{"id":3876,"date":"2023-10-07T10:49:02","date_gmt":"2023-10-07T03:49:02","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=3876"},"modified":"2023-10-07T10:49:02","modified_gmt":"2023-10-07T03:49:02","slug":"kekristenan-musafir-dan-isu-celana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2023\/10\/kekristenan-musafir-dan-isu-celana\/","title":{"rendered":"Kekristenan Musafir dan Isu Celana"},"content":{"rendered":"<p>Sumber: www.wayoflife.org<\/p>\n<p>\u201cSaudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa\u201d (1 Pet. 2:11)<\/p>\n<p>Pola pikir musafir adalah aspek mendasar dalam topik pakaian. Anak-anak Tuhan yang dilahirkan kembali berkata bersama Abraham, bapanya dalam iman, \u201cDunia ini bukan rumahku; Aku hanya lewat saja.\u201d Anak-anak Allah mengetahui bahwa ia hidup di dunia yang sudah berdosa dan memberontak terhadap Bapa surgawinya, dan ia tidak ingin menjadi serupa dengan dunia tersebut (Roma 12:2). Dia menguji segalanya dengan Firman Tuhan. Dia tidak takut menjadi berbeda. Pola pikir sebagai seorang musafir inilah yang memotivasi saya untuk memotong rambut panjang saya setelah saya diselamatkan pada usia 23 tahun dan mengubah seluruh pemikiran saya tentang pakaian.<\/p>\n<p>Bukanlah sesuatu yang remeh, pakaian merupakan isu mendasar dalam gereja dan masyarakat. Pakaian telah menjadi masalah mendasar sejak manusia jatuh dan hatinya tercemar dan Tuhan \u201c membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka\u201d (Kejadian 3:21).<\/p>\n<p>Pakaian adalah suatu bahasa. Ini disebut pesan sosial, pernyataan fashion, \u201ccara berekspresi yang umum.\u201d Perancang busana Amerika Rachel Zoe berkata, \u201cGaya kamu adalah cara untuk mengatakan siapa dirimu tanpa harus berbicara\u201d (goodreads.com). Vivienne Westwood, pencipta tampilan rock punk, berkata, \u201cMenurut saya fashion adalah bentuk komunikasi terkuat yang pernah ada. &#8230; Hal ini menarik bagi saya hanya jika ia bersifat subversif: itulah satu-satunya alasan saya berada dalam duni mode, untuk menghancurkan kata &#8216;konformitas&#8217;\u201d (Jon Savage, <i>Time Travel: Pop, Media and Sexuality 1976-96<\/i>, hal. 119) .<\/p>\n<p>Celana yang dikenakan pada wanita dalam masyarakat Barat modern melanggar dua prinsip dasar alkitabiah:<\/p>\n<p>Pertama, hal ini menghancurkan pembedaan jenis kelamin yang ditetapkan Allah. Pakaian ini secara terang-terangan diciptakan sebagai pakaian unisex untuk menyangkal bahwa \u201cAllah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan\u201d (Markus 10:6). Celana wanita hampir tidak dikenal di generasi kakek dan nenek saya. Salah satu foto favorit saya adalah nenek dari pihak ibu saya yang saleh sedang mencangkul kacang polong dengan gaun panjang. Celana untuk wanita diciptakan oleh desainer feminis Coco Chanel pada tahun 1940-an selama Perang Dunia II ketika perempuan meninggalkan rumah untuk bekerja di pabrik, namun butuh waktu barulah trend ini menjalar dan mengalahkan pengaruh alkitabiah yang menolaknya. Pada tahun 1960an-lah terjadi perubahan besar berkat revolusi rock &amp; roll. Setelan celana (pantsuit) diciptakan oleh perancang busana homoseksual Yves Saint Laurent pada tahun 1966 (\u201cHow Yves Saint Laurent Revolutionized Women\u2019s Fashion,\u201d <i>Business Insider<\/i>, 8 Agustus 2011). Laurent dijuluki sebagai \u201cpria yang mengenakan celana panjang kepada wanita\u201d (\u201cCelebrating Yves Saint Laurent,\u201d <i>Daily Mail<\/i>, 2 Juni 2008). Gaya tersebut disebut \u201cmenantang\u201d, \u201ctidak sopan\u201d, \u201cberani\u201d, dan \u201cberkelamin dua\u201d (<i>Business Insider<\/i>, Ibid.). Semua ini adalah tentang pemberontakan yang berani dan uniseksualitas. Para model mempopulerkan fashion dengan tampil dengan \u201crambut disisir ke belakang dan postur maskulin\u201d. Pada awalnya, hotel dan restoran ternama tidak mengizinkan tamu wanita memakainya. Seberapa jauh kita telah bergeser! Setelan celana tersebut berbicara tentang \u201ckeselarasan dengan politik feminis yang sedang berkembang\u201d; ia menyatakan, \u201cJika laki-laki bisa memakai ini, mengapa saya tidak?\u201d (Ibid.) Feminis Linda Grant mengamati bahwa setelan celana \u201cmenempatkan perempuan pada posisi busana yang setara dengan laki-laki\u201d dan \u201cadalah sumbangsih fashion kepada feminisme\u201d (\u201cFeminism Was Built on the Trouser Suit,\u201d <i>The Guardian<\/i>, 3 Juni 2008) . Celana yang dikenakan pada perempuan adalah bagian utama dari gerakan unisex yang telah meruntuhkan batasan yang dimaksudkan Tuhan antara kedua jenis kelamin dan telah berkontribusi pada hiruk-pikuk hak-hak transeksual saat ini.<\/p>\n<p>Kedua, celana pada wanita bersifat tidak sopan secara seksual, menonjolkan sosok wanita secara sensual, dan semakin ketat celananya, semakin besar sensualitas atau faktor \u201cseksi\u201d. Celana ketat diciptakan oleh Calvin Klein, seorang perancang busana biseksual. Ketika celananya muncul pada tahun 1974, langsung terjual 200.000 pasang pada minggu pertama (\u201cCalvin Klein: A Stylish Obsession,\u201d <i>Entrepreneur<\/i>, 10 Okt. 2008). Celana ketat yang dikenakan sebagai celana (legging) dipromosikan oleh Gianni Versace, seorang perancang busana homoseksual yang terbunuh pada tahun 1997.<\/p>\n<p>\u201cMemberitakan Firman\u201d berarti menerapkan Alkitab dalam setiap persoalan hidup, dan kita bermaksud melakukannya selama Tuhan mengizinkan.<\/p>\n<p>Sedangkan bagi perempuan yang lebih tua, mereka harus menetapkan standar spiritual dan moral bagi perempuan yang lebih muda, dan perempuan yang lebih muda harus mendidik anak perempuan mereka. Waktu terbaik untuk belajar berpakaian sopan adalah di masa kanak-kanak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: www.wayoflife.org \u201cSaudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa\u201d (1 Pet. 2:11) Pola pikir musafir adalah aspek mendasar dalam topik pakaian. Anak-anak Tuhan yang dilahirkan kembali &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2023\/10\/kekristenan-musafir-dan-isu-celana\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[981,575],"tags":[],"class_list":["post-3876","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fashion","category-wanita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3876"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3876\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3877,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3876\/revisions\/3877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}