{"id":528,"date":"2010-09-22T16:46:03","date_gmt":"2010-09-22T09:46:03","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=528"},"modified":"2010-09-22T16:46:03","modified_gmt":"2010-09-22T09:46:03","slug":"apakah-kolose-115-dan-wahyu-314-mengajarkan-bahwa-yesus-adalah-ciptaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2010\/09\/apakah-kolose-115-dan-wahyu-314-mengajarkan-bahwa-yesus-adalah-ciptaan\/","title":{"rendered":"Apakah Kolose 1:15 dan Wahyu 3:14 Mengajarkan Bahwa Yesus Adalah Ciptaan?"},"content":{"rendered":"<p>\u201c<span><span style=\"font-size: small;\">Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><strong>sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya<\/strong><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain\u201d (2 Petrus 3:15-16).<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Memutarbalikkan Firman Tuhan adalah salah satu keahlian Iblis dan sekaligus senjata pamungkasnya. Ia telah memutarbalikkan Firman Tuhan sejak di taman Eden terhadap orang tua pertama kita, Adam dan Hawa. Terhadap Hawa, Iblis dengan licik memutarbalikkan dan menyangkal Firman Tuhan. Ia sukses membuat Hawa tertipu, sehingga senjata ini ia pergunakan terus sepanjang zaman. Bahkan, terhadap Adam kedua, yaitu Yesus Kristus, datang ke dunia ini, Iblis juga berusaha untuk memutarbalikkan Firman Tuhan terhadapNya. Ketika mencobai Tuhan Yesus, Iblis memakai Alkitab juga. Tetapi tentu Iblis tidak dapat menipu sang Firman itu sendiri! Tuhan kita menunjukkan bahwa cara paling ampuh untuk melawan pemutarbalikkan Firman Tuhan adalah dengan menerapkan dan mengerti Firman Tuhan itu secara benar.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Kalah melawan Tuhan Yesus tidak membuat Iblis berhenti. Petrus memperingatkan bahwa penyesat-penyesat senantiasa menggunakan Firman Tuhan untuk kepentingan mereka dan dengan penafsiran yang tidak benar. Hasil akhirnya adalah \u201ckebinasaan,\u201d baik bagi para penyesat itu maupun bagi orang-orang yang disesatkan oleh mereka.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Tidak ada topik lain yang mengilustrasikan hal ini dengan lebih jelas lagi daripada topik keilahian Yesus Kristus. Sejak Arian di abad keempat hingga bidat Unitarian dan Saksi Yehovah hari ini, orang-orang yang tidak mau mengakui keilahian Yesus telah mencari-cari ayat Firman Tuhan yang dapat mereka putarbalikkan untuk mendukung doktrin mereka. Artikel ini akan membahas dua ayat yang sering mereka pakai, yaitu Kolose 1:15 dan Wahyu 3:14. Untuk mendapatkan gambaran yang komplit, pembaca juga dianjurkan untuk membaca artikel lain (<a href=\"http:\/\/www.graphe-ministry.org\/downloads\/Saksi_Yehovah_Politeisme_Terselubung.pdf\">http:\/\/www.graphe-ministry.org\/downloads\/Saksi_Yehovah_Politeisme_Terselubung.pdf<\/a>) yang membahas kesaksian Alkitab secara keseluruhan terhadap keilahian Yesus Kristus. <\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><!--more--><\/p>\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"><strong>I. Kolose 1:15<\/strong><br \/>\n\u201c<\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\">Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu\u201d (Kolose 1:12-18).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> Para penyesat sering mempergunakan Kolose 1:15 untuk berargumen bahwa Yesus bukanlah Allah, melainkan adalah salah satu ciptaan. Mereka memakai frase \u201cyang sulung\u201d untuk mengatakan bahwa Kristus adalah makhluk ciptaan yang pertama. Dalam KJV, ayat ini berbunyi: \u201cWho is the image of the invisible God, the firstborn of every creature.