Oleh: Dr. Steven E. Liauw
Banyak orang yang hari ini menentang konsep perpuluhan untuk masa gereja sekarang. Mereka berkata bahwa Alkitab tidak mengajarkan Perpuluhan secara eksplisit. Tulisan singkat ini tidak akan mengargumentasikan perpuluhan secara komprehensif dan menyeluruh, tetapi sekedar menarik paralel antara perpuluhan dan membaca Alkitab setiap hari.
Hampir semua orang Kristen setuju bahwa membaca Alkitab setiap hari adalah hal yang baik dan perlu dilakukan. Orang-orang yang tidak setuju perpuluhan pun biasanya setuju bahwa membaca Alkitab setiap hari itu hal yang baik. Bisa jadi ada banyak orang Kristen yang gagal membaca Alkitab setiap hari memang, tetapi mereka mengakui bahwa itu kegagalan pribadi, mereka tidak akan menyangkal perlunya dan indahnya membaca Alkitab setiap hari.
Perbandingan berikut akan memperlihatkan bahwa ada banyak paralel antara perpuluhan dengan membaca Alkitab setiap hari.
Premis: Kalau baik bagi gereja-gereja Tuhan untuk mengajarkan orang Kristen untuk membaca Alkitab setiap hari, maka baik juga bagi gereja-gereja Tuhan untuk mengajarkan orang Kristen memberikan perpuluhan.
Perbandingan argumen yang sering diberikan:
1. Dalam perjanjian Baru Tuhan hanya menyuruh kita memberi persembahan, tidak menyuruh memberi sepersepuluh.
Kalau begitu, bisa juga diargumentasikan dalam Perjanjian Baru, Tuhan hanya menghimbau kita membaca Alkitab, tidak menyuruh membacanya tiap hari. Bahkan posisi perpuluhan lebih kuat lagi, karena dalam Perjanjian Lama, perpuluhan disebutkan secara eksplisit, sedangkan membaca Alkitab setiap hari tidak.
2. Memberi persepuluhan tidak mempengaruhi keselamatan, jadi tidak perlu diajarkan.
Membaca Alkitab setiap hari juga tidak mempengaruhi keselamatan, apakah berarti tidak perlu diajarkan?
3. Memberi persembahan adalah masalah pribadi seseorang dengan Tuhan, tidak perlu diatur orang lain.
Jemaat bukan mengatur, tetapi mengajarkan hal yang baik. Membaca Alkitab juga masalah pribadi seseorang dengan Tuhan, tetapi adalah baik bagi jemaat untuk mengajar anggotanya membaca Alkitab setiap hari.
4. Mestinya uang kita 100% untuk Tuhan, kenapa hanya 10% saja?
Mestinya waktu kita seluruhnya untuk Tuhan. Kenapa baca Alkitab hanya sekali sehari? Mestinya 10x sehari, atau 20x sehari, atau sepanjang hari baca Alkitab terus.
Argumen ini salah, karena walaupun memang uang kita 100% punya Tuhan, namun kita alokasikan untuk hal-hal khusus. Ada yang kita alokasikan untuk menunjang kehidupan kita, ada yang untuk pekerjaan Tuhan. Mengajarkan bahwa minimal 10% untuk pekerjaan Tuhan dalam jemaat lokal tidaklah salah, bahkan sangat alkitabiah.
Sama dengan waktu. 100% waktu kita adalah milik Tuhan, namun kita alokasikan untuk hal-hal khusus. Ada yang kita alokasikan untuk kegiatan seperti tidur, makan, bekerja, ada yang kita alokasikan untuk membaca Alkitab, ke gereja, dll. Mengajarkan agar orang Kristen mengalokasikan waktu untuk membaca Alkitab minimal sehari sekali tidaklah salah, bahkan sangat alkitabiah.
5. Saya menolak memberi perpuluhan, tetapi saya mau memberi lebih dari 10%.
Ini salah paham dengan pengajaran perpuluhan. Perpuluhan bukan berarti anda hanya boleh memberi 10%, tetapi bahwa kita menargetkan 10% sebagai pemberian minimal kita. Orang yang mau memberi lebih dari 10% berarti tidak ada masalah dengan memberi 10%. Gereja Tuhan mengajarkan target 10% untuk jemaat adalah baik dan alkitabiah.
