{"id":3664,"date":"2022-04-09T11:07:46","date_gmt":"2022-04-09T04:07:46","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=3664"},"modified":"2022-04-23T15:51:43","modified_gmt":"2022-04-23T08:51:43","slug":"penerbit-kristen-dikunci-dari-twitter-karena-menyebut-seorang-pejabat-transgender-sebagai-laki-laki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2022\/04\/penerbit-kristen-dikunci-dari-twitter-karena-menyebut-seorang-pejabat-transgender-sebagai-laki-laki\/","title":{"rendered":"Penerbit Kristen Dikunci Dari Twitter Karena Menyebut Seorang Pejabat Transgender Sebagai Laki-Laki"},"content":{"rendered":"<p>Berikut ini dikutip dari Christian Headlines, 23 Maret 2022: \u201cTwitter telah mengambil tindakan terhadap platform media Kristen Babylon Bee dan The Christian Post karena menyebut Asisten Sekretaris Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Rachel Levine, seorang pria. The Babylon Bee, sebuah situs berita satir, dikunci dari Twitter karena &#8216;perilaku kebencian&#8217; setelah memposting tweet yang menyebut Levine, seorang wanita transgender dalam Administrasi Biden, sebagai &#8216;Man of The Year&#8217; mereka Sabtu lalu. Tweet tersebut merupakan bentuk ejekan terhadap USA Today, yang menyebut Levin sebagai salah satu &#8216;Women of the Year&#8217; awal bulan ini. Meskipun dihukum oleh Twitter, CEO Babylon Bee, Seth Dillon menegaskan bahwa mereka tidak akan menghapus tweet tersebut. \u201cKami tidak akan menghapus apapun,\u201d tulisnya pada hari Senin di akunnya. \u2018Kebenaran bukanlah ujaran kebencian. Jika harga untuk mengatakan kebenaran adalah hilangnya akun Twitter kami, maka biarlah.\u2019 &#8230; Twitter juga memberlakukan hukuman yang sama pada publikasi berita Kristen The Christian Post karena men-tweet artikelnya dengan judul, \u2018USA Today menyebut Rachel Levine, seorang pria, di antara Women of the Year-nya.\u2019 Pada hari Jumat, Twitter mengirim email ke The Christian Post yang menuduh outlet berita tersebut melanggar kebijakannya terhadap \u2018perilaku kebencian\u2019 dan melarang akun tersebut memposting artikel baru dan \u2018untuk sementara\u2019 membatasi beberapa fitur lainnya di akun Twitter mereka. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan untuk Faithwire, reporter investigasi senior The Christian Post tentang etika seksual dan gerakan trans, Brandon Showalter, menjelaskan mengapa outlet tersebut menolak untuk menghapus tweet tersebut. \u201cAlasan The Christian Post bersikukuh menggunakan bahasa demikian, terutama ketika melaporkan perkembangan ideologi transgender, adalah karena kami menghargai kebenaran,\u201d kata Showalter. \u201cJika kami gagal menjaga integritas tentang apa dan bagaimana kami melaporkan isu-isu penting ini, kami sangat merugikan pembaca kami yang mengandalkan kami untuk berkomunikasi dengan jujur. Kami tidak bisa, dengan hati nurani yang baik, menghilangkan kebenaran fisiologi kami dengan kata-kata yang tidak memiliki arti atau memiliki arti sebaliknya,&#8217; demikian dia tegaskan.&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut ini dikutip dari Christian Headlines, 23 Maret 2022: \u201cTwitter telah mengambil tindakan terhadap platform media Kristen Babylon Bee dan The Christian Post karena menyebut Asisten Sekretaris Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Rachel Levine, seorang pria. The Babylon Bee, sebuah &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2022\/04\/penerbit-kristen-dikunci-dari-twitter-karena-menyebut-seorang-pejabat-transgender-sebagai-laki-laki\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[970,950],"tags":[],"class_list":["post-3664","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lgbt","category-teknologi-2"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3664"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3664\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3672,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3664\/revisions\/3672"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}