Minecraft dan “Puisi Akhir”

Sumber: www.wayoflife.org

Video game adalah satu media hiburan yang banyak dipergunakan oleh kaum muda, bahkan kaum muda Kristen. Ada orang-orang yang mengizinkan video game begitu mendominasi hidupnya, sehingga menguras kehidupan spiritual mereka, atau dapat dikatakan bahwa video game menjadi cerminan dari kurangnya kehidupan rohani mereka. Dan sebagai media hiburan, seringkali game mencerminkan filosofi dunia ini, sama seperti film, musik, atau apa pun produksi dari dunia ini. Oleh sebab itu orang Kristen harus selalu berhati-hati dan mempergunakan hikmat dari Tuhan ketika menghadapi berbagai media hiburan dari dunia.
Ambil contoh Minecraft, permainan video terlaris sepanjang masa, “dengan lebih dari 350 juta kopi terjual.” Permainan ini dapat dimainkan sendirian atau sebagai permainan multipemain daring. Minecraft dibuat oleh orang-orang yang tidak lahir baru, dan tentunya mencerminkan hal tersebut. Salah satu aspek yang dengan jelas memperlihatkan hal ini adalah “Puisi Akhir” [End Poem] yang terkait dengan permainan tersebut.
Dampak puisi ini sangat besar dan telah banyak dikomentari. Puisi ini sangat dihargai di kalangan pemainnya. “Puisi Akhir” disajikan kepada pemain yang mengalahkan bos terakhir Minecraft, Ender Dragon. Puisi ini telah berada di domain publik sejak tahun 2022. Puisi ini mencerminkan doktrin Iblis dan new age. Mengklaim sebagai pikiran alam semesta, puisi ini mengatakan bahwa pikiran berasal dari alam semesta dan dapat menciptakan realitas. “Terkadang ketika mereka tenggelam dalam mimpi, saya ingin memberi tahu mereka, mereka sedang membangun dunia nyata dalam kenyataan.” Puisi ini mengatakan bahwa kebenaran harus diungkapkan “dengan aman, dalam sangkar kata-kata. Bukan kebenaran telanjang.” Puisi ini mempromosikan panteisme (“kita adalah alam semesta”), penyihir, dukun, Dewa Matahari, Ibu Bulan, roh leluhur, roh hewan, setan, poltergeist, alien, dan makhluk luar angkasa. Puisi tersebut diakhiri dengan kebohongan ini: “alam semesta berkata semua yang kau butuhkan ada di dalam dirimu … alam semesta berkata cahaya yang kau cari ada di dalam dirimu … alam semesta berkata kau adalah alam semesta yang mencicipi dirinya sendiri, berbicara pada dirinya sendiri, membaca kodenya sendiri … alam semesta berkata aku mencintaimu karena kau adalah cinta.”
Ada banyak game yang didesain dengan khayalan yang tentunya tidak sesuai dengan realita rohani sebagaimana Alkitab nyatakan, dan berpotensi untuk memimpin pemain yang tidak bijak dan lemah kepada dunia okultisme. Sebagai contoh, Minecraft terdiri dari tiga dunia: Overworld, Nether, dan End. Pemain harus terlebih dahulu mengumpulkan sumber daya di Overworld dengan mengumpulkan kayu, bertani, menambang, membuat peralatan, memperkuat perlengkapan mereka, dan berdagang/merampok penduduk desa agar mereka siap memasuki Nether dan End. Nether adalah versi neraka di Minecraft, tetapi dibuat kekanak-kanakan dan tidak terlalu gamblang. Ada monster yang menyerupai roh jahat dan orang mati, seperti blaze, ghast, dan wither skeleton. Di sana pemain harus membunuh beberapa blaze untuk membuat ‘eye of ender’ yang akan membawa mereka ke portal tempat mereka akan masuk ke End. Di sana mereka akan mengalahkan Ender Dragon dan permainan berakhir.”

This entry was posted in Gaming. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *