{"id":3551,"date":"2021-02-20T12:35:47","date_gmt":"2021-02-20T05:35:47","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=3551"},"modified":"2021-02-20T12:35:47","modified_gmt":"2021-02-20T05:35:47","slug":"himne-seorang-martir-baptis-kuno","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2021\/02\/himne-seorang-martir-baptis-kuno\/","title":{"rendered":"Himne Seorang Martir Baptis Kuno"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. David Cloud<br \/>\nDiterjemahkan: Dr. Steven Liauw<\/p>\n<p>Orang-orang Baptis zaman dulu sangat suka bernyanyi. Lagu-lagu dan himne-himne mereka memiliki karakter kudus dan juga alkitabiah dalam hal doktrin. Mereka memasukkan khotbah-khotbah atau cerita-cerita Alkitab atau kisah-kisah kemartiran ke dalam lagu. Ada himne yang bahkan terdiri dari 45 bait!<\/p>\n<p>Himne ciptaan Balthasar Hubmaier, berjudul \u201cA Song in Praise of God\u2019s Word\u201d (Lagu Pujian akan Firman Allah) terdiri dari 18 bait, yang membahas seluruh Alkitab mulai dari Adam hingga Kristus. Setiap bait berakhir dengan kalimat \u201cGod\u2019s Word stands sure for ever\u201d (Firman Allah tetap selamanya). Kami mendapatkan bahwa terjemahan Inggris dari himne ini dapat dinyanyikan dengan menggunakan melodi dari lagu Our God Our Help in Ages Past.<\/p>\n<p>Hubmaier (1480-1528) adalah seorang pengkhotbah yang sangat terpelajar dan fasih yang memulai pelayanannya sebagai seorang Katolik. Dia adalah murid dari Johann Eck, theolog Katolik yang berdebat dengan Martin Luther. Dia mendapatkan gelar Doktor Theologi pada tahun 1513 dari Universitas Ingolstadt dan menjadi profesor theologi di sana. Setelah itu dia dijadikan imam kepala di katedral di Regensburg. Di sana dia berkhotbah melawan orang-orang Yahudi dan mengusir mereka dari kota dan menghancurkan sinagog mereka. Sebuah kapel yang didedikasikan kepada Maria lalu didirikan di atas reruntuhan tersebut.<\/p>\n<p>Pada tahun 1522, dia sudah berkhotbah melawan Roma. Untuk waktu yang singkat dia berasosiasi dengan Ulrich Zwingli di Zurich, Switzerland, tetapi dia rindu untuk mengikuti Alkitab dalam segala hal. Dia menolak baptisan bayi dan pada tahun 1525 dia dibaptis atas dasar pengakuan iman pribadi dalam Kristus. Kemudian dia membaptis 300 orang pengikutnya dan orang-orang yang dia tobatkan. Awalnya dia membela metode baptisan pencurahan, tetapi segera dengan mengadopsi praktek alkitabiah penyelaman.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Dia menulis buku-buku yang hebat untuk pembelaan iman. Salah satunya adalah pembelaan terhadap baptisan orang percaya. Dia mengatakan, \u201cPerintah Tuhan adalah untuk membaptiskan orang-orang yang percaya. Jadi, membaptiskan orang-orang yang tidak percaya, adalah hal yang dilarang.\u201d<\/p>\n<p>Hubmaier, seperti orang-orang Baptis lainnya pada zaman itu, memahami pentingnya kebebasan hati nurani. Pada tahun 1524, dia menulis sebuah traktat berjudul \u201cMengenai Para Penyesat dan Orang-Orang yang Membakar Mereka.\u201d Dalam traktat itu dia memprotes penganiayaan yang dilakukan oleh Katolik dan Protestan:<\/p>\n<p>\u201cPembakaran para penyesat tidak dapat dibenarkan dari Kitab Suci. Kristus sendiri mengajarkan bahwa lalang harus dibiarkan tumbuh bersama dengan gandum. Dia tidak datang untuk membakar, untuk membunuh, tetapi untuk memberikan kehidupan, dan kehidupan yang berlimpahan. Jadi, kiat harus berdoa dan mengharapkan perbaikan dalam diri orang-orang selama mereka masih hidup. Jika mereka tidak dapat diyakinkan melalui seruan-seruan terhadap akal budi mereka, atau melalui Firman Allah, mereka harus dibiarkan sendiri. Seseorang tidak bisa dibuat untuk melihat kesalahannya melalui api ataupun pedang. Tetapi jika adalah suatu kejahatan untuk membakar orang-orang yang menolak dan merendahkan Injil Yesus Kristus, betapa lebih jahatnya lagi untuk membakar orang-orang yang menjelaskan dan menjadi teladan terhadap firman Allah. Dengan alasan semangat bagi Allah yang sedemikian rupa, dan kebaikan jiwa-jiwa dan kehormatan gereja, semua itu adalah kebohongan. Sungguh seharusnya jelas bagi semua orang bahwa pembakaran para penyesat adalah cara Iblis\u201d (dikutip oleh John Christian).<\/p>\n<p>Hubmaier juga menerjemahkan bagian-bagian dari Perjanjian Baru. Semua ini dan buku-bukunya dimasukkan dalam Daftar Buku-Buku Terlarang Roma.<\/p>\n<p>Dia adalah seorang pengkhotbah dan pendebat yang hebat. Para pembela baptisan bayi mencari dukungan dalam perikop Lukas 18:15-17, di mana Kristus memberkati anak-anak dan berkata, \u201cBiarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.\u201d Ketika ini disinggung dalam sebuah debat antara Hubmaier dengan pemimpin Protestan \u0152colampadius di Basel, Switzerland, Hubmaier dengan bijak menjawab, \u201cBeritahu saya, apakah anak-anak ini yang dikasihi, diterima, dan diberkati oleh Tuhan kita, sudah dibaptis sebelumnya, atau tidak? Jika sudah, maka perikop ini tidak bisa dipakai sebagai argumen untuk memperbolehkan baptisan karena tidak ada hubungan dengan baptisan. Jika belum, maka benarlah saya memahami bahwa Kristus memanggil, menerima, dan mengasihi anak-anak yang tidak dibaptis. Jadi, untuk apa mereka dibaptis?\u201d<\/p>\n<p>Berikut ini adalah sebuah contoh dari debat dia dengan Zwingli:<\/p>\n<p>Zwingli: \u201cAda banyak hal selain baptisan bayi, yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Alkitab, tetapi tidak bertentangan dengan Allah.\u201d<\/p>\n<p>Hubmaier: \u201cDiamlah, Zwingli, kalau tidak nanti Faber, si Katolik, akan mendengar engkau. Hal yang sama dia katakan kepadamu, tetapi engkau menuntut ada perikop yang jelas dari dia.\u201d<\/p>\n<p>Hubmaier ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara oleh kaum Protestan di Zurich pada Januari 1526, di tengah musim dingin, dan ditahan di sana selama empat bulan yang panjang. Permohonannya kepada teman lamanya, Zwingli, diabaikan. Istrinya juga dimasukkan ke dalam penjaran. Hubmaier baru saja sembuh dari suatu penyakit yang hampir membuat dia mati. Kesehatannya rusak. Dalam kondisi yang sangat menyedihkan dan menekan ini, dia disiksa di atas rak penyiksaan oleh otoritas Protestan di kota itu yang tidak kenal belas kasihan, dan pada tanggal 6 April 1526, Hubmaier yang hancur dalam derita, setuju untuk menyangkali apa yang dia percaya.<\/p>\n<p>Orang-orang Zurich dikumpulkan ke katedral untuk mendengarkan penyangkalan iman pengkhotbah Baptis yang dikenal umum ini. Pertama-tama Zwingli menyampaikan sebuah khotbah melawan \u201cpara penyesat.\u201d Lalu semua mata berpaling kepada Hubmaier, yang maju ke depan untuk membacakan penyangkalan imannya. Sambil dia mulai membaca dengan suara yang bergetar, dia menangis. Sambil dia bergetar dalam pergumulan berat, tiba-tiba dia dikuatkan oleh Tuhan. Dia berseru, \u201cBAPTISAN BAYI BUKAN DARI ALLAH, DAN MANUSIA HARUS DIBAPTIS DALAM IMAN KEPADA KRISTUS!\u201d<\/p>\n<p>Kekacauan segera terjadi! Ada orang-orang yang berteriak-teriak memarahi dia, sementara lainnya menyerukan pujian. Otoritas Zurich segera membawa dia kembali ke sel penjara.<\/p>\n<p>Di sanalah dia menulis kata-kata doa yang mulia ini kepada Allah: \u201cO, Allah yang immortal, inilah imanku. Saya mengakuinya dengan hati dan mulut, dan telah menyaksikannya di depan umum, di hadapan Gereja dalam baptisan. Dengan setia saya meminta Engkau menjaga saya dengan kasih karunia sampai akhir hidupku, dan seandainya saya dipaksa keluar darinya oleh karena ketakutan manusiawi dan kepengecutan, oleh tirani, penganiayaan, pedang, api, atau air, saat ini saya memohon kepadaMu. O, Bapa yang penuh kasih, bangkitkan aku lagi dalam kasih karunia Roh KudusMu, dan janganlah biarkan aku pergi tanpa iman ini. Aku memohonkan hal ini dari dalam relung hatiku, melalui Yesus Kristus, PutraMu yang paling terkasih, Tuhan dan Juruselamat kami. Bapa, dalam Engkau aku menaruh harapanku, jangan pernah biarkan aku menjadi malu.\u201d<\/p>\n<p>Pada sekitar pertengahan tahun 1526, dia lolos dari penjara melalui bantuan beberapa orang teman, dan akhirnya berasosiasi dengan pengkhotbah-pengkhotbah Baptis di Augsburg, Jerman. Dia membaptis Hans Denk, gembala dari Jemaat Augsburg, dan dia juga ikut serta dalam konvensi pengkhotbah Baptis yang diadakan di sana tahun 1527.