Gap Thomas Chalmers

Sumber: www.creationmoments.com

“Pada tahun 1814, Thomas Chalmers adalah seorang pejabat gereja muda Skotlandia yang tertarik dengan geologi. Dia dibesarkan dengan pandangan-pandangan James Hutton tentang waktu geologis yang sangat panjang, dan tulisan-tulisan ahli geologi yang lebih kontemporer tampaknya telah menyebabkan kesulitan bagi Chalmers dalam menerima ide-ide ini bersama dengan kitab Kejadian. Maka pada tahun 1814, Chalmers menulis ulasan tentang buku Georges Cuvier Theory of the Earth. Cuvier adalah seorang yang percaya terjadinya bencana. Artinya, dia percaya bahwa fosil-fosil disebabkan oleh air bah. Namun, untuk mengakomodasi pandangan Hutton tentang usia yang panjang, Cuvier mempercayai terjadinya banyak kali air bah daripada satu air bah saja, menyamakan air bah terakhir ini dengan Kejadian 6 sampai 8. Chalmers menulis: ‘Benar bahwa teorinya lebih mendekati kitab Kejadian dari banyak pendahulunya.’ Walaupun itu mungkin saja benar, perlu dicatat bahwa Cuvier masih siap untuk menerima usia panjang bagi bumi karena pendapat dari luar Alkitab, dan Chalmers muda menerima usia-usia tua ini. Jadi Chalmers mengembangkan idenya sendiri. Alih-alih banyak bencana, dia mengajukan dua — Air Bah yang sebenarnya dan satu air bah sebelum itu, ribuan atau bahkan jutaan tahun sebelumnya, yang disebabkan, demikian katanya, oleh dosa Lucifer di surga. Air bah awal yang karena Lucifer ini harus disesuaikan dengan Kitab Suci, jadi Chalmers percaya bahwa peristiwa-peristiwa ini pasti terjadi setelah Tuhan mengatur dunia tetapi sebelum peristiwa di Kejadian 1:2 dan seterusnya. Karena alasan ini, gagasan Chalmers dikenal sebagai Teori Gap. Keluaran 20 mengingatkan kita bahwa awal penciptaan segala sesuatu adalah bagian dari minggu penciptaan enam hari. Jadi kita melihat bahwa kompromi elegan Chalmers tidak mungkin dilakukan. Ref: Mortenson, T. (2004), The Great Turning Point, (Master Books).”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Sekolah Alkitab Memecat dan Mengancam Profesor Karena Sikapnya terhadap Homoseksualitas

Sumber: www.answersingenesis.org

Berikut ini disadur dari blog Ken Ham, Answers in Genesis, 6 April 2023: “Sebuah Sekolah Tinggi Alkitab Methodist yang berlokasi di Inggris memecat salah satu profesornya, Dr. Aaron Edwards—dan kemudian mengancam akan melaporkannya sebagai ‘teroris’—karena tweet sederhana yang memperingatkan kaum injili tentang invasi perilaku homoseksual ke dalam gereja dan mengatakan bahwa kondisi ini sudah gawat. Edwards men-tweet, ‘Homoseksualitas menyerang Gereja. Kaum injili tidak lagi melihat keparahan ini [karena] mereka sibuk meminta maaf atas homofobia mereka yang dikatakan biadab, terlepas dari apakah itu benar atau tidak.’ Dia kemudian membela tweetnya dengan: ‘Ngomong-ngomong, ini adalah masalah Injil. Jika dosa bukan lagi dosa, kita tidak lagi membutuhkan Juruselamat. Itu adalah pandangan konservatif. Penerimaan homoseksualitas sebagai ‘tidak berdosa’ adalah suatu invasi terhadap Gereja, secara doktrinal. Ini tidak kontroversial. Penerimaan homoseksual itu yang kontroversial. … Bukan homofobik untuk menyatakan homoseksualitas berdosa.’ Sekolah Alkitab itu mengklaim dia ‘merusak reputasi institusi melalui aktivitas media sosialnya’–jadi, ya, sekolah Alkitab ini khawatir bahwa mereka bisa mempunyai reputasi percaya pada Alkitab dan percaya bahwa dosa adalah dosa jika pria ini terus men-tweet! Bukankah seharusnya mereka bangga merangkul ‘reputasi’ seperti itu? Apa jadinya kita sebagai gereja ketika seseorang yang menyatakan kebenaran nyata dari Firman Tuhan dipecat dan diancam oleh mereka yang mengaku sebagai pengikut Kristus–dan jika mereka mengaku seperti itu, bukankah mereka wajib menaati Firman-Nya? Lagipula, Firman Tuhan berkata, ‘Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku’ (Yohanes 14:15). Tetapi tampaknya orang-orang yang mengaku Kristen ini takut pada manusia, bukan Tuhan, dan lebih memilih pujian manusia dan ‘reputasi’ mereka sendiri daripada pujian Raja segala raja – yang suatu hari akan duduk sebagai Hakim tertinggi! Sungguh sedih, kita menyaksikan sejumlah gereja dan institusi Kristen menyerah pada gerakan LGBTQ.”

Posted in LGBT, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Otak Mengecewakan Pemikiran Evolusioner

Sumber; www.creationmoments.com (8 Februari 2023):

Menurut pemikiran evolusioner, manusia berasal dari makhluk mirip kera. Makhluk mirip kera ini berasal dari reptil melalui banyak tahapan. Demikian pula reptil pada akhirnya berasal dari ikan, melalui banyak tahapan. Evolusionis mengatakan bahwa dengan setiap tahapan besar, lebih banyak bagian ditambahkan ke otak. Perkembangan terakhir, dan yang terbesar dari semuanya, adalah penambahan korteks serebral. Menurut teori ini, salah satu bagian tertua dari otak adalah bagian yang jauh di dalam. Evolusionis menyatakan bahwa bagian otak ini, yang disebut basal ganglia, berasal dari masa reptil kita. Mereka menggambarkan bagian otak ini sebagai ‘primitif.’ Ia mengontrol hal-hal sederhana seperti gerakan dan memori spasial. Ini adalah fungsi dasar yang dibutuhkan oleh reptil. Tentu saja, pandangan evolusioner bahwa basal ganglia itu primitif tidak pernah diteliti secara ilmiah. Kemudian peneliti mulai meneliti cara kerja basal ganglia. Mereka telah menyimpulkan bahwa struktur-struktur bagian dalam otak yang dianggap primitif sebenarnya cukup canggih. Faktanya, apa yang disebut struktur reptil ini menyaingi korteks serebral dalam hal kecanggihan. Struktur ini menerima masukan dari seluruh bagian korteks. Dan semua bahan kimia saraf yang ditemukan di tempat lain di tubuh juga ditemukan di struktur ini. Dengan kata lain, sama sekali tidak ada bukti bahwa bagian-bagian ini primitif. Sekali lagi penelitian ilmiah tidak menemukan apa yang diharapkan para evolusionis. Otak manusia tidak berkembang dengan cara menambahkan bagian-bagian pada otak reptil. Otak manusia khusus diciptakan hanya untuk manusia. REF.: Miller, Julie Ann. 1985. ‘Inti otak yang dalam mengundang kekaguman,’ Science News, v. 128, 9 November. hal. 297.”

Posted in Science and Bible, Tubuh Manusia | Leave a comment

Ajakan untuk Hati-Hati tentang “Berita”

Sumber: www.wayoflife.org

Kita ingin diberi tahu tentang apa yang sedang terjadi, tetapi kita ingin melihat segala sesuatu melalui mata Tuhan. Kita tidak punya niat untuk menjadi resah atau khawatir, kecanduan politik atau tergila-gila dengan suatu solusi politik, mengisi pikiran kita dengan teori konspirasi terbaru, atau terlibat dalam pemberontakan apa pun. Kita bermaksud untuk mematuhi nasihat Tuhan, seperti ini: “Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia” (Mzm. 37:1-3). “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33). “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kol. 3:1-2). Biarkan orang-orang yang tidak percaya yang resah, karena satu-satunya harapan mereka adalah dunia saat ini. Apa yang kita lakukan dalam menghadapi kesesatan akhir zaman dan kejahatan yang merajalela adalah sederhana. Kita melakukan apa yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan, yaitu membenamkan diri kita dalam Kitab Suci, merenungkan Firman Tuhan siang dan malam (Mzm. 1:1-3) dan berfokus seperti laser pada Amanat Agung Kristus (Mat. 28:18 -20), memberitakan Injil yang mengubah hidup sejauh dan seluas mungkin, membangun gereja-gereja yang baik dan rumah tangga Kristen yang baik, membesarkan anak-anak dan remaja untuk kemuliaan Yesus Kristus, melatih pengkhotbah-pengkhotbah, memulai gereja-gereja baru, dan banyak banyak doa, termasuk doa bagi mereka yang berwenang agar kita dapat menjalani kehidupan yang tenang dan damai dalam segala kesalehan dan kejujuran.

Posted in Doa, General (Umum) | 1 Comment

Mary Quant, Revolusioner Fashion, Meninggal pada Usia 93

Sumber: www.wayoflife.org

Sebelum era kegilaan pria mengenakan gaun, wanita sudah mengenakan celana, dan para pelopor wanita dari fenomena ini tahu bahwa mereka sedang menciptakan revolusi yang pada akhirnya akan menghancurkan moralitas alkitabiah dalam budaya barat. Perhatikan Mary Quant, perancang busana Inggris revolusioner dari era The Beatles, yang meninggal pada tanggal 13 April di Inggris pada usia 93 tahun. Pada 2019, Museum Victoria & Albert di London mengadakan pameran besar tentang Quant, pencipta pakaian rok mini, mikro-mini, dan hot pants. Mary mengerti bahwa fashion adalah sejenis bahasa. Pameran itu adalah pameran tentang pakaian, tetapi fokusnya adalah revolusi, pembebasan dari moralitas seksual alkitabiah, dan mendobrak batasan antar jenis kelamin (uniseks, androgini). Tidak ada upaya untuk menyembunyikan agenda-agenda ini. Quant menempatkan wanita dalam pakaian pria: celana, dasi, jas pria, dan rambut pendek. Mary Quant tahu bahwa celana panjang pada wanita bukanlah masalah kenyamanan dan kebebasan bergerak semata. Berikut adalah beberapa kutipan dari papan nama di pameran tersebut: “menggunakan mode fashion untuk mempertanyakan hierarki dan aturan gender”, “pendekatan yang memberontak terhadap norma gender yang mapan”, “mengejek agama”, “suatu gaya yang mandiri”, “ekspresi diri”, “kebebasan. ” “Rok mini menjadi simbol internasional pembebasan perempuan.” “Gaya provokatif [Quant] mencerminkan sikap yang semakin longgar dalam masyarakat terhadap seksualitas dalam segala bentuknya, diperkuat secara legal oleh dekriminalisasi homoseksualitas pada tahun 1967.” Perhatikan bahwa pameran pakaian ini secara langsung menghubungkan fashion uniseks dengan hak-hak homoseksual. “Ditanya oleh surat kabar Guardian pada tahun 1967 apakah pakaiannya dapat dianggap ‘vulgar’ karena sangat terbuka, Quant menjawab bahwa dia menyukai kevulgaran dan menyambutnya. ‘Selera yang baik adalah kematian, vulgar adalah kehidupan,’ katanya, menambahkan bahwa pose provokatif para modelnya mencerminkan keterbukaan seksual baru pada masa itu, yang didorong oleh pengembangan pil KB” (“Mary Quant,” Los Angeles Times, 13 April 2023). Tahun 1960-an adalah waktu-waktu perubahan besar zaman. Mary membantu menciptakan budaya yang berfokus pada AKU, generasi “pencinta dirinya sendiri” sebagaimana dinubuatkan dalam 2 Timotius 3:2. Musik, fashion, hiburan, perdagangan, semuanya menyiarkan kebohongan Setan kuno, “Ini hidupmu; hiduplah sesukamu!” Mary Quant lebih pintar dari orang-orang yang mengaku Kristen yang berpikir bahwa celana pada wanita bukanlah masalah. Itu adalah masalah besar di tahun 1960-an, dan itu adalah masalah besar hari ini. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kejadian 1:27). Maskulinisasi wanita sama jahatnya dengan feminisasi pria. Celakalah para gembala yang berdiam diri di hadapan revolusi ini!

Posted in Fashion, Separasi dari Dunia / Keduniawian, Wanita | Leave a comment

Tim Keller Tergila-Gila dengan Penulis dan Praktik Katolik

Sumber: www.wayoflife.org

Banyak guru “injili” paling populer di Amerika tergila-gila dengan Roma Katolik, seperti yang sering kami dokumentasikan. Pertimbangkan Tim Keller, gembala dari megachurch Redeemer di New York City, pemimpin dari jaringan penanaman gereja Redemeer City to City, dan bersama dengan D.A. Carson salah satu pendiri dari The Gospel Coalition (anggota dewannya pernah mencakup John Piper, Alistar Begg (gembala dari keluarga Getty), Mark Dever, gembala dari Gereja Moody Erwin Lutzer, dan tokoh-tokoh Baptis Selatan Russell Moore dan Al Mohler). Keller memiliki pengaruh besar melalui buku, blog, dan ceramah konferensi, buku-bukunya mencapai 10 besar daftar buku terlaris New York Times. Kecintaannya pada Katolik terbukti dalam The Reason for God (2012). Dalam buku itu dia sering mengutip dan merujuk pada para teolog dan filsuf Katolik, dengan penuh semangat, dan tanpa mata yang kritis. Dia memasukkan Katolik Roma dan Ortodoks Yunani dalam definisinya tentang orang-orang Kristen sejati. Dalam The Reason for God, Keller mengutip filsuf Katolik Peter Kreeft, penulis Katolik Mary Flannery O’Conner, mistikus Katolik Simone Weil, penyair Katolik Polandia Czeslaw Milosz, dan Uskup Agung Katolik Oscar Romero, yang doktrinnya disebut Keller sebagai “ortodoks” (hal. 66) . Dia juga mengutip dari Malcolm Muggeridge, J.R.R. Tolkien, dan G.K. Chesterton. Tak satu pun dari orang-orang ini berpegang pada Injil yang sejati berdasarkan kasih karunia saja tanpa perbuatan. Mereka percaya pada baptisan dan sakramen untuk keselamatan. Dalam seri pelajaran Apa Itu Meditasi? Keller mempromosikan teknik doa kontemplatif dari empat “santo” Katolik: Loyola, Francis de Sales, John of the Cross, dan Teresa dari Avila. Dia berkata, “Hal-hal terbaik yang pernah ditulis adalah oleh umat Katolik selama Kontra Reformasi. Barang bagus!” Seri pelajaran ini dipromosikan di situs The Gospel Coalition. Untuk informasi lebih lanjut tentang ini, lihat Evangelicals and Contemplative Prayer, tersedia sebagai eBuku gratis dan dicetak dari Literatur Way of Life.

Posted in Katolik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Pertahanan Lebah yang Luar Biasa Menggunakan Temperatur

Sumber: www.creationmoments.com

Ketika lebah terancam oleh beberapa penyakit atau pemangsa, mereka bertindak seperti anak-anak yang sakit – mereka demam. Lebih khusus lagi, mereka membuat sarangnya demam, terkadang menaikkan suhunya ke tingkat yang hampir fatal bagi diri mereka sendiri. Lebah berdarah dingin, tetapi mereka dapat menghasilkan panas dengan mengencangkan otot terbang mereka sambil menahan sayap. Sudah lama diketahui bahwa lebah dapat menghasilkan suhu setinggi 96,8° (F) untuk menjaga ruang pembibitan mereka tetap bagus dan nyaman. Para peneliti telah menemukan bahwa kemampuan ini digunakan untuk menyembuhkan sarang lebah yang sakit. Salah satu ancaman yang lebih berbahaya bagi sarang lebah adalah jamur kapur. Para peneliti memperhatikan bahwa lebah menaikkan suhu ruang pembibitan saat terancam oleh jamur. Mereka kemudian menguji efek kenaikan suhu dengan memasukkan spora jamur kapur ke dalam tiga sarang percobaan. Bahkan sebelum larva menunjukkan gejala infeksi, lebah menaikkan suhu di ketiga sarang. Sementara beberapa larva menjadi mumi dalam satu sarang, tidak ada larva di dua sarang lainnya yang menunjukkan infeksi. Peneliti lain juga menemukan bahwa lebah menggunakan strategi yang sama untuk melawan tawon raksasa. Lebah tidak bisa menyengat menembus cangkang pelindung tawon yang keras. Jadi, saat diserang, lebah menaikkan suhu sarang hingga lebih dari 116°(F). Itu cukup untuk membunuh tawon penyerang, tetapi satu derajat lebih panas akan berakibat fatal bagi lebah. Tuhan telah memberikan makhluk-makhluk-Nya kemampuan penting untuk mendapatkan dan menjaga kesehatan fisik. Tetapi ketika berbicara tentang kesehatan rohani, kita harus bergantung sepenuhnya pada apa yang telah dilakukan Putra Allah, Yesus Kristus, untuk memberi kita kesehatan rohani itu. Catatan: Berita Sains, 27/5/00. P. 341, ‘Seluruh sarang lebah demam.’

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Thomas Edison: Teladan Homeschooling

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini kutipan dari Raymond Arroyo, “Mengapa Thomas Edison, ” Fox News, 21 Maret 2023: “Meskipun penemuan-penemuan dan kecerdikan Thomas Alva Edison sudah legendaris, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa Edison hampir saja tidak menjadi penemu terhebat di dunia. … Pada usia lima tahun, semangatnya untuk memahami api berakhir dengan gudang keluarga menjadi abu dan hukuman rotan dari ayahnya. Keingintahuannya yang terkadang berbahaya dan pertanyaan yang tak ada habisnya membuat ayahnya kelimpungan, dan menganggap anak laki-laki itu sebagai ‘orang bodoh.’ Tetapi ibunya melihat sesuatu yang lain dalam anaknya yang dia panggil Al [dari Alfa] itu. … Al Kecil terdaftar di sekolah Reverend GB Engle pada tahun 1855. Pelajaran menghafal mati sepertinya membosankan bagi Al. Dia melamun sepanjang kelas … Edison berkata tentang periode waktu ini: ‘Para guru tidak bersimpati dengan saya dan … ayah saya menganggap saya bodoh.’ Para gurunya juga berpendapat demikian. Suatu hari, di depan Al, Pendeta Engle mengeluh bahwa anak laki-laki itu ‘kacau pikirannya’ dan ‘tidak bisa diajar’. Al berlari pulang sambil menangis. Keesokan harinya, Nyonya Edison muncul di sekolah, menegur gurunya, bersikeras bahwa putranya lebih pintar daripada sang Reverend sendiri dan bahwa dia akan mendidik Al sendiri. Yang mengejutkan, ini menandai akhir dari pendidikan formal Edison dan awal dari sang penemu hebat. Nancy Edison adalah seorang guru dan membekali putranya dengan kombinasi sastra-sastra klasik dan buku-buku manual sains yang memenuhi hasratnya. Dia mendorong eksperimen-eksperimen Al yang langsung dan berani. … Saya tidak tahu mengapa Thomas Edison bukan santo pelindung home-schooling. Dia berkata di usia lanjut: ‘Ibuku yang membuatku hebat … dia membiarkanku mengikuti kecenderunganku. Efek bagus dari pendidikan awal darinya tidak akan pernah hilang dari diriku. Jika bukan karena penghargaannya dan keyakinannya pada saya pada saat kritis dalam pengalaman saya, kemungkinan besar saya tidak akan pernah menjadi penemu.’ … Sampai dengan akhir hidupnya, Thomas Edison sudah mengajukan lebih dari 1.000 paten dan mengubah kehidupan jutaan orang di seluruh dunia. Baterai alkalin, bola lampu, kamera film, pena tato, dan mobil listrik pertama—semuanya muncul dari benak seorang anak laki-laki yang dikeluarkan dari sekolah dan diberi tahu bahwa dia terlalu bodoh untuk diajar.”

Posted in Education / Pendidikan | Leave a comment

Bayi Membingungkan Evolusi

Sumber: www.creationMoments.com

Alkitab mengajarkan bahwa hingga beberapa abad setelah Air Bah, semua orang di Bumi masih menggunakan bahasa yang sama. Fakta bahwa banyak bahasa yang dianggap tidak berhubungan memiliki kata-kata yang terdengar mirip dengan arti yang sama atau serupa mendukung ajaran ini. Beberapa peneliti bahasa mengatakan bahwa itu hanya karena kebetulan. Sekarang beberapa peneliti bahasa mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan penelitian lain yang mendukung keyakinan bahwa semua manusia pernah berbicara dengan bahasa yang sama. Para peneliti bahasa ini telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mendengarkan bayi mengoceh dalam berbagai kelompok bahasa. Bayi di bawah empat bulan mengeluarkan berbagai bunyi saat mereka belajar menggunakan suaranya. Berbicara adalah aktivitas yang sangat kompleks, membutuhkan koordinasi dari 70 otot yang berbeda serta beberapa bagian tubuh yang berbeda. Pada usia tujuh hingga sepuluh bulan, bayi biasanya mulai mengeluarkan bunyi dengan vokal dan konsonan yang bergantian. Para peneliti menemukan bahwa ada tiga pola berbeda dari suara bergantian yang universal di antara bayi-bayi di rumah tangga berbahasa Inggris. Kemudian mereka menemukan bahwa ketiga pola ini juga umum terjadi pada bayi dari berbagai kelompok bahasa di seluruh dunia. Para peneliti yang membandingkan bayi-bayi dari berbagai kelompok bahasa itu kemudian mengidentifikasi pola keempat di antara semua kelompok. Temuan ini telah ditafsirkan sebagai bukti independen bahwa semua orang pernah berbicara dalam satu bahasa. Kita menerima apa yang Alkitab katakan dengan iman, bukan karena telah dibuktikan. Tetapi ketika kebenaran Kitab Suci didukung oleh sains, integritas Alkitab ditegakkan di hadapan orang-orang yang skeptis. Ref: Science News, 5/27/00, hlm. 344-346, ‘Building Blocks of Talk.’

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Perusakan Keluarga di Amerika

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dari Paul Johnson, A History of the American People: “ Bagi banyak analis masyarakat Amerika … perkembangan tunggal yang paling menentukan di Amerika selama paruh kedua abad ke-20 [adalah] merosotnya struktur dan kehidupan berkeluarga, dan pertumbuhan jumlah anak di luar nikah. Besarnya jumlah anak yang lahir di luar struktur keluarga sama sekali, atau dibesarkan dalam keluarga dengan satu orang tua saja, tampaknya secara statistik terkait dengan sebagian besar kejahatan modern dalam kehidupan Amerika: kinerja pendidikan yang buruk dan buta huruf atau setengah melek huruf, anak-anak di jalanan sejak usia dini, kenakalan remaja, pengangguran, kejahatan orang dewasa, dan yang terpenting, kemiskinan. … Hingga tahun 1920, proporsi anak yang lahir dari wanita lajang di Amerika Serikat kurang dari 3 persen, kira-kira sama dengan proporsi sepanjang sejarah negara tersebut. Garis tren bergeser ke atas, meski tidak secara dramatis, pada 1950-an. Peningkatan yang tajam dan berkelanjutan terjadi pada pertengahan 1960-an dan berlanjut hingga awal 1990-an, mencapai 30 persen pada tahun 1991. Pada tahun 1960 hanya ada 73.000 ibu yang tidak pernah menikah antara usia delapan belas dan tiga puluh empat tahun. Pada tahun 1980 ada 1 juta. Pada tahun 1990 ada 2,9 juta. … Pada tahun 1960, 24 persen anak kulit hitam lahir di luar nikah, dibandingkan dengan 2 persen anak kulit putih. Pada tahun 1991, angka kelahiran di luar nikah adalah 68 persen dari semua kelahiran untuk orang kulit hitam, 39 persen untuk orang Latin, dan 18 persen untuk orang kulit putih non-Latin. Pada suatu titik antara tahun 1960 dan 1990, pernikahan dan memiliki anak dalam pernikahan, tidak lagi menjadi norma di antara orang-orang kulit hitam, sementara tetap menjadi norma di antara orang kulit putih (meskipun semakin memburuk). Sampai dengan akhir tahun 1994 statistik kelahiran di luar nikah menjadi 33 persen untuk seluruh negeri, 25 persen untuk kulit putih, dan 70 persen untuk kulit hitam. Di beberapa bagian Washington D.C., ibu kota negara terkaya di dunia, angkanya mencapai 90 persen.”

Posted in Keluarga | Leave a comment