Ahli Kimia Terkenal Mengatakan Sains Tidak Paham Asal Kehidupan

(Berita Mingguan GITS 2 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Nobody Understands,” Christian News, 13 Juni 2016: “Seorang ahli kimia yang ternama yang sebelumnya sudah pernah menerangkan berbagai kelemahan kritis dalam pemahaman para ilmuwan tentang evolusi, kini telah menulis sebuah esai mendetil yang menjelaskan ‘lobang-lobang raksasa dalam pemahaman kita’ tentang bagaimana kehidupan pertama muncul. Dr. James Tour adalah profesor bidang kimia, computer science, dan material science dan nanoengineering di Rice University. Dia telah menulis lebih dari 590 publikasi riset dan memiliki lebih dari 100 paten, dan dia adalah penerima dari banyak sekali penghargaan sains. …Dalam papernya yang paling baru, sebuah esai sepanjang 12.000 kata berjudul ‘Animadversions of a Synthetic Chemist,’ Tour membahas sebuah pertanyaan yang telah membingungkan para ilmuwan selama berabad-abad: Dari mana asal kehidupan? Esai ini diterbitkan dalam edisi terbaru dari Inference: International Review of Science. …Proses sintesis kimia adalah proses yang sangat kompleks, memerlukan intelijensi, dan pengawasan yang ketat. …Tour membahas elemen-elemen yang harus ada untuk kehidupan, termasuk karbohidrat, DNA, dan RNA. Dia juga merujuk kepada karya Albert Eschenmoser – seorang ahli kimia sintetis yang dihormati yang bersikukuh mencoba menciptakan bahan-bahan baku kehidupan di laboratorium, tetapi pada akhirnya beralih haluan ke riset-riset lain karena hasil temuan dia tidak memuaskan. … ‘Di bawah kondisi pre-biotik, reaksi yang dimaksud tidak berkemungkinan tinggi menghasilkan apa-apa yang berguna. Dengan setiap tambahan langkah, kesulitan semakin meningkat sehingga tidak kemungkinannya menjadi sedemikian kecil, tidak ada bidang sains lainnya yang akan mau bergantung pada tingkat keyakinan yang sedemikian,’ ia menulis. … ‘Mereka yang berpikir bahwa para ilmuwan memahami masalah kimia pre-biotik, sangatlah salah,’ dia melanjutkan. ‘Tidak ada orang yang memahaminya. Mungkin suatu hari kita akan memahaminya. Tetapi hari itu masih sangat jauh. Akan jauh lebih berguna untuk memaparkan para murid kepada lobang-lobang dalam pemahaman kita. Mereka mungkin bisa menemukan teori ilmiah yang lebih jelas – dan mungkin yang secara radikal berbeda. Dasar yang dipakai oleh kita para ilmuwan adalah begitu lemah, sehingga kita sepatutnya menyatakan situasi ini secara gamblang: suatu misteri,’ demikian dia menyimpulkan.” [Editor: Evolusi mengatakan bahwa kehidupan muncul dari benda-benda mati. Padahal, dogma ini bertentangan dengan salah satu Hukum Alam yang telah berulang kali dibuktikan kebenaran, yaitu Hukum Biogenesis, bahwa semua kehidupan berasal dari kehidupan. Sebenarnya, para “ahli evolusi” tidak dapat menerangkan bagaimana caranya kehidupan bisa muncul dari benda mati. Yang mereka miliki hanyalah spekulasi-spekulasi liar yang semakin hari semakin terbukti tidak benar. Orang beriman sejak awal sudah tahu bahwa Allah adalah sumber kehidupan.]

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *