{"id":3001,"date":"2018-01-20T11:24:46","date_gmt":"2018-01-20T04:24:46","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=3001"},"modified":"2018-01-20T11:24:46","modified_gmt":"2018-01-20T04:24:46","slug":"c-h-spurgeon-dan-1-timotius-24","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2018\/01\/c-h-spurgeon-dan-1-timotius-24\/","title":{"rendered":"C. H. Spurgeon dan 1 Timotius 2:4"},"content":{"rendered":"<p><strong><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">20<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">Januari <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">201<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">8<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">, sumber: <\/span><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/strong><\/p>\n<p>\u201cYang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran\u201d (1 Tim. 2:4). C.H. Spurgeon menyebut dirinya sendiri seorang Kalvinis, dan kita tidak meragukan bahwa dia seorang Kalvinis, tetapi <i>dia adalah tipe Kalvinis yang unik sendiri<\/i>. Dia tidak disukai oleh para Kalvinis yang lebih kuat di zamannya, karena dia menyerukan supaya semua orang diselamatkan (lihat buku <em>Spurgeon vs. the Hyper-Calvinism<\/em> oleh Iain Murray.) Spurgeon menafsirkan 1 Timotius 2:4 secara literal dan tidak berusaha untuk menghilangkan maknanya lewat penjelasan yang rumit berdasarkan theologi Kalvinis. Dia mengkhotbahkan, \u201cAkankah kita mencoba untuk menaruh makna lain dalam teks ini selain dari yang tercantum secara jelas? Saya katakan tidak. Pastilah, kebanyakan kalian, mengenal metode yang dipakai oleh teman-teman Kalvinis kita yang lebih tua untuk menghadapi teks ini. \u2018Semua orang\u2019 kata mereka, yaitu maksudnya \u2018sebagian orang\u2019; \u2018semua orang,\u2019 kata mereka, yaitu \u2018sebagian dari semua jenis orang.\u2019 Roh Kudus melalui sang Rasul telah menulis \u2018semua orang,\u2019 dan tanpa diragukan Dia memaksudkan semua orang. \u2026 Saya baru saya membaca ekposisi dari seorang doktor yang sangat mumpuni yang menjelaskan teks ini sehingga meniadakan maknanya; dia menaruh bubuk mesiu grammatis ke atasnya, dan meledakkanya dengan cara meneranginya. \u2026 Kecintaan saya pada konsistensi pandangan doktrin pribadi saya, tidak cukup besar untuk mengizinkan saya secara sadar mengubah satu teks Kitab Suci mana pun. Saya lebih senang seratus kali terlihat tidak konsisten dengan diri saya sendiri daripada tidak konsisten dengan Firman Allah. \u2026 Kiranya Allah menghindarkan saya dari memotong atau mengubah, sekecil apapun, ekpresi ilahi mana pun. Jadi teks sudah berbunyi demikian, dan demikianlah harus kita pahami, \u2018Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran\u2019\u201d (C.H. Spurgeon, \u201cSalvation by Knowing the Truth,\u201d <em>Park Street and Metropolitan Tabernacle Pulpit<\/em>). Gereja Metropolitan Tabernacle, pada zaman Charles Spurgeon, adalah organisasi dengan usaha penginjilan yang besar. Ribuan orang diselamatkan, dengan bukti hidup-hidup yang berubah (sebagai didokumentasikan dalam <i>W<\/i><em>onders of Grace: Original testimonies of converts during Spurgeon\u2019s early years<\/em>)<em>. <\/em><em>Gereja itu mengoperasikan 27 Sekolah Minggu dan Sekolah untuk anak-anak tidak mampu, dengan sekitar 600an guru yang melayani lebih dari 8.000 anak-anak.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 20 Januari 2018, sumber: www.wayoflife.org) \u201cYang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran\u201d (1 Tim. 2:4). C.H. Spurgeon menyebut dirinya sendiri seorang Kalvinis, dan kita tidak meragukan bahwa dia seorang Kalvinis, tetapi dia adalah &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2018\/01\/c-h-spurgeon-dan-1-timotius-24\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-3001","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kalvinisme"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3001"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3002,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3001\/revisions\/3002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}