App Pengirim Pesan di China Mensensor Kata “Kristus”

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dikutip dari China Aid, 4 April , 2022: “Sejak ‘Langkah-langkah untuk Administrasi Layanan Informasi Keagamaan Internet’ yang diambil oleh Partai Komunis China mulai berlaku pada tanggal 1 Maret, akun-akun dan grup-grup WeChat Kristen menjadi area utama penindasan. Ran Yunfei dari Early Rain Covenant Church memiliki grup WeChat yang bernama ‘Cara membaca’. Anggota-anggota dalam grup teresbut dapat merekomendasikan judul buku dan memilihnya dengan pemungutan suara bawaan WeChat. Dalam ronde pemilihan baru-baru ini, para anggota kelompok merekomendasikan buku-buku berikut … ‘Imitasi Kristus’ oleh Thomas Kempis … Namun, pemungutan suara tidak dapat melewati sensor WeChat, dan muncul pesan berikut: ‘Kata Kristus yang anda mencoba untuk publikasikan melanggar peraturan tentang Layanan Informasi Internet, termasuk tetapi tidak terbatas pada kategori berikut: pornografi, perjudian, dan penyalahgunaan narkoba, pemasaran yang berlebihan, hasutan. Masalah ini dapat diselesaikan melalui salah satu dari berikut ini: (1) Edit konten Anda (2) Kirim untuk ditinjau.’ Pada tanggal 20 Desember 2021, Administrasi Negara untuk Urusan Agama China menerbitkan ‘Langkah-langkah untuk Administrasi Layanan Informasi Keagamaan Internet’ di situs resminya. Dokumen ini dibuat melalui upaya bersama dari lima departemen: Administrasi Negara untuk Urusan Agama, Administrasi Cyberspace China, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Kementerian Keamanan Publik, dan Kementerian Keamanan Negara. … Kecuali jika kondisi yang ditentukan oleh pasal 15 dan pasal 16 terpenuhi, tidak ada organisasi dan individu yang boleh mengajar di internet, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan agama, menerbitkan khotbah, memposting ulang atau menautkan konten terkait, menyelenggarakan kegiatan keagamaan di internet, atau menyiarkan langsung atau menyiarkan rekaman upacara keagamaan.” CATATAN DARI D. CLOUD: Kami tidak merekomendasikan buku Kempis atau bahan doa kontemplatif lainnya.

Posted in Penganiayaan / Persecution, Teknologi | Leave a comment

Gereja Sesat di Chicago Menolak Himne-Himne yang Ditulis oleh “Orang Putih”

Sumber: www.wayoflife.org

First United Church di Oak Park, pinggiran kota Chicago, “tidak akan menggunakan musik atau liturgi apa pun yang ditulis atau digubah oleh orang kulit putih,” menurut situs web mereka. Mereka “berpuasa dari keputihan.” Sebaliknya, mereka akan menggunakan “suara orang kulit hitam, penduduk asli, dan orang kulit berwarna.” Gereja tersebut, yang digembalakan oleh seorang pria kulit putih bernama John Edgerton, “menghargai orang dari semua ras, etnis, identitas budaya, identitas gender, orientasi seksual…” Gereja yang alkitabiah tidak memilih himne berdasarkan warna kulit dari para komposernya. Gereja yang alkitabiah sama sekali tidak peduli tentang warna kulit, karena mengetahui bahwa semua orang adalah satu darah dan tidak ada yang namanya “ras.” Tetapi gereja yang alkitabiah sangat peduli dengan moralitas dan doktrin alkitabiah. Sebuah gereja alkitabiah percaya pada ajaran Alkitab bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan. Sebuah gereja alkitabiah memilih himne berdasarkan apakah mereka memuliakan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan apakah doktrinnya sehat menurut iman yang telah satu kali disampaikan kepada orang-orang kudus.

Posted in Gereja | 1 Comment

Fakultas Sebuah Universitas Baptis Mendukung Serikat Siswa Homosexual

Sumber: www.wayoflife.org

Universitas Baylor yang dikenal sebagai universitas Baptis terbesar di dunia, sekarang secara terbuka mendukung “kekristenan homoseksual.” Pada 18 Agustus 2019, Linda Livingstone, Presiden Baylor, mengatakan dalam sebuah surat kepada siswa, fakultas, dan staf bahwa sekolah “berkomitmen untuk menyediakan komunitas yang penuh kasih dan perhatian bagi semua siswa–termasuk siswa LGBTQ kami … Para siswa tidak akan didisiplin atau dikeluarkan dari Baylor karena ketertarikan sesama jenis. Selain kehadiran berkelanjutan dari banyak anggota fakultas dan staf yang peduli dan tepercaya, Baylor menyediakan sumber daya bagi siswa-siswi LGBTQ melalui Kantor Title IX, Tim Respon Bias, Kantor Pendeta dan Kehidupan Spiritual, dan Pusat Konseling. Konselor Baylor tidak mempraktekkan atau membenarkan konversi atau terapi reparatif. Dengan ini, kami memahami bahwa kami harus berbuat lebih banyak untuk menunjukkan cinta dan dukungan bagi siswa kami yang mengidentifikasi diri sebagai LGBTQ.” Pada 8 Februari 2021, Senat Fakultas Baylor mengeluarkan resolusi yang mendukung pendirian organisasi mahasiswa homoseksual bernama Gamma Alpha Upsilon (“Senat Fakultas mengeluarkan resolusi,” Baylor Lariat, 9 Februari 2021). Pemungutan suara mengeluarkan hasil 26 mendukung, 9 menentang, dan 4 abstain. Situs web sekolah memposting pernyataan berikut; “Kami mengakui kompleksitas masalah seputar seksualitas manusia dan keinginan untuk terlibat dalam percakapan ini dengan kerendahan hati, doa dan kesopanan yang mawas diri.” Isu homoseksualitas menjadi jelas ketika dipertimbangkan secara alkitabiah dan sekolah Kristen seharusnya tidak memiliki “percakapan” tentang seksualitas yang tidak berdasarkan alkitabiah.

Posted in LGBT | Leave a comment

Penerbit Kristen Dikunci Dari Twitter Karena Menyebut Seorang Pejabat Transgender Sebagai Laki-Laki

Berikut ini dikutip dari Christian Headlines, 23 Maret 2022: “Twitter telah mengambil tindakan terhadap platform media Kristen Babylon Bee dan The Christian Post karena menyebut Asisten Sekretaris Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Rachel Levine, seorang pria. The Babylon Bee, sebuah situs berita satir, dikunci dari Twitter karena ‘perilaku kebencian’ setelah memposting tweet yang menyebut Levine, seorang wanita transgender dalam Administrasi Biden, sebagai ‘Man of The Year’ mereka Sabtu lalu. Tweet tersebut merupakan bentuk ejekan terhadap USA Today, yang menyebut Levin sebagai salah satu ‘Women of the Year’ awal bulan ini. Meskipun dihukum oleh Twitter, CEO Babylon Bee, Seth Dillon menegaskan bahwa mereka tidak akan menghapus tweet tersebut. “Kami tidak akan menghapus apapun,” tulisnya pada hari Senin di akunnya. ‘Kebenaran bukanlah ujaran kebencian. Jika harga untuk mengatakan kebenaran adalah hilangnya akun Twitter kami, maka biarlah.’ … Twitter juga memberlakukan hukuman yang sama pada publikasi berita Kristen The Christian Post karena men-tweet artikelnya dengan judul, ‘USA Today menyebut Rachel Levine, seorang pria, di antara Women of the Year-nya.’ Pada hari Jumat, Twitter mengirim email ke The Christian Post yang menuduh outlet berita tersebut melanggar kebijakannya terhadap ‘perilaku kebencian’ dan melarang akun tersebut memposting artikel baru dan ‘untuk sementara’ membatasi beberapa fitur lainnya di akun Twitter mereka. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan untuk Faithwire, reporter investigasi senior The Christian Post tentang etika seksual dan gerakan trans, Brandon Showalter, menjelaskan mengapa outlet tersebut menolak untuk menghapus tweet tersebut. “Alasan The Christian Post bersikukuh menggunakan bahasa demikian, terutama ketika melaporkan perkembangan ideologi transgender, adalah karena kami menghargai kebenaran,” kata Showalter. “Jika kami gagal menjaga integritas tentang apa dan bagaimana kami melaporkan isu-isu penting ini, kami sangat merugikan pembaca kami yang mengandalkan kami untuk berkomunikasi dengan jujur. Kami tidak bisa, dengan hati nurani yang baik, menghilangkan kebenaran fisiologi kami dengan kata-kata yang tidak memiliki arti atau memiliki arti sebaliknya,’ demikian dia tegaskan.”

