Almarhum Paus Akan Di”Beatifikasi” Pada Bulan Mei

Vatikan telah mengumumkan bahwa almarhum Paus John Paul II akan di”beatifikasi” tanggal 1 Mei sebagai suatu langkah penting untuk menuju status santo Katolik. Komisi “santo-santa” telah menetapkan bahwa paus yang telah mati itu melakukan suatu mujizat doa ketika ia merespons doa-doa Marie Simon-Pierre, seorang biarawati Perancis yang disembuhkan dari penyakit Parkinson. Normalnya, diperlukan waktu penungguan selama 5 tahun setelah seseorang meninggal barulah proses menjadi santo dapat dimulai, tetapi untuk John Paul II proses tersebut telah dipercepat sejak kematiannya tahun 2005. Proses agar bunda Teresa menjadi santu juga sedang dipercepat dan ia sudah di-beatifikasi pada tahun 2003, enam tahun setelah kematiannya. Doktrin santo-santa Katolik adalah kesesatan. Tidak ada dalam Alkitab kita temukan orang-orang Kristen di gereja-gereja rasuli berdoa kepada santo-santa. Alkitab menginstruksikan kita untuk berdoa kepada Allah Bapa melalui Yesus Kristus, satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia (1 Timotius 2:5). Berdoa kepada manusia biasa, lelaki atau perempuan, adalah penghujatan. Dalam Perjanjian Baru, istilah “orang kudus” (santo) diterapkan kepada semua orang Kristen yang sudah sungguh lahir baru, bukan kepada suatu kelompok spesial (Kis. 9:13, 32, 41; 26:10, dll.). Bahkan orang-orang Kristen yang kedagingan di Korintus pun disebut orang-orang kudus (2 Kor. 1:1). Orang-orang Kristen lahir baru bukanlah santo karena mereka tidak berdosa atau hidup sangat saleh; mereka santo (orang kudus) karena mereka memiliki Juruselamat yang tidak berdosa yang Ia telah menghilangkan semua dosa mereka di hadapan Allah melalui pengorbananNya yang menggantikan kita sekali untuk selamanya (Wah. 1:5, 6; 1 Pet. 2:9, 10). Di hadapan Allah, melalui Yesus Kristus, orang percaya adalah “kudus dan tak bercela dan tak bercacat” (Kol. 1:22). Inilah alasannya kita dapat disebut santo atau orang kudus. Puji nama Tuhan yang kudus!

This entry was posted in Katolik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *