(Berita Mingguan GITS 25 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)
Bahaya terbesar ketika berkecimpung di dalam musik penyembahan kontemporer adalah fakta bahwa musik tersebut adalah jembatan kepada “gereja” esa sedunia akhir zaman. Hal ini telah didokumentasikan secara ekstensif di The Directory of Contemporary Worship Music, yang dapat diperoleh sebagai e-book gratis di www.wayoflife.org.
Berikut ini adalah cuplikan dari direktori tersebut: Matt Maher, terlahir di Kanada (1974), yang tinggal di Tempe, Arizona, adalah seorang musisi penyembahan kontemporer yang populer, dan seperti John Michael Talbot, Maher adalah seorang Katolik yang membangun jembatan ekumenis. Istri Maher adalah seorang Metodis, tetapi mereka membesarkan putra mereka di “Gereja Katolik,” sambil terkadang membawanya ke kebaktian-kebaktian Metodis “supaya dia dapat merasakan kedua tradisi” (Religion News Service, 17 Mei 2013). Ini adalah resep sempurna untuk membangun “gereja” esa-sedunia akhir zaman.”
Maher melayani di Paroki Our Lady of Mount Carmel di Tempe, yang didevosikan kepada Maria sebagai Ratu Surga. Tanda di depan gereja berbunyi, “Maria, Ibu Kehidupan, doakanlah kami.” Maher menyebut dirinya “misionari musik,” yaitu seorang misionari bagi Roma. Christianity Today mengatakan, “Maher membawa musiknya – dan suatu impian persatuan ke dalam gereja Protestan” (“Common Bonds,” Christianity Today, 27 Okt. 2009). Dia mengatakan, “Saya pernah melakukan sesi menulis sama dengan orang-orang Protestan, di mana kami memiliki persamaan dasar, dan saya telah melihat melalui suatu cara yang radikal bagaimana ada suatu kemungkinan yang sangat riil bisa mencapai persatuan.” Dia mengatakan, “Saya melihat seolah gereja Katolik adalah keluarga dekat saya, dan semua teman saya dari denominasi lain adalah keluarga besar.”