span lang=\"en-US\"><i><b>dalam<\/b><\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> Roh Kudus dan <\/span><span lang=\"en-US\"><i><b>dalam<\/b><\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> api.\u201d Tetapi para pemercik berdalih dengan berkata bahwa walaupun kata <\/span><span lang=\"en-US\"><i>en<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> dasarnya berarti \u201cdalam,\u201d tetapi juga bisa berarti \u201cdengan.\u201d Dan memang benar demikian. Tetapi, Markus 1:9 adalah ayat yang signifikan, karena di ayat ini kata <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> bukan dipadankan dengan preposisi <\/span><span lang=\"en-US\"><i>en<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">, melainkan dengan preposisi <\/span><span lang=\"en-US\"><i>eis<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">. Preposisi <\/span><span lang=\"en-US\"><i>eis<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> memiliki arti \u201cke dalam,\u201d mensinyalir adalah pergerakan ke dalam sesuatu, <\/span><span lang=\"en-US\">terutama ketika dipakai dengan kata kerja yang memiliki aksi pergerakan<\/span><span lang=\"en-US\">. <\/span><span lang=\"en-US\">Jadi, ayat ini paling baik diterjemahkan \u201cIa dibaptis <\/span><span lang=\"en-US\"><i><b>ke dalam<\/b><\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> sungai Yordan.\u201d Terlihat jelas bahwa penggunaan preposisi <\/span><span lang=\"en-US\"><i>eis<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> dengan kata <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">, sangat cocok, karena ketika seseorang mencelupkan, ia mencelupkan ke dalam sesuatu.<\/span><\/p>\n<p><b>III. Alkitab Memberitahu Bahwa Baptisan Menggambarkan Mati, Dikuburkan, dan Bangkit bersama dengan Yesus Kristus<\/b><\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><span lang=\"en-US\">Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.<\/span> <span lang=\"en-US\">(Rom<\/span><span lang=\"en-US\">a<\/span><span lang=\"en-US\"> 6:<\/span><span lang=\"en-US\">3-4<\/span><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/p>\n<p class=\"kutipan-panjang-western\"><span lang=\"en-US\">&#8230;karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.<\/span> <span lang=\"en-US\">(<\/span><span lang=\"en-US\">K<\/span><span lang=\"en-US\">ol. 2:12)<\/span><\/p>\n<p>Mengapakah Tuhan memerintahkan orang yang percaya kepadaNya untuk diselamkan? Mengapakah Tuhan tidak memerintahkan orang yang percaya untuk diputar-putar tujuh kali, atau dikibari bendara, atau diguling-gulingkan di tanah? Jelas ada elemen penggambaran di sini. Puji syukur kita tidak perlu menebak-nebak maksud Tuhan, karena Ia menyingkapkannya di dalam FirmanNya. Baik dalam Roma 6:3-4 maupun dalam Kolose 2:12, dengan jelas terlihat bahwa tindakan memasukkan seseorang ke dalam air, lalu menaikkannya kembali, menggambarkan mati bersama Tuhan, dikuburkan bersama Tuhan, untuk kemudian dibangkitkan bersama Tuhan.<\/p>\n<p>Gambaran di atas cocok dengan makna baptisan, yaitu suatu kesaksian dan pengumuman tentang perubahan status seseorang. Pada waktu Yohanes Pembaptis mulai membaptis, ia menyerukan pertobatan, dan orang-orang yang menerima perkataannya memberi diri dibaptis. Jadi, baptisan merupakan tanda pertobatan (Mat. 3:11). Orang yang bertobat, dituntut untuk melakukan sesuatu secara publik, yaitu memberi diri dibaptis, untuk menunjukkan pertobatannya. Oleh sebab itulah, ketika Yohanes Pembaptis melihat sekelompok orang ingin dibaptis dengan motivasi yang diragukan (Mat. 3:7-8), ia menuntut adanya bukti pertobatan.