Heaven Is For Real: Sebuah Buku Yang Berbahaya Bagi Zaman Yang Sesat

(Berita Mingguan GITS 06 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Heaven Is For Real (Surga Itu Nyata), sebuah buku tentang seorang anak lelaki berusia empat tahun yang katanya mengunjungi Surga, telah terjual 1,5 juta eksemplar dan saat ini sedang menduduki peringkat #6 di daftar bestseller Amazon. Buku ini juga telah memecahkan rekor penjualan penerbit Thomas Nelson dan sangat populer bahkan di kalangan Baptis Independen. Seorang gembala sidang memberitahu saya bahwa buku ini “sedang beredar di banyak kelompok Baptis Independen; banyak yang merekomendasikannya.” Buku ini ditenggarai sebagai kisah nyata dari Colton Burpo, putra dari seorang gembala sidang Metodis yang katanya mengunjungi Surga saat menjalani sebuah operasi darurat. Di sana dia bertemu dengan seorang saudari perempuannya yang telah meninggal dan kakek buyutnya, melihat Yesus dan Allah Bapa dan Roh Kudus dan Setan, dan mempelajari berbagai hal yang tidak dinyatakan dalam Kitab Suci. Kita tidak meragukan bahwa anak kecil itu benar-benar merasa yakin bahwa dia mengunjungi Surga, tetapi kita tidak percaya sedikitpun bahwa itu benar-benar terjadi. Pertama, buku ini bertentangan dengan kesaksian Rasul Paulus, yang mengatakan bahwa dia adalah yang terakhir untuk melihat Kristus yang telah bangkit (1 Korintus 15:8). Pengalaman Paulus ini digambarkan di Kisah Para Rasul dan tidak ada insiden lain lagi Kristus menampakkan diri kepada orang lain [Editor: Rasul Yohanes melihat Yesus dalam kitab Wahyu, tetapi rasul Yohanes sudah pernah menyaksikan kebangkitan Yesus sebelum Paulus, jadi Paulus tetap adalah orang yang terakhir menjadi saksi kebangkitan Yesus]. Paulus memberikan kesaksian ini dalam konteks sedang memberikan bukti saksi-saksi mata akan kebangkitan Kristus. Semua bukti yang kita perlukan sudah terdapat dalam kesaksian Kitab Suci dan saksi-saksi mata ini. Lebih lanjut lagi, Paulus mengatakan bahwa ketika dia mengunjungi Surga, dia mendengar hal-hal yang dia tidak boleh ceritakan (2 Kor. 12:4). Jadi jelas bahwa seseorang tidak dapat mengunjungi Surga lalu menggambarkan semua yang dia lihat dan dia dengar di sana. Kedua, buku Heaven Is For Real bertentangan dengan penekanan Allah terhadap prioritas dan kecukupan iman dan Kitab Suci. Buku ini mengandung kesaksian-kesaksian tentang bagaimana orang telah menjadi percaya kepada Allah dan Surga karena kunjungan Colton ini, tetapi Alkitab mengatakan bahwa tanpa iman, tidak mungkin berkenan kepada Allah (Ibr. 11:6), dan iman timbul dari pendengaran akan Firman Allah, bukan oleh tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban (Roma 10:17). Ketika memberitahukan tentang orang kaya dan Lazarus, Yesus mengajarkan bahwa jika seseorang tidak mendengarkan Kitab Suci, ia “tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Luk. 16:31). Semua tanda dan pewahyuan yang kita perlukan sudah terdapat dalam kanon Kitab Suci yang telah komplit (Yoh. 20:30-31). Alkitab cukup untuk membuat manusia Allah “diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:16-17). Allah telah memberitahu kita segala sesuatu yang Ia ingin kita tahu tentang Surga pada saat ini. Ketiga, buku Heaven Is For Real bertentangan dengan pengajaran langsung Alkitab. Sebagai contoh, Colton mengatakan bahwa kuda Yesus berwarna pelangi (hal. 63), sementara Alkitab mengatakan bahwa warnanya adalah putih (Wah. 19:11). Colton mengatakan bahwa Roh Kudus menembakkan kuasa dari Surga (hal. 125), sementara Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus turun dari Surga pada hari Pentakosta [Editor: dan bahkan sebelum itu (Yoh. 20:22)] dan Dia adalah kuasa tersebut (Kis. 1:8). Colton mengatakan bahwa semua orang memiliki sayap di Surga kecuali Yesus (hal. 72), bahwa malaikat Gabriel duduk di sebelah kiri takhta Allah (hal. 101), bahwa Roh Kudus berwarna biru dan duduk di sebuah kursi dekat takhta Allah (hal. 102), dan “untuk teman-teman Katolik kita,” buku tersebut dengan senang mengatakan bahwa Maria berdiri di Surga di samping Yesus (hal. 152). Mungkin sebagian orang akan bertanya, bagaimanakah Colton dapat tahu berbagai rahasia tentang saudari perempuannya yang telah meninggal sejak dalam kandungan dan juga berbagai fakta tentang kakek buyutnya yang tidak pernah diberitahukan kepadanya. Jawabannya adalah setan-setan. Paulus memperingatkan bahwa Iblis mengubah dirinya menjadi malaikat terang dan para pelayannya menyamar sebagai pelayan kebenaran (2 Kor. 11:14-15). Buku Heaven Is For Real juga mempromosikan penglihatan-penglihatan anak jagoan, Akiane Kramarik, yang mulai “melihat Surga” sejak umur empat (hal. 141-144). Colton mengklaim bahwa “Yesus” yang dia lihat di Surga sama dengan “Yesus” yang Akiane gambarkan dari penglihatan-penglihatannya pada waktu usia sembilan tahun. Tetapi iman Akiane adalah tipe New Age yang percaya “Allah” yang samar-samar tidak jelas. Ini adalah mistikisme agama, bukan iman pada Wahyu yang tidak dapat salah dari Allah dan darah pengorbanan Kristus. Bahkan jika kita tahu bagaimana rupa Yesus, kita dilarang oleh hukum Allah untuk membuat patung atau gambar itu (Kel. 20:4).

