{"id":3646,"date":"2022-02-19T14:05:32","date_gmt":"2022-02-19T07:05:32","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=3646"},"modified":"2022-02-19T14:05:32","modified_gmt":"2022-02-19T07:05:32","slug":"pemerintah-komunis-china-dilaporkan-menulis-ulang-alkitab-dan-menyebut-yesus-orang-berdosa-tapi-bukan-itu-semua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2022\/02\/pemerintah-komunis-china-dilaporkan-menulis-ulang-alkitab-dan-menyebut-yesus-orang-berdosa-tapi-bukan-itu-semua\/","title":{"rendered":"Pemerintah Komunis China Dilaporkan Menulis Ulang Alkitab dan Menyebut Yesus &#8216;Orang Berdosa.&#8217; Tapi Bukan Itu Semua\u2026"},"content":{"rendered":"<p>Diterjemahkan dari: https:\/\/www.faithwire.com\/2022\/02\/17\/chinas-communist-government-is-reportedly-rewriting-the-bible-and-calling-jesus-a-sinner-but-thats-not-all\/<\/p>\n<p>Partai Komunis China, rezim yang berkuasa di China, telah menjalankan misi untuk menulis ulang Alkitab melalui lensa komunis. Misi ini dilaporkan telah menghasilkan distorsi yang mengejutkan pada Kitab Suci dan kebenaran Injil.<br \/>\nTodd Nettleton, juru bicara The Voice of the Martyrs (VOM), pengamat penganiayaan yang melayani orang Kristen di seluruh dunia, mengatakan kepada Faithwire tentang upaya berkelanjutan pemerintah China untuk menata kembali Alkitab.<br \/>\n\u201cIni adalah proyek yang diumumkan Partai Komunis Tiongkok pada 2019. Saat itu, mereka mengatakan akan membutuhkan proses 10 tahun \u2026 untuk menerbitkan sebuah terjemahan baru Alkitab,\u201d katanya, sambil menggarisbawahi bahwa \u201cAlkitab\u201d ini akan memuat prinsip-prinsip Konfusius dan Buddha, antara lain. \u201cTerjemahan baru ini \u2026 akan sangat mendukung Partai Komunis.\u201d<\/p>\n<p><strong>Contoh mengejutkan dari penulisan ulang Alkitab:<\/strong><br \/>\nVOM baru-baru ini membagikan versi baru dari kisah Alkitab yang selama ini dihormati di seluruh dunia, yang berpusat pada kasih dan belas kasih korektif Yesus bagi seorang wanita yang tertangkap basah berzinah.<br \/>\n\u201cPartai Komunis China (PKC) mengumumkan rencana untuk memperbarui Alkitab untuk &#8216;mengikuti perkembangan zaman.&#8217; Revisi akan mencakup penambahan &#8216;nilai-nilai inti sosialisme&#8217; dan menghapus bagian-bagian yang tidak mencerminkan keyakinan komunis,\u201d demikian bunyi tulisan Facebook VOM. \u201cDalam sebuah buku teks untuk siswa sekolah menengah yang dirilis pada September 2020, para penulis buku itu menyertakan bagian dari Yohanes 8, sebagaimana direvisi dalam versi baru mereka.\u201d<br \/>\nSebelum kita menjelajahi versi komunis yang direvisi, mari kita lihat Yohanes 8 sebagaimana adanya dalam Alkitab yang asli dan otentik.<br \/>\nDalam kisah pengampunan yang terkenal itu, orang-orang Farisi membawa seorang wanita yang tertangkap basah berzinah ke hadapan mereka dan menantang Yesus, menyatakan, \u201cGuru, perempuan ini tertangkap basah ketika sedang berbuat zinah. Dan dalam hukum, Musa memerintahkan kita bahwa perempuan-perempuan demikian harus dilempari dengan batu; jadi apa kataMu?\u201d (ITR)<br \/>\nAlkitab mencatat bahwa para pemimpin Yahudi ini menggunakan pertanyaan ini sebagai jebakan untuk menuduh Yesus. Namun, Kristus mulai menulis di tanah dengan jari-Nya (adalah misteri apa yang Dia tulis) dan kemudian mengucapkan beberapa kata yang transformatif (ayat 7): \u201cOrang yang tidak berdosa di antara kalian, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepadanya.\u201d (ITR)<br \/>\nSetelah orang ramai itu \u2013 yang jelas-jelas terguncang oleh kata-kata Yesus \u2013 pergi, Kristus dan wanita itu tinggal berdiri bersama, dan percakapan mereka berlangsung sebagai berikut (ITR):<br \/>\nKristus: \u201cHai perempuan, di manakah orang-orang yang menuduh engkau itu? Tidak adakah seorangpun yang menghukummu\u201d<br \/>\nWanita: \u201cTidak seorangpun, Tuhan\u201d<br \/>\nKristus: \u201cAku juga tidak menghukum engkau; pergilah dan jangan lagi berbuat dosa.\u201d<br \/>\nTetapi, dilaporkan bahwa Partai Komunis China memiliki visi yang berbeda tentang bagaimana interaksi ini berlangsung \u2014 sebuah kisah palsu yang anti-alkitab yang bertentangan dengan kebenaran kitab suci.<br \/>\nDalam versi baru pemerintah China \u2014 yang dilaporkan terlihat dalam sebuah buku teks yang diterbitkan pada September 2020 \u2014 kerumunan itu bubar, tetapi kemudian teks menyatakan, \u201cKetika semua orang keluar, Yesus sendiri melempari wanita itu dengan batu, dan berkata, &#8216;Saya juga orang berdosa.&#8217; \u201d<\/p>\n<p><strong>Mengapa Cina menulis ulang Alkitab?<\/strong><br \/>\nBahasa yang diubah secara langsung menyerang keilahian Yesus, sesuatu yang dikatakan Nettleton cukup mengejutkan.<br \/>\n\u201cDi satu sisi, sangatlah arogan untuk berpikir, &#8216;Saya akan menulis ulang kisah Yesus&#8217;\u2026 tetapi kemudian Anda berpikir tentang menyangkal keilahian Kristus,\u201d katanya. \u201cJika Yesus adalah orang berdosa, maka dia bukan Tuhan.\u201d<br \/>\nBagi siapa pun yang bertanya-tanya mengapa Partai Komunis China akan mengambil langkah-langkah yang sedemikian mengganggu ini untuk mencoba dan mengurangi Injil, Nettleton mengatakan itu semua berkaitan dengan kontrol.<br \/>\n\u201cMasalah utama bagi Partai Komunis China adalah kontrol. Semuanya adalah tentang kontrol,\u201d katanya. \u201cDan mereka melihat \u2026 pesan Kristen sebagai sesuatu yang akan merebut kendali dari partai komunis.\u201d<br \/>\nDaripada warga negera mereka bangun pagi dan berjanji setia kepada Tuhan yang penuh kasih dan merenungkan cara untuk melayani Yesus, Nettleton mengatakan tujuan pemerintah adalah agar warga negara China bangun setiap hari dan berkata, \u201cBagaimana saya bisa melayani partai hari ini? Bagaimana saya bisa menjadi komunis yang baik hari ini?\u201d<\/p>\n<p><strong>Masalah penganiayaan yang jauh lebih luas<\/strong><br \/>\nMeskipun bombastis dan meresahkan, penulisan ulang Alkitab hanyalah bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah China untuk menindak iman Kristen. Gerakan Tiga Patriotik Mandiri di negera tersebut adalah sebuah denominasi Protestan yang dikendalikan oleh dan terdaftar pada Partai Komunis Tiongkok.<br \/>\n\u201cGereja Protestan China yang secara resmi disetujui selalu mencoba mengkooptasi agama Kristen dan menggunakannya untuk tujuan komunis,\u201d kata Nettleton. \u201cTetapi mereka bahkan dalam beberapa tahun terakhir telah mengambil langkah lebih jauh.\u201d<br \/>\nDia mengatakan gambar Yesus telah diturunkan di dalam gereja-gereja dan, dalam beberapa kasus, telah diganti dengan gambar Presiden China Xi Jinping. Himne-himne Kristen juga telah diganti dengan lagu-lagu partai komunis.<br \/>\nTerjemahan Alkitab yang baru, tampaknya hanyalah langkah lain menuju anarki anti-Alkitab dalam jajaran Partai Komunis China.<br \/>\n\u201cTerjemahan Alkitab sosialis yang baru ini hanyalah langkah lain bagi Partai Komunis China ketika mereka mencoba untuk mengendalikan gereja, dan benar-benar mengkooptasi agama Kristen sebagai alat untuk mengendalikan orang-orang dan membantu mereka melayani kepentingan Partai,\u201d Nettleton menegaskan.<br \/>\nVersi Alkitab yang baru menjadi lebih meresahkan ketika seseorang menganggap itu bisa menjadi satu-satunya versi kitab suci yang tersedia secara resmi dalam sistem gereja yang dikontrol ketat dan dijalankan oleh pemerintah.<br \/>\n\u201cSatu-satunya cara Anda bisa mendapatkan Alkitab secara legal di China adalah di gereja yang terdaftar dan itu kebanyakan di kota-kota besar. [dan] jika Anda berada di daerah pedesaan, Anda hampir tidak memiliki akses ke Alkitab,\u201d katanya.<br \/>\nKeterbatasan akses ke Alkitab selalu menjadi masalah. Namun, sekarang masalah ini diperparah oleh versi Kitab Suci yang berbau sosialis yang meragukan keilahian Kristus dan memunculkan detil yang tidak akurat.<br \/>\nItu sebabnya organisasi Nettleton terus membantu memberikan Alkitab kepada warga China.<br \/>\n\u201cItulah salah satu alasan mengapa Voice of the Martyrs dan kelompok lain begitu berkomitmen untuk mengirimkan Alkitab ke China \u2013 bahkan menyelundupkan Alkitab ke China \u2013 karena tidak tersedia,\u201d katanya. \u201cSalah satu hal yang saya harap tentang terjemahan baru ini adalah bahwa itu akan menjadi bumerang, dan orang-orang akan bertanya-tanya, &#8216;Mengapa begitu penting bagi pemerintah China untuk menerjemahkan ulang Alkitab. Mengapa begitu penting bagi mereka untuk mengubah ini?&#8217;\u201d<br \/>\nNettleton berharap warga China membandingkan versi baru dengan yang lama dan melihat perubahannya. Mari terus berdoa untuk orang-orang China di tengah meningkatnya kontrol budaya dan teologis di tangan rezim komunis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diterjemahkan dari: https:\/\/www.faithwire.com\/2022\/02\/17\/chinas-communist-government-is-reportedly-rewriting-the-bible-and-calling-jesus-a-sinner-but-thats-not-all\/ Partai Komunis China, rezim yang berkuasa di China, telah menjalankan misi untuk menulis ulang Alkitab melalui lensa komunis. Misi ini dilaporkan telah menghasilkan distorsi yang mengejutkan pada Kitab Suci dan kebenaran Injil. Todd Nettleton, juru bicara The &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2022\/02\/pemerintah-komunis-china-dilaporkan-menulis-ulang-alkitab-dan-menyebut-yesus-orang-berdosa-tapi-bukan-itu-semua\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,43],"tags":[],"class_list":["post-3646","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-alkitab","category-penganiayaan-persecution"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3646","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3646"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3646\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3647,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3646\/revisions\/3647"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3646"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3646"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3646"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}