<\/p>\n<p>Setelah Yesus Kristus memulai pelayananNya, dan terutama setelah Ia menyelesaikan jalan keselamatan di atas kayu salib, orang yang bertobat secara benar di hadapan Allah, juga mempercayai Yesus Kristus. Bertobat dan percaya menjadi satu paket rohani (Kis. 19:4; 20:21). Oleh sebab itu, dalam Kisah Para Rasul 8:37, syarat baptisan bagi seseorang adalah jika orang itu telah sungguh percaya kepada Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Jadi, orang yang sudah bertobat dan percaya, memberi diri dibaptis untuk menjadi kesaksian publik tentang imannya. Dan pembaptisan itu sendiri menggambarkan apa yang terjadi pada dirinya, yaitu ia kini berada dalam Kristus. Ketika Kristus mati di atas kayu salib, orang percaya yang ada dalam Kristus, juga dihitung telah mati bersama Kristus. Dan ia dikuburkan bersama Kristus, dan seperti Kristus dibangkitkan, ia juga memiliki kebangkitkan. Masuk ke dalam air menggambarkan mati dan dikuburkan, lalu naik keluar dari air menggambarkan bangkit bersama Kristus. Itulah mengapa Tuhan memerintahkan <i>pembaptisan<\/i>, yaitu penyelaman. Pemercikan, penuangan, atau hal-hal lain, tidak dapat menggambarkan hal ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>IV. Menjawab Beberapa Sanggahan dari Pihak Pemercik<\/b><\/p>\n<p><b>A. Bahwa Baptisan Roh Kudus Terjadi dengan Cara Pencurahan, Sehingga Hari Ini Kita Dapat Mencurahkan, Tidak Perlu Menyelamkan<\/b><\/p>\n<p>Salah satu argumen dari kelompok pemercik yang sering mereka pakai adalah bahwa \u201cbaptisan Roh Kudus\u201d terjadi melalui cara pencurahan. Dengan demikian, mereka mau membenarkan praktek pemercikan mereka (walaupun pencurahan dan pemercikan adalah dua hal yang berbeda juga).<\/p>\n<p>Setelah bangkit dari kubur, dan sebelum Ia naik ke Sorga, Tuhan Yesus berjanji kepada murid-muridNya: \u201c<span lang=\"en-US\">Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus\u201d<\/span> <span lang=\"en-US\">(<\/span><span lang=\"en-US\">Kis.<\/span><span lang=\"en-US\"> 1:5). <\/span><span lang=\"en-US\">Janji baptisan Roh Kudus ini digenapi pada hari Pentakosta, sekitar 10 hari kemudian. <\/span><span lang=\"en-US\">Dan, ketika berkhotbah, Petrus mengutip kitab Nabi Yoel untuk menjelaskan fenomena yang terjadi pad<\/span><span lang=\"en-US\">a hari Pentakosta. \u201c<\/span><span lang=\"en-US\">T<\/span><span lang=\"en-US\">etapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel: Akan terjadi pada hari-hari terakhir demikianlah firman Allah bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia\u201d<\/span> <span lang=\"en-US\">(Act 2:16<\/span><span lang=\"en-US\">-17<\/span><span lang=\"en-US\">). <\/span><span lang=\"en-US\">Jadi, pada hari Pentakosta, terjadi pembaptisan Roh Kudus, dan juga terjadi pencurahan Roh Kudus! Apakah ini berarti argumen para pemercik\/pencurah menjadi benar, bahwa hari ini kita tidak perlu menyelamkan, melainkan boleh hanya memercik\/mencurah?<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"en-US\"> Jawabannya tentu saja tidak! Ada beberapa hal yang salah dipahami oleh para pemercik mengenai pencurahan Roh Kudus dan baptisan Roh Kudus. Pertama, kembali ke arti kata secara mendasar, \u201cmenyelamkan\u201d dan \u201cmencurahkan\u201d adalah dua kata yang berbeda. <\/span><span lang=\"en-US\">Teks Alkitab menggunakan kata yang berbeda. \u201cMembaptis\u201d adalah <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">, artinya menyelamkan atau membenamkan, sebagaimana kesaksian begitu banyak leksikon yang sudah dikutipkan di bagian sebelumnya. Kata \u201cmencurahkan\u201d adalah dari kata Yunani <\/span><span lang=\"en-US\"><i>ekkheo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">. Jika anda membaca <\/span><span lang=\"en-US\">dua <\/span><span lang=\"en-US\">kalimat bahasa Indonesia berikut: \u201c<\/span><span lang=\"en-US\">Tangki air itu bocor, dan air yang deras <\/span><span lang=\"en-US\"><b>tercurah<\/b><\/span><span lang=\"en-US\"> ke lantai dan perabotan. Perabotan-perabotan <\/span><span lang=\"en-US\"><b>terbenam<\/b><\/span><span lang=\"en-US\"> dalam air,\u201d <\/span><span lang=\"en-US\">tetap tidak ada seorang pun yang paham bahasa Indonesia, yang akan menyimpulkan bahwa pembenaman sama dengan pencurahan. Demikian juga dalam bahasa Yunani, <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> adalah pembenaman\/penyelaman, sedangkan <\/span><span lang=\"en-US\"><i>ekkheo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> adalah pencurahan. Hanya karena dua tindakan ini bersinggungan dan berkaitan dalam satu peristiwa tidak lalu menjadikannya sinonim.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"en-US\">Nah, mengenai baptisan Roh Kudus, LAI menerjemahkannya \u201cdibaptis dengan Roh Kudus,\u201d tetapi frase ini sebenarnya paling tepat diterjemahkan \u201cdibaptis dalam Roh Kudus\u201d (<\/span><span style=\"font-family: SBL Greek,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"el-GR\">?????????????<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: SBL Greek,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"el-GR\"> ?? ???????? ????<\/span><\/span><\/span><span lang=\"en-US\">), karena menggunakan preposisi <\/span><span lang=\"en-US\"><i>en<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> yang makna primer-nya adalah \u201cdi dalam.\u201d Baptisan dalam Roh Kudus adalah penggunaan abstrak\/metaforis dari kata <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">, dan penggunaan abstrak memiliki banyak contoh dalam literatur Yunani klasik. Seseorang bisa <\/span><span lang=\"en-US\"><i>terbaptis<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> (terbenam) dalam hutang, <\/span><span lang=\"en-US\"><i>terbaptis<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> (terbenam) dalam kesedihan, ataupun hal-hal lain yang abstrak. Roh Kudus adalah salah satu pribadi Allah Tritunggal, <\/span><span lang=\"en-US\">jadi tentu bukan literal seperti air. Dibaptis dalam Roh Kudus adalah terlingkupi sedemikian rupa oleh Roh Kudus sehingga seseorang terbenam di dalamNya. <\/span><\/p>\n<p><span lang=\"en-US\">Rupanya, pada hari Pentakosta, ada baptisan Roh Kudus, dan juga ada pencurahan Roh Kudus. Kedua tindakan ini berhubungan, tetapi tidak sinonim, karena kata-kata yang dipakai (<\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> dan <\/span><span lang=\"en-US\"><i>ekkheo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">) memiliki definisi tegas masing-masing. Jadi, pencurahan dan pembaptisan itu dua hal yang berbeda, tetapi dalam kasus ini berkaitan karena tindakan yang satu menghasilkan tindakan yang kedua. Tuhan mencurahkan Roh Kudus dari Sorga, dengan hasil orang-orang percaya waktu itu dibaptis (dibenamkan) dalam Roh Kudus. <\/span><\/p>\n<p><span lang=\"en-US\"> Lalu, bukankah berarti baptisan air juga boleh menggunakan pencurahan, jika baptisan Roh Kudus juga melibatkan pencurahan? Ada perbedaan yang mendasar. Pada baptisan air, air berupa kolam atau sungai atau laut, berada pada posisi di bawah. Jadi, orang yang mau dibaptislah yang turun ke air! Tetapi, pada baptisan Roh Kudus, Roh Kudus berasal dari atas, dari Sorga, manusianya di bawah, jadi Roh Kuduslah yang turun (dicurahkan) ke manusia. Itulah mengapa dalam baptisan air, selalu dikatakan manusia turun ke air, sedangkan dalam baptisan Roh Kudus, sebaliknya Roh Kudus yang turun. Itu adalah karena posisi awal air dan Roh Kudus berbeda. Tetapi hal ini sama sekali tidak menganggu-gugat arti dari <\/span><span lang=\"en-US\"><i>baptizo<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> yang artinya menyelamkan\/membenamkan. Jika itu baptisan air, maka manusia yang turun ke air dan dibenamkan dalam air. Jika itu baptisan Roh Kudus, maka Roh Kudus dicurahkan dari atas, hingga manusia itu \u201cterbenam\u201d dalam Roh Kudus. Oleh sebab itulah, pada hari Pentakosta, teks mengatakan bahwa Roh Kudus dicurahkan sedemikian rupa, sehingga \u201cpenuhlah mereka dengan Roh Kudus\u201d (Kis. 2:4), dan fenomena ini disebut juga dibaptis dalam Roh Kudus.<a class=\"sdfootnoteanc\" href=\"#sdfootnote4sym\" name=\"sdfootnote4anc\"><sup>4<\/sup><\/a><\/span><\/p>\n<p><b>B. Yang Penting Adalah \u201cDalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus,\u201d Bukan Caranya<\/b><\/p>\n<p>Satu lagi argumen yang paling sering disuguhkan oleh kelompok pemercik, adalah bahwa \u201ccara\u201d pembaptisan tidak penting, tetapi yang paling penting adalah dalam nama Siapa. Mereka berargumen bahwa selama memakai nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, hal lain menjadi tidak penting.<\/p>\n<p>Tentu saja argumen ini salah, dan kesalahan dapat terlihat jelas jika kita menarik argumen ini sampai kepada kesimpulan yang paling ekstrimnya. Jika yang penting hanyalah dalam nama \u201cBapa, Putra, dan Roh Kudus,\u201d sedangkan metodenya tidak penting, maka seharusnya bisa saja \u201cmembaptis\u201d dengan cara mengibar bendera atas seseorang, atau memotong rambut seseorang, atau menceploki seseorang dengan balon air, atau memukul seseorang, dll., asal diiringi dengan formula \u201cdalam nama&#8230;\u201d Tentu kelompok pemercik tidak akan setuju dengan cara-cara yang disebut di atas ini. Tetapi itulah konsekuensi logis dari argumen mereka jika diteruskan kepada kesimpulan akhirnya.<\/p>\n<p>Sebenarnya, ketika Tuhan memberikan suatu perintah kepada kita, seberapa kita harus memperhatikan cara melakukan perintah itu adalah tergantung seberapa spesifik \u201ccara\u201d dirumuskan dalam perintah. Karena Tuhan berkata \u201cbaptislah,\u201d maka kita sungguh harus membaptis, yaitu menyelamkan. Jika kita tidak menyelamkan, melainkan memercik, maka kita belum melakukan perintah tersebut, sekalipun ada pemakaian nama \u201cBapa, Putra, dan Roh Kudus.\u201d Jika saya menginstruksi anak saya untuk pergi ke toko dan mengembalikan uang atas nama saya, maka saya tidak akan senang jika anak saya pergi ke toko dan meminjam uang, sekalipun atas nama saya! Selain penggunaan nama siapa, yang penting untuk dicermati adalah apa isi perintah itu! Perintahnya adalah: Baptislah! Kita belum melakukan perintah itu jika kita baru dipercik, atau dicurahkan air.<\/p>\n<p>Sebaliknya, Tuhan memang tidak menspesifikasikan lebih lanjut lagi mengenai bagaimana cara menyelamkan, tetapi yang penting diselamkan. Oleh karena ini dalam gereja-gereja yang melakukan penyelaman, ada berbagai teknik. Ada yang orang yang dibaptisnya ditumbangkan ke belakang ke dalam air. Ada yang orang yang dibaptisnya didorong turun (sehingga jongkok) ke dalam air. Itu semua tidak masalah, karena Firman Tuhan hanya menspesifikasikan: baptislah! Selamkanlah! Tidak lebih spesifik lagi dari itu.<\/p>\n<p><b> C. Bagaimana Di Tempat Tidak Ada Air?<\/b><\/p>\n<p>Satu lagi yang sering ditanya adalah bagaimana jika ada orang yang perlu dibaptis di tempat yang tidak ada air? Biasanya diberikan contoh di padang gurun, di lokasi minim air, dll. Sebenarnya di dunia modern ini, pertanyaan ini lebih ke arah pertanyaan teoritis dan hipotetis, karena inisiden seperti ini jarang sekali, kalaupun ada. Di negara-negara yang penuh padang gurun, tetap ada kota-kotanya dan pusat masyarakatnya, dan di tempat-tempat itu pasti dapat ditemui air. Untuk membaptis satu hingga beberapa orang, hanya diperlukan air sebanyak bak air. Yang penting orang itu bisa masuk ke dalam air dalam posisi jongkok, atau posisi berbaring, itu sudah cukup. Seseorang bisa dibaptis dengan cara mengisi <i>bathtub<\/i> sampai hampir penuh, lalu yang bersangkutan dibenamkan seluruhnya di dalam <i>bathtub<\/i> itu. Sulit untuk membayangkan suatu kota atau bahkan desa yang tidak mampu menyediakan hal seperti itu.<\/p>\n<p>Tetapi, andai kata memang muncul suatu situasi, di mana air sedemikian tidak bisa diperoleh, maka solusinya adalah menunggu sampai air demikian dapat diperoleh. Manusia tidak punya hak untuk mengubah perintah Tuhan karena situasi. Toh baptisan bukanlah faktor keselamatan, dan orang yang mau taat pada Tuhan dapat menunggu untuk melakukan baptisan yang benar. Dan itulah motivasi kita melakukan baptisan, yaitu untuk menaati perintah Tuhan, masuk ke dalam air, sebagai kesaksian umum bahwa kita teridentifikasi bersama dengan Kristus yang mati, dikuburkan, dan dibangkitkan pada hari yang ketiga. Sudahkah anda melaksanakan langkah ketaatan ini?