<\/p>\n<p>Hubmaier banyak berperjalanan di Eropa Tengah dan Barat, selalu dalam ancaman penangkapan oleh otoritas gerejawi. Khotbah-khotbahnya terutama diberkati di Moravia. Di sana 6000 petobat dibaptis dalam satu tahun.<\/p>\n<p>Hubmaier ditangkap tahun 1528 dan dikirim ke Vienna. Pada tanggal 1 Maret, dia dibakar pada tiang pembakaran, mati tanpa bergeser dari iman alkitabiah yang dia khotbahkan. Sambil dia bersiap untuk menghadapi api, istrinya menguatkan dia untuk tetap teguh dalam Kristus. Janggut dan rambutnya terbakar oleh api sambil dia berseru, \u201cO Yesus, Yesus.\u201d Dia mati dalam asap dan api.<\/p>\n<p>Delapan hari kemudia, istrinya yang setia bergabung dengan suaminya dalam kemuliaan, ketika dia ditenggelamkan oleh para penganiaya yang kejam itu. Sebuah batu yang berat diikatkan ke lehernya, dan dia dilemparkan dari sebuah jembatan ke sungai Danube.<\/p>\n<p>Motto Hubmaier adalah \u201cKebenaran Itu Kekal.\u201d<\/p>\n<p>Himne Balthasar Hubmaier, \u201cA Song in Praise of God\u2019s Word\u201d (dapat dinyanyikan dengan nada lagu \u201cOur God Our Help in Ages Past\u201d)&#8211;<\/p>\n<p>Rejoice, rejoice, ye Christians all,<br \/>\nAnd break forth into singing!<br \/>\nSince far and wide on every side<br \/>\nThe word of God is ringing.<br \/>\nAnd well we know, no human foe<br \/>\nOur souls from Christ can sever;<br \/>\nFor to the base, and men of grace,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>O Adam, Adam, first of men,<br \/>\nWhat future did fate send you?<br \/>\nAfter your fall in Paradise<br \/>\nHow did your God befriend you?<br \/>\nHis holy word from him you heard,<br \/>\nThat word which faileth never,<br \/>\nTo tend&#8217;rest age, to hoary sage,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>O Noah, Noah, man of God,<br \/>\nThy God hath thee selected<br \/>\nAnd sworn to thee an oath, since thou<br \/>\nHis word hast not rejected:<br \/>\n&#8220;With flood again to drown all men<br \/>\nMy wrath shall hasten never&#8221;;<br \/>\nTo swollen pelf, to want itself, [pelf is wealth]<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>And Abraham believed his God,<br \/>\nAnd so, for his devotion,<br \/>\nHis faith became his righteousness,<br \/>\nHis seed like sands of ocean.<br \/>\nThus has God done for every one,<br \/>\nWho trust him perish never;<br \/>\nTo every one who builds thereon<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>And Lot, devout, God-fearing man,<br \/>\nTwo angels came to find him,<br \/>\nAnd lead him out from Sodom safe,<br \/>\nNor should he look behind him.<br \/>\nGod&#8217;s fiery flood therein withstood<br \/>\nNo living thing whatever;<br \/>\nAll men, like Lot, must pay their scot,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>O David, David, king and lord,<br \/>\nA man of God&#8217;s own choosing,<br \/>\nGod&#8217;s truth he hid within his heart<br \/>\nBeyond all fear of losing.<br \/>\nFrom David&#8217;s seed Christ should proceed,<br \/>\nHe swore who changeth never;<br \/>\nIn heaven and on earth the same<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>Jesus the Christ, of Mary born<br \/>\nAnd of the Holy Spirit,<br \/>\nWhat all the prophets promis\u00e8d<br \/>\nWe shall in him inherit.<br \/>\n&#8220;Hear him,&#8221; the call of God to all,<br \/>\nTo save us his endeavour;<br \/>\nTo him all praise and honour raise\u2014<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>Now hear, now hear, and mark with care<br \/>\nWhat else for us is written,<br \/>\nAnd learn from his new Covenant<br \/>\nWhat more to do we&#8217;re bidden.<br \/>\nAnd what of old has been foretold<br \/>\nOf Christ our Lord and Saviour;<br \/>\nTo latest hour, in vaster power,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>Matthew, the first evangelist,<br \/>\nFrom Roman service taken,<br \/>\nHas now become chief counsellor<br \/>\nAnd has his sins forsaken;<br \/>\nHears Jesus call, who says to all,<br \/>\n&#8220;Follow with best endeavour.&#8221;<br \/>\nIn ample fame, always the same,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>And Mark, yes, Mark, the second is,<br \/>\nAnd richly he has taught us<br \/>\nThe knowledge of that mighty power<br \/>\nWherewith our Lord has brought us<br \/>\nTo faith in God, to which is owed<br \/>\nAll goodness whatsoever;<br \/>\nFor all men&#8217;s tears, for all men&#8217;s jeers,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>Luke also follows in the train<br \/>\nAnd tells the gospel story:<br \/>\nThe wondrous works of Christ, and how<br \/>\nFrom heaven the God of glory<br \/>\nTo men undone has sent his Son<br \/>\nThat men might perish never;<br \/>\nBelieve we must, or bite the dust,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>And John, the fourth evangelist,<br \/>\nA youth of wondrous beauty,<br \/>\nReveals to us the Word divine<br \/>\nAnd teaches us our duty.<br \/>\nWith faith and love your calling prove<br \/>\nAnd seek no other lever;<br \/>\nIt gives no aid to hoe or spade,<br \/>\nBut God&#8217;s word stands for ever.<\/p>\n<p>And Saul, God&#8217;s chosen vessel he,<br \/>\nHis early sin repented:<br \/>\nHe stormed and strove against the saints<br \/>\nAs if he were demented.<br \/>\nIn vain the age &#8216;gainst us shall rage,<br \/>\nOur souls from Christ to sever;<br \/>\nIn time of ill our stronghold still,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>O Paul, O Paul, what fruit of all<br \/>\nThy writings in their season!<br \/>\nThe truth thou hast declared shall stand<br \/>\nAgainst all human reason.<br \/>\nSin is o&#8217;erthrown by faith alone,<br \/>\nAnd, though the great and clever<br \/>\nWere all employed to make it void,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>And Peter, Jude, and James, all three<br \/>\nDo follow in this teaching;<br \/>\nRepentance and confession they<br \/>\nThrough Christ our Lord are preaching<br \/>\nIn him men must put all their trust,<br \/>\nOr they shall see God never;<br \/>\nThe wolf may tear, the lion, bear,\u2014<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>Ah, man, blind man, now hear the word,<br \/>\nMake sure your state and calling;<br \/>\nBelieve the Scripture is the power<br \/>\nBy which we&#8217;re kept from falling.<br \/>\nYour valued lore at once give o&#8217;er,<br \/>\nRenounce your vain endeavour;<br \/>\nThis shows the way, no longer stray,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>O Jesus Christ, thou Son of God,<br \/>\nLet us not lack thy favour,<br \/>\nFor what shall be our just reward<br \/>\nIf the salt shall lose its savour?<br \/>\nWith angry flame to efface thy name<br \/>\nIn vain shall men endeavour;<br \/>\nNot for a day, the same for aye,<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<\/p>\n<p>Praise God, praise God in unity,<br \/>\nYe Christian people sweetly,<br \/>\nThat he his word has spread abroad\u2014<br \/>\nHis word, his work completely.<br \/>\nNo human hand can him withstand,<br \/>\nNo name how high soever;<br \/>\nAnd sing we then our glad Amen!<br \/>\nGod&#8217;s word stands sure for ever.<br \/>\n(Balthasar H\u00fcbmaier, \u201cA Song in Praise of God\u2019s Word\u201d)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. David Cloud Diterjemahkan: Dr. Steven Liauw Orang-orang Baptis zaman dulu sangat suka bernyanyi. Lagu-lagu dan himne-himne mereka memiliki karakter kudus dan juga alkitabiah dalam hal doktrin. Mereka memasukkan khotbah-khotbah atau cerita-cerita Alkitab atau kisah-kisah kemartiran ke dalam lagu. &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2021\/02\/himne-seorang-martir-baptis-kuno\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[43,977],"tags":[],"class_list":["post-3551","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-penganiayaan-persecution","category-sejarah-dan-doktrin-baptis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3551"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3551\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3554,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3551\/revisions\/3554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}