{"id":3417,"date":"2020-02-15T11:15:26","date_gmt":"2020-02-15T04:15:26","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=3417"},"modified":"2020-02-15T11:15:26","modified_gmt":"2020-02-15T04:15:26","slug":"gereja-inggris-meminta-maaf-karena-mengatakan-hanya-orang-heteroseksual-yang-telah-menikah-yang-boleh-berhubungan-intim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2020\/02\/gereja-inggris-meminta-maaf-karena-mengatakan-hanya-orang-heteroseksual-yang-telah-menikah-yang-boleh-berhubungan-intim\/","title":{"rendered":"Gereja Inggris Meminta Maaf Karena Mengatakan Hanya Orang Heteroseksual Yang Telah Menikah Yang Boleh Berhubungan Intim"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">(Berita Mingguan GITS <\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">15<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">Februa<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">ri <\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">20<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">20<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">, sumber: <\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\"><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">www.<\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">wayoflife<\/span><\/span><\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">.org<\/span><\/span><\/span><\/strong><\/a><strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Liberation Serif, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"en-US\">)<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p>Berikut ini disadur dari \u201cChurch of England apologizes,\u201d <i>Christian Post<\/i>, 2 Feb. 2020: \u201cUskup Agung Canterbury, Justin Welby, dan Uskup Agung York, John Sentamu, telah meminta maaf atas sebuah dekrit yang dikeluarkan oleh Gereja Inggris yang mengatakan bahwa hanya pasangan heteroseksual yang telah menikah yang boleh berhubungan intim dan bahwa seks dalam pasangan yang gay ataupun lurus (yang belum menikah), \u2018telah gagal mencapai rancangan Allah bagi umat manusia.\u2019 \u2018Kami sebagai uskup-uskup agung, bersama dengan para uskup Gereja Inggris, meminta maaf dan bertanggung jawab atas pengeluaran pernyataan minggu lalu, yang kami sadari telah merusak kepercayaan,\u2019 kata kedua uskup agung itu dalam sebuah pernyataan, menurut <i>Belfast Telegraph<\/i>. \u2018Kami sangat menyesal dan memahami perpecahan dan cidera yang disebabkan oleh hal ini.\u2019 The House of Bishops dari Gereja Inggris, minggu lalu mencetuskan sebuah panduan pastoral, yang mengatakan, \u2018Bagi orang-orang Kristen, pernikahan \u2013 yaitu persatuan seumur hidup antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang dibuat melalui pertukaran janji \u2013 tetap merupakan konteks yang benar untuk aktivitas seksual.\u2019 &#8230; Setelah dikeluarkannya panduan tersebut, beberapa tokoh Anglikan yang penting menulis sebuah surat terbuka kepada para uskup agung tersebut, memberi peringatan bahwa denominasi tersebut sudah menjadi suatu \u2018bahan tertawaan bagi suatu bangsa yang percaya [gereja itu] telah terobsesi dengan seks,\u2019 menurut <i>The Telegraph<\/i>. Panduan pastoral itu, mereka menambahkan, \u2018membuat jelas bahwa tidak ada keingingan untuk mendengarkan atau belajar dari orang-orang di kalangan kita yang menjelaskan betapa menyakitkannya nada bicara dokumen dari House of Bishop tersebut. Sungguh, pernyataan itu sama sekali tidak \u201cpastoral,\u201d &#8212; melainkan dingin, defensif, dan tidak mempedulikan dampaknya pada jutaan orang yang terpengaruh.\u2019\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 15 Februari 2020, sumber: www.wayoflife.org) Berikut ini disadur dari \u201cChurch of England apologizes,\u201d Christian Post, 2 Feb. 2020: \u201cUskup Agung Canterbury, Justin Welby, dan Uskup Agung York, John Sentamu, telah meminta maaf atas sebuah dekrit yang dikeluarkan &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2020\/02\/gereja-inggris-meminta-maaf-karena-mengatakan-hanya-orang-heteroseksual-yang-telah-menikah-yang-boleh-berhubungan-intim\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52,970],"tags":[],"class_list":["post-3417","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-gereja","category-lgbt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3417"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3418,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3417\/revisions\/3418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}