(Berita Mingguan GITS 14 Juni 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Baker Forced to Make Gay Wedding Cakes,” Todd Starnes, Christian Post, 4 Juni 2014: “Sebuah toko kue kecil milik keluarga sendiri telah diperintahkan untuk membuat kue pengantin untuk pasangan gay dan menjamin staf-nya akan diberikan pendidikan komprehensif tentang hukum-hukum anti-diskriminasi Colorado setelah Komisi Hak Asasi negara bagian tersebut menentukan bahwa sang pembuat kue Kristen tersebut melanggar hukum karena menolak untuk membuatkan kue pengantin bagi satu pasangan sama jenis. Jack Phillips, pemilik dari Masterpiece Cakeshop, di Lakewood, Colorado, diperintahkan untuk mengubah kebijakan tokonya dan mengharuskan stafnya untuk mengikuti sesi-sesi pendidikan. Untuk dua tahun selanjutnya, Phillips juga akan diharuskan untuk menyerahkan laporan per kwartal kepada komisi tersebut untuk mengkonfirmasi bahwa dia tidak menolak pelanggan berdasarkan orientasi seksual mereka.
Nicolle Martin, seorang pengacara dari Alliance Defending Freedom, menyebut keputusan tersebut bersifat Orwellian, dan mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk banding. …Phillips, yang merayakan 40 tahun berbisnis tahun ini, memberitahu saya bahwa dia tidak akan membuat kebijakan baru. ‘Kebijakan lama saya sudah cukup bagi saya,’ dia berkata. ‘Saya tidak berencana melepaskan iman saya atau mengubahnya.’ … ‘Allah saya lebih besar dari bully yang mereka miliki,’ dia berkata. ‘Saya tidak merisaukannya. Saya menghormati Tuhan dan Juruselamat saya Yesus Kristus, dan akan setia pada apa yang Ia ingin saya lakukan.’ Dan Komisi Hak Asasi akan kesulitan untuk ‘merehabilitasi’ Phillips dan staf-nya. ‘Ibu saya yang berusia 87 tahun bekerja di sini dan dia berkata bahwa dia tidak akan direhabilitasi,’ dia berkata. …Dan apa jadinya kalau pengadilan tertinggi di negeri ini memaksa Jack untuk melakukan keinginan para homoseksual? ‘Ada ketidaktaatan sipil,’ Phillips memberitahu saya. ‘Kita akan lihat apa yang akan terjadi. Saya tidak akan melepas iman saya. Terlalu banyak orang telah mati untuk iman ini, tidak boleh dilepaskan.’ Sementara itu, taktik bully yang dipakai oleh pejuang hak gay yang militan itu rupanya tidak merugikan toko kue tersebut. Mereka mendapat begitu banyak bisnis dari penjualan kue dan brownie, sehingga untuk sementara mereka berhenti membuat kue pengantin. ‘Taati Kristus daripada khawatir apa yang manusia akan lakukan padamu,’ kata Phillips.
luar biasa brani bayar harga, Amin.
salut untuk toko kue tersebut … maju terus …. pertahankan iman …