Posted in LGBT, Teknologi | Leave a comment

Mata Kita yang Menipu

Berikut ini dari CreationMoments.com, 30 April 2021: “Apakah matamu pernah mempermainkanmu? Mata kita secara teratur mempermainkan kita dengan bantuan otak kita. Penelitian berulang menunjukkan bahwa gambar yang kita lihat tidak persis sama dengan yang dilihat mata kita. Mata dan otak kita bekerja sama untuk membangun gambar yang kita sebut penglihatan. Ini terjadi bukan karena mata kita ingin menipu kita. Justru kebanyakan kali mata kita bekerja untuk membantu kita. Dengan bekerjasama, otak dan mata kita menambahkan detil-detil logis pada gambar yang kita lihat. Masing-masing dari kita memiliki titik buta dalam penglihatan kita karena tidak ada sel penglihatan di lokasi saraf optik. Daripada menunjukkan kepada kita titik kosong pada titik buta di bidang penglihatan kita, otak kita menciptakan gambar dari detil-detil di sekitarnya. Otak anda melakukan trik yang sama saat anda mengoreksi naskah anda yang sudah selesai. Sementara orang lain masih dapat menemukan kesalahan ketik, anda mungkin tidak. Otak anda sudah tahu apa yang anda mau katakan dan secara otomatis menunjukkan versi yang diperbaiki, membuat banyak kesalahan pengetikan anda tidak terlihat oleh anda sendiri. Biji mata anda dapat mengungkapkan pikiran Anda. Studi menunjukkan bahwa ketika melihat adegan yang tidak menyenangkan, biji mata (Inggris: pupil) akan mengecil. Adegan yang menyenangkan atau menarik menyebabkan biji mata terbuka lebih lebar. Charles Darwin pernah menulis, ‘Untuk mengandaikan bahwa mata, dengan semua kecanggihannya yang tak ada bandingannya untuk menyesuaikan fokus pada jarak yang berbeda, untuk menerima jumlah cahaya yang berbeda, dan untuk mengoreksi aberasi sferis dan kromatik, dapat dibentuk oleh seleksi alam, tampaknya, saya dengan bebas mengakui, tidak masuk akal dalam tingkat yang setinggi mungkin.’ Kita tidak sering setuju dengan Charles Darwin, tetapi kali ini kita setuju! Pengarang: Paul A. Bartz. Ref: McCutcheon, M. 1989, Kompas di Hidung Anda, Los Angeles: Jeremy P. Tarcher.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Perilaku Imoral dari Pendiri Hillsong, Brian Houston

