Kategori
- Akhir Zaman / Nubuatan (11)
- Alkitab (1)
- Arkeologi (5)
- Berita Mingguan (37)
- Ekumenisme (12)
- Emerging Church (1)
- Fundamentalisme (9)
- General (Umum) (28)
- Gereja (1)
- Gereja Lokal (2)
- Islam (1)
- Istilah "Allah" (2)
- Kalvinisme (3)
- Katolik (8)
- Keluarga (2)
- Kesesatan Umum dan New Age (38)
- Kharismatik/Pantekosta (5)
- Misi / Pekabaran Injil (3)
- musik (7)
- New Evangelical (Injili) (7)
- Penganiayaan / Persecution (12)
- Renungan (7)
- Science and Bible (31)
- Separasi dari Dunia / Keduniawian (16)
- Wanita (2)
Archives
- September 2010 (3)
- August 2010 (17)
- July 2010 (17)
- June 2010 (15)
- May 2010 (18)
- April 2010 (17)
- March 2010 (17)
- February 2010 (13)
- January 2010 (20)
- December 2009 (20)
- November 2009 (8)
- October 2009 (5)
- September 2009 (4)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (3)
- May 2009 (4)
- April 2009 (6)
- March 2009 (5)
- February 2009 (3)
Category Archives: Katolik
Maria Versi Roma Menggantikan Allah
(Berita Mingguan GITS 04 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org) Gereja Katolik Santo Stanislaus Kostka di Chicago memiliki patung Maria di atas tabut perjanjian. Dia sedang duduk di atas Tabut itu, yaitu tempat kehadiran Allah dalam kemah suci, dan dia dikelilingi … Continue reading
Posted in Ekumenisme, Katolik
Tagged Ekumenisme, Katolik, maria, oikumene, patung, perjanjian, ratu, Sesat, surga, tabut
Leave a comment
Penyingkapan Lagi tentang Imam-Imam Roma yang Homoseksual
Ternyata menjadi imam Katolik tidak berarti hidup suci dan selibet. Penyingkapan sebuah majalah Italia memperlihatkan bahwa kebanyakan mereka menjalani hidup yang homoseksual. Continue reading
Menjawab Gary Hoge (Mantan Baptis yang menjadi Katolik)
Seorang teman saya mengirimkan tulisan berikut karya Gary Hoge (yang rupanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia), yang isinya menjelaskan alasan-alasan Hoge memilih agama Katolik sebagai imannya. Yang sangat menarik bagi saya adalah pernyataan Hoge bahwa dia berubah dari seorang atheis menjadi seorang Baptis, namun lalu meninggalkan “iman” Baptis karena melihat Katolik sebagai iman yang lebih “benar.” Tentu kesaksian Hoge ini cukup menggelitik saya yang adalah seorang Baptis. Saya menjadi ingin tahu apa yang dikatakan oleh Hoge, si mantan Baptis itu. Saya ingin tahu apakah memang Katolik itu lebih benar daripada Baptis atau gereja Kristen lainnya? Jika Hoge benar, maka saya sendiri pun perlu untuk meninjau ulang kepercayaan saya. Pencarian akan kebenaran, itulah yang mendorong saya untuk menganalisis kesaksian Hoge secara teliti, dan hasilnya saya tuang dalam karya tulis ini.
Satu hal yang perlu dipahami sebelum saya mulai menganalisa kesaksian Hoge adalah bahwa saya mendukung penuh kebebasan seseorang untuk memilih imannya. Apa yang dipercaya oleh Hoge adalah pilihan Hoge, dan saya adalah orang pertama yang akan membela haknya untuk percaya apa yang dia inginkan. Tidak boleh ada pihak manapun yang memaksa orang lain untuk percaya sesuatu. Namun demikian, saya juga percaya bahwa ada hal-hal yang benar dan ada hal-hal yang salah. Tidak semua jalan menuju kepada kebenaran. “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut” (Amsal. 14:12). Alkitab tidak pernah mengajarkan relativisme kebenaran (bahwa semuanya benar, hanya berbeda pendekatan), melainkan absolutisme kebenaran Allah dan FirmanNya (Yohanes 17:17). Jadi, jika saya mendapatkan bahwa apa yang dikatakan Hoge itu salah, saya tidak dapat memaksa dia untuk memilih yang benar, karena itu adalah hak asasinya. Tetapi saya punya kewajiban untuk menyingkapkan kesalahan dan memperjuangkan kebenaran, agar semua orang memiliki kesempatan untuk memilih kebenaran.
Ketika saya masih kecil, ayah saya mengajarkan saya hal-hal yang mendasar tentang Allah dan dia membacakan saya dan saudara saya Alkitab versi anak-anak. Saya sangat suka mendengarnya, dan melihat gambar-gambarnya yang indah, tetapi entah mengapa, saya tidak pernah sungguh-sungguh membangun iman kepada Allah. Mungkin karena waktu itu saya pikir pergi ke gereja itu sangat membosankan, atau mungkin karena pengaruh ibu saya yang agnostik (tidak peduli akan Allah). Meskipun dia tidak pernah secara terbuka menghalangi saya untuk beriman pada Allah, akan tetapi dari dialah sejak kecil saya tahu bahwa ada orang-orang yang tidak percaya eksistensi Allah. Dan tampaknya bagi saya sewaktu umur saya makin bertambah, bahwa biasanya orang-orang yang pintar itu tidak percaya akan Allah.
Memang banyak sekali orang yang sewaktu kecil merasakan pengaruh baik Alkitab, tetapi yang tidak pernah benar-benar percaya Alkitab itu sendiri. Continue reading
Paus Mengatakan Maria “Ada di Semua Tempat di Setiap Waktu”
Katolik semakin memperlihatkan kesesatannya dengan memberikan sifat ilahi kepada Maria. Anehnya, orang-orang Kristen Injili tetap bergandengan tangan dengan Katolik. Continue reading
Posted in Katolik
Tagged benediktus, hujat, ilahi, Katolik, mahahadir, maria, Paus, Sesat
2 Comments
Para Imam Bersuara Menentang Aturan Selibet
Aturan Katolik bahwa imam tidak boleh menikah tidak ada dalam Alkitab, dan para imam Katolik sendiri mulai menyadari betapa buruknya aturan ini. Continue reading
Almarhum Paus Mencambuk Dirinya Sendiri
Almarhum Paulus Yohanes II mencambuk dirinya sendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah, suatu usaha yang sia-sia dan bertentangan dengan Alkitab. Continue reading
Posted in Katolik
Tagged asketikisme, cambuk, flagelasi, Katolik, Paus, roma, santa, Santo, Yohanes Paulus
Leave a comment
Paus Mengatakan Bahwa Tujuan Akhir Dari Ekumenisme Adalah Agar Orang-orang Protestan Bergabung Dengan Roma
Benediktus XVI membuka kartu dengan mengatakan bahwa tujuan ekumenisme adalah agar Protestan kembali bergabung dengan Katolik, dengan Paus sebagai pimpinan tertinggi. Continue reading
Posted in Ekumenisme, Katolik
Tagged bergabung, Ekumenisme, Katolik, oikumene, Protestan, roma
Leave a comment
Yohanes Paulus II Semakin Dekat Menjadi Santo
Yohanes Paulus II hampir menjadi seorang santo Katolik, yang sangat bertentangan dengan konsep Alkitab. Continue reading