Sumber: www.wayoflife.org
Pada tanggal 14 Agustus, Gereja Baptis Crescent Hill di Louisville, Kentucky, dengan suara bulat, mengangkat seorang homoseksual, Jordan Conley, sebagai salah satu gembala sidang mereka. Gembala sidang lainnya adalah seorang wanita. Menurut situs web gereja, Conley “tinggal bersama suaminya, Patrick Allison, dan anjing mereka, Kenzie.” Crescent Hill Baptist didirikan pada tahun 1908 dan telah lama bersekutu dengan Southern Baptist Theological Seminary. Disebut “gereja seminari”, fasilitasnya digunakan oleh seminari dan banyak pengajar dan mahasiswa menjadi anggotanya. Pada 1960-an, gereja tersebut memulai jalan kemurtadan, merangkul Injil sosial dan konseling psikologis (termasuk Lokakarya Pemulihan Paska Perceraian). Pada tahun 1966, kehadiran Sekolah Minggu mencapai puncaknya dengan 1.756 orang. Pada tahun 1972, diaken wanita pertama ditahbiskan. Pada tahun 1975, gembala sidang dari Crescent Hill memimpin delegasi ke Baptist World Alliance yang sangat liberal di Stockholm. Pada 1980-an, Crescent Hill mendukung penahbisan gembala sidang wanita. Mereka juga menampilkan drama sesat Godspell di mana Yesus disalibkan pada pagar listrik dan tidak ada kebangkitan. Pada tahun 1991, Crescent Hill bergabung dengan Cooperative Baptist Fellowship yang liberal. Pada tahun 1996, Crescent Hill menahbiskan seorang diaken homoseksual. Pada tahun 2014, “pernikahan sesama jenis” pertama diadakan di Crescent Baptist. Hari ini, gereja Baptis yang dulunya sehat ini tidak lagi memiliki Alkitab yang otoritatif dan tidak memiliki Injil yang menyelamatkan. Penjelasan “Garis Waktu” gereja ini dimulai dengan kata-kata ini: “13,7 miliar tahun yang lalu alam semesta dimulai entah oleh sebuah ‘big bang’ atau peristiwa lainnya. Kemungkinan sudah ada alam semesta lain sebelum alam semesta ini, dan akan ada alam semesta lain setelah alam semesta kita berhenti seiring the Force atau Firman mengekspresikan dirinya secara terus-menerus dalam berbagai cara di masing-masing alam semesta ini.”