Sumber: www.wayoflife.org

Brian Houston, mantan gembala senior dari asosiasi gereja-gereja Hillsong (Pantekosta) yang berkantor pusat di Hills Christian Life Centre, Sydney, Australia, telah diekspos oleh gerejanya sendiri karena “perilaku tidak pantas” dengan perempuan-perempuan. Sebuah surat yang dikirim ke para anggota gereja Jumat lalu, 18 Maret, mengakui bahwa dua wanita pernah mengeluh tentang perilaku Houston pada tahun 2013 dan 2019, tetapi baru sekarang masalah tersebut ditangani secara publik (“Pendiri Hillsong Melanggar Kode Etik,” Australian Broadcasting Corporation, 18 Mar. 2022). Dalam kasus pertama, Houston mengirim pesan teks seksual ke staf wanita. Dia menyalahkan masalah ini pada obat tidur! Dalam kasus terbaru, Houston menghabiskan waktu di kamar hotel seorang wanita yang dia temui selama konferensi gereja. Dia habis minum-minum. Setelah itu, Houston mengambil cuti tiga bulan dan berjanji untuk tidak minum alkohol, tetapi “dia tidak mematuhinya,” menurut surat gereja tersebut. “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.” (Ams. 20:1). “Siapa mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah? Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya? Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam, mereka yang datang mengecap anggur campuran. … Lalu matamu akan melihat wanita-wanita asing …” (Ams. 23:29-30, 33 lihat KJV).

Awal tahun ini, Houston mengundurkan diri sebagai direktur semua dewan Hillsong setelah didakwa karena menyembunyikan pelecehan seksual terhadap anak oleh ayahnya. Pada tahun 2003, istri Brian, Bobbie (yang saat itu adalah sesama gembala dari Hills Christian Life Center), menerbitkan satu set kaset berjudul Kingdom Women Love Sex. Pada Mei 2016, Hillsong New York City menjadi tuan rumah Konferensi Wanita Hillsong yang menampilkan, antara lain, ‘pemandu sorak’ berpakaian minim, peniru Elvis, dan “koboi telanjang” yang hanya mengenakan topi koboi, sepatu bot, dan gitar. Koboi itu adalah gembala muda Hillsong NYC sendiri, Diego Simla. Pada Agustus 2019, Marty Sampson, pemimpin penyembahan dan penulis lagu untuk Hillsong, mengatakan bahwa dia benar-benar memikirkan untuk memeluk ateisme dan “sangat bahagia sekarang, sangat damai dengan dunia.” Pada tahun 2020, Carl Lentz, gembala dari Hillsong New York City, dipecat karena perzinahan. Pada tahun 2021, Darnell Barrett, gembala Hillsong Montclair, New Jersey, mengundurkan diri setelah memposting foto-foto vulgar dirinya di media sosial. Tidak lama kemudian, Hillsong Dallas, Texas, ditutup karena keduniawian dari “tim gembala” suami-istri, Reed dan Jess Bogard. Dilaporkan bahwa mereka telah “menggunakan uang gereja untuk mendanai gaya hidup mewah mereka, termasuk pakaian desainer yang sangat mahal, sering menginap di penginapan Airbnb yang mahal, dan ribuan dolar untuk sekali makan” (“Hillsong Caving in on Itself,” Reformasi Charlotte, 12 April 2021).

Hillsong adalah salah satu produser musik penyembahan kontemporer yang paling berpengaruh, tetapi rock & roll duniawinya adalah cerminan dari keduniawian para pemimpin dan orang-orangnya. Pengamat perlu memahami bahwa gereja-gereja Hillsong bukanlah gereja-gereja Perjanjian Baru yang sejati dan Hillsong tidak mewakili Kekristenan yang alkitabiah. Mereka adalah kemurtadan yang dijelaskan dalam 2 Timotius 4:3 – “Karena waktunya akan datang ketika mereka tidak akan lagi menerima ajaran yang sehat; tetapi menurut nafsu mereka sendiri, mereka akan menumpuk guru bagi diri mereka sendiri, dengan telinga yang gatal.” Faktanya, pada tahun 2003, Brian Houston mengatakan kepada seorang reporter Sydney Morning Herald bahwa gereja itu sangat sukses karena “kami menggaruk orang di tempat mereka gatal” (“The Lord’s Profits,” Sydney Morning Herald, 30 Januari 2003). Gereja-gereja yang percaya Alkitab yang menggunakan musik pujian kontemporer sedang bermain api. Musik ini membawa serta filosofi yang akan mengubah karakter gereja “alkitabiah” mana pun. Keduniawian menghasilkan iklim di mana musik Kristen kontemporer dianut, dan memeluknya meningkatkan keduniawian dan mengarah pada kemurtadan.

Posted in Emerging Church, Gereja, Kesesatan Umum dan New Age, Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Penutupan Online terhadap Kristen di China

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dikutip dari Morning Star News, 14 Februari 2022 : “Gereja-gereja rumah yang tidak terdaftar yang mengandalkan pertemuan dan pengajaran online untuk bisa bertahan selama pandemi COVID-19 dan penganiayaan, kini menemukan bahwa opsi itu akan dihapus di bawah aturan-aturan yang begitu mencekam yang mulai berlaku pada 1 Maret, kata sumber-sumber. Gereja-gereja, seminari-seminari dan berbagai pelayanan lainnya telah terguncang oleh pengumuman pemerintah pada 20 Desember lalu bahwa semua informasi keagamaan di internet akan dilarang kecuali jika organisasi itu memperoleh izin pemerintah – sebuah pilihan yang tidak terbuka untuk gereja rumah yang tidak terdaftar. Hanya lima organisasi keagamaan yang disetujui pemerintah yang dapat mengajukan izin tersebut: Gerakan Tiga Patriotik Mandiri (TSPM, atau Three-Self-Patriotic Movement, mewakili gereja-gereja Protestan yang diakui secara resmi), Asosiasi Katolik Patriotik Tiongkok dan organisasi-organisasi yang diakui secara resmi dari Buddhisme, Islam dan Taoisme. … Mulai 1 Maret, semua informasi yang berkaitan dengan agama di semua platform media sosial dan media independen harus memiliki izin dari pemerintah, kata China Aid. Jika ada konten keagamaan di internet – semua kata, gambar, dan video – yang tidak disetujui oleh pihak berwenang, penyedia layanan internet bersama dengan departemen agama dan departemen keamanan publik harus menghentikan layanan internet mereka, menurut kelompok tersebut. “Jika seseorang atau organisasi memposting acara keagamaan tanpa izin atau izin resmi, mereka akan dikategorikan sebagai orang tanpa nilai kredit sosial,” catat China Aid. Huang menulis bahwa aturan tersebut dikeluarkan oleh departemen Dewan Negara dan bertentangan dengan undang-undang badan yang lebih tinggi seperti Kongres Rakyat Nasional. … Langkah-langkah tersebut memerlukan ‘Lisensi Layanan Informasi Keagamaan Internet,’ yang hanya dapat diperoleh oleh organisasi-organisasi yang tergabung dalam lima agama resmi, menurut Bitter Winter. Organisasi-organisasi yang diakui secara resmi tunduk pada pengawasan dan pembatasan, demikian dia nyatakan.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Belajar dari Capung

Sumber: CreationMoments.com, 19 Januari 2022:

