{"id":3225,"date":"2019-01-05T11:05:53","date_gmt":"2019-01-05T04:05:53","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=3225"},"modified":"2019-01-26T12:56:00","modified_gmt":"2019-01-26T05:56:00","slug":"paus-fransiskus-mendeklarasikan-bahwa-penyembahan-maria-tidaklah-opsional-dan-bahwa-maria-harus-disambut-ke-dalam-hidup-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2019\/01\/paus-fransiskus-mendeklarasikan-bahwa-penyembahan-maria-tidaklah-opsional-dan-bahwa-maria-harus-disambut-ke-dalam-hidup-kita\/","title":{"rendered":"Paus Fransiskus Mendeklarasikan Bahwa Penyembahan Maria Tidaklah Opsional dan Bahwa Maria Harus Disambut ke dalam Hidup Kita"},"content":{"rendered":"\r\n<p><strong>(Berita Mingguan GITS <\/strong><strong>5<\/strong> <strong>Januari<\/strong><strong> 201<\/strong><strong>9<\/strong><strong>, sumber: <a href=\"http:\/\/www.nowtheendbegins.com\/\">www.<\/a><\/strong><a href=\"http:\/\/www.nowtheendbegins.com\/\"><strong>nowtheendbegins.com<\/strong><\/a> dan <a href=\"http:\/\/www.nowtheendbegins.com\/\"><strong>www.<\/strong><strong>christiannews.net<\/strong><\/a><strong>)<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.nowtheendbegins.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/pope-francis-jorge-bergoglio-solemnity-of-mary-worship-not-optional-catholic-church-pagan-idol-worship-933x445.jpg\" alt=\"\" \/><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Artikel dan gambar disadur dan diterjemahkan dari \u201cPope Francis Declares In Mass On Tuesday That Worshipping Mary Is \u2018Not Optional\u2019 And That She \u2018Provides All Blessings\u2019 As The Mother Of God\u201d (https:\/\/www.nowtheendbegins.com\/pope-francis-declares-in-mass-tuesday-worshipping-mary-not-optional-she-provides-all-blessings-catholic-church\/). Jorge Bergoglio, yang juga dikenal sebagai \u2018Paus Fransiskus,\u2019 memimpin para Roma Katolik, pada hari Selasa lalu, untuk memperingati sebuah hari raya yang disebut \u201cThe Solemnity of Mary, Mother of God.\u201d Di dalam peringatan tersebut ia mengekspresikan harapan bahwa Maria akan \u201cmelindungi\u201d umatnya selama tahun baru, dan mengklaim bahwa dalam masa-masa kesusahan, manusia bukan saja seharusnya \u201cmenatap ibu kita tersebut,\u201d tetapi juga mengizinkan Maria menatap mereka, karena dia adalah \u201ckehidupan kita, kebaikan kita dan pengharapan kita.\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Saya akan memulai dengan mengatakan bahwa sebelum saya diselamatkan, saya adalah seorang Roma katolik selama 30 tahun hidup saya. Saya mengenyam 12 tahun pendidikan di sekolah Katolik, diajar oleh para suster dan imam, dan menjadi seorang putra altar selama 3 tahun, dengan setia menghadiri misa dan menyembah Maria dan Yesus, dengan urutan seperti itu, seperti sebagaimana saya diajarkan. Lalu saya diselamatkan, dipenuhi oleh Roh Kudus, membuka Alkitab, dan rasa mual karena telah dibohongi selama tahun-tahun itu menerpa saya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong>\u201c<\/strong><strong>Kata Yesus kepadanya: &#8220;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku\u201d<\/strong><strong>(<\/strong><strong>Y<\/strong><strong>oh. 14:6). <\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Coba lihat foto Paus Fransiskus sedang menyembah di hadapan patung \u201csang ibu dan anak\u201d, perhatikan dengan baik. \u201cYesus\u201d Roma Katolik digambarkan sebagai bayi kecil yang lemah yang memerlukan ibunya untuk berfungsi. Maria digambarkan bagi kita sebagai \u201cmediatrix semua kasih karunia,\u201d padahal tidak ada lagi yang bisa lebih jauh dari kebenaran. Tidak ada seorang pun, satu manusia atau oknum pun dalam Alkitab, yang pernah berdoa kepada Maria. Tidak ada satu orang pun yang dalam Alkitab mencoba berbicara kepada Maria setelah dia meninggal. Tidak ada satu orang Kristen pun tercatat yang meminta sesuatu kepada Maria, bahkan selama ia masih hidup. Lebih lanjut lagi, pada hari Pentakosta Maria ada di ruang atas bersama 120 murid lainnya, tetapi ia hadir sebagai seorang murid biasa, sebagai partisipan yang tidak bersuara. Tidak tercatat ia menyumbangkan input apapun.