<\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\">\n<p class=\"sdfootnote-western\"><a class=\"sdfootnotesym-western\" href=\"#sdfootnote1anc\" name=\"sdfootnote1sym\">1<\/a>Liddell-Scott juga memberikan arti kedua dari kata <i>baptizo<\/i>, yaitu \u201cto baptize,\u201d yang tidak banyak membantu, tetapi merupakan observasi mereka bahwa kata ini dipakai untuk kegiatan religius dalam teks Perjanjian Baru. Tentunya makna dasar dari kata ini, yaitu \u201cmencelupkan\u201d tidak hilang.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote2\">\n<p class=\"sdfootnote-western\"><a class=\"sdfootnotesym-western\" href=\"#sdfootnote2anc\" name=\"sdfootnote2sym\">2<\/a><a href=\"https:\/\/bibleresourceman.wordpress.com\/01-theology\/03a-baptism-sprinkling-pouring-or-immersion\/\">https:\/\/bibleresourceman.wordpress.com\/01-theology\/03a-baptism-sprinkling-pouring-or-immersion\/<\/a> (diakses Juni 2017).<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote3\">\n<p class=\"sdfootnote-western\"><a class=\"sdfootnotesym-western\" href=\"#sdfootnote3anc\" name=\"sdfootnote3sym\">3<\/a>Kata-kata ini diucapkan oleh John Sung, seorang ahli kimia yang menjadi penginjil di Cina. Walaupun seorang penginjil yang hebat, John Sung dibesarkan dalam tradisi pemercikan, dan oleh karena itu membuat pernyataan yang salah ini.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"sdfootnote4\">\n<p class=\"sdfootnote-western\"><a class=\"sdfootnotesym-western\" href=\"#sdfootnote4anc\" name=\"sdfootnote4sym\">4<\/a>Baptisan Roh Kudus tidak sama persis dengan \u201cpenuh Roh Kudus.\u201d Setiap kali terjadi baptisan Roh Kudus (yang adalah peristiwa historis yang tidak untuk diulang lagi hari ini, dan yang tidak dapat diusahakan manusia), pasti ada \u201cpenuh Roh Kudus,\u201d tetapi tidak semua penuh Roh Kudus adalah baptisan Roh Kudus. Baptisan Roh Kudus hanya terjadi empat kali (sesuai catatan Alkitab, di Yerusalem pada Pentakosta, di Kaisarea rumah Kornelius, di Samaria, dan di Efesus [Kis. 19]). Sedangkan setiap orang Kristen diperintahkan untuk penuh Roh Kudus (Ef. 5:18). Istilah ketiga yang berbeda adalah dimeteraikan oleh Roh Kudus, yang terjadi pada setiap orang beriman pada saat percaya (Ef. 1:13)<\/p>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"border-radius: 2px; text-indent: 20px; width: auto; padding: 0px 4px 0px 0px; text-align: center; font: bold 11px\/20px 'Helvetica Neue',Helvetica,sans-serif; color: #ffffff; background: #bd081c no-repeat scroll 3px 50% \/ 14px 14px; position: absolute; opacity: 1; z-index: 8675309; display: none; cursor: pointer;\">Save<\/span><\/p>\n<p><span style=\"border-radius: 2px; text-indent: 20px; width: auto; padding: 0px 4px 0px 0px; text-align: center; font: bold 11px\/20px 'Helvetica Neue',Helvetica,sans-serif; color: #ffffff; background: #bd081c no-repeat scroll 3px 50% \/ 14px 14px; position: absolute; opacity: 1; z-index: 8675309; display: none; cursor: pointer;\">Save<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bolehkah Pemercikan, Penuangan, atau Cara-Cara Lain, Menggantikan Pembaptisan? oleh Dr. Steven E. Liauw Topik pembaptisan memang adalah topik yang banyak menjadi bahan diskusi, bahkan perdebatan, dalam kekristenan. Ada banyak aspek dari baptisan yang diperdebatkan, misalnya, makna baptisan (apakah perlu untuk &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2017\/07\/metode-pembaptisan\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52,976],"tags":[],"class_list":["post-2873","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-gereja","category-theologi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2873"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2925,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2873\/revisions\/2925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}