{"id":3020,"date":"2018-02-10T11:51:08","date_gmt":"2018-02-10T04:51:08","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=3020"},"modified":"2018-02-27T09:53:46","modified_gmt":"2018-02-27T02:53:46","slug":"wilayah-keuskupan-episkopal-di-amerika-serikat-mengambil-suara-untuk-berhenti-menggunakan-kata-ganti-maskulin-tntuk-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2018\/02\/wilayah-keuskupan-episkopal-di-amerika-serikat-mengambil-suara-untuk-berhenti-menggunakan-kata-ganti-maskulin-tntuk-allah\/","title":{"rendered":"Wilayah Keuskupan Episkopal di Amerika Serikat Mengambil Suara untuk Berhenti Menggunakan Kata Ganti Maskulin untuk Allah"},"content":{"rendered":"<p><strong><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">10<\/span><\/strong> <strong><span lang=\"en-US\">Februa<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">ri <\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">201<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">8<\/span><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">, sumber: <\/span><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a><\/strong><strong><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Wilayah keuskupan Washington D.C. dari Gereja Episkopal, telah menolak Allah dalam Alkitab, demi suatu dewi mistik hasil pemikiran feminisme. Pada tanggal 27 Januari, para delegasi ke konvensi tahunan keuskupan tersebut, menyetujui sebuah pernyataan \u201cuntuk mempergunakan bahasa yang luas bagi Allah \u2026 dan, jika memungkinkan, untuk menghindari penggunaan kata ganti jenis kelamin tertentu bagi Allah.\u201d Kata ganti jenis kelamin tertentu maksudnya adalah kata-kata seperti \u201cHe,\u201d [Inggris] dan \u201cBapa,\u201d dan \u201cRaja.\u201d Pada penyusun pernyataan yang konyol ini mengatakan, \u201cDengan memperluas bahasa yang kita pakai untuk Allah, kita akan memperluas gambaran kita akan Allah dan sifat Allah\u201d (\u201cU.S. Episcopal diocese,\u201d <em>LifeSiteNews<\/em>, 1 Feb. 2018). \u201cReverend\u201d Linda Calkins dari Gereja Episkopal St. Bartholomew, di Laytonsville, Maryland, mengatakan, \u201cBanyak dari antara kita sedang menantikan dan perlu mendengar Allah dalam bahasa kita, dalam kata-kata kita, dan kata-kata ganti kita.\u201d Pada kenyataannya, Keuskupan Episkopal Washington D.C., telah menolak Allah dalam Alkitab demi suatu dewi mistikal. Dalam Kitab Suci, Allah selalu disebut dengan istilah-istilah maskulin. Dia adalah Raja di atas segala raja, bukan Ratu atas segala ratu. Dia adalah Bapa dan Putra, bukan Ibu dan Putri. Dalam inkarnasi, Allah menjadi seorang lelaki, bukan seorang wanita. \u201c<span lang=\"en-US\">Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia <\/span><span lang=\"en-US\">[dalam bahasa asli maskulin, yaitu laki-laki]<\/span><span lang=\"en-US\"> Kristus Yesus\u201d<\/span> <span lang=\"en-US\">(1 Ti<\/span><span lang=\"en-US\">m.<\/span><span lang=\"en-US\"> 2:5).<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 10 Februari 2018, sumber: www.wayoflife.org) Wilayah keuskupan Washington D.C. dari Gereja Episkopal, telah menolak Allah dalam Alkitab, demi suatu dewi mistik hasil pemikiran feminisme. Pada tanggal 27 Januari, para delegasi ke konvensi tahunan keuskupan tersebut, menyetujui sebuah &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2018\/02\/wilayah-keuskupan-episkopal-di-amerika-serikat-mengambil-suara-untuk-berhenti-menggunakan-kata-ganti-maskulin-tntuk-allah\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-3020","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kesesatan-umum-dan-new-age"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3020","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3020"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3020\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3025,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3020\/revisions\/3025"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3020"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3020"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3020"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}