\u201d Tetapi itu adalah pemutarbalikkan arti sesungguhnya dari ayat ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\">\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><strong>A. Konteks Ayat Ini Tidak Mengajarkan Bahwa Yesus Adalah Ciptaan<\/strong><br \/>\nBiasanya, ketika seorang Unitarian atau seorang Saksi Yehovah memakai ayat ini untuk mendukung doktrinnya bahwa Yesus adalah ciptaan, ia tidak akan mengajak untuk membaca ayat-ayat sesudah ayat 15. Padahal, salah satu hal yang paling penting dalam penafsiran Alkitab adalah memperhatikan konteks. Kalau seseorang tidak memperhatikan konteks, ia bisa menciptakan doktrin apa saja dari dalam Alkitab. Ia bisa mengatakan bahwa manusia tidak akan mati (Kej. 3:4), bahwa orang percaya harus membenci keluarganya (Lukas 14:26), atau bahwa orang Kristen tidak boleh menguburkan orang tuanya (Mat. 8:21-22). Konteks sangatlah penting! Tanpa melihat konteks, penafsir tidak dapat mengetahui apa poin inti yang dibicarakan oleh penulis Alkitab, dan dengan mencomot ayat justru akan menghasilkan penafsiran yang memutarbalikkan maksud sebenarnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Jadi, bagaimanakah dengan Kolose 1:15? Apakah yang dikatakan oleh konteks ayat ini? Apakah jika seseorang membaca ayat 17-18, ia mendapat pengajaran bahwa Yesus adalah ciptaan? Sama sekali tidak! Justru sebaliknya, ayat-ayat ini meninggikan Yesus sebagai Pencipta! Alkitab memakai tiga istilah yang sangat kuat: bahwa segala sesuatu diciptakan \u201cdi dalam Dia,\u201d \u201coleh Dia,\u201d dan \u201cuntuk Dia.\u201d Terkandung di dalam \u201csegala sesuatu\u201d ini adalah segala yang di sorga dan di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Ayat Alkitab sengaja memberikan penekanan bahwa tidak ada sesuatu apapun yang tidak diciptakan oleh Yesus, untuk Yesus, dan di dalam Yesus. <\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Saksi Yehovah mengatakan bahwa Bapa menciptakan Yesus, lalu Yesus menciptakan semua yang lain. Tetapi Kolose 1:15-18 sama sekali tidak mengajarkan hal tersebut. Tidak ada satu patah kata pun mengenai Yesus diciptakan. Yesus diumumkan sebagai \u201cPencipta segala sesuatu.\u201d Kalau Yesus adalah ciptaan, maka pernyataan itu tidak benar dan Ia bukanlah Pencipta semua ciptaan, karena Ia jelas tidak menciptakan diriNya sendiri. <\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Saksi Yehovah mengatakan bahwa Bapa menciptakan Yesus, lalu menciptakan semua yang lain melalui Yesus Kristus. Tetapi ini bertentangan dengan pernyataan Yehovah sendiri: \u201cBeginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi siapakah yang mendampingi Aku?\u201d (Yes. 44:24). Yehovah berkata bahwa Ia seorang diri membentangkan langit. Kalau Yesus adalah ciptaan Bapa, dan Bapa menciptakan langit melalui Yesus, maka pernyataan dalam Yesaya ini menjadi salah, karena berarti Bapa ditemani Yesus (yang adalah ciptaan). Tetapi ayat ini cocok dengan pengajaran Alkitab bahwa Yehovah mengacu kepada Allah Tritunggal. Bapa, Putra, dan Roh Kudus, adalah tiga pribadi yang esa, yang menciptakan segala sesuatu. Jadi, jelas bahwa sekte \u201cSaksi Yehovah\u201d bukanlah saksi dari Yehovah yang sesungguhnya, karena melawan kata-kataYehovah sendiri.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><strong>B. Kata \u201cSulung\u201d Tidak Mengajarkan Bahwa Yesus Adalah Ciptaan<\/strong><br \/>\nKesalahan yang mendasar dari penafsiran Arian terhadap Kolose 1:15, selain tidak memperhatikan konteks, adalah memaksakan arti yang sempit kepada kata \u201csulung.\u201d Dalam bahasa aslinya, \u201csulung\u201d berasal dari kata <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>prototokos<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> (Yunani). Arian dan keturunan rohaninya menafsirkan bahwa Yesus disebut \u201csulung\u201d karena Ia adalah ciptaan yang pertama. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> Memang kata <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>prototokos<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> bisa dipakai dalam pengertian \u201cyang pertama\u201d dalam arti \u201clahir pertama.\u201d Tetapi seperti yang telah dibahas di atas, hal itu bertentangan sekali dengan konteks perikop ini. Yang sering diabaikan oleh para penyesat adalah bahwa kata <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>prototokos<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> dapat memiliki banyak pengertian yang lain.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> Dalam Perjanjian Lama, konsep <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>prototokos<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> sama dengan konsep \u201chak kesulungan,\u201d yaitu hak yang membuat seorang anak prominen dan utama dibandingkan saudara-saudaranya. Dan \u201chak kesulungan\u201d ini tidak harus jatuh kepada anak pertama. Jika ada alasan yang tepat, seorang ayah dapat memberikan hak kesulungan kepada anak yang lain (misal Yakub memberikannya kepada Yusuf, bukan Ruben. Abraham memberikannya kepada Ishak, bukan Ismael). Mereka yang menerima \u201chak kesulungan,\u201d mendapatkan warisan dua kali lebih banyak dibandingkan anak-anak yang lain. Jadi, konsep \u201csulung\u201d dalam Perjanjian Lama lebih menekankan kepada keutamaan dan hak-hak khusus, dan tidak harus pada siapa yang lahir terlebih dahulu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> Demikian juga, dalam Perjanjian Baru, p<\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>rototokos<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> memiliki pengertian lebih dari sekedar \u201clahir pertama.\u201d Oleh karena itulah Lembaga Alkitab Indonesia menerjemahkan frase itu menjadi \u201cyang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.\u201d Agar tidak ada keragu-raguan, Paulus memberitahu orang-orang Kolose, mengapa Yesus disebut sulung: \u201ckarena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu.\u201d Paulus tidak berkata bahwa Yesus adalah sulung karena Ia yang pertama diciptakan. Sebaliknya, Yesus adalah <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>prototokos<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> karena Ia adalah pencipta segala sesuatu! Jelas bahwa kata <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>prototokos <\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\">dalam ayat ini tidak mengindikasikan bahwa Yesus adalah ciptaan pertama, melainkan adalah pribadi yang paling utama dalam alam semesta ini (Kol. 1:18).<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Perikop ini secara keseluruhan sangat meninggikan Yesus, menyebutNya sebagai \u201cgambar Allah yang tidak kelihatan,\u201d \u201cada terlebih dahulu dari segala sesuatu,\u201d dan menegaskan bahwa \u201c segala sesuatu ada di dalam Dia.\u201d Tidak ada satu titik pun ide bahwa Yesus adalah ciptaan dalam ayat-ayat ini, dan mereka yang mengajarkan konsep demikian telah memutarbalikkan kebenaran.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\">\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><strong>C. Alkitab Secara Keseluruhan Tidak Mengajarkan Bahwa Yesus Adalah Ciptaan<\/strong><br \/>\nSelain memperhatikan konteks perikop, salah satu prinsip penafsiran lainnya yang tidak kalah penting adalah memperhatikan konteks Alkitab secara keseluruhan. Walaupun ada banyak kitab dan penulis manusia, tetapi Alkitab pada akhirnya adalah satu kesatuan, yaitu Firman Tuhan. Oleh karena itu, tidak mungkin ada pertentangan yang riil antara semua bagian Alkitab. <\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Kesaksian Alkitab tentang keilahian Yesus Kristus sangatlah kuat. Ada artikel lain yang sudah membahas hal ini dengan lebih komplit, artikel ini tidak akan mengulang semuanya. Kalau Yesus Kristus memang adalah ciptaan Bapa, maka ada banyak kesempatan bagi para penulis Alkitab untuk menyatakannya dengan tegas. Tetapi hal yang sebaliknya terjadi: para penulis Alkitab dengan konsisten dan satu hati menyatakan Yesus sebagai Allah yang tidak diciptakan, yang satu essensi dengan Bapa. <\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Perhatikan, misalnya, Yohanes 1:1. \u201cPada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.\u201d Ayat ini mengajak pembaca untuk kembali ke \u201cpada mulanya,\u201d dalam format yang mirip dengan Kejadian 1:1, \u201cPada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.\u201d Dan apakah yang pembaca Alkitab dapati pada mulanya? Ternyata pada mulanya \u201cadalah Firman.\u201d Firman ini adalah Yesus Kristus, dan Ia sudah ada sejak awal. Ayat ini menegaskan bahwa Yesus tidak diciptakan, tetapi sudah ada sejak mulanya bersama dengan Bapa. <\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\">\n<p lang=\"en-US\">\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"><strong>II. Wahyu 3:14<\/strong><br \/>\n\u201cDan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah\u201d (Wahyu 3:14).<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Ayat lain yang sering diputarbalikkan oleh Arian dan para pengikutnya adalah Wahyu 3:14. Melalui frase \u201cpermulaan dari ciptaan Allah,\u201d mereka memutarbalikkan kebenaran tentang pribadi Yesus Kristus, mengajarkan bahwa Yesus adalah ciptaan pertama, dan dengan demikian menuai kebinasaan sebagaimana Petrus peringatkan. Artikel ini akan membahas pengertian yang sebenarnya dari ayat ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\">\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><strong>A. Konteks Kitab Wahyu Tidak Mengajarkan Bahwa Yesus Adalah Ciptaan<\/strong><br \/>\nSungguh ironis bahwa Saksi Yehovah atau orang-orang Unitarian memakai suatu ayat dalam kitab Wahyu untuk mengajarkan bahwa Yesus adalah ciptaan. Sebab kitab Wahyu adalah salah satu kitab yang paling banyak berisikan bukti keilahian Yesus Kristus. Di dalam kitab Wahyu-lah Yesus menyingkapkan diri sebagai Tuhan yang mulia yang akan menghakimi semua manusia. Anak domba dalam Wahyu datang dalam kapasitas yang berbeda dengan Anak domba dalam Injil. Bahkan kata Yunani yang dipakai pun berbeda. Dalam Wahyu, Yesus disebut sebagai <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>arnion<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> (anak domba) sedangkan dalam Injil, Ia adalah <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>amnos<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> (anak domba). Dalam Injil, Ia telah datang untuk menjadi hamba dan mati bagi manusia. Dalam Wahyu, Ia akan datang untuk menghakimi dan menghukum.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Seperti sudah dijelaskan di bagian sebelumnya, sungguh berbahaya untuk mencomot suatu ayat dan menarik kesimpulan tanpa memperhatikan konteks. Wahyu 3:14 adalah bagian dari pesan Yesus kepada ketujuh jemaat di Asia kecil. Kepada setiap jemaat, Yesus memiliki pesan khusus, dan pesan itu selalu disertai dengan penyingkapan diriNya. Jadi, pesan kepada setiap jemaat selalu disertai dengan suatu deskripsi tentang Yesus. Wahyu 3:14 adalah bagian dari pesan yang terakhir, yaitu kepada jemaat Laodikia. Di sana Yesus memperkenalkan diri sebagai \u201cpermulaan ciptaan Allah.\u201d Apakah ini berarti Ia adalah ciptaan yang pertama? Coba kita lihat konteksnya, yaitu bagaimana Yesus menggambarkan diriNya kepada enam jemaat yang lain. Rupanya ada beberapa yang berkaitan dengan keilahianNya.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Kepada jemaat di Smirna, Yesus adalah \u201cYang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali\u201d (Wah. 2:1). Istilah \u201cyang awal dan yang akhir\u201d sangat menarik, karena muncul banyak kali dalam Wahyu. Dalam Wahyu 1:8, Yesus adalah \u201cAlfa dan Omega \u2026. yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang&#8230;\u201d Dalam Wahyu 1:11, Yesus sekali lagi disebut sebagai \u201cAlfa dan Omega, yang awal dan yang akhir\u201d (tidak muncul dalam Alkitab Indonesia, tetapi ada dalam bahasa asli). Dalam Wahyu 1:17, Yesus disebut \u201cYang Awal dan Yang Akhir.\u201d Seolah-olah belum cukup untuk memulai kitab Wahyu dengan kata-kata itu (Tuhan Yesus tahu bahwa akan ada banyak yang meragukan keilahianNya), Tuhan kita menutup kitab Wahyu dengan deklarasi yang sama: \u201cAku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir\u201d (Wah. 22:13). <\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Perlu ditegaskan, bahwa tidak mungkin bagi seorang ciptaan untuk mengambil gelar \u201cYang Awal dan Yang Akhir,\u201d atau \u201cYang Pertama dan Yang Terkemudian,\u201d \u201cAlfa dan Omega.\u201d Itu adalah penghujatan, karena ciptaan tidak mungkin mendahului pencipta dan tidak mungkin bertahan lebih lama daripada Penciptanya. Bahwa Yesus adalah Pencipta, bukan ciptaan, semakin jelas lagi terlihat karena ternyata gelar yang sama dipakai oleh Yehovah sendiri! \u201cBeginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: &#8220;Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku\u201d (Yes. 44:6).<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Bagi Saksi Yehovah (nama yang sungguh salah) yang mengajarkan bahwa Bapa menciptakan Anak, harmonisasi kedua fakta ini menjadi sesuatu yang tidak mungkin. Apakah Bapa yang terdahulu? Ataukah Anak yang terdahulu? Dan kalau Bapa menciptakan Anak, bagaimana boleh ciptaan memiliki gelar yang sama dengan Pencipta, dan menyatakan diri sebagai \u201cYang Awal dan Yang Akhir\u201d? Ketika pengajaran anda membuat Alkitab menjadi bertentangan, itu adalah tanda yang pasti bahwa penafsiran anda salah! Yang perlu dilakukan adalah dengan rendah hati mengaku salah, dan mengubah penafsiran agar cocok dengan semua fakta Alkitab, bukan bersikukuh pada doktrin yang salah. Konsep Tritunggal, yang melihat Anak, Bapa, dan Roh Kudus, sebagai tiga pribadi yang esa, tidak berkesulitan dengan ayat-ayat ini. Baik Bapa dan Anak, sama-sama eksis sejak kekekalan, dan sama-sama adalah \u201cYang Awal dan Yang Akhir.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> Lebih lanjut lagi, kepada jemaat di Tiatira, Yesus menyatakan diri sebagai \u201cAnak Allah\u201d (Wah. 2:18). Para pengikut Arian akan memberitahu semua orang bahwa \u201cAnak Allah\u201d tidaklah sama dengan \u201cAllah.\u201d Tetapi itu adalah perspektif Yunani dan politeis, yang menggambarkan allah seperti manusia yang bisa beranak cucu, dan yang bahkan kawin mengawin, berselingkuh, dan menghasilkan keturunan yang setengah dewa. Pembaca harus sadar bahwa mayoritas Perjanjian Baru ditulis oleh orang-orang Yahudi, yang sama sekali tidak memiliki rangka pikir politeisme seperti itu. Yesus Kristus sendiri berasal dari suku Yehuda, dan juga berbicara dalam konteks monoteisme. Sebagai seorang Yahudi, Yesus tahu persis apa yang Ia maksudkan ketika Ia memperkenalkan diri sebagai \u201cAnak Allah.\u201d Rasul Yohanes yang menulis kitab Wahyu, memberitahu kepada kita apa signifikansi dari istilah tersebut: \u201cSebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah\u201d (Yoh. 5:18). Jadi, jika Yesus memperkenalkan diriNya kepada Tiatira sebagai \u201cAnak Allah,\u201d yang adalah setara dengan Allah, tidak mungkin Ia adalah ciptaan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> Kepada jemaat Filadelfia, Yesus Kristus memperkenalkan diri sebagai \u201cYang Kudus, Yang Benar&#8230;\u201d (Wah. 3:7). Dua gelar ini terlihat sederhana, tetapi berbicara banyak. Dalam Perjanjian Lama, gelar kekudusan adalah gelar khas dari Allah Yehovah sendiri. \u201cYang Mahakudus Allah Israel\u201d adalah gelar Tuhan yang menjadi favorit Yesaya, nabi yang pernah mendapat penglihatan takhta Allah, dengan serafim yang berbalas-balasan \u201ckudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam\u201d (Yes. 6:3). Kata \u201cyang kudus\u201d di Wahyu 3:7 berasal dari kata <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>ho hagios<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> dalam bahasa Yunani. Kata yang sama dipakaikan kepada Allah dalam 1 Yohanes 2:20 \u201cTetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus&#8230;\u201d Bahkan, dalam Wahyu 15:4, dinyatakan bahwa hanya Allah yang berhak disebut \u201ckudus.\u201d Semua ini mengindikasikan bahwa Yesus adalah Allah. Jika tidak demikian, Ia tidak boleh mengambil gelar yang sama dengan Allah Yehovah. Hal yang sama dapat dikatakan mengenai gelar \u201cyang benar.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> Masih banyak lagi kesaksian dalam kitab Wahyu itu sendiri yang menguatkan keilahian Kristus. Misalnya, Yesus disebut sebagai \u201cYang Mahakuasa\u201d dalam Wahyu 1:8. Ayat ini berbicara mengenai Yesus Kristus, karena konteks ayat tujuh tidak diragukan lagi mengacu kepada Yesus. Tentu hanya Allah yang mahakuasa. Jadi, penafsiran bahwa Yesus adalah ciptaan, sama sekali tidak cocok dengan pengajaran kitab Wahyu secara keseluruhan. <\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\">\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><strong>B. Kata \u201cPermulaan\u201d Tidak Mengajarkan Bahwa Yesus Adalah Ciptaan<\/strong><br \/>\nSetelah melihat bahwa konteks Wahyu secara keseluruhan mengukuhkan Yesus sebagai Allah pencipta, bukan ciptaan, kini saatnya untuk melihat apa sebenarnya yang diajarkan oleh Wahyu 3:14. Kepada jemaat Laodikia, Yesus memperkenalkan diri sebagai \u201cAmin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah.\u201d Frase yang didiskusikan adalah \u201cpermulaan dari ciptaan Allah,\u201d atau <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>arkhe tes ktiseos tou theou<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> dalam bahasa Yunani. Ada dua hal yang perlu diselidiki, yaitu arti dari kata \u201cpermulaan,\u201d dan hubungan antara kata \u201cpermulaan\u201d dengan \u201cciptaan Allah.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> Kata <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>arkhe<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> yang diterjemahkan \u201cpermulaan\u201d memiliki rentang arti. Kamus Yunani klasik Liddell dan Scott memberikan beberapa definisi berikut: \u201cbeginning, origin, first cause&#8230;\u201d Memang <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>arkhe<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> bisa berarti \u201cpermulaan,\u201d tetapi bisa juga berarti \u201cyang memulai.\u201d Yesus adalah \u201cpermulaan\u201d ciptaan Allah dalam pengertian Dialah yang memulai ciptaan Allah tersebut, Dialah yang menciptakan segalanya, yang konsisten dengan bagian-bagian Alkitab lain (Kolose 1:15-18). Dengan cara yang sama kita dapat mengatakan bahwa \u201clampu listrik bermula dari Tomas Alfa Edison\u201d atau \u201cEdison adalah permulaan dari lampu listrik.\u201d Tentu tidak ada seorangpun yang akan menafsirkan bahwa Edison adalah lampu yang pertama. Dalam kalimat ini, konteks memberitahu kita bahwa Edison-lah yang menciptakan lampu pijar.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span style=\"font-size: small;\"> Demikian juga, hubungan antara kata <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>arkhe<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> dengan <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>ktiseos<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> (ciptaan) perlu diselidiki lebih lanjut. Dalam grammar Yunani, kata <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><em>ktiseos<\/em><\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"> berada dalam kasus genitif. Adalah tugas seorang ekseget untuk menentukan berdasarkan konteks, genitif jenis apa yang berlaku di sini. Para Arian melihat adanya genitif partitif di sini (permulaan yang sekaligus adalah bagian dari ciptaan). Tetapi grammar tidak mengharuskan pengertian yang demikian. Grammar Yunani memperbolehkan genitif produk (pemulaan yang menghasilkan ciptaan) atau genitif subordinasi (permulaan [yang berkuasa] atas ciptaan).<a name=\"sdfootnote1anc\" href=\"#sdfootnote1sym\"><sup>1<\/sup><\/a> Pembahasan poin yang satu ini memang agak teknis berhubungan dengan grammar Yunani, tetapi dapat dirangkum demikian: bahwa dalam grammar Yunani, frase \u201cYesus adalah permulaan dari ciptaan Allah\u201d sebagaimana dalam Wahyu 3:14, tidak mengharuskan Yesus sebagai bagian dari ciptaan. Jika konteks Wahyu secara umum ikut dipertimbangkan, maka jelas bahwa ayat ini sama sekali tidak mengajarkan bahwa Yesus adalah ciptaan.<\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\">\n<p lang=\"en-US\"><span><span style=\"font-size: small;\"> <\/span><\/span><span><span style=\"font-size: small;\"><strong>C. Alkitab Secara Keseluruhan Tidak Mengajarkan Bahwa Yesus Adalah Ciptaan<\/strong><br \/>\nPoin ini sudah dibahas di bagian sebelumnya, dan tidak akan diulangi lagi. Hanya ada satu hal yang perlu diingatkan kepada pembaca sekalian. Ini bukanlah pembahasan akademis semata. Doktrin ini berkaitan dengan jiwa anda dan keselamatan anda. Alkitab mengajarkan bahwa \u201ckamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal\u201d (1 Yoh. 5:13). Alkitab dengan tegas mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah Pencipta langit dan bumi yang turun menjadi manusia. Anda tidak dapat \u201cpercaya Yesus\u201d tanpa percaya siapa Dia sebenarnya. <\/span><\/span><\/p>\n<div id=\"sdfootnote1\">\n<p><a name=\"sdfootnote1sym\" href=\"#sdfootnote1anc\">1<\/a>Bagi \tyang ingin tahu lebih lanjut mengenai lika-liku grammar Yunani ini, \tsilakan melihat <em>Greek Grammar Beyond the Basics<\/em> oleh Daniel B. Wallace.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas Kolose 1:15 dan Wahyu 3:14, menyelidiki apakah kedua ayat ini mengajarkan bahwa Yesus diciptakan. <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2010\/09\/apakah-kolose-115-dan-wahyu-314-mengajarkan-bahwa-yesus-adalah-ciptaan\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[706],"tags":[710,711,282,264,713,716,707,477,709,968,128,708,717,712,714,514,715,127],"class_list":["post-528","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kristologi","tag-710","tag-711","tag-allah","tag-anak","tag-arian","tag-bapa","tag-ciptaan","tag-ilahi","tag-kolose","tag-kristologi","tag-kristus","tag-pencipta","tag-roh-kudus","tag-saksi-yehovah","tag-unitarian","tag-wahyu","tag-yehovah","tag-yesus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=528"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":530,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/528\/revisions\/530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}