This entry was posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

41 Responses to Heaven Is For Real: Sebuah Buku Yang Berbahaya Bagi Zaman Yang Sesat

  1. Phebe Angelia says:

    Maaf pak, apa bapak hamba Tuhan/pendeta?
    Ada satu hal yang penting dalam membaca dan men-interpretasikan Alkitab, bahwa kita harus membaca satu perikop daripada mengambilnya satu-demi satu ayat, karena artinya bisa berbeda, dan penting untuk membaca satu kesatuan Alkitab secara keseluruhan untuk mengerti apa yang hendak disampaikan Tuhan kepada kita.

    Ini adalah akhir zaman, Tuhan memiliki hak-Nya sendiri dalam menggunakan berbagai cara untuk memperkenalkan dunia tentang diriNya dan Kerajaan Surga. Apapun yang mendukung dan tidak bertentangan dengan Alkitab, adalah musuh bagi iblis dan kerajaannya (Mrk. 3:2 Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya).

    Lagipula, anda tidak mungkin memberikan penglihatan atau kata-kata yang rumit kepada anak-anak supaya mereka memahami apa yang mereka lihat dan alami.

  2. Dr. Steven says:

    Benar sekali bahwa menafsirkan Alkitab haruslah sesuai konteks.
    Justru konteks Alkitab memberitahu kita bahwa Tuhan tidak membawa orang ke Surga atau Neraka, lalu menyuruh mereka untuk memberitahu dunia.
    Sudah ada Alkitab yang melakukan itu. Kalau mereka tidak mau percaya Alkitab, untuk apa percaya si A, B, C, yang mengklaim turun dari Sorga atau naik dari Neraka.
    Inilah yang Abraham katakan kepada orang kaya (Lukas 16:31).
    Tuhan memang memiliki hak prerogatif. Tetapi Tuhan juga tidak mungkin melawan FirmanNya sendiri.

  3. Marche says:

    Dear Dr. Steven,

    Saya juga baca 1 Cor 15 : 8.
    Paulus mengatakan dia yang terakhir yang melihat Kristus bangkit setelah murid2Nya dan sejumlah +/- 500 orang kristen lainnya pada masanya.

    Tapi Paulus bukan orang terakhir yang melihat Kristus.

    Yohanes di pulau Patmos mendapat penglihatan dan bertemu dengan Alpha & Omega yang adalah Yesus Kristus Tuhan kita.

    Yohanes mendapat penglihatan pada saat ia dibuang ke pulau patmos pada jaman kaisar Domitian

    Sedangkan Paulus mati sahid pada zaman kaisar Nero yang adalah pendahulu dari kaisar Domitian.

    hal ini membuktikan Tuhan menampakan diri kepada Yohanes di Patmos setelah Ia menampakan diri kepada Saulus.

