{"id":839,"date":"2011-05-06T23:14:39","date_gmt":"2011-05-06T16:14:39","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=839"},"modified":"2011-05-06T23:14:39","modified_gmt":"2011-05-06T16:14:39","slug":"pengaruh-darwin-terhadap-psikologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2011\/05\/pengaruh-darwin-terhadap-psikologi\/","title":{"rendered":"Pengaruh Darwin Terhadap Psikologi"},"content":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 07 Mei 2011, sumber: <a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a>)<br \/>\nCharles Darwin dapat melihat ke depan bahwa teori evolusinya akan mengubah bidang psikologi. Dalam buku Origin of Species, dia menulis: \u201cDi masa depan yang jauh, saya melihat bidang-bidang riset yang jauh lebih penting akan terbuka. Psikologi akan didasarkan pada suatu fondasi baru, yaitu perlunya setiap kekuatan dan kapasitas mental bertambah secara gradual. Terang akan bersinar pada isu asal usul manusia dan sejarahnya.\u201d Faktanya, bukan terang melainkan kegelapan yang telah menyelimuti sifat dasar manusia. Pengaruh Darwinisme terhadap psikologi terlihat dari kepercayaan dasar (dalam psikologi) bahwa manusia adalah binatang yang berevolusi. Terlihat juga dalam kepercayaan bahwa tidak ada jiwa di luar dari otak, bahwa perilaku manusia dapat dimengerti dengan mempelajari perilaku binatang, dan bahwa rasa takut manusia terhadap Allah dan neraka adalah irrasional dan harus ditantang, dan bahwa tidak ada suatu kode moral yang absolut yang akan meminta pertanggungan jawab dari manusia, dan bahwa harga diri manusia dan rasa aman dan nyaman-nya adalah hal yang paling penting dalam hidup ini. Kita bahkan dapat mengidentifikasikan kakek Darwin, Erasmus, sebagai pengaruh besar terhadap psikologi. Erasmus adalah seorang skeptik, seorang humanis, dan seorang evolusionis, dan dia menyerukan doktrin evolusinya dalam satu set buku populer yang terdiri dua volume, Zoonomia; atau, Hukum Kehidupan Organik (1794-96). Dalam volume kedua Zoonomia, Erasmus mengidentifikasikan agama dan neraka sebagai penyakit psikologis. Salah satu penyakit ini dinamakan \u201cspes religiosa\u201d atau \u201cpengharapan takhayul.\u201d Dia menyebutnya \u201chalusinasi manik,\u201d suatu bentuk kegilaan yang menghasilkan \u201ckekejaman, pembunuhan, pembantaian\u201d ke dalam dunia. Satu lagi penyakit psikologis yang diidentifikasikan oleh Erasmus adalah \u201corci timor\u201d atau \u201ctakut akan neraka.\u201d Yesus Kristus memperingatkan orang untuk \u201ctakutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.\u201d Kristus menggambarkan neraka sebagai tempat dengan api yang tidak padam (Mar. 9:43). Puji syukur, Yesus telah mengalahkan dosa dan menggantikan kita dan memiliki kunci neraka maupun kunci maut (Wahyu 1:18). Dia berjanji bahwa siapapun yang percaya padaNya tidak akan binasa, tetapi memiliki hidup yang kekal (Yoh. 3:16).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 07 Mei 2011, sumber: www.wayoflife.org) Charles Darwin dapat melihat ke depan bahwa teori evolusinya akan mengubah bidang psikologi. Dalam buku Origin of Species, dia menulis: \u201cDi masa depan yang jauh, saya melihat bidang-bidang riset yang jauh lebih &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2011\/05\/pengaruh-darwin-terhadap-psikologi\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[948],"tags":[],"class_list":["post-839","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-psikologi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=839"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/839\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":840,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/839\/revisions\/840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}