Ini sama dengan orang yang berargumen: jangan mengajarkan membaca Alkitab setiap hari, karena saya mau baca 2x sehari. Bahwa anda mau baca 2 atau 3x sehari itu bagus sekali. Tetapi gereja Tuhan mengajarkan minimal 1x sehari adalah baik dan alkitabiah.
6. Kita harus memberi dengan sukacita dan rela hati, jadi tidak boleh dipatok suatu standar.
Kita harus membaca Alkitab dengan sukacita dan rela hati, tetapi bukan berarti adalah salah untuk mengajarkan adalah baik dan benar untuk menargetkan membaca Alkitab setiap hari. Sama dengan perpuluhan. Orang percaya seharusnya memberi persembahan dengan sukacita dan rela hati, tetapi ini tidak kontradiksi dengan mengajarkan bahwa ada teladan dan target, yaitu minimal 10%.
7. Saya tidak mau memberi perpuluhan karena perpuluhan bisa disalahgunakan. Ada gereja-gereja yang menyalahgunakan perpuluhan.
Segala sesuatu bisa disalahgunakan. Ada orang yang membaca Alkitab bukan karena sadar, tetapi karena terpaksa. Ada yang membaca Alkitab demi pacar, demi orang tua, karena iming-iming hadiah, dll. Hanya karena membaca Alkitab bisa disalahgunakan, bukan berarti kita berhenti mengajarkan membaca Alkitab setiap hari. Demikian juga, bahwa persembahan pada Tuhan bisa disalahgunakan, bukan berarti kita berhenti mengajarkan persembahan dan perpuluhan yang benar.
8. Saya membaca Alkitab setiap hari karena ada contoh Daud yang bangun pagi-pagi untuk membaca Firman Tuhan. Misal Maz. 119:147.
Orang Kristen juga memberi perpuluhan karena teladan Abraham (dan lainnya seperti Yakub, orang-orang Israel, dll). Seringkali orang anti-perpuluhan mengatakan bahwa itu contoh PL, tidak berlaku. Kalau begitu contoh Daud mencari Tuhan pagi-pagi juga tidak berlaku. Malah ayat tentang Daud mencari Tuhan tidak eksplisit berbicara mengenai membaca Alkitab. Ayat tentang Abraham dan Yakub eksplisit menggunakan kata perpuluhan.
9. Ada orang yang miskin, bagaimana mungkin kita menyuruh dia memberi perpuluhan.
Berdasarkan logika ini, maka bisa juga diargumentasikan ada orang yang sangat sibuk, bagaimana mungkin kita menyuruh dia membaca Alkitab setiap hari?
Pada kenyataannya, ini masalah iman dan prioritas. Tuhan berjanji akan memberkati, baik orang yang membaca FirmanNya, maupun orang yang memberi kepadaNya. Memberi perpuluhan, sama seperti membaca Alkitab, adalah masalah mengutamakan Tuhan lebih dari diri kita sendiri dan mengasihi Tuhan, dan menyakini bahwa Tuhan memberkati dengan banyak cara.
10. Ada janji berkat bagi orang yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam (Maz. 1).
Ada janji Tuhan akan memberkati orang yang memberi perpuluhan (Mal. 3). Jika dikatakan bahwa Maleakhi 3 adalah Perjanjian Lama dan Hukum Taurat, sehingga tidak berlaku lagi, maka bisa dikatakan juga bahwa Mazmur 1 adalah Perjanjian Lama dan masih dalam masa Hukum Taurat. Tetapi orang Kristen sampai hari ini mempercayai janji Tuhan di Mazmur 1.
11. Ada perintah untuk bertekun membaca Kitab-Kitab Suci dalam 1 Tim. 4:3, jadi kita perlu membaca Alkitab setiap hari.
Juga ada perintah dalam Alkitab untuk secara rutin memberikan secara proporsional dari penghasilan kita kepada Tuhan. “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing sesuai dengan apa yang kamu peroleh menyisihkan sesuatu…” (1 Kor. 16:2).
Sesuai dengan apa yang kamu peroleh berarti proporsional terhadap penghasilan.
Jika diargumenkan bahwa proporsinya tidak disebutkan, bisa juga diargumenkan bahwa dalam 1 Tim. 4:3 tidak disebutkan berapa seringnya bertekun membaca itu. Tetapi, berdasarkan contoh-contoh lain dalam Alkitab, kita bisa berkata bahwa bertekun setiap hari membaca Alkitab itu baik. Demikian juga berdasarkan contoh-contoh lain dalam Alkitab, memberi proporsi minimal 10% itu target yang baik.
12. Memberi persepuluhan adalah perintah kepada orang Yahudi di Perjanjian Lama.
Satu-satu ayat yang memerintahkan seseorang dengan kata-kata “harus” membaca Alkitab adalah Ulangan 17:19, tentang raja Israel. Ini adalah perintah PL untuk raja Israel. Apakah itu berarti orang Kristen tidak perlu membaca Alkitab setiap hari? Tentu tidak.
Lagipula, persepuluhan sudah ada dipraktekkan sebelum bangsa Israel muncul. Persepuluhan dilakukan oleh Abraham, oleh Yakub, jauh sebelum ada Israel.
Orang Kristen hari ini memberi persepuluhan adalah mengikuti teladan Abraham dan orang-orang kudus.
13. Tidak ada ajaran eksplisit dalam PB tentang Persepuluhan.
Tidak ada kata-kata eksplisit: kamu harus membaca Alkitab setiap hari. Tetapi membaca Alkitab setiap hari adalah prinsip yang baik.
Dan sebenarnya ada beberapa perikop PB yang mengajarkan persepuluhan secara eksplisit:
a. Matius 23:23 dan Lukas 11:42, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa baik persepuluhan maupun kasih dan keadilan sama-sama perlu dilakukan. Kelompok anti perpuluhan berkata bahwa ini kata-kata Tuhan untuk orang-orang Farisi, bukan untuk kita. Tetapi Tuhan tidak malu-malu untuk melanggar pemahaman Farisi yang salah, misalnya tentang haram dan halal, lihat Matius 15:11 bahwa bukan yang masuk ke mulut yang menajiskan. Kalau memang perpuluhan itu tidak baik lagi diajarkan, maka Tuhan Yesus pasti menegaskannya. Namun Tuhan malah menegaskan keduanya baik.
b. Ibrani 7:1-10. Paulus mengargumentasikan bahwa Kristus lebih baik dari keimamatan Harun. Termasuk dalam perpuluhan. Kalau perpuluhan sudah berlalu, mestinya ini tempatnya menyatakannya, tetapi tidak.
Justru argumen Paulus dalam Ibrani 7 adalah:
1. Kristus adalah imam menurut Melkisedek, ini lebih dari keimamatan Harun.
2. Di PL, orang memberi perpuluhan kepada Lewi dan imam Harun.
3. Ini kalah dari PB yang mencontoh Abraham, yang memberi perpuluhan kepada Melkisedek.
4. Bahkan Lewi pun dapat dihitung memberi perpuluhan kepada Melkisedek, karena ia berada dalam Abraham waktu itu. Poinnya: keimamatan Kristus (Melkisedek) lebih tinggi dari Harun (dari Lewi).
5. Jadi, hari ini kita tidak lagi memberi perpuluhan kepada Harun dan Lewi, tetapi kepada Melkisedek kita, yaitu Kristus, meneladani Abraham.
6. Ini yang secara eksplisit juga dinyatakan dalam Ibrani 7:8 “Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.”
Jadi, Alkitab mengajarkan bahwa sampai sekarang, Tuhan menerima persepuluhan. Siapa yang memberi persepuluhan? Jawaban: Orang-orang yang sudah lahir baru yang mengasihi Tuhan memberi persepuluhan dalam jemaat.
Tujuan dari tulisan ini bukanlah melemahkan semangat orang membaca Alkitab setiap hari. Sebaliknya, saya sangat yakin bahwa membaca Alkitab setiap hari adalah hal yang perlu untuk kesehatan rohani orang Kristen.
Tujuan dari tulisan ini adalah memperlihatkan bahwa semua argumen melawan perpuluhan bisa ditujukan juga untuk membaca Alkitab setiap hari. Posisi perpuluhan lebih kuat dari membaca Alkitab setiap hari.
Kesimpulannya adalah: Baik persepuluhan maupun membaca Alkitab setiap hari, sama-sama adalah prinsip yang baik dan penting untuk kesehatan rohani. Dan Tuhan berjanji akan memberkati orang yang melakukannya.
Sekarang masalahnya adalah penyaluran perpuluhan yg lebih tepat sasaran serta penyalahgunaannya oleh orang2 teologi kemakmuran.
Memang lebih penting dari perpuluhan adalah masalah mencari gereja yang alkitabiah. Kalau masih bergereja di gereja yang kacau dengan doktrin yang kacau balau, memang belum perlu bicara perpuluhan sebenarnya.