Naturalisme yang berbasiskan evolusi melukis gambaran kehidupan yang seolah-olah merupakan rangkaian kecelakaan serampangan yang nyaris tidak menghasilkan berbagai makhluk hidup yang akhirnya berhasil bertahan hidup. Lukisan fantastis ini menghancurkan rasa heran kita atas desain yang sangat canggih di alam. Perhatikan misteri penerbangan, misalnya. Beberapa evolusionis berpendapat bahwa mungkin burung adalah keturunan dari kadal yang sering jatuh dari pohon. Evolusionis lain mengatakan bahwa burung berasal dari kadal yang menumbuhkan sayap—bukan untuk terbang, tetapi untuk mengejar dan menangkap serangga. Namun, mereka tidak banyak bicara tentang fakta bahwa kita manusia telah memperoleh sebagian besar pengetahuan canggih kita tentang penerbangan dari mempelajari burung. Lalu ada masalah, bagi para evolusionis, tentang bagaimana penerbangan yang terjadi secara secara tidak sengaja ini bisa muncul berevolusi berulang-ulang kali untuk begitu banyak makhluk. Para ilmuwan yang mempelajari capung mempelajari lebih banyak lagi rahasia terbang. Pesawat berperforma tinggi terbaik kita hampir tidak dapat mengangkat dirinya sendiri dari tanah. Namun, capung dapat mengangkat 15 kali beratnya sendiri ke udara. Para ilmuwan telah mengetahui bahwa ini karena sayap capung dirancang untuk menciptakan angin puyuh kecil di atas permukaan atasnya. Angin puyuh ini adalah rahasia untuk menciptakan daya angkat yang luar biasa. Berbagai metode sekarang sedang direncanakan untuk menerapkan rahasia ini ke desain pesawat baru. Keunggulan desain yang ditemukan di alam dan dari mana kita telah belajar begitu banyak bahkan di zaman penyelidikan antarplanet ini, bukanlah saksi bagi proses evolusi yang tidak berakal, tetapi bagi Pencipta yang bijaksana dan penuh perhatian. Pengarang: Paul A. Bartz. REF.: ‘Model capung untuk sayap masa depan,’ Science Digest, Maret 1984, hlm. 87.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Metode Penafsiran Normal-Literal vs Alegorikalisme

Oleh: Dr. David Cloud

Berikut ini adalah saduran dari bahan pelajaran Memahami Nubuatan Alkitab, yang tersedia dari Way of Life Literature.

Metode penafsiran Alkitab “normal-literal” mengacu pada cara bahasa manusia biasanya ditafsirkan.

Ini disebut “aturan emas” dari penafsiran Alkitab: “Ketika pengertian yang apa adanya dari Kitab Suci masuk akal, jangan mencari arti lain, tetapi pahamilah setiap kata pada makna literal utamanya kecuali fakta-fakta dari konteks langsung secara jelas menunjukkan sebaliknya” (David Cooper).

“Tuhan mengatakan apa yang Dia maksudkan dan memaksudkan apa yang Dia katakan. Kita harus membaca Alkitab sama seperti membaca tulisan lainnya, tidak mencoba memaksakan arti alegoris, mistik, atau kiasan ke dalam pernyataannya yang sederhana” (Bible Explorers Guide, John Phillips).

Dr. Charles Feinberg berkata, “Kecuali kalau ada alasan-alasan intrinsik dalam teks itu sendiri yang memerlukan interpretasi simbolis atau kecuali ada bagian Kitab Suci lain yang menafsirkan nubuat paralel dalam arti simbolis, kita diharuskan menggunakan interpretasi literal yang alami” (Premilenialism or Amilenialism?, hlm. 212).

Kita menggunakan kiasan, seperti metafora, dalam pidato normal, tetapi kita memahami bahwa ini adalah kiasan berdasarkan konteksnya dan kita tahu bagaimana menafsirkannya. Jika saya berkata, “Saya akan lari pagi”, kita tahu bahwa ini berarti saya benar-benar akan berlari. Tetapi jika saya berkata, “Para pengungsi lari dari Ukraina,” kita tahu ini adalah kiasan, dan itu berarti mereka pergi dari Ukraina, baik dengan berjalan kaki, mengemudi, pesawat, kapal, dll.

Hal ini benar juga untuk nubuatan Alkitab. Nubuat ada berisi kiasan, tetapi Alkitab membuat jelas kiasan-kiasan tersebut dan mengajarkan kita bagaimana menafsirkannya baik menurut konteksnya sendiri atau dengan membandingkan Kitab Suci dengan Kitab Suci.

