{"id":3185,"date":"2018-11-10T15:08:28","date_gmt":"2018-11-10T08:08:28","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=3185"},"modified":"2018-11-10T15:08:28","modified_gmt":"2018-11-10T08:08:28","slug":"bahaya-dari-handphone-dan-gadget-berlayar-lainnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2018\/11\/bahaya-dari-handphone-dan-gadget-berlayar-lainnya\/","title":{"rendered":"Bahaya dari Handphone dan Gadget Berlayar Lainnya"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">10<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">Novem<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">ber<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\"> 2018, sumber: <\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">www.wayoflife.org<\/span><\/span><\/span><\/a><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p>Berikut ini disadur dari \u201cA Dark Consensus about Screens,\u201d <em>New York Times<\/em>, 26 Okt. 2018: \u201cPara ahli teknologi mengetahui dengan sungguh-sungguh cara kerja thandphone, dan banyak di antara mereka telah memutuskan bahwa mereka tidak mau anak-anak mereka dekat-dekat dengan barang-barang itu. Suatu rasa waspada yang telah perlahan mengetas kini telah menjadi konsensus umum: keuntungan dari menggunakan alat-alat berlayar untuk pembelajaran telah dibesar-besarkan, dan resiko kecanduan dan pemandekan perkembangan sepertinya tinggi. Perdebatan di Silicon Valley saat ini adalah mengenai berapa banyak pemaparan terhadap handphone adalah dalam batas OK. \u2018Menghilangkan sama sekali waktu layar itu sepertinya lebih mudah dari memberi sedikit saja waktu layat,\u2019 kata Kristin Stecher, seorang mantan peneliti komputer sosial yang menikah dengan seorang insinyur Facebook. \u2018Jika anak-anak saya mendapatkan waktu layar, mereka akan mau lagi dan lagi.\u2019 Ms. Stecher, 37 tahun, dan suaminya Rushabh Doshi, meneliti topik waktu layar dan sampai pada kesimpulan sederhana: mereka ingin agar di rumah mereka hampir tidak ada waktu layar. Kedua putri mereka, umur 5 dan 3, tidak memiliki \u2018jatah\u2019 waktu layar, tidak ada jam tertentu yang mereka diizinkan untuk berkutat pada layar. &#8230;Athena Chavarria, yang bekerja sebagai seorang asisten eksekutif di Facebook \u2026 mengatakan: \u2018Saya yakin bahwa ada iblis di handphone kita dan ia sedang merusak anak-anak kita.\u2019 Ms. Chavarria tidak membiarkan anak-anaknya memiliki handphone sampai masa SMA, dan bahkan hingga sekarang melarang penggunaannya di mobil, dan membatasinya dengan ketat di rumah. Dia berkata bahwa dia mengikuti mantra bahwa anak terakhir di dalam kelas yang mendapatkan handphone, justru itu anak yang menang. &#8230;Bagi para pemimpin teknologi, memperhatikan bagaimana alat-alat yang mereka ciptakan mempengaruhi anak-anak mereka, terasa seperti suatu penghakiman atas hidup dan karya mereka. Termasuk di dalam kelompok ini adalah Chris Anderson, mantan editor dari <i>Wired<\/i>, dan sekarang Eksekutif Utama dari sebuah perusahaan robotik dan drone. \u2026 \u2018Dalam skala antara permen dan kokain, ini lebih dekat ke arah kokain,\u2019 kata Mr. Anderson mengenai layar. \u2026 \u2018Kami berpikir bahwa kami bisa mengendalikannya. Dan ini sudah di luar kemampuan kami untuk dikendalikan. Ini langsung melesat menuju pusat-pusat kesenangan di otak yang sedang berkembang. Ini di luar dari kemampuan pemahaman kami sebagai orang tua biasa.\u2019 Dia memiliki lima orang anak dan 12 aturan mengenai teknolog. Termasuk di dalamnya: tidak boleh punya handphone sampai liburan sebelum naik SMA, tidak boleh pakai layar di ruang tidur, penyaringan dan pengeblokan isi internet dari level jaringan, tidak boleh ada sosial media hingga umur 13, tidak boleh punya iPad sama sekali dan jadwal layar diatur dari Google Wifi yang dia kendalikan dari handphonenya. Jika anak berperilaku buruk? Anak itu harus offline selama 24 jam. Saya tidak tahu apa yang kami perbuat terhadap otak mereka sampai saya memperhatikan gejala-gejala dan konsekuensi-konsekuensinya.\u2019\u201d CATATAN KESIMPULAN DARI DAVID CLOUD: Orang-orang ini memakai lebih banyak hikmat dalam topik ini dari rata-rata orang tua di gereja-gereja. Para gembala harus memimpin dalam hal ini dan memberikan informasi sekaligus memperingatkan umat mengenai bagaimana melindungi anak-anak dan remaja dari bahaya rohani besar yang ada pada teknologi komunikasi modern. Ada materi di Wayoflife.org yang sangat baik, berjudul <em>The Mobile Phone and the Christian Home and Church<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 10 November 2018, sumber: www.wayoflife.org) Berikut ini disadur dari \u201cA Dark Consensus about Screens,\u201d New York Times, 26 Okt. 2018: \u201cPara ahli teknologi mengetahui dengan sungguh-sungguh cara kerja thandphone, dan banyak di antara mereka telah memutuskan bahwa &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2018\/11\/bahaya-dari-handphone-dan-gadget-berlayar-lainnya\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[303,950],"tags":[],"class_list":["post-3185","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-keluarga","category-teknologi-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3186,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3185\/revisions\/3186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}