Apple Store: Jendela kepada New Age

(Berita Mingguan GITS 29Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Saya suka dengan alat-alat Apple, tetapi dalam suatu kunjungan ke Apple Store di dua negara berbeda, saya menyadari bahwa ini sungguh adalah jendela kepada New Age. Sungguh, New Age ada di sini, sebagaimana kami dokumentasikan dalam buku The New Age Tower of Babel. Sebuah Apple Store merepresentasikan kesatuan dunia dengan cara yang luar biasa. Gadget-gadget yang super hi-tech, misterius, serba-cool, dan sangat diminati ini didesain di Amerika, dimanufaktur di Cina dan tempat-tempat lain, dan didistribusikan di seluruh dunia. Apple Store mewakili suatu budaya pop global, suatu mindset global, suatu filosofi dan agama sinkretistik, moralitas yang bebas, unisexualisme, seksualisme apa saja, komersialisme parah, ketamakan, kesombongan manusia terhadap klaim-klaim Ilahi, dan pengejaran kesenangan dan kekayaan, semuanya dilakukan secara hebat-hebatan tanpa sedikitpun peduli tentang masa depan, dan semuanya terenergisasi olah ‘ilah dunia ini.’ Sebuah Apple Store adalah tanda yang jelas tentang akhir zaman sesuai dengan Alkitab.

Sebuah Apple Store mewakili Babel rahasia di akhir zaman. Ketika Nimrod dan teman-temannya, Asyur dan lainnya, membangun Babel kuno, mereka bermaksud untuk menyatukan manusia kepada hal-hal yang terwakili oleh Apple Store, yaitu membangun dunia yang enak, nyaman, di mana manusia bisa mengejar keinginan-keinginannya sendiri tanpa mempedulikan batasan-batasan Allah Pencipta dan hukum-hukumNya yang kudus. Dan mereka pastinya akan berhasil, kalau bukan Allah membuat mereka bingung dengan mengubah bahasa mereka. Hal ini secara efektif membagi manusia menjadi bangsa-bangsa, dan sejak saat itu manusia terpecah, bukan saja oleh bahasa, tetapi juga warna kulit, agama, filosofi, budaya, dll., dan terpisah satu sama lain oleh opini, bias, dan pemusuhan.

Itulah program Allah untuk 4000an tahun terakhir, tetapi waktunya telah tiba agar Babel baru dibangun dengan bahasa dunianya dan agama dunianya dan budaya dunianya, seperti yang kita lihat di Wahyu 17-18. Semua penghalang akan berguguran dan suatu New Age (Zaman Baru) sedang muncul. Pada suatu titik, ketika Roh Allah menyelesaikan programNya memanggil keluar sekumpulan orang-orang kudus dari antara bangsa-bangsa dunia ini, Manusia Durhaka akan mengambil alih takhta dan semuanya akan siap bagi usaha pemberontakan Iblis yang kedua terakhir (usahanya yang terakhir adalah setelah Millennium).

Umat Allah perlu menggunakan teknologi dengan pintar dan juga berbagai kesempatan besar dari teknologi di hari-hari terakhir ini untuk menjalankan Amanat Agung, selalu taat pada Firman Allah, hingga saat pengangkatan. Tetapi kita harus berhati-hati agar tidak tertangkap oleh panggilan dunia ini. Sebuah iPhone, iPad, iMac (atau Samsung atau Kindle atau Surface, atau apapun juga) bisa dipakai untuk kemuliaan dan pelayanan Kristus, tetapi ada bahaya rohani yang riil bagi yang tidak waspada secara rohani. Di waktu-waktu yang sukar ini, kita perlu berlutut berdoa dan berada dalam Firman Allah dan jemaat Allah, lebih dari waktu-waktu lain. (Apa yang dikatakan tentang Apple di sini berlaku juga bagi hampir semua perusahaan barang global di Barat. Mereka bukan hanya menjual barang, tetapi juga menjajakan suatu filosofi kultural).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *