Platipus yang Menakjubkan

Sumber: www.creationmoments.com

Platipus berparuh bebek dari Australia diperkenalkan ke Eropa pada tahun 1798. Karena sulitnya bepergian pada masa itu, para ilmuwan tidak mengirim platipus hidup dari Australia ke British Museum di London. Mereka hanya mengirim kulit platipus. Para ilmuwan di London mengamati paruh bebek, ekor berang-berang, dan kaki berselaput milik mamalia bertelur ini dan segera mengecam makhluk itu sebagai suatu tipuan. Dua ratus tahun kemudian, platipus berparuh bebek terus membuat para ilmuwan takjub.

Baru-baru ini para peneliti menemukan kemampuan baru yang mengejutkan yang digunakan platipus untuk menemukan makanan. Tampaknya saraf di kulit platipus, yang menyampaikan indra peraba, juga mampu merasakan listrik. Setiap kali kita atau makhluk hidup lainnya menggunakan otot, arus listrik kecil dihasilkan. Ketika udang yang dimakan platipus mengibaskan ekornya, mereka menghasilkan sekitar 200 hingga 1.000 seperjuta volt listrik. Tegangan kecil itu cukup untuk memungkinkan platipus merasakan dan menemukan makan siangnya.

Penelitian biologi modern juga telah menunjukkan misteri lain tentang platipus. (Setidaknya itu misteri bagi para evolusionis.) Sementara platipus diklasifikasikan sebagai mamalia, secara genetik ia berbeda jauh dari semua mamalia lain, sama jauhnya dengan antara mamalia dan burung. Platipus juga secara genetik tidak seperti burung. Ini membuat platipus sama sekali tidak memiliki sejarah evolusi, hampir seolah-olah ia muncul begitu saja. Dan itulah yang dikatakan Alkitab terjadi ketika Tuhan menciptakan langit dan bumi dan segala isinya selama minggu penciptaan!”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *