Kemungkinan Gambaran Yerusalem dan Hizkia yang Berusia 2.700 Tahun

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini adalah kutipan dari tulisan Brent Nagtegaal, “Revealed: A 2,700-Year-Old Depiction” (Terungkap: Sebuah Gambaran Berusia 2.700 Tahun), dalam Let the Stones Speak, Desember 2025: “Ketika peneliti Stephen Compton memperlihatkan kepada saya gambar Lempengan 28 dari ruang takhta Sanherib di Niniwe, saya sangat takjub. Saat mengamati pemandangan pada relief tersebut, identitas kota yang digambarkan itu menjadi semakin jelas: Ini adalah Yerusalem! … Dia mungkin benar! pikir saya. Ini adalah karya seni tertua yang menggambarkan Yerusalem yang pernah ditemukan! Bukti-bukti pun segera bermunculan. Terdapat tiga jenis pohon buah-buahan — anggur, ara, dan delima — yang semuanya merupakan tanaman asli Israel dan Yehuda. Hal yang juga patut dicatat adalah, tidak seperti beberapa penggambaran pohon pada relief lain, pohon-pohon ini tidak ditebang, yang mengisyaratkan bahwa kota ini tidak ditaklukkan. Di atas pohon-pohon buah tersebut, terdapat tembok kota yang sangat besar, menara pertahanan, dan dua gerbang. Pada menara pertahanan itu tergambar parapet (dinding pelindung) dengan struktur corbel (penopang menonjol) bertingkat dua. Meskipun saat itu saya belum mengetahuinya, bentuk ini hampir identik dengan yang ada pada relief tembok Lakhis, yang mengisyaratkan bahwa ini adalah kota di daerah Yehuda. Di atas parapet berstruktur corbel tersebut terdapat deretan perisai, yang mengingatkan pada pemandangan yang dijelaskan dalam beberapa bagian Alkitab mulai dari zaman Raja Daud dan seterusnya. Di bagian lebih atas lempengan itu, terdapat deretan tembok dan menara kedua. Hal ini menarik. Apakah ini menunjukkan bahwa kota tersebut menempati dua bukit atau punggung bukit, persis seperti Yerusalem? Akhirnya, berdiri sendiri di menara tertinggi adalah sesosok figur tunggal. Dia adalah satu-satunya individu di seluruh kota itu. Dan dia memegang panji, yang mengisyaratkan status rajani. Jika Lempengan 28 menggambarkan peristiwa invasi Raja Sanherib ke Yehuda, dan… Jika kota yang digambarkan itu adalah Yerusalem, maka sosok raja yang tampak seorang diri itu pastilah Raja Hizkia! … Panel 28 [berada] di ruang takhta, pusat keagungan Sanherib. Sayangnya, ruang takhta Sanherib — beserta relief-reliefnya yang membentang lebih dari 100 meter (330 kaki) — dihancurkan oleh Islamic State pada tahun 2015–2016. … Untunglah, [Henry] Layard dan timnya mendokumentasikan ruang takhta Sanherib (serta sebagian besar Niniwe) dalam laporan-laporan terperinci, yang mencakup sejumlah gambar dan ilustrasi.

This entry was posted in Arkeologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *