{"id":997,"date":"2011-10-01T09:06:07","date_gmt":"2011-10-01T02:06:07","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=997"},"modified":"2011-10-01T09:06:07","modified_gmt":"2011-10-01T02:06:07","slug":"wanita-yang-memakai-rok-dinilai-lebih-tinggi-daripada-yang-memakai-celana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2011\/10\/wanita-yang-memakai-rok-dinilai-lebih-tinggi-daripada-yang-memakai-celana\/","title":{"rendered":"Wanita yang Memakai Rok Dinilai Lebih Tinggi daripada yang Memakai Celana"},"content":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2011, sumber: <a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a>)<\/p>\n<p>Dalam sebuah studi baru tentang lingkungan kerja, wanita-wanita yang memakai rok diberi nilai lebih tinggi daripada yang memakai celana. Ketika lebih dari tiga ratus orang diminta untuk memberikan \u201ckesan sesaat\u201d atas gambar-gambar wanita, baik itu yang memakai celana panjang ataupun rok, mereka lebih condong positif terhadap yang memakai rok (\u201cWear a Skirt to Make a Good Impression,\u201d Daily Telegraph, 21 Sept. 2011). Mereka diminta untuk memberikan rating atas wanita-wanita tersebut dalam beberapa kriteria, termasuk rasa percaya diri, sukses, dan keandalan dapat dipercaya. Profesor Karen Pine dari Universitas Hertfordshire, yang memimpin studi ini, mengobservasi bahwa, \u201cwanita-wanita dapat berpakaian secara feminim namun tetap dipandang konfiden dan sukses.\u201d Perhatikan bahwa profesor yang sekuler ini mengakui bahwa rok dan gaun wanita lebih \u201cfeminim\u201d daripada celana. Jelas sekali bahwa pakaian adalah suatu bentuk komunikasi, dan jika bagaimana seseorang berpakaian untuk bisnis adalah hal yang penting, betapa lebih penting lagi memperhatikan cara berpakaian untuk kesalehan seseorang! Celana panjang wanita diciptakan oleh fashion designer yang homoseksual, Yves Saint Laurent pada tahun 1966. Partner homoseksual jangka panjangnya Laurent, Pierre Berge, mengatakan bahwa Laurent \u201cmemainkan peran\u201d dalam pembebasan wanita. Pada kenyataannya, dia membantu memperbudak wanita kepada fashion yang sensual dan menggoda mereka untuk menolak feminimitas yang Allah berikan. Celana panjang wanita adalah bagian dari budaya rock &amp; roll yang bersifat memberontak. Linda Grant mengatakan bahwa celana panjang wanita \u201cmenempatkan wanita sejajar dengan lak-laki dalam hal pakaian\u201d dan \u201cadalah sumbangsih fashion kepada feminisme\u201d (\u201cFeminism Was Built on the Trouser Suit,\u201d The Guardian, 3 Juni 2008). Ini seharusnya menjadi peringatan yang cukup bagi wanita-wanita yang mengasihi Tuhan untuk mengetahui bahwa mereka seharusnya sama sekali tidak terlibat dalam gerakan celana wanita modern. Jenis pakaian ini seiring dengan gerakan unisex dan pemberontakannya yang tidak malu-malu melawan Allah yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan. \u201cMaka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka\u201d (Kej. 1:27).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org) Dalam sebuah studi baru tentang lingkungan kerja, wanita-wanita yang memakai rok diberi nilai lebih tinggi daripada yang memakai celana. Ketika lebih dari tiga ratus orang diminta untuk memberikan \u201ckesan sesaat\u201d atas gambar-gambar &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2011\/10\/wanita-yang-memakai-rok-dinilai-lebih-tinggi-daripada-yang-memakai-celana\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[575],"tags":[],"class_list":["post-997","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wanita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":998,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997\/revisions\/998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}