    Tuhan tidak pernah mengatakan Ia tidak akan menyatakan diriNya kepada siapapun di jaman akhir. Yesus adalah TUHAN. dan Ia berhak menentukan kepada siapa Ia ingin menganugerahkan hal-hal indah semacam ini.

    semua yang colton ceritakan, roh saya mengatakan semua itu berasal dari Tuhan. tidak ada iblis atau setan jenis apapun yang akan memuliakan Tuhan Yesus Kristus.

    ketika colton mengatakan Roh Kudus menembakan kuasa, saya rasa maksudnya adalah URAPAN. Anointing. Roh Kudus itu penuh urapan. Roh Kudus itu Roh. tidak terbatas ruang ataupun waktu. sama halnya dengan YESUS. Karena Mereka adalah satu. bukan hal yang mustahil jika Roh Kudus ada di dunia namun di waktu yang sama Dia juga bersama Colton di Surga. Keberadaan Tuhan tidak dapat kita batasi dengan pikiran kita.

    Firman Tuhan mengatakan iman timbul dari firman Tuhan itu benar!! tapi tanda-tanda dan keajaiban juga membuat banyak orang percaya. terbukti alkitab mencatat banyak sekali muzizat yang dilakukan Yesus bahkan para rasul di Kisah Para Rasul. alkitab mengatakan banyak orang menjadi percaya karena mereka melihat apa yang dilakukan Yesus dan para muridNya dan memuliakan Bapa di Surga.

    Paulus menerima hal-hal yang harus dirahasiakan. tetapi Tuhan menyatakan diriNya baik kepada Colton ataupun Akiane ataupun Chonam, itu untuk tujuan yang lain. dan mereka tidak dilarang untuk memberitahu apa yang mereka lihat sebaliknya chonam contohnya, diminta Tuhan menyampaikan apa yang ia lihat dan dengar.

    thank you. GBU.

  4. Marche says:

    Satu hal lagi Dr Steven.

    anda mengatakan :

    ” Tuhan memang memiliki hak prerogatif. Tetapi Tuhan juga tidak mungkin melawan FirmanNya sendiri ”

    Tuhan tidak melawan FirmanNya. Ia menggenapinya. namun masalahnya terkadang pengertian manusia terhadap firman belum tentu adalah pengertian dariNya.

  5. Dr. Steven says:

    Memang Tuhan menampakkan diri kepada Yohanes di pulau Patmos.
    Tetapi, ingat bahwa Yohanes sudah menjadi saksi kebangkitan Yesus SEBELUM Paulus.
    Jadi, Alkitab tidak salah: Paulus adalah saksi terakhir. Yohanes sudah menjadi saksi sebelum Paulus, jadi jika Yohanes melihat Yesus LAGI di pulau Patmos, itu tidak menjadikannya saksi yang baru.
    Saksi terakhir tetap adalah Paulus.

    Anda bilang:
    “semua yang colton ceritakan, roh saya mengatakan semua itu berasal dari Tuhan.”

    Sejak kapan “roh” anda menjadi patokan kebenaran?

    Anda bilang:
    “Tidak ada iblis atau setan jenis apapun yang akan memuliakan Tuhan Yesus Kristus.”

    Iblis memang tidak mau memuliakan Yesus secara jangka panjang, tetapi Iblis bisa saja “pura-pura” memuliakan Yesus untuk tujuan tersembunyi. Baca Kisah Para Rasul 16:16-18, ada roh jahat yang “membantu” Paulus. Tetapi jelas itu adalah roh jahat.

    Intinya: kesaksian siapa yang lebih dapat dipercaya: Alkitab atau Colton?
    Jelas Alkitab. Kalau orang tidak mau percaya Alkitab, mengapa harus percaya Colton?
    Kata-kata Abraham tidak salah: “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” Lukas 16:31.

  6. Dr. Steven says:

    Baca Kisah Para Rasul 3:21
    “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.”

    Kristus tidak sedang “naik turun” Surga menampakkan diri kepada pendeta A, B, C, atau mengajak si Tono, si Tini keliling neraka atau keliling Surga. Alkitab sendiri yang mengatakannya.
    Tuhan tidak akan melanggar FirmanNya sendiri.

  7. esther angelita says:

    Kisah Para Rasul 2:17

    Akan terjadi pada hari-hari terakhir ,demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia;  maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat 2 ,  dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
    Amin

  8. Dr. Steven says:

    Nubuat dalam Yoel itu sudah justru sudah digenapi dalam Kisah Para Rasul 2:17.
    Sejak kedatangan Yesus ke bumi, itu sudah dianggap akhir zaman, lihat Ibrani 1:1-2.

  9. christbirawan says:

    Saya bukan orang theologia, bukan orang yang “pintar” membedah kitab suci. Apa yang dialami colton juga dialami anak saya tahun 2011. Soal percaya atau tidak percaya kembali lagi kepada pribadi masing, karena setiap orang benar menurut pendapatnya masing masing. Kenapa harus pusing dan mudah menyatakan sesuatu sesat? Siapa yang bisa mengukur pengalaman rohani seseorang dan siapa yang bisa membenarkan intepretasi alkitab berdasarkan pemahaman masing2. Bicara alkitab semua pake ayat2 di alkitab. Pendapat saya pengalaman rohani sifatnya empiris, tidak dapat diukur. Jangan mudah mengatakan sesuatu menyesatkan berdasarkan intepretasi alkitab menurrut anda pribadi. Lihat buahnya.

  10. Dr. Steven says:

    “Kenapa harus pusing dan mudah menyatakan sesuatu sesat?”

    Karena 1 Tesalonika 5:21 “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”

    “Pendapat saya pengalaman rohani sifatnya empiris, tidak dapat diukur.”

    Itulah pintu kepada kesesatan, yaitu tidak mau menguji sesuatu berdasarkan Alkitab.
    Muhammad juga mendapat “pengalaman rohani” mendapat wahyu yang katanya dari “Tuhan” di sebuah gua, akhirnya dia mendirikan Islam.
    Joseph Smith mendapat “pengalaman rohani” mendapat lempeng emas dari katanya dari “malaikat Moroni,” akhirnya dia mendirikan Mormon.

    Apa kita tidak perlu mengukur pengalaman rohani mereka memakai Alkitab?
    Saya khawatir sikap anda ini akan mempermudah anda disesatkan.

    Artikel di atas sudah memaparkan bahwa beberapa hal yang Colton sampaikan tentang Surga tidak sesuai dengan Alkitab. Itu sudah merupakan satu pengujian.
    Pengujian lain adalah bahwa Alkitab mengajarkan Allah tidak memberikan “tur” ke Surga untuk meyakinkan manusia.

  11. Dr. Steven says:

    Memang ada banyak penafsiran Alkitab. Tetapi justru itulah setiap orang dituntut untuk belajar Alkitab, sehingga ia dapat menilai mana yang benar dan mana yang salah.

  12. NN says:

    Kita sebagai manusia yang telah jatuh kedalam dosa karena mengetahui apa yang jahat dan yang baik, terlebih dibekali agama yang di dalamnya dibekali pedoman hidup, berarti bisa menilai apa yang baik dan apa yang jahat. dengarkan dan aplikasikanlah bila itu baik, dan dengarkan saja bila itu jahat.

  13. Cesilia Rorimpandey says:

    Maaf ya pak. Percaya atau tidak, tapi hanya Tuhan yg berhak menentukan siapa yang bisa melihatNya. Mungkin saja Calton di pilih Tuhan agar sebagai anak kecil dia bisa bersaksi tentang adanya Tuhan. So, believe or not? I believe, Jesus is Real. Dan melalui Calton saya percaya Yesus memang ada.

  14. Dr. Steven says:

    Sdri. Cesilia,

    Saya juga percaya Yesus itu real, Sorga itu real, neraka itu real. Tetapi saya percaya semua itu bukan gara-gara Colton, atau siapapun lagi yang mengaku dibawa ke Sorga.
    Saya percaya semua itu karena Alkitab, Firman Tuhan, mengatakannya.
    Kalau anda percaya Yesus real “melalui Calton [sic],” maka dasar iman anda sungguh lemah dan rapuh.

    “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Rom 10:17)

    Silakan baca baik-baik Lukas 16:27-31
    “27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, 28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. 29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. 31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

    Alkitab menegaskan bahwa kalau seseorang tidak percaya Firman Tuhan yang tertulis (Musa dan para nabi), ia tidak akan percaya sekali pun ada orang yang mati bangkit.

    Memang, yang berhak menentukan siapa melihat Tuhan atau tidak, adalah Tuhan sendiri. Oleh sebab itu, saya lebih percaya kata-kata Tuhan, daripada kata-kata Colton.
    Tuhan mengatakan bahwa:
    1. Yang terakhir menjadi saksi kebangkitan Yesus adalah Paulus (1 Kor. 15:8)
    2. Orang percaya zaman sekarang hidup dengan iman yang tanpa melihat Yesus (Yoh. 20:29)

  15. jo says:

    Sdr. Steven mengatakan bhwa iman Akiane tipe New Age, percaya pda ”Allah” yg samar2. Pernyataan ini didasarkan dri mana sumbernya?

  16. Dr. Steven says:

    Artikel ini diterjemahkan dari wwww.wayoflife.org, jadi sumbernya adalah Dr. David Cloud.

  17. Calvin Febriyanto says:

    memang benar bahwa alkitab adalah Firman Allah sendiri dan patokan yang benar, apabila kejadian Colton adalah suatu pengwahyuan, itu tidak mungkin terjadi lagi, karena yang terakhir telah tiba, yaitu wahyu Allah kepada Yohanes, dan Alkitab telah lama dikanonkan. jadi bila masih ada wahyu lagi, artinya Alkitab adalah suatu kebohongan !!!, justru itu hal yang tidak mungkin, dahulu sebelum Alkitab dikanonkan, para Nabi dan Rasul mendapat wahyu, penglihatan, bahasa lidah, dan keajaiban-keajaiban lainnya, itu adalah karunia Allah, yang berhenti sejak Alkitab telah ada. jikalau anda sekalian percaya bahwa Alkitab adalah satu-satunya Firman Allah yang hidup, maka tidak ada Sabda Allah yang diucapkan langsung kepada manusia lagi sekarang. jadi kejadian-kejadian seperti yang dialami Colton tidak pernah dinubuatkan akan terjadi pada masa-masa sekarang, maka itu adalah sesat !!! apakah Colton yang diutus Tuhan Yesus sendiri untuk memberitahukan dunia tentang surga ??? tidak mungkin !!!. karena Alkitab sendiri sangatlah Jelas, tidak perlu ditambahkan oleh perkataan dan pengalaman, apalagi nubuat seorang anak kecil yang mengaku ke surga dan melihat Tuhan Yesus. nubuat di ALkitab pastilah sudah lengkap dan semua akan digenapi pada akhirnya, apabila hal-hal seperti kejadian Colton adalah kenyataan yang dikehendaki Tuhan Yesus sendiri, maka wahyu 22:21 bukanlah yang sempurna, artinya yang sempurna belum tiba, dan Alkitab masih ditulis ??? apakh anda akan percaya hal-hal seperti itu ???

    coba pikirkan ?
    mana yang pasti ?
    Colton ? atau Firman Allah yang hidup itu sendiri, yaiut Alkitab ?

    Thx. GBU

  18. vinaline says:

    Bkn PEWAHYUAN sdr calvin dan bpk.steven…tp KESAKSIAN.jd jng salah tafsir.kesaksian yg d berikan untuk menguatkan anak2 Tuhan.bahwa Yesus sangat mengasihi anak2Nya.dan sangat ingin bersama dng anak2Nya.jd jng sedikit2 blg sesat.banyak koq kesaksian org meninggal bbrp jam..dan pulang kembali.itu untuk menunjukan KEMAHA KUASAAN ALLAH.

  19. trivena says:

    benar skali bahwa alkitab adalah dasar dari segala kepercayaan kita, tetapi mudah berkata sesat kepada pengalaman seseorang juga tidak baik, karena itu namax menghakimi.
    lepas dari benar/tidaknya pengalaman hidup colton, apa yang terjadi setelah pengalaman itu jauh lebih penting. jika kemudian hidupnya ga berubah jadi baik, tidak ada buah, bahkan makin buruk, baru kita pertanyakan pengalaman tersebut.

  20. Dr. Steven says:

    Mengatakan “sesat” tidak dilakukan dengan mudah, tetapi jika sesuatu dibandingkan dengan Alkitab, dan didapatkan menyimpang, maka itu sesat namanya.

    Kita diperintahkan Tuhan untuk menghakimi. Baca Yohanes 7:24.

  21. Dr. Steven says:

    Arti “pewahyuan” adalah penyingkapan. Sesuatu yang tadinya tidak diketahui, disingkapkan oleh Allah. Jika seseorang dibawa ke Sorga, lalu menuliskan pengalamannya, maka itu adalah pewahyuan.

    Banyak sedikitnya orang yang seperti Colton bukan intinya, tetapi intinya apakah sesuai Alkitab atau tidak.
    Allah memang MAHAKUASA, tetapi Allah tidak akan bertentangan dengan FirmanNya sendiri.

  22. bb says:

    Kita tidak akan pernah mengetahui jalan pikiran TUHAN.kita tidak tahu apa yamg di rencana kan TUHAN bagi kita umatnya.jadi menurut saya, untuk apa kita memperdebatkan manayang benar,dan mana yang salah.

  23. bb says:

    Dan untuk dr.steven
    Misalnya anak anda yang mendapat penglihatan seperti yang di alami calton apa anda akan menentangnya seperti yang anda lakukan saat ini terhadap penglihatan calton?

  24. Dr. Steven says:

    Tentu kita tidak tahu SEMUA pikiran Tuhan, tetapi kita bisa tahu pikiran Tuhan sesuai dengan apa yang disingkapkan dalam Alkitab.
    I Korintus 2:16 “Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”
    Yohanes 16:13 “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran”

    Untuk apa memperdebatkan mana yang benar dan mana yang salah? Ya, supaya anda tidak disesatkan dalam yang salah. Saya rasa itu alasan yang penting.

  25. Dr. Steven says:

    Ya, sekalipun itu anak saya, saya tetap harus mengujinya di bawah terang Firman Tuhan. Jangan anak saya, sekalipun saya sendiri yang dapat, saya harus menganalisis, apakah itu halusinasi, mimpi indah, atau apa? Dan semua dianalisis dengan dasar Alkitab.

  26. Diamond says:

    Jujur saja saya belum menonton atau membaca cerita tentang colton ini tapi menurut kutipan diatas mengenai ia berkata “kuda Yesus brwarna pelangi” yang ternyata berbeda dari alkitab adalah salah, dan menurut saya kita boleh dijuatkan dengan kesaksian colton, percuma jika setelah itu kita tidak beribadah untuk mengerjakan keslamatan kita tidak mau membaca Alkitab apalagi mulai meragukan alkitab, maka saya asumsikan bahwa jita sudah mati sejak saat itu juga. Kalau anda yang percaya dgn kesaksian colton apakah anda sepercaya itu dengan Yesus yang sudah disalibkan untuk menyelamatkan anda??
    Tanyakan itu pada diri anda masing-masing dengan sunfguh dan jangan asal jawab…

  27. Christopher Panjaitan says:

    Pak Steven, waktu sy baca tentang Kebangkitan Kristus (1 Kor 15:1-11), saya kok rasanya lebih menyimpulkan bahwa firman itu berbicara bahwa ‘pada saat itu’ yang terakhir melihat Yesus adalah Paulus. Saya rasa konteks bahasa sehari-harinya seperti ini:

    “Sebelum saya pindah sekolah dulu, yang terakhir saya pamitin adalah temen saya si A”

    Dan lagi saya baca di Yohanes 14:21
    “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

    Kalau melihat pernyataan “… akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” bagaimana pendapat Bapak dari maksud firman ini?

    Saya jg mencantumkan terjemahan versi inggris dari Yohanes 14:21, bunyinya:
    “The person who has My commands and keeps them is the one who [really] loves Me; and whoever [really] loves Me will be loved by My Father, and I [too] will love him and will show (reveal, manifest) Myself to him. [I will let Myself be clearly seen by him and make Myself real to him.]”

    Seandainya ada seseorang berbicara “I will show myself to you”
    Apakah yang Bapak pikirkan?

    Terima kasih atas perhatiannya, Pak.

    Salam.

  28. Dr. Steven says:

    Halo Christopher, pertanyaan yang bagus.
    Apakah “terakhir” di 1 Korintus terakhir lokal, atau benar-benar terakhir?

    Pertanyaan ini bisa dijawab jika kita mencari dalam Alkitab, apakah Alkitab mengajarkan orang percaya Perjanjian Baru, yang hidup setelah kebangkitan Yesus, diharapkan untuk berjumpa dengan Yesus secara fisik?
    Coba lihat beberapa ayat ini:
    ” Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.” (Kis. 3:21)
    “Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh. 20:29)
    “Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka.” (1 Kor. 13:12)

    Jadi, Alkitab sendiri yang memberitahu kita bahwa orang percaya zaman sekarang tidaklah mengharapkan untuk melihat Yesus secara fisik. Makanya kita perlu beriman.

    Mengenai Yohanes 14:21, bahwa Yesus akan menyatakan diri, itu jelas bukan mengacu kepada penyataan diri secara fisik atau terlihat kasat mata.
    Ini adalah penyataan diri yang rohani. Dari mana kita tahu?
    Coba pikirkan, kalau yang dimaksud dalam Yohanes 14:21 adalah penyataan diri secara fisik, sehingga terlihat oleh mata jasmani, maka berarti semua orang yang mengasihi Yesus HARUS melihat Yesus secara fisik.
    Secara historis ini tidak benar. Banyak sekali pahlawan iman dalam sejarah kekristenan, misionari, para martir, dll., yang tidak pernah melihat Yesus secara fisik selama di dunia ini.
    Bahkan kalau semua orang yang mengasihi Yesus akan melihat Yesus secara fisik, ini membuat kata-kata Yesus kepada Tomas menjadi sama sekali tidak berarti, yaitu bahwa “lebih berbahagia yang tidak melihat namun percaya.”

    Salam,

  29. Putri. E says:

    dear Dr.steven…

    saya ingin menanggapi sedikit tentang Kis.3:21.
    “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.” (Kis. 3:21)..
    Memang benar bahwa Yesus Kristus harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, tapi bukan berarti tidak mungkin bagi Dia untuk tidak turun ke bumi
    (baca : menampakkan diriNya)
    kita tidak akan mampu menebak rencana/jalan pikiran Tuhan, sekalipun memang benar yang anda katakan bahwa Tuhan tidak akan mengubah/melanggar firmanNya..
    saya pernah berjumpa secara face to face dengan malaikat kegelapan “lucivid” (orang kristen mengenalnya dengan nama lucifer… apakah anda percaya,.????
    lucifer bukanlah iblis/raja iblis… lucifer adalah malaikat kegelapan…!!!
    apakah anda bisa menerimanya..???? saya rasa tidak,
    sekalipun itu adalah kebenaran/fakta..
    tahukah anda mengapa sebagian besar orang yahudi (bangsa israel)
    sampai saat ini belum dapat menerima bahwa Yesus adalah Tuhan…???
    bagaimana jika anda hidup/berada pada zaman itu..???? apakah anda termasuk dalam golongan alkitabiah/hukum taurat..???

  30. Dr. Steven says:

    Sdri, Putri,

    Jika bisa turun ke bumi, maka bukan lagi “harus tinggal” namanya. Kalau seseorang harus tinggal di Indonesia, tetapi bisa juga ke Amerika, maka bukan harus tinggal namanya.
    Kita bisa tahu pikiran Tuhan yang Ia singkapkan lewat FirmanNya.

    Kalau berjumpa Iblis sih bisa-bisa saja, tetapi itu bukan tanda apa-apa.

  31. Robert Rondonuwu says:

    truzzz,,, xlo bukan Yesus menampakkan diri sapa lagi…
    emang iblis sanggup memuliakan Tuhan Yesus walau sebentar saja
    dengar nama Yesus aja iblis gemetar apalagi seperti kata steven iblis bisa memuliakan Yesus xlo dulu bisa krn dulu iblis itu malaikat sekrang semenjak d buang dri surga mendengar nama Tuhan Yesus aja mereka takutttttt…

  32. Dr. Steven says:

    Kalau anda pikir Iblis tidak bisa sandiwara untuk “pura-pura” memuliakan Yesus, maka anda siap ditipu oleh dia.
    Baca Kisah Para Rasul 16:17, lihat cantiknya Iblis bersandiwara.
    Baca artikel: http://graphe-ministry.org/downloads/Iblis_Aktif_Memberitakan_Injil.pdf

  33. gerson says:

    saya pikir inti dari cerita colton itu bukan masalah apakah dia pergi ke surga atau tidak. tetapi lebih mendasar kepada seberapa besar kepercayaan kita kepada “YANG DI ATAS.” ada banyak orang yang mampu mengatakan yes I believe it is real dengan menunjukkan bukti bukti alkitabiah tetapi jangan salah setan juga bisa membuktikan kata-katanya melalui alkitab. ingat kembali pengalaman Yesus pada waktu dia dicobai bukankah setan juga menggunakan dalih alkitabiah? pada intinya adalah mendekati akhir zaman ini setan menggunakan segala cara untuk merekrut pengikut-pengikutnya. cobalah sahabat-sahabatku to ask your self seberapa besar kepercayaanmu kepada Dia?
    pernahkan anda berfikir kenapa Yesus meberikan contoh iman itu sebesar biji sesawi? mengapa Dia tidak memberikan contoh bua Kelapa atau semangka? Yesus tahu bahwa iman anda dan saya tidak lebih besar dari biji sesawi CAMKAN ITU.
    saya mendapat banyak pelajaran dari cerita Colton. dan yang paling menakutkan bagi saya dalam cerita tersebut adalah seberapa beranikah anda dan saya mau mengakui Dia di hadapan orang-orang yang belum mengenal Dia.
    jangan lupa janji yang Yesus pernah ucapkan “Jika kamu malu mengakui Aku di hadapan manusia maka Aku tidak akan mengakui kamu di hadapan BapaKu”

    saudara saudaraku dalam Yesus…..
    jangan menggunakan Alkitab untuk menyerang saudaramu dalam Yesus. ingatlah kembali pengalaman Yesus pada waktu dia digoda oleh setan, setan juga menggunakan Alkitabiah. jangan sampai setan juga menggunakan saudara-saudara untuk bertengkar yang akhirnya hanya menguntungkan si JAHAT

    God Bless You Guys……
    prey for You All

  34. eris says:

    Dr.Steven
    Orang yang tidak pernah menerima Mukzijat itu, hatinya sama hampanya dengan seseorang yang tidak pernah Jatuh Cinta. Sulit sekali menggambarkan indahnya Jatuh Cinta. Itulah bentuk kecintaan seorang anak kecil bertemu Tuhannya. Ceritanya hanya bisa diterima oleh orang yang pernah mengalami Jatuh Cinta sama Tuhan Yesus.

  35. jenrie says:

    iman itu tidak melihat tapi percaya, percaya kepada perkataan Tuhan melalui Alkitab yang diwahyukan Tuhan dan ditulis orang yang dipilihnya untuk melihat dan mengalami langsung pengalaman iman tersebut, Alkitab adalah sumber pengajaran Tuhan yang benar secara akal sehat manusia dan pengajarannya bersifat universal sesuai standar kemanusiaan, sumber hukum yang benar dan sumber jaminan perlindungan terhadap hak-hak dasar hidup manusia serta demokratis. Yang utama bukan karena kesaksian seseorang yang telah melihat surga kita menjadi percaya tetapi karena pemahaman dan keyakinan tentang isi pengajaran Tuhan melalui Aklitab yang kita yakini benar dan kita melakukan perintah Tuhan dalam kehidupan sehari hari itu yang penting dan menyelamatkan. Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati.

  36. James says:

    Sdr. Steven

    Anda mempunyai pengetahuan tentang Alkitab yang luar biasa. Saya punya pertanyaan untuk anda. Seandainya anda meninggal sekarang apakah anda yakin anda akan ke Surga? terima kasih. Syalom.

  37. Dr. Steven says:

    Sdr. James, berdasarkan 1 Yohanes 5:13, saya yakin Yesus sudah menanggung dosa saya, dan memberikan saya jaminan masuk Sorga. Masuk Sorga bukan masalah pengetahuan Alkitab sedikitpun. Siapapun yang bertobat dan percaya dengan sungguh-sungguh dapat masuk Sorga.

  38. Dr. Steven says:

    Sdr/sdri. Eris, mujizat terbesar sudah saya alami tahun 1994, waktu saya diselamatkan dan dilahir barukan.
    Sejak itu, saya yang tadinya tidak peduli kebenaran, menjadi cinta kebenaran. Jadi, saya menguji segala sesuatu berdasarkan Firman Tuhan, termasuk cerita orang bahwa dia ketemu Tuhan, itu pun perlu diuji berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.

  39. Dr. Steven says:

    Setan menggunakan Alkitab dengan cara menyalahgunakan Alkitab. Yesus memakai Alkitab dengan benar.
    Kita harusnya mencontoh Yesus, memakai Alkitab dengan benar, termasuk untuk menegur, menasihati, memberitahu yang salah (lihat 2 Timotius 3:16-17).
    Setan menyalahgunakan Alkitab, bukan berarti kita lalu jangan pakai Alkitab. Iblis sangat senang kalau ada yang salah, tapi kita tidak mau tegor dengan Firman Tuhan.

  40. Merry says:

    Setiap orang punya pendapat dan pengalaman Rohani masing2 yg Tuhan ijinkan berebeda tdk ada yang sama. Sy tdk perlu memperdebatkan apakah Kesaksian Colton itu ajaran sesat atau tidak. Sy percaya Yesus itu ada, Surga itu ada sebelum sy menonton Film Heaven Is for Real, Tapi dengan menonton filmnya, itu ,makin menguatkan Iman percaya kepada Yesus. keluarga Colton lewat kesaksian Colton ke Surga sudah bisa membawa banyak Jiwa kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita? mungkin kepala kita penuh dengan Pengetahuan akan Alkitab, tapi apa kita sudah bisa mengaplikasikannya?
    Jika hubungan kita dengan Tuhan baik, kita sungguh2 beriman kepadaNya. Tuhan pasti akan memberi kepekaan kepada kita apakah itu salah atau benar. So, kita tidak bisa berkata Colton sesat, jika ceritanya banyak membawa jiwa, menjadi berkat bagi banyak orang, makin meneguhkan kepercayaan kita pada YESUS, yang kita imani sebagai umat yang percaya kepadaNya.

    Selamat Melayani, teruslah jadi berkat buat banyak orang, tanpa peduli apa yg mereka katakan, karena ini ttg hubunganMu dengan Tuhan

    Tuhan memberkati kita semua. amin

  41. Dr. Steven says:

    Jadi, maksudnya, tidak apa-apa jika “Surga” yang digambarkan Colton itu beda dengan Sorga dalam Alkitab?
    Itu bukan menguatkan iman, itu akan menyimpangkan iman.

    Tujuan saya bukan berdebat di sini, tetapi menguji segala sesuatu berdasarkan terang Firman Tuhan, termasuk cerita Colton (1 Tes. 5:21).

Comments are closed.