{"id":3499,"date":"2020-08-01T10:29:54","date_gmt":"2020-08-01T03:29:54","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=3499"},"modified":"2020-08-01T10:29:54","modified_gmt":"2020-08-01T03:29:54","slug":"permulaan-gerakan-bahasa-lidah-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2020\/08\/permulaan-gerakan-bahasa-lidah-modern\/","title":{"rendered":"Permulaan Gerakan \u201cBahasa Lidah\u201d Modern"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Oleh Dr. David Cloud<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u00a0<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Di lihat dari sudut manapun juga, Charles Parham (1873-1929) adalah seorang tokoh penting dalam lahirnya gerakan Pantekostalisme. Dia ditahbiskan sebagai seorang Methodis, tetapi \u201cmeninggalkan organisasi tersebut setelah terjadi konflik dengan atasan-atasan gerejawinya\u201d (<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Larry Martin, <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">The Topeka Outpouring of 1901<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 14). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dalam pencariannya yang tak jemu akan pengajaran rohani, ia mengunjungi pelayanan sejumlah pengajar gerakan kekudusan (holiness), kesembuhan iman (faith-healing), dan hujan akhir (Latter Rain), dan dari kesemuanya ia mengumpulkan berbagai penyimpangan doktrinal, yang akhirnya ia gabungkan menjadi satu dalam theologi Pantekosta dia sendiri.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebelum pergantian abad, Parham meneliti kebaktian-kebaktian yang dilakukan oleh Benjamin Irwin, pendiri dari Fire-Baptized Holiness Church, dan ia dipengaruhi secara mendalam oleh doktrin \u201c<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">berkat ketiga\u201d yang diajarkan Irwin (ada berkat keselamatan, berkat kuasa, dan berkat kesempurnaan tanpa dosa). Seperti yang telah kita lihat, Irwin mengajarkan bahwa orang Kristen harus mengejar \u201cbaptisan api\u201d untuk mendapat kuasa dan kesempurnaan. Sejarahwan Pantekosta, Vinson Synan, menggambarkan hubungan ini:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">GEREJA FIRE-BAPTIZED HOLINESS BERFUNGSI SEBAGAI MATA RANTAI YANG PENTING DALAM MUNCULNYA GERAKAN PANTEKOSTA MODERN. Dengan mengajarkan bahwa baptisan Roh Kudus adalah suatu pengalaman yang berbeda dari dan terjadi sesudah pengudusan, ia membangun dasar doktrinal bagi gerakan selanjutnya. Sangatlah mungkin bahwa Charles F. Parham, orang yang memulai kebangkitan Pantekosta di Topeka, Kansas, tahun 1901, menerima dari Irwin ide dasar mengenai baptisan Roh Kudus yang terpisah dan terjadi setelah pengudusan. Dan memang, untuk suatu periode waktu pada tahun 1899, Parham mempromosikan \u2018baptisan api\u2019 di majalah Apostolic Faith yang dia buat\u201d <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Synan, <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">The Holiness-Pentecostal Tradition<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 59). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><!--more--><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Parham mengadopsi doktrin sesat tentang anihilasi (annihilation) dari ayah mertuanya yang adalah seorang Quaker, David Baker, yang menyangkali adanya hukuman kekal bagi orang-orang jahat, dan sebaliknya percaya bahwa orang-orang yang tidak selamat akan ter-anihilasi (hilang eksistensinya) di neraka.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pada tahun 1898, Parham terpengaruh oleh Frank Sandford yang sudah pernah disinggung, dan pada tahun 1900, Parham pergi ke Chicago untuk belajar di bawah pelayanan John Dowie and untuk meneliti [komunitas yang Dowie dirikan, yaitu] Zion City. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Seperti Sandfond dan Dowie, Charles Parham mengajarkan bahwa <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">kesembuhan fisik adalah hak setiap orang Kristen, dan ia mengecam keras penggunaan obat-obatan dan dokter. Dia mengklaim bahwa Allah selalu berkehendak untuk menyembuhkan penyakit. Pada 13 September 1899, dalam salah satu edisi majalah Apostolic Faith-nya, Parham menjawab pertanyaan apakah Alkitab melarang penggunaan obat-obatan, dengan memproklamirkan: \u201cKami katakan ya, dengan sangat tegas YA\u201d (penekanan orisinal). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebuah edisi majalah Christian History <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Issue 58, Vol. XVII, No. 2, 1998) <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">mengandung sebuah foto dari Parham bersama tujuh pengikutnya yang sedang berdiri di tangga gedung pengadilan di Carthage, Missiouri. Waktu itu tahun 1906, dan Parham sedang memegang sebuah banner yang bertuliskan \u201cPersatuan Rasuli.\u201d Yang lainnya sedang memegang banner yang bertuliskan \u201cKebenaran, Iman, Hidup, Kemenangan, KESEHATAN.\u201d Mereka sedang membuat suatu pernyataan doktrin iman mereka bahwa kesehatan adalah bagian hidup Kristiani yang dijamin.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Parham adalah pengkhotbah Pantekosta pertama yang mendoakan saputangan, lalu mengirimkannya lewat pos kepada orang-orang yang menginginkan pelayanannya <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(James Goff Jr., <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Fields White Unto Harvest<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 104). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Walaupun dia mengajarkan bahwa Allah selalu berkehendak untuk menyembuhkan dan bahwa obat serta dokter harus dijauhi, salah satu putra Parham meninggal saat berusia satu tahun karena penyakit yang tidak disembuhkan. Bahkan, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">anak itu mati dua bulan setelah terjadinya \u201cbahasa lidah\u201d di Sekolah Alkitab Bethel yang didirikan Parham di Topeka. Seorang putra lain dari Parham meninggal pada usia 37 tahun. Kebanyakan dari orang-orang yang menghadiri kebaktian-kebaktian Parham, tidak disembuhkan. Pada bulan Oktober 1904, seorang anak perempuan berusia 9 tahun, bernama Nettie Smith, meninggal. Ayahnya adalah seorang pengikut setia Parham dan menolak untuk mencari pengobatan bagi putrinya. Kematian anak perempuan kecil itu membuat opini publik berbalik melawan Parham karena penyakitnya sebenarnya dapat disembuhkan, dan komunitas menganggap kematiannya itu tidak perlu terjadi. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Parham sendiri menderita berbagai penyakit selama hidupnya, dan kadang-kadang terlalu sakit untuk berpergian atau berkhotbah. Sebagai contoh, dia menghabiskan keseluruhan dari musim dingin 1904-1905 sakit di atas ranjang <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(James Goff Jr., <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Fields White Unto Harvest<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 94), <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">bertentang dengan doktrinnya sendiri bahwa kesembuhan dijamin dalam penebusan Kristus. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pada tanggal 22 Maret 1899, edisi majalah Apostolic Faith-nya Parham membeberkan kepercayaan dia sebagai berikut: \u201ckeselamatan melalui iman; penyembuhan melalui iman, penumpangan tangan, dan doa; pengudusan melalui iman; kedatangan (pre-milenium) Kristus; baptisan Roh Kudus dan Api, yang memeteraikan Mempelai Perempuan dan menganugerahkan karunia-karunia.\u201d<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jadi kita melihat kombinasi dari berbagai penyimpangan yang telah ia kumpulkan dalam berbagai perjalanannya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Parham juga percaya doktrin anihilasi orang-orang yang tidak selamat. Dia mengajarkan bahwa ada dua ciptaan yang berbeda, dan bahwa Adam dan Hawa adalah ras yang berbeda dari orang-orang yang katanya hidup di luar Taman Eden. Ras manusia yang pertama tidak memiliki jiwa, demikian dia mengklaim, dan ras manusia tanpa jiwa ini dihancurkan dalam Air Bah. Parham percaya bahwa hanya mereka yang menerima baptisan Roh <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">akhir zaman dan berbicara dalam bahsa lidah yang akan menjadi mempelai perempuan Kristus dan akan \u201cdimeteraikan untuk Perjamuan Kawin Anak Domba\u201d dan ahwa orang-orang ini akan mendapatkan tempat otoritas yang spesial pada saat kedatangan kembali Kristus. Dia percaya doktrin Partial Rapture, yaitu bahwa hanya orang yang berbahasa lidah yang akan diangkat.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dari John Dowie, Parham mengadopsi kesesatan bahwa kaum Anglo-Saxons adalah orang-orang Israel yang sesungguhnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dia sering berasosiasi dengan Ku Klux Klan dan percaya bahwa pernikahan antar-ras menyebabkan Air Bah Nuh <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Martin, <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">The Topeka Outpouring of 1901<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 19). Parham <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">tidak percaya bahwa orang-orang kulit hitam bisa dimeteraikan sebagai bagian dari mempelai Kristus. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Setelah kunjungan-kunjungannya kepada Dowie dan Sandford, Parham mendirikan SEKOLAH ALKITAB BETHEL di TOPEKA, KANSAS. Sekolah ini dipolakan pada pelayanan Sandford dan dibuka pada bulan Oktober 1900 di dalam sebuah gedung dengan 30 ruangan, yang disebut \u201cStone\u2019s Folly.\u201d <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Gedung itu dinamakan demikian karena nama pemiliknya, Stone, tidak mampu menyelesaikan gedung tersebut sebelum bangkrut. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Parham yakin bahwa kedatangan kembali Kristus akan didahului oleh suatu pencurahan Hujan Akhir berupa tanda-tanda dan mujizat-mujizat, dan dia percaya bahwa bahasa adalah bukti baptisan Roh Kudus. Lebih lanjut lagi, dia percaya bahwa bahasa lidah adalah <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">bahasa yang benar-benar ada di bumi yang akan memungkinkan para misionari untuk mengkhotbahkan Injil ke ujung dunia tanpa perlu mempelajari bahasa-bahasa asing. Menurut pengajaran Parham, orang-orang yang menerima baptisan Hujan Akhir akan membentuk mempelai perempuan Kristus dan akan memerintah bersama Dia pada saat kedatanganNya. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Parham mendorong murid-muridnya untuk mencari pengalaman ini, dan dalam konteks ini dia menumpangkan tangan pada salah satu dari murid Sekolah Alkitabnya, AGNES OZMAN, pada tanggal 1 Januari 1901, dan dikabarkan bahwa dia mulai berbicara dalam bahasa Cina dan belakangan dalam bahasa Bohemia. Dia berbicara dalam kondisi tidak sadarkan diri [trance] <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(<\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Topeka State Journal<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, Jan. 9, 1901). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Selanjutnya, Parham dan yang lainnya di sekolah Alkitab kecil itu, juga dikabarkan mulai berbicara dalam bahasa lidah. Mereka bahkan mengklaim bahwa ada lidah-lidah api yang muncul di atas kepala <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">orang-orang yang berbahasa lidah.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Parham mengatakan bahwa para profesor bahasa dan orang-orang lain yang berpendidikan linguistik mengiyakan bahwa bahasa lidah yang diucapkan para muridnya adalah bahasa-bahasa, tetapi hal ini tidak pernah dikonfirmasi. Para wartawan koran pada waktu itu menggambarkan fenomena tersebut sebagai \u201cbunyi asal-asalan.\u201d<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Satu-satunya catatan riil yang kita miliki tentang \u201cbahasa lidah\u201d yang diucapkan oleh murid-murid Parham, ditulis oleh seorang wartawan dari Topeka State Journal. Saya menemukan sebuah salinan catatan ini sewaktu mengunjungi Kansas State Historical Society.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Mr. Parham memanggil Miss Lilian Thistlethrate [Thistlewaite] ke dalam ruangan dan meminta dia untuk mengucapkan sesuatu. Awalnya dia menjawab bahwa Tuhan tidak sedang menginspirasikan dia untuk mengatakan apa-apa, tetapi segara dia mulai mengucapkan kata-kata aneh, yang terdengar seperti ini: \u2018<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Euossa, Euossa, use rela sema calah mala kanah leulla ssage nalan. Ligle logle lazie logle. Ene mine mo, sah rah el me sah rah me.\u2019 <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kalimat-kalimat ini lalu diterjemahkan sebagai, \u2018Yesus berkuasa untuk menyelamatkan,\u2019 \u2018Yesus siap mendengar,\u2019 dan \u2018Allah itu kasih\u2019\u201d <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(\u201cHindoo and Zulu Both Are Represented at Bethel School,\u201d <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Topeka State Journal<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">9 <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jan. 1901).<\/p>\n<p>Ligle logle lazie logle!!!!! Ene mine mo!!!!! <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ini persis adalah tipe \u201cbahasa lidah\u201d yang telah saya dengar lusinan kali di berbagai kebaktian Pantekosta dan kharismatik di berbagai bagian dunia, tetapi ini adalah bualan anak kecil.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pada tahun 1914, Charles Shumway dengan rajin mencari bukti-bukti bahwa bahasa lidah pada awal gerakan Pantekosta adalah bahasa-bahasa sejati, tetapi dia gagal untuk menemukan satu orang pun yang dapat memastikan klaim-klaim yang dimunculkan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(James Goff, Jr., <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Fields White Unto Harvest<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, Fayetteville: University of Arkansas Press, 1988, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 76). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dalam disertasi Ph.D.nya pada tahun 1919, Shumway menegur koran lokal Houston Chronicle karena memberi laporan yang <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">terlalu lekas percaya, dan menyatakan bahwa \u2018ada surat-surat dari beberapa orang yang adalah juru penerjemah pemerintah di atau sekitar Houston pada waktu itu [ketika Parham membuka sekolah Alkitab di sana], dan mereka satu suara menyangkal bahwa mereka mengetahui apa-apa tentang hal-hal yang diklaim\u2019\u201d <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Goff, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 98). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Setelah meneliti \u201cbahasa lidah\u201d yang diucapkan di misi Jalan Azusa yang dipimpin oleh William Seymour, maka pemimpin gerakan Holiness, W. B. Godbey menyimpulkan bahwa semua itu bukanlah bahasa (<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">G.F. Taylor, <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">The Spirit and the Bride<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, Falcon, NC: by the author, 1907, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 52). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebuah publikasi gerakan Holiness, The <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Rocky Mountain Pillar of Fire, <\/span><\/span><\/span><\/em><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">untuk edisi 12 September dan 14 November 1906, berisikan laporan berikut:<\/span><\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p align=\"left\"><em><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Orang Hindu ini bisa berbicara dalam enam bahasa berbeda, dan berkata bahwa dia tidak pernah mendengar satu pun daripadanya dalam \u2018kebaktian Bahasa Lidah.\u2019 Salah satu bahasa yang ia kuasai adalah Arab, dan beberapa orang dalam kebaktian-kebaktian itu mengklaim berbicara dalam tersebut, tetapi ia mengatakan bahwa kedengarannya seperti kotekan ayam kalkun\u201d (12 <\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sept. 1906).<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Seorang gentleman, yang selama bertahun-tahun telah mengepalai pekerjaan misi di India, baru saja tiba di Los Angeles dengan tujuan untuk mendapatkan misionari ke ladang misinya yang mempunyai karunia bahasa lidah. Dia akhirnya kembali, dengan pernyataan bahwa dia tidak menemukan seorang pun yang dapat benar-benar berbicara dalam bahasa mana pun di India yang dia ketahui\u201d (14 Nov. 1906). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Banyak ahli bahasa yang telah mempelajari \u201cbahasa lidah\u201d kaum Pantekosta dan Kharismatik yang telah sampai pada kesimpulan yang sama. William J. Samarin, profesor linguistik di University of Toronto, merangkumkan risetnya sebagai berikut: <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Selama periode waktu lima tahun, saya telah ikut dalam pertemuan-pertemuan di Italia, Belanda, Jamaika, Kanada, dan Amerika Serikat. Saya telah mengobservasi Pantekosta gaya lama, dan juga Pantekosta baru; saya pernah di pertemuan kecil di rumah-rumah biasa, sekaligus juga pernah di kebaktian raksasa yang publik; saya pernah melihat berbagai setting budaya yang berbeda, seperti yang ada di kelompok Puerto Rico di Bronx, pada pemegang ular di Appalachians &#8230; kaum Molakan Russia di Los Angeles. &#8230; Sangatlah diragukan bahwa yang disebut-sebut kasus-kasus xenoglossia [berbicara dalam bahasa asing] di antara kaum kharismatik itu ada yang benar terjadi. Kapanpun seseorang mencoba untuk memverifikasinya, ia menemukan bahwa kisah-kisah ini telah terdistorsi luar biasa, atau bahwa para \u2018saksi\u2019 ternyata inkompeten atau tidak dapat diandalkan dari sudut pandang linguistik. &#8230;GLOSSOLALIA MEMANG MIRIP BAHASA DALAM ASPEK TERTENTU, TETAPI INI HANYALAH KARENA PEMBICARANYA (SECARA TANPA SADAR) MENGINGINKANNYA UNTUK SEPERTI BAHASA. NAMUN, WALAUPUN ADA KEMIRIPAN PADA PERMUKAAN KULITNYA, GLOSSOLALIA SECARA FUNDAMENTAL BUKANLAH BAHASA\u201d (<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Samarin, <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Tongues of Men and Angels<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, 1972, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. xii, 112, 113, 227). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">The Gospel Message, yang diterbitkan di Kansas City pada Oktober 1906, mengandung kesaksian berikut: <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kami kenal dengan Mr. Charles Parham banyak tahun yang lalu, dan ketika dia mengunjungi Kanasa City dengan para pekerjanya setelah ia membuat pernyataan-pernyataan mengenai berkat luar biasa yang terjadi di sekolahnya di Topeka, kami mengundang dia untuk mengunjungi kami bersama para pengikutnya dan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">menceritakan kepada kami tentang pengalaman ini. Jadi mereka datang, dan sebelum pertemuan itu kami memberitahu dia bahwa ada orang-orang yang hadir yang dapat berbicara dalam bahasa Spanyol, Jerman, Arab, dan Swedia, dan bahwa jika ada di antara orang-orangnya yang dapat berbicara dalam bahasa lain, kami akan senang mendengar mereka dalam salah satu bahasa tersebut. <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Tetapi mereka tidak bisa melakukannya pada malam itu, namun mereka menceritakan pengalaman lalu mereka, dan mengenai tulisan-tulisan aneh yang telah dilaporkan sebagai kerja Roh Kudus. Tetapi ketika kami menanyai Mr. Parham secara tegas dan publik apakah dia tahu secara pasti tulisan-tulisan ini adalah dari Roh Kudus, atau hanyalah coret-coretan, dia dengan jujur mengatakan bahwa dia tidak tahu, tetapi bahwa dia sedang atau akan menyelidikinya, tetapi laporan tentang penyelidikan itu tidak pernah kami dengar\u201d <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(reprinted from Larry Martin, <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Skeptics and Scoffers<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal.<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> 47-48). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ini mengingatkan kita bahwa setiap kali seseorang mencoba untuk menguji secara objektif bahasa lidah atau penyembuhan atau \u201ctanda dan mujizat\u201d lainnya dari kaum Pantekosta, fenomena itu terbukti entah sama sekali palsu, atau sangatlah ilusif. Tanda-tanda dan mujizat yang paling hebat selalu terjadi di tempat lain yang jauh atau pada waktu yang lama yang lalu, atau dalam kondisi lain yang tidak dapat diperiksa.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Saya mengunjungi Kansas State Research Library di Topeka pada tahun 2002, dan mendapatkan sebuah foto dari gedung tempat Parham mengadakan Sekolah Alkitabnya. (Gedung itu hancur oleh api pada Desember 1901). Saya juga menemukan beberapa artikel koran lama dan dokumen lainnya tentang sekolah Parham tersebut, yang akan saya kutip dalam bagian berikut dari laporan ini.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Dua artikel berisikan kesaksian dari S.J. Riggins, seorang murid yang meninggalkan sekolah tersebut, yang mengklaim bahwa murid-murid lain hanyalah mengucapkan \u201ckata-kata asal-asalan.\u201d<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c\u2018<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Saya yakin semua mereka gila,\u2019 kata Mr. Riggins kepada seorang wartawan dari ibu kota. \u2018Saya belum penah melihat hal semacam itu. Mereka berlarian di ruangan sambil berbicara dan menggunakan gerakan tangan dan memakai bahasa yang aneh dan tak dapat dimengerti ini, yang mereka klaim berasal dari sang Mahatinggi. &#8230;Saya tidak pernah kata-kata asal-asalan mereka mempunyai arti apa-apa. Saya mencoba untuk menjadi seorang Kristen yang serius. &#8230; Ketika saya meninggalkan kumpulan itu hari ini, saya memberitahu alasan saya, dengan segenap keseriusan yang saya miliki.\u2019 &#8230;Mr. Riggins mengatakan bahwa sebagian dari tulisan Miss Auswin [Ozman], yang dia klaim diinspirasikan, disodorkan kepada seorang dari Cina di Topeka, dengan tujuan murni untuk melihat apakah dia dapat menerjemahkannya. Orang Cina itu mengangkat tangan dan berkata: \u2018Saya tidak paham. Bawa ke orang Jap.\u2019 Mr. Riggins menceritakan kisah ini tanpa senda gurau, dan jika dia <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">ada hal yang lucu dalam ceritanya, itu terjadi tanpa sengaja, karena dia terlihat sangat serius\u201d <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(<\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Topeka Daily Capital<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">6 <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jan. 1901). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c\u2018<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Mereka mulai mengklaim <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">karunia bahasa lidah dan karunia membeda-bedakan, dan masing-masing berbicara kata-kata kacau yang berlainan, sambil mengklaim diinspirasikan Allah, dan bahwa mereka mengucapkan salah satu dari bahasa-bahasa asing. .. Saya tidak terpengaruh, dan dapat melihat bahwa murid-murid sekolah itu telah dipimpin kepada hal ekstrim ini melalui fanatikisme mereka, dan akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan sekolah itu. Sesuai dengan itu, Sabtu pagi terakhir saya pergi, tetapi sebelum pergi, saya memanggil teman-teman yang satu gedung itu bersama dan menjelaskan kepada mereka alasan saya untuk pergi. Saya memberitahu mereka bahwa mereka berada dalam pengaruh si jahat, dan bahwa hal terbaik yang dapat mereka lakukan adalah meninggalkan sekolah itu, seperti yang saya lakukan. Mereka semua menertawakan saya, dan saya meningalkan sekolah itu, dan tidak ada niat untuk kembali.\u2019 &#8230;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sekitar lima belas anggota koloni tersebut kini telah diberikan karunia bahasa lidah dan ketika seorang wartawan State Journal <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">mengunjungi <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">sekolah itu pagi ini, masing-masing dari murid favorit itu dipanggil dan mengucapkan beberapa kalimat dalam kata-kata yang aneh dan tidak alami , yang tidak mereka ketahui artinya ataupun dalam bahasa apa kata-kata itu. &#8230; Ini adalah pemandangan yang <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">aneh bin ajaib, satu ruangan penuh dengan lelaki dan perempuan sekolah itu sedang duduk duduk, lalu terkadang mencuat pengucapan-pengucapan singkat dalam salah satu bahasa yang mereka klaim dapat mereka ucapkan, dan menulis dalam coretan-coretan yang aneh dan tak dapat dipahami yang mereka percayai adalah karakter untuk kata-kata dalam bahasa Syria, Cina, Jepang, Arab, atau bahasa-bahasa lain\u201d (Topeka State Journal, 7 Jan. 1901). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kami yakin bahwa Riggins sudah tepat dalam penilaian dia bahwa Parham dan murid-muridnya mengucapkan kata-kata asal-asalan dan mempraktekkan fanatikisme dan berada di bahwa pengaruh si jahat. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Perhatikan gambaran berikut yang diberikan oleh Parham mengenai apa yang murid-muridnya sedang lakukan pada hari setelah Ozman memulai karir bahasa lidahnya:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pada hari berikutnya saya pergi ke pusat kota, dan ketika kembali, saya menemukan SEMUA MURID SEDANG DUDUK DI LANTAI, BERBICARA DALAM BAHASA YANG TAK DIKENAL, TIDAK ADA DUA ORANG YANG BERBICARA BAHASA YANG SAMA, DAN TIDAK ADA SEORANGPUN YANG MENGERTI BAHASA TETANGGANYA\u201d (<\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Topeka Mail and Breeze<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">22 <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Feb. 1901). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Hal ini dengan jelas bertentangan dengan instruksi Alkitab tentang penggunaan bahasa lidah. \u201cBahasa lidah\u201d di Sekolah Alkitab Bethel pada Januari 1901 adalah suatu kekacauan, yang menurut Alkitab bukanlah berasal dari Allah (1 Kor. 14:33). Alkitab mengatakan bahwa bahasa lidah tidak boleh dipergunakan kecuali jika diterjemahkan, dan sekalipun demikian, karunia ini hanya boleh dilakukan oleh satu pembicara secara bergiliran (1 Kor. 14:23-28). Lebih lanjut lagi, perempuan tidak boleh berbicara (1 Kor. 14:34). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Parham mengklaim bahwa Ozman tidak dapat berbicara dalam bahasa Inggris selama tiga hari setelah pengalaman bahasa lidah pertamanya. Kesaksian dia sendiri mengatakan bahwa \u2018banyak kali kami hanya dapat berbicara dalam bahasa lain\u201d (<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Martin, <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">The Topeka Outpouring of 1901<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 88). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa seorang nabi atau pemakai bahasa lidah yang sejati dapat mengendalikan dirinya. \u201cKarunia nabi takluk kepada nabi-nabi\u201d (1 Kor. 14:32). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Bahasa lidah\u201d Ozman yang tak terkendalikan itu bukan dari Allah. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Tidak adanya kendali atas \u201cbahasa lidah\u201d yang terjadi juga digambarkan oleh Lillian Thistlethwaite, seorang murid lainnya di sekolah Alkitab Parham.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Lidah saya mulai terasa tebal dan aliran tawa yang besar melanda hati saya. Saya tidak dapat lagi memikirkan kata-kata pujian, sebab pikiran saya terkunci, tetapi mulut saya dipenuhi oleh aliran kata-kata yang saya sendiri tidak pahami. Saya mencoba untuk tidak tertawa karena saya takut mendukakan Roh. Saya mencoba untuk memuji Dia dalam bahasa Inggris, tetapi tidak dapat, jadi saya hanya membiarkan pujian keluar seolah-olah dalam suatu bahasa baru&#8230;\u201d <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Martin, <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">The Topeka Outpouring<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">hal<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. 61). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ini bertentangan dengan apa yang kita lihat di kitab Kisah Para Rasul dan Surat-Surat.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Seperti yang sudah kita lihat di catatan-catatan koran yang dikutip di atas, murid-murid Parham bukan hanya mengklaim berbicara dalam bahasa lidah, tetapi juga menuliskannya. Mereka mengklaim bahwa tulisan-tulisan ini adalah bahasa asing, seperti bahasa Cina, tetapi ketika diteliti oleh orang-orang yang berpengetahuan, didapatkan hanyalah coretan-coretan yang tidak memiliki arti (Goff, hal. 76). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Topeka Daily Capital ada menerbitkan contoh-contoh dari \u201ctulisan terinspirasikan\u201d dari Ozman, dan masih bisa dilihat hari ini di Kansas State Research Library. Memang itu tidak lebih dari coretan anak kecil. Orang-orang ini tertipu, sederhananya demikian. Pers menyebut tulisan-tulisan ini \u201chieroglif yang aneh dan tak dapat dibaca\u201d (Goff, hal. 80). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Seorang wartawan dari Topeka State Journal mengobservasi Agnes Ozman ketika dia katanya sedang menulis dalam inspirasi:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Miss Ozman duduk di samping sebuah meja, menuliskan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">surat-surat<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> tertentu yang akan dikirimkan pagi itu. Segera setelah menyelesaikan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">surat-surat <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">tersebut, dia duduk lagi untuk menulis dan langsung mengumumkan bahwa tangannya menolak sama sekali untuk menulis huruf-huruf bahasa Inggris. Dan dengan tangannya, tanpa sadar ia membentuk huruf-huruf dari suatu bahasa lain, tetapi dia tidak bisa memberitahu bahasa apa itu. Dia tidak menerjemahkan huruf-huruf itu. KETIKA MENULISKAN HURUF-HURUF TERSEBUT, OTOT-OTOT TANGAN MISS OZMAN KELIHATANNYA BERKONTRAKSI DAN DIA MENULIS SEPERTI AGAK KEJANG-KEJANG, TANGANNYA TERTARIK MAJU MUNDUR<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> untuk membuat coretan-coretan itu\u201d <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(\u201cHindoo and Zulu Both Are Represented at Bethel School,\u201d <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Topeka State Journal<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">9 <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jan. 1901). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Fenomena yang sama ini terjadi dengan menulis otomatis dalam New Age, yang jelas berasal dari Iblis. Tidak ada sedikitpun acuan kepada hal semacam ini dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Para kaum Pantekosta awal mengira bahwa mereka akan bisa berkhotbah dalam bahasa-bahasa asing melalui karunia bahasa lidah. Parham dikutip sebagai berikut dalam sebuah artikel di koran pada waktu itu:<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Ini adalah pekerjaan yang indah, karena muncul <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">pas sebelum abad keduapuluh. Kami telah lama percaya bahwa kuasa Tuhan akan dinyatakan di tengah-tengah kami, dan bahwa kuasa itu akan diberikan bagi kami untuk berbicara dalam bahasa-bahasa lain, dan bahwa waktunya akan tiba ketika kami akan diutus untuk pergi ke segala bangsa dan memberitakan Injil, dan TUHAN AKAN MEMBERIKAN KAMI KEMAMPUAN BERBAHASA UNTUK BERBICARA KEPADA ORANG-ORANG DARI BERBAGAI BANGSA TANPA HARUS MEMPELAJARINYA DI SEKOLAH\u201d (Topeka <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">State Journal<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">7 <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jan. 1901). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kami telah menerima beberapa pesan untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil, dan kami harus menaati perintah itu. SEBAGIAN DARI PEKERJAAN KAMI ADALAH MENGAJARKAN GEREJA-GEREJA BETAPA TIDAK BERGUNANYA MENGHABISKAN BERTAHUN-TAHUN MEMPERSIAPKAN MISIONARI UNTUK PEKERJAAN DI TANAH ASING, PADAHAL YANG PERLU MEREKA LAKUKAN HANYALAH MEMINTA ALLAH untuk kuasa, lalu memiliki iman bahwa kuasa itu akan datang\u201d <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Parham, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dikutip dalam <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Kansas City Times<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">27 <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Jan. <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">1<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">901). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sebagaimana ternyata, mereka tertipu dalam hal ini, sama seperti dalam semua hal lainnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Alfred Garr dan istrinya pergi ke India, dengan keyakinan bahwa mereka akan berbicara dalma bahasa supranatural, tetapi mereka segera mendapatkan bahwa itu adalah delusi. May Law dan Rosa Pittman pergi ke Jepang, yakin bahwa mereka akan berkhotbah dalam bahasa Jepang; tetapi ketika mereka menemukan bahwa tidak seorang pun dapat paham \u201cbahasa lidah\u201d mereka, mereka pindah ke Hong Kong, dengan pemikiran bahwa pastinya karunia mereka adalah bahasa Cina, tetapi mereka tidak lebih berhasil di sana. T. J. McIntosh adalah misionari Pantekosta pertama yang pergi ke Makau, dan walaupun dia berharap dapat langsung berbicara bahasa Cina dengan lancar, harapan-harapannya segera kandas. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\">\u201c<span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Banyak misionari Pantekosta lainnya yang pergi ke luar negeri dengan kepercayaan bahwa mereka memiliki kemampuan mujizat untuk berbicara dalam bahasa-bahasa ke tempat mana mereka diutus. Klaim-klaim Pantekosta ini diketahui luas pada masa itu. S. C. Todd dari Bible Missionary Society menyelidiki delapan belas orang Pantekosa yang pergi ke Jepang, Cina, dan India, \u2018dengan harapan untuk berkhotbah kepada orang-orang asli di negara-negara tersebut dalam bahasa mereka sendiri,\u2019 dan menemukan bahwa dari pengakuan mereka sendiri, \u2018tidak pernah satu kali pun mereka dapat melakukan itu.\u2019 <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">KETIKA ORANG-ORANG INI DAN MISIONARI-MISIONARI LAIN PULANG DENGAN KEKECEWAAN DAN KEGAGALAN, PARA PANTEKOSTA DIPAKSA UNTUK MEMIKIRKAN ULANG PANDANGAN AWAL MEREKA TENTANG BERBICARA DALAM BAHASA LIDAH\u201d <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">(Robert Mapes Anderson, <\/span><\/span><\/span><em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Vision of the Disinherited: The Making of American Pentecostalism<\/span><\/span><\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">). <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Sekolah Alkitab Parham di Kansas tutup dalam hitungan bulan, dan dia pindah ke Texas untuk mendirikan gereja-gereja. Dia juga memulai sebuah Sekolah Alkitab baru di Houston.<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Georgia, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Dr. David Cloud \u00a0 Di lihat dari sudut manapun juga, Charles Parham (1873-1929) adalah seorang tokoh penting dalam lahirnya gerakan Pantekostalisme. Dia ditahbiskan sebagai seorang Methodis, tetapi \u201cmeninggalkan organisasi tersebut setelah terjadi konflik dengan atasan-atasan gerejawinya\u201d (Larry Martin, The &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2020\/08\/permulaan-gerakan-bahasa-lidah-modern\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-3499","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kharismatikpantekosta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3499"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3500,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3499\/revisions\/3500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}