Kontraskan dengan metode interpretasi alegoris

Metode alegoris menafsirkan bagian-bagian nubuatan Kitab Suci secara simbolis daripada secara literal. Dengan metode ini, nubuatan Perjanjian Lama tentang kerajaan Israel yang agung di bumi ini ditafsirkan sebagai gambaran zaman gereja. Jadi “Sion” adalah gereja dan “seribu tahun” dalam Wahyu 20 adalah zaman gereja dan padang belantara yang berbunga mawar (Yes. 35:1-2) adalah kesuburan rohani di zaman gereja.

Perhatikan tiga contoh:

Alkitab Jenewa memberi catatan pada Wahyu 9:11 yang mengidentifikasi “malaikat jurang maut” sebagai ”Antikristus Paus, raja orang munafik dan utusan Setan”. Namun, tidak ada alasan untuk melihat malaikat ini sebagai apa pun selain malaikat yang jatuh secara harfiah di dalam lubang tanpa dasar yang sebenarnya.

Adam Clarke tentang Wahyu 20:2: “Dalam hal apa ikatan Setan ini, siapa yang tahu? … tidak mungkin angka itu, seribu tahun, dianggap secara harfiah di sini.”

Jamieson, Fausset, Brown tentang Wahyu 20:2: “Seribu melambangkan bahwa dunia sudah dikhamirkan ragi secara sempurna dan diliputi oleh yang ilahi; karena seribu adalah sepuluh pangkat tiga, dan tiga adalah angka Tuhan. ”

Sejarah alegorisisme

Orang-orang Kristen mula-mula menafsirkan nubuatan secara literal (Kis. 3:19-21; Rom. 11:25-27). Hal ini diakui oleh sebagian besar sejarawan gereja.

Continue reading

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Alkitab, Hermeneutika / Penafsiran | Leave a comment

Dirancang untuk Terbang

Berikut ini dari CreationMoments.com, 28 Februari 2022: “Banyak buku teks memberi tahu orang-orang muda hari ini bahwa burung adalah reptil yang dimodifikasi. Berandai-andailah, kata mereka, bahwa jutaan tahun yang lalu sisik pada beberapa reptil mulai berjumbai di sepanjang tepinya. Setelah suatu masa, kata mereka, sisik yang berjumbai  itu berubah menjadi bulu dan burung pun lahir. Keanggunan dan keindahan bulu  burung membuat cerita ini sulit dipercaya. Bisakah menempelkan bulu pada kadal menghasilkan burung merak? Bulu burung hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan sistem terbang burung. Bahkan dengan perencanaan dan perancangan ulang yang sangat hati-hati, reptil tidak memiliki apa yang diperlukan. Seekor burung membutuhkan otot dada yang besar untuk terbang. Pada beberapa burung, 30% dari berat badan burung adalah otot dada. Sebagai perbandingan, pada manusia otot dada hanya sekitar 1% dari berat badan. Seekor burung juga membutuhkan metabolisme dan tekanan darah yang sangat tinggi untuk memberikan energi yang dibutuhkan otot-otot tersebut untuk terbang. Burung memiliki metabolisme yang lebih tinggi daripada makhluk lainnya; mereka juga memiliki tekanan darah tinggi yang diperlukan. Akhirnya, seperti yang diketahui luas, burung membutuhkan kerangka yang ringan. Burung Man-o’-war memiliki lebar sayap tujuh kaki. Tetapi seluruh kerangkanya hanya memiliki berat beberapa ons— lebih ringan dari bulu-bulunya! Bahkan jika seekor reptil dibangun ulang dengan cara yang paling cerdas sekalipun, hal itu tidak dapat menghasilkan seekor burung. Faktanya, hanya sedikit kesamaan burung dengan reptil. Seluruh keberadaan burung, dari tubuh hingga otak, telah dirancang khusus untuk terbang oleh Pencipta yang mengetahui dengan jelas segala sesuatu yang perlu diketahui tentang terbang. Pengarang: Paul A. Bartz.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment