{"id":784,"date":"2011-03-18T22:20:14","date_gmt":"2011-03-18T15:20:14","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=784"},"modified":"2011-03-18T22:20:27","modified_gmt":"2011-03-18T15:20:27","slug":"injili-dan-mormon-bersama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2011\/03\/injili-dan-mormon-bersama\/","title":{"rendered":"Injili dan Mormon Bersama"},"content":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 19 Maret 2011, sumber: <a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a>)<br \/>\nPemimpin-pemimpin Injili yang \u201cprominen\u201d bertemu dengan orang-orang Mormon di Salt Lake City dalam sebuah \u201cdialog\u201d untuk mencari saling pengertian yang lebih mendalam. Para Injili yang terlibat antara lain adalah Leith Anderson, presiden dari National Association of Evangelicals; Richard Mouw, presiden dari Fuller Seminary; dan David Neff, editor utama dari Christianity Today. Anderson mengatakan, \u201cKami berharap waktu dialog dengan pemimpin-pemimpin LSD (Latter Day Saints, nama yang dipakai oleh Mormon bagi diri mereka sendiri) ini akan memperdalam pengertian kami akan iman Mormon dan bersumbangsih kepada karya para Injili di Utah\u201d (\u201cEvangelicals, Mormon,\u201d Christian Post, 10 Maret, 2011). Ini adalah kelanjutan dari apa yang dimulai beberapa tahun yang lalu. Pada bulan November 2004, sebuah acara \u201cEvening of Friendship\u201d di Mormon Tabernacle di Salt Lake menampilkan beberapa tokoh Injlli yang mencari pemahaman dan hubungan yang lebih baik dengan Mormon. Ravi Zacharias, pembicara utama, ditemani oleh Richard Mouw, Craig Hazen (profesor di Biola), Joseph Tkach, J., kepala dari World Wide Church of God, dan musisi CCM Michael Card. Dalam acara Deseret Morning News, Card dikutip mengatakan bahwa \u201cdia tidak melihat Mormonism dan kekristenan Injili bertentangan satu sama lain; mereka lebih seperti dua ujung dari satu benang yang panjang \u2013 bagian dari barang yang sama.\u201d Menggumamkan filosofi CCM yang ekumenis dia mengatakan, \u201cSemakin saya bertambah usia, saya rasa saya lebih ingin menintegrasikan segala sesuatu. Saya pikir lebih penting untuk setia daripada benar\u201d (16 Nov. 2004). Acara tahun 2004 itu dan dialog yang baru-baru ini semua disponsori oleh Standing Together Ministries, yang dibentuk tahun 2001 oleh pengkhotbah \u201cinjili\u201d Greg Johnson, yang telah melakukan \u201cdialog-dialog\u201d dengan profesor Mormon Robert Millet. Johnson adalah seorang ekumenis radikal. Website dia mengatakan, \u201cKami menegaskan bahwa ada satu Gereja di Utah yang bertemu di berbagai lokasi,\u201d dan \u201cPersatuan yang tak pernah ada sebelumnya akan menghasilkan gereja-gereja lokal yang lebih sehat dan mengubah ribuan hidup.\u201d \u201cFokus pelayanan\u201d yang paling pertama didaftarkan adalah \u201cMempersatukan tubuh.\u201d Johnson sangatlah instrumental dalam usaha membuat Craig Blomberg dari Denver Seminary dan Steve Robinson dari Brigham Young University (Universitas utama Mormon) untuk \u201cdialog\u201d bersama  dan menghasilkan sebuah buku berjudul How Wide the Divide (Seberapa Lebar Perbedaan), yang mengambil kesimpulan bahwa perbedaan antara Mormon dan orang Kristen percaya Alkitab tidaklah selebar yang selama ini dibayangkan. Kita bertanya-tanya, apanya mengenai Mormonisme dan injil palsunya dan kristus palsunya yang tidak dimengerti oleh para Injili ini. Kita juga bingung mengapa mereka berdialog dengan penyesat padahal Alkitab menegaskan bahwa kita harus menandai mereka dan menjauhi mereka, dan menolak mereka (Roma 16:17-18; 2 Timotius 3:5; Titus 3:10-11). Rasul Paulus bukan seorang yang banyak berdialog. Dia menyebut para pengajar palsu sebagai \u201canjing-anjing\u201d dan \u201cpekerja-pekerja yang jahat\u201d (Filipi 3:2). Mengenai mereka yang membelokkan Injil, dia mengatakan, \u201cTerkutuklah dia\u201d (Galatia 1:8, 9). \u201cIa menyebut mereka \u201corang jahat dan penipu\u201d (2 Tim. 3:13), \u201cbobrok dan tidak tahan uji\u201d (2 Tim. 3:8), \u201crasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang\u201d (2 Kor. 11:13). Hati-hatilah terhadap \u201cInjili\u201d modern.<br \/>\nEDITOR: Mormonisme adalah bidat yang dimulai oleh Joseph Smith. Joseph Smith mengatakan bahwa dia menerima wahyu tambahan dalam bentuk lempengan-lempengan emas dari seorang malaikat bernama Moroni. Tidak ada orang yang diperbolehkan melihat lempengan emas ini, dan isinya dituangkan oleh Joseph Smith dalam Kitab Mormon. Ini semua terjadi sekitar tahun 1820-30an. Mormon mengajarkan banyak kesesatan, antara lain poligami, dan bahwa manusia pada akhirnya akan menjadi Allah. Berdialog dengan Mormon untuk \u201csaling memahami\u201d adalah suatu kesalahan dan kompromi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 19 Maret 2011, sumber: www.wayoflife.org) Pemimpin-pemimpin Injili yang \u201cprominen\u201d bertemu dengan orang-orang Mormon di Salt Lake City dalam sebuah \u201cdialog\u201d untuk mencari saling pengertian yang lebih mendalam. Para Injili yang terlibat antara lain adalah Leith Anderson, presiden &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2011\/03\/injili-dan-mormon-bersama\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[947,62,182],"tags":[],"class_list":["post-784","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bidat-2","category-ekumenisme","category-new-evangelical-injili"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/784","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=784"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/784\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":786,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/784\/revisions\/786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=784"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=784"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=784"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}