<\/p>\r\n<p><!--more--><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong>\u201cDan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: &#8220;Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi\u201d<\/strong><strong>(<\/strong><strong>Wah<\/strong><strong>. 17:4-<\/strong><strong>5<\/strong><strong>). <\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Satu-satunya tempat anda akan menemukan \u201cMaria\u201d yang Paus Fransiskus tuntut untuk disembah oleh 1,4 milyar pengikutnya adalah dalam tulisan-tulisan Gereja Katolik. Menurut Alkitab, Maria tidak bisa mendengarmu, tidak bisa menolongmu, dan kecuali Tuhan Yesus berbohong di Yohanes 14:6, Maria juga sama sekali tidak punya kemampuan untuk menyelamatkanmu. Menyembah Maria akan memimpinmu ke satu tempat, dan satu tempat saja, yaitu neraka. Sebagai seorang mantan Roma Katolik, walaupun saya penuh kemuakan dengan Pelacur Roma di Wahyu 17 dan 18, saya penuh empati dan kasihan dengan 1,4 milyar jiwa yang terhilang yang tertangkap dalam jaringnya yang mematikan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kepada semua Roma Katolik, yang akan berdalih atau berkomentar bahwa \u201ckami tidak menyembah Maria, kami hanya menghormatinya,\u201d anda bisa berhenti memakai alasan itu sekarang. Paus-paus Katolik (termasuk Fransiskus) berulang kali dengan tindakan dan kata-kata mereka memimpin dalam penyembahan terhadap Maria, termasuk Selasa kemarin itu. Langkah pertama untuk menyelesaikan masalah adalah mengakui dulu bahwa ada masalah. Alktiab hanya memperlihatkan kepada kita satu Juruselamat, Yesus Kristus, dan Dia, selain dari dalam triunitasNya dengan Bapa dan Roh Kudus, tidak memerlukan bantuan jenis apapun dari siapapun juga.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>\u201cKiranya Maria, Bunda Allah, melindungi dan mendampingi kita selama tahun baru dan membawa damai sejahtera Anaknya ke dalam hati kita dan ke dunia,\u201d demikian kicau Bergoglio pagi ini, yang diresponi dengan 62.000 like, sampai dengan penerbitan ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Bergoglio menyampaikan komentar-komentar tambahan selama misa di Basilika St. Petrus di Roma, tempat ia menyampaikan khotbah untuk hari raya, yang diperingati setiap 1 Januari, sebagai oktaf Natal, dalam kalender liturgi Roma Katolik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>\u201cTerutama dalam waktu-waktu kesusahan, ketika kita terjebak oleh simpul-simpul kehidupan, sepantasnya kita mengangkat mata kita kepada sang ibu kita,\u201d dia nyatakan, menurut Catholic News Agency dan sebuah video yang diposting ke Youtube oleh Vatican News. \u201cNamun pertama, kita harus membiarkan diri kita ditatap oleh sang ibu kita.\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>\u201cMata sang ibu kita tahu bagaimana membawa terang ke setiap sudut yang gelap; di segala tempat mereka memercikkan harapan,\u201d lanjut Bergoglio. \u201cSambil ia menatap kita, ia berkata, \u2018Teguhlah, anak-anakku; saya ada di sini, ibu kalian!\u2019\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dia menyatakan bahwa tatapan keibuan Maria membantu orang-orang untuk \u201cbertumbuh dalam iman,\u201d dan membuat mereka tetap \u201cberakar dalam Gereja, tempat persatuan lebih penting dari kebhinekaan.\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>\u201cBetapa banyak penyebaran dan kesendirian di sekeliling kita. Dua terkoneksi seluruhnya, namun juga terlihat terputus seluruhnya. Kita perlu mempercayakan diri kita kepada ibu kita,\u201d kata Bergoglio. \u201cMaria adalah penyembuh dari kesendirian dan penyebaran. Dia adalah ibu penghiburan. Dia berdiri bersama orang-orang yang sendirian. Dia tahu bahwa kata-kata saja tidak cukup untuk menghibur; dibutuhkan kehadiran. Dan dia hadir sebagai ibu kita.\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>\u201cBunda kita ini tidaklah opsional; dia harus disambut ke dalam hidup kita,\u201d kata Paus Fransiskus kepada orang-orang yang berkumpul. \u201cDia adalah ratu damai, yang menang atas kejahatan dan memimpin kita ke jalan kebaikan.\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sang Paus menunjuk kepada Salve Regina, yang dikenal juga sebagai \u201cSalam, Ratu Suci,\u201d yang menyebut Maria sebagai \u201ckehidupan kita.\u201d Dia mengakui bahwa kata-kata dari lagu tentang Maria ini terdengar berlebihan karena Kristus adalah kehidupan kita, tetapi ia mengatakan bahwa Maria \u201csedemikian dekatnya bersatu\u201d dengan Kristus dan umatNya, sehingga \u201ckita tidak dapat berlaku lebih baik selain dari meletakkan tangan kita ke dalam tangannya, dan mengakui dia [Maria] sebagai kehidupan kita, kebaikan kita, dan pengharapan kita.\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>\u201cSalam, ratu suci, ibu pengampunan \/ salam kehidupan kami, kebaikan kami, dan pengharapan kami \/ kepadamu kami berseru,\u201d demikian dilantunkan oleh para Katolik di Salve Regina, yang juga dinyatakan sebagai doa terakhir dalam rosario.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ia lalu menaikkan sebuah doa kepada Maria dalam kata-kata penutupnya. \u201cPeganglah tangan kami, Maria. Bergantung padamu, kami akan melewati selat-selat sejarah dengan aman,\u201d doa Bergoglio. \u201cPimpin kami dengan tangan untuk menemukan kembali ikatan-ikatan yang menyatukan kami. Kumpulkan kami di bawah jubahmu dalam kelembutan kasih sejati, tempat keluarga manusia dilahirkan. Kami terbang kepada perlindunganmu, bunda Allah yang suci.\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, hari raya The Solemnity of Mary, Mother of God, awalnya adalah hari raya yang memperingati Penyunatan Kristus, sebelum diganti pad atahun 1974 oleh Paus Yohanes VI.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>\u201cPerayaan ini, yang dipasangkan ke 1 Januari, sesuai dengan semua liturgi kuno kota Roma, dimaksudkan untuk merayakan bagian yang dimainkan Maria adalah misteri keselamatan ini,\u201d tulis Yohanes XI. \u201cIni juga dimaksudkan untuk meninggikan kehormatan tunggal yang dibawakan oleh misteri ini bagi \u2018sang bunda kudus . . . yang melaluinya kita didapatkan layak . . . untuk menerima sang Pemula kehidupan.\u2019\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>\u201cIni juga adalah kesempatan yang cocok untuk pemujaan yang diperbaharui terhadap Raja Damai yang baru lahir, untuk mendengarkan sekali lagi kabar baik para malaikat, dan untuk meminta kepada Allah, melalui ratu damai, akan hadiah perdamaian,\u201d katanya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Hari tersebut dikenal sebagai \u201cHari Perdamaian Dunia,\u201d oleh karena alasan itu. Bergoglio memberikan tweet pada hari Minggu, \u201cKiranya Yesus, Maria, dan Yusuf memberkati dan melindungi semua keluarga di seluruh dunia, supaya kasih, sukacita, dan damai sejahtera dapat memerintah dalam mereka.\u201d Tweet tersebut menghasilkan 72K like.<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 5 Januari 2019, sumber: www.nowtheendbegins.com dan www.christiannews.net) Artikel dan gambar disadur dan diterjemahkan dari \u201cPope Francis Declares In Mass On Tuesday That Worshipping Mary Is \u2018Not Optional\u2019 And That She \u2018Provides All Blessings\u2019 As The Mother Of &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2019\/01\/paus-fransiskus-mendeklarasikan-bahwa-penyembahan-maria-tidaklah-opsional-dan-bahwa-maria-harus-disambut-ke-dalam-hidup-kita\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[68],"tags":[],"class_list":["post-3225","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-katolik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3225"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3253,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3225\/revisions\/3253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}