(Berita Mingguan GITS 2Agustus 2014, sumber: www.wayoflife.org)
James Robison, mantan penginjil Southern Baptist yang menjadi kharismatik, telah bergabung dengan Paus Fransiskus untuk membangun gereja-esa-sedunia. Dalam tulisan blognya, Robison menggambarkan pertemuannya dengan sang paus pada tanggal 24 Juni, menyebut peristiwa itu sebagai “pertemuan supranatural di Vatikan.” Sang Paus dengan pintar memakai istilah-istilah “injili” untuk menggambarkan doktrin Katoliknya yang sesat, misalnya berkata bahwa dia ingin “semua orang memiliki pertemuan pribadi dengan Kristus yang mengubah hidup,” sambil mengabaikan fakta bahwa dogma Roma mengajarkan keselamatan melalui sakramen, mulai dari baptisan. James Robison yang naif tersebut memberikan sang paus “tos,” dan dengan demikian menggenapi peringatan Roma 16:17-18. Robison menulis, “Minggu ini saya diberkati karena menjadi bagian dari suatu gerakan yang barangkali belum pernah terjadi antara kaum injili dengan Paus Katolik. Pada hari Selasa, selama hampir tiga jam, beberapa dari kami terberkati untuk bertemu dalam suatu lingkaran intim, untuk diskusi penuh doa dan makan siang … Kami meneruskan persekutuan yang sedemikian mulia itu yang tidak dapat digambarkan oleh kata-kata. Saya berusaha menahan air mata sambil menuliskan hal ini, sedemikian mulianya kehadiran Yesus yang nyata. Saya tidak bisa tidak bertanya-tanya dalam situasi seperti ini, apakah Yesus, sebagaimana Dia lakukan saat Stefanus dilempari batu yang akhirnya berujung pada pertobatan Saulus dari Tarsis, sambil Ia memandang ke bawah ke Roma, melihat para Injili bersama dengan sang Paus, tidakkah Ia berpaling kepada sang Bapa dan berkata, ‘Lihatlah, Saya pikir doa Saya sebentar lagi akan dijawab. Lihatlah, Bapa…’” (Robison, “Witnessing the Miracle Jesus Prayed For,” JamesRobison.net, 26 Juni 2014).
Pertemuan dengan paus itu dihadiri oleh James dan Betty Robison, John Arnott (pemimpin dari “Toronto Blessing,” yang menampilkan orang-orang berteriak, berjatuhan, tertawa histeris, melolong seperti serigala, meringkik seperti keledai, dan berkotek seperti ayam), Tony Palmer, Kenneth Copeland, dan lainnya. Palmer, yang adalah perwakilan paus bagi kaum Pantekosta dan yang mengatur agar sang paus mengirim salam ekumenis kepada para gembala Pantekosta yang sedang mengikuti crusade Kenneth Copeland pada bulan Februari, meninggal dalam kecelakaan motor tanggal 20 Juni.