{"id":878,"date":"2011-06-25T10:32:52","date_gmt":"2011-06-25T03:32:52","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=878"},"modified":"2011-06-25T10:32:52","modified_gmt":"2011-06-25T03:32:52","slug":"christianity-today-menghadap-dua-arah-dalam-topik-adam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2011\/06\/christianity-today-menghadap-dua-arah-dalam-topik-adam\/","title":{"rendered":"Christianity Today Menghadap Dua Arah Dalam Topik Adam"},"content":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: <a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a>)<br \/>\nIlah-ilah Hindu dapat menghadap ke banyak arah pada saat yang bersamaan; mereka dapat menjadi lelaki sekaligus perempuan; baik sekaligus jahat. Ini mengingatkan saya akan pendekatan Christianity Today terhadap doktrin. Ini murni adalah filosofi emerging church: sinkretistik, tidak memiliki kepastian, membenci dogmatisme. CT (Christianity Today) didirikan oleh Billy Graham pada tahun 1956 sebagai publikasi yang merefleksikan pemikiran Injili, dan proses kesesatannya adalah peringatan yang keras bagi para fundamentalis yang tergoda oleh \u201cinjili konservatif.\u201d Christianity Today sangatlah konservatif pada tahun-tahun awalnya. Yang menghancurkan kepekaan rohani majalah ini adalah penolakan terhadap separatisme dan penerimaan terhadap asosiasi yang tidak baik. \u201cJanganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik\u201d (1 Kor. 15:33). Kini CT berpikir bahwa adalah mungkin untuk percaya Alkitab sambil tidak mempercayai apa yang Alkitab ajarkan tentang Adam. Ada artikel pada bulan Juni 2011 yang berjudul \u201cThe Search for the Historical Adam\u201d (Mencari Adam yang Historis) yang tanpa malu-malu membela \u201cevolusi theistik,\u201d yang adalah penyerahan diri murahan kepada Darwinisme. Secara khusus, CT sangat antusias dengan ahli genetika John Collins, \u201csalah satu ilmuwan yang paling hebat yang mengidentifikasikan diri sebagai seorang Kristen injili,\u201d yang \u201cdengan kuat mempertahankan evolusi Darwinian sambil juga mempertahankan adanya seorang Pencipta.\u201d Sudah dapat ditebak, CT juga mengutip superhero injili C. S. Lewis sebagai otoritas untuk menolak Adam yang ada dalam Alkitab. Lewis dengan sangat konyol percaya bahwa manusia timbul dari \u201cbentuk binatang\u201d dan pada suatu waktu Allah memasukkan ke dalam bentuk binatang itu kesadaran diri manusia. Demi dialog, CT juga secara singkat mengutip pandangan \u201ckonservatif\u201d yang minoritas bahwa \u201cjika Adam tidak benar-benar ada, seluruh argumen Paulus [dalam Roma 5] hancur berantakan.\u201d Sungguh, ini bukan hanya suatu pandangan \u201ckonservatif,\u201d ini adalah satu-satunya pandangan yang diajarkan oleh Alkitab: oleh Musa (Kej. 2:19-23; 3:8, 9, 17, 20, 21; 4:1, 25; 5:1-5; Ul. 32:8), oleh Tawarikh (1 Taw. 1:1), oleh Ayub (31:33), oleh Lukas (Luk. 3:38), oleh Paulus (Rom. 5:14; 1 Kor. 15:22, 45; 1 Tim.  2:13-14) dan oleh Yudas (14). Jika Adam bukanlah orang yang sesungguhnya, silsilah Mesias dalam Alkitab adalah omong kosong dan Injil adalah suatu cerita dongeng. \u201cKetika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli. . . anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah\u201d (Luk. 3:23, 38). Jika Adam bukan manusia yang benar-benar ada, maka siapakah yang mati ketika Adam berdosa (Kej. 5:5)?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: www.wayoflife.org) Ilah-ilah Hindu dapat menghadap ke banyak arah pada saat yang bersamaan; mereka dapat menjadi lelaki sekaligus perempuan; baik sekaligus jahat. Ini mengingatkan saya akan pendekatan Christianity Today terhadap doktrin. Ini murni adalah &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2011\/06\/christianity-today-menghadap-dua-arah-dalam-topik-adam\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[182],"tags":[],"class_list":["post-878","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-new-evangelical-injili"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=878"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/878\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":879,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